dinikahi pangeran tampan dimasa SMA

dinikahi pangeran tampan dimasa SMA
Satu fakta yang terbongkar


__ADS_3

#part45


"Iissshh, dasar nyebelin!" Gerutu Mika sambil menghentakkan kakinya.


20 menit kemudian Angga keluar dari kamar mandi, seperti biasa ia selalu menggunakan handuk sebatas pinggang saja.


Mika yang melihat Angga keluar dari kamar mandi saat itu juga ia mengambil handuk nya berniat ingin melaksanakan ritual mandinya.


"Minggir Lo, gue mau mandi!" Perintah Mika Kepada Angga yang berdiri di depan pintu kamar mandi.


"Dih, ko ngatur!" Sahut Angga santai kemudian ia memasuki walk in closet.


"Dih, Ki ngitir!" Cibir Mika meledek dan masuki kamar mandi.


Di kamarnya Abi dan Fika.


"Sayang jangan marah dong," bujuk Abi, dari tadi Fika terus mendiami nya.


"Sayang ... " Abi mendekati Fika yang duduk di meja rias.


"Sayang ... " Panggilannya lagi, sambil memegang pundak Fika.


"Apa sih!" Ketus Fika.


"Kamu jangan marah dong, nanti cantiknya ilang loh," goda Abi.


"Terserah aku lah!"


"Awas aku mau ngeringin Rambut aku!" Usir Fika dengan jutek.

__ADS_1


"Kamu jangan marah gitu dong, iya aku minta maaf." Seru Abi, ia menatap istrinya dari pantulan cermin.


"Kamu juga sih, katanya mandi bareng tapi apa hah!? Malah Nina ninu lama lagi!" Fika saat ini benar-benar geram kepada suaminya, katanya gak bakal macem-macem dan mandi bareng doang, tapi apa? Ck, Fika rasanya seperti di kibulin, ehk kan emang di kibulin.


Fika tidak habis pikir dengan suaminya ko bisa tahan 2 jam main kuda-kudaan.


Abi terkekeh melihat ekspresi wajah istrinya.


"Yaudah, maafin aku yah."


"Hmm," Fika hanya berdehem menanggapi ucapan Abi.


"Ihh, tuh kan masih marah," rengek Abi.


"Iya iya ihk." Mendengar istrinya berkata seperti itu Abi tersenyum lebar.


"Sayang aku mau nanya deh." Ucap Abi seketika suasana pun menjadi serius.


"Soal Mika tadi, apa bener itu hanya sebuah kecelakaan semata, tadi aku liat di sekitar dagunya seperti ada bekas cengkraman." tutur Abi yang membuat Fika menghela nafas.


"Sepertinya kamu harus tau masalah ini" seru Fika, Abi pun mengernyit.


"Maksud kamu?"


"Tapi kami harus janji dulu, Jangan marah atau balas dendam, karena ini di larang keras sama menantu kamu,"


"Iya, aku janji." Jawab Abi menyetujuinya.


"Ok, jadi gini ... "

__ADS_1


Fika menceritakan semuanya.


"Oh, gitu. Syukur Mika menendangnya kalo Mika tidak menyerangnya, mungkin aku yang bakal turun tangan." Ujar Abi.


"Udah lah Mas, ini kan masalah mereka, masalah anak muda kita jangan ikut campur." Nasehat Fika.


"Iya Mas juga tau, tapi kan kita gak bisa diam aja kalo anak kita di bully sama mereka."


"Kita pantau aja dulu, kalo mereka berlebihan baru kita turun tangan." Saran Fika, dan di angguki oleh Abi.


***


Kini mereka tengah makan malam bersama.


"Mika, kenapa kamu berbohong sama papa?" tanya Abi memulai pembicaraan.


"Bohong apa pap?" Mika bertanya balik, ia bingung kebohongannya apa yang di maksud papanya.


"Soal luka kamu."


"Uuuhkkk ... Uuuuhkk ... " Perkataan Abi membuat Mika tersedak.


"Eeh, Angga kasih Mika air cepet!" Perintah Abi.


"Nih, minum dulu." Angga menyodorkan segelas air putih ke arah Mika, lalau ia meminumnya.


'Apa papa sudah tau yah? Jangan-jangan mama lagi yang ngasih tau' batinya dan ia melirik ke arah Fika yang duduk di samping Abi.


***

__ADS_1


JANGAN JADI PEMBACA GELAP!!


__ADS_2