dinikahi pangeran tampan dimasa SMA

dinikahi pangeran tampan dimasa SMA
Perkara laper


__ADS_3

#Part42


Tidak ada percakapan di antara mereka sepanjang perjalanan.


Kruyukk...


Kruyukk...


Kruyukk...


Dan tiba-tiba terdengar lah suara perut Mika yang keroncongan, hingga mengalihkan perhatian Angga.


Angga memberhentikan mobilnya di pinggir jalan, dan mengambil kantong plastik berwarna putih dari jok belakang.


"Nih, ambil makan!" Perintahnya sambil menyodorkan kantong plastik tersebut ke arah Mika.


Mika melirik sekilas dan memalingkan wajahnya.


"Gue gak laper!"


Kruyukk...


Lagi dan lagi suara perut Mika terdengar, perutnya tidak bisa berbohong saat ini, Mika boleh mengatakan kalo dia tidak lapar, tapi perutnya meronta-ronta ingin segera di isi.


"Nah, itu suara apa?"


"Apa? Gue gak denger perasaan Lo kali," tuding Mika Kepada Angga.


"Udah deh, ini makan cepet nanti Lo mati kelaparan lagi, gue gak mau di penjara!" Tutur Angga yang masih memegang kantong plastik itu.

__ADS_1


"Udah di bilangin, gue itu gak lap--" ucapan Mika tertahan ketika perutnya mulai berbunyi lagi.


Kruyukk...


"Masih mau mengelak kalo Lo gak laper?" tanya Angga sambil menaikkan satu alisnya.


"Nih, makan!" Lagi-lagi Angga menyodorkan plastik tersebut kepada Mika.


Dengan cepat Mika menggelengkan kepalanya cepat.


"Makan gak, Lo!" Tekan Angga mulai geram.


"Kalo Lo gak makan, perut Lo bakal keroncong terus dan mengganggu gue!" Serunya dengan tegas lagi-lagi Mika menggelengkan kepalanya.


"Lo mau maka atau ... " Angga menatap Mika dari bawah sampai atas sehingga Mika meneguk slivernya dengan kasar.


"L-lo, mau ngapain?" tanya Mika yang mulai khawatir.


Angga mulai melonggarkan dasinya, Mika yang tahu pergerakan Angga tiba-tiba menyambar kantong plastik yang berada di dashboard mobil.


"Iya, iya gue makan, nih liat gue makan kan!? Sekalian sama plastiknya biar kenyang 1 tahun," ucap Mika.


"Kenapa lo ambil plastiknya?" tanya Angga dan membuat Mika semakin keheranan.


"Lah katanya suruh gue makan!?"


"Iya emang, tapi kan katanya Lo gak mau, yah biar gue aja yang makan." Angga tadi niatnya mau memakan Snack itu di depan Mika biar dia tergiur dan tidak tahan menahan laparnya.


"Terus tadi Lo ngelonggarin dasi buat apaan coba?" tanya Mika to the point.

__ADS_1


"Kenapa lo salpok sama itu?" Angga semakin terheran-heran apa yang di maksud Mika, sebenarnya apa yang pikirkan Mika sih? Ntah lah Angga tidak tahu.


"Terus Lo juga tadi natap gue dari bawah sampai atas apaan begitu!?"


"Ck, itu gue membayangkan kalo Lo itu gak bakal bisa nahan laper Lo! Karena gue makan di depan Lo gitu, gimana sih Lo ... Hmm " tiba-tiba menatap Mika dengan mata yang menyipit, curiga.


"Jangan-jangan Lo mikir ... "


"Mikir? Mikir apa, cepet jalan mama nungguin di rumah ngomong Mulu Lo!" Mika mengalihkan pembicaraan dan Angga pun melakukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Bagi dong." Pinta Angga di sela-sela mengemudi nya.


"Gak! Ini kan udah di kasih sama gue!" Tolak Mika mentah-mentah.


"Dih pelit amat Lo, bagi dikit gue juga mau kayaknya itu enak," serunya sambil fokus menyetir dan sedikit melirik ke arah Mika.


"Gak! Ini gak enak!"


"Ihk pelit banget sih Lo!"


"Gak baik tau udah di kasih tapi di ambil lagi, nanti kena azab!" Cerocos Mika ngasal.


"Terserah Lo," jawab Angga tanpa meliriknya.


"Ck, Iya iya," Mika sedikit tidak tega melihat Angga yang kelihatan pengen banget, lagi pula ini juga kan Angga yang beli.


"Nih, aaa ... " Seru Mika menyodorkan Snack ke Angga.


***

__ADS_1


JANGAN JADI PEMBACA GELAP!!


__ADS_2