
#Part67
Saat ini Angga dan Mika tengah berada di dalam mobil yang sama, mereka hendak pulang.
Tidak ada obrolan di antara mereka, yang ada cuma hanya keheningan yang menyelimuti dua insan tersebut.
"Maafin gue yah." Tiba-tiba saja Angga memecahkan keheningan tersebut, Mika yang dari tadi fokus menatap jalanan, kini beralih menatap Angga.
"Hah?" Balas Mika yang tidak mengerti apa ucapan Angga, dia hanya melongo menatapnya.
Terdengar suara hembusan nafas dari Angga.
"Iya, gue minta maaf." Sebenarnya Angga terlalu gengsi untuk meminta maaf, walupun itu ke istrinya sendiri, tapi kali ini dia mengubur rasa gengsinya itu.
"Buat apa?" Balas Mika yang masih bingung.
"Soal kejadian kemarin, gue gak sempet nyelamatin Lo, padahal Lo sudah nelpon gue berkali-kali,"
"Soal gue yang gak denger panggilan telpon dari Lo, itu gue bener-benar gak sadar dan gak ngerasa menonaktifkan hp." Lanjutnya berkata jujur.
"Terus, kenapa lo bisa makan berdua sama Marsya." Jawab Mika, dia tampak nya sedikit kesal.
Angga pun menceritakan semuanya kepada Mika, tanpa terlewatkan satu pun.
"Bentar deh, ko kejadian nya bisa pas gitu yah." Ujar Mika, merasa curiga.
"Maksud lo?" Angga mengerutkan keningnya, ia tidak paham yang di maksud oleh Mika.
"Coba deh Lo pikir, dari mulai gue di kejar-kejar preman, terus gue gak bisa nelpon Lo, yang Lo kata hp Lo itu di nonaktifkan tapi Lo gak ngerasa menonaktifkan hp tersebut. Nah pas di kejadian itu Lo itu lagi makan sama Marsya." Jelas Mika, dengan detail.
Angga terlihat sedang berpikir dengan keras sambil fokus menyetir.
"Jangan bilang dalang di balik kejadian kemarin itu ... Marsya?" Kata Angga, menebak-nebak.
"Gue sih gak mau suuzan yah karena menuduh tanpa bukti, tapi kayaknya emang iya deh dia pelakunya." Seru Mika, yang membuat Angga langsung menghela nafas.
"Itu namanya suuzan, Mika." Kesal Angga.
"Udah lah nanti kita pikir-pikir lagi." Lanjutnya.
__ADS_1
Kini mereka sudah sampai di rumah, Mika langsung turun dan masuk kedalam rumah.
Sedangkan Angga, ia langsung memasukkan mobilnya kedalam garasi.
"Assalamualaikum, Mika pulang."
"Mama!"
"Papa!"
Teriak Mika, tetapi tidak ada yang membalas terikan nya.
"Kalian di ma--"
"Berisik! Lo pikir ni rumah hutan apa hah! Teriak-teriak." Angga langsung membekap mulut Mika dengan tangan kanan nya.
"Mmmpphhh" Mika menepuk-nepuk lengan Angga agar ia melepaskan nya.
"Cuihh ... Tangan Lo bau ikan asin!" Tutur Mika ngegas.
"Sembarangan kalo ngomong, orang wangi gini juga!"
Seketika Angga memegang hidung mancung nya, dan mengusap-usapnya.
"Ihkkk, upilnya berjatuhan tuh, Iyuuwww." Dusta Mika, padahal tidak ada upil sedikit pun yang jatoh maupun yang berada di hidung Angga.
Dan terjadilah perdebatan tentang upil di antara mereka, sehingga membuat Fika mendatangi mereka.
"Ada apa ini?" Tanya Fika.
"Mama," Beo mereka berdua.
"Mama abis dari mana ko tadi Mika panggil-panggil gak nyaut." Tanya Mika heran.
"Oh tadi mama lagi mandi, sayang. Jadi gak nyaut." Mika hanya mengangguk-angguk saja.
"Terus kalian kenapa berantem?" Lanjutnya.
"Gak ko kita gak berantem. iya kan, kak?!" Angga langsung menganggukan kepalanya.
__ADS_1
Bisa repot kalo ketahuan cekcok lagi, bisa-bisa dia di ceramahin 7 hati 7 malam.
"Yaudah, Angga ke kamar dulu yah, mam?!" Angga pun naik ke lantai atas.
"Mam, Mika mau nanya." Tiba-tiba Mika mendekati Fika setelah Angga pergi.
"Nanya apa, sayang?"
"Apa yang di takutin kak Angga, mam?" Sepertinya Mika berniat untuk balas dendam.
Fika menyipitkan matanya kearah menantunya itu.
"Kenapa, ko kamu nanya gitu?" Tanya Fika curiga.
"E-engan kan nanti Mika bisa menjauhkan hal-hal yang di takutin kak Angga mam." Bohong nya.
"Asal kamu tau, Angga itu paling takut sama yang namanya buah salak." Bisik Fika di telinga Mika.
Mika tercengang dan langsung menahan tawanya.
Apa dia salah mendengar? Yang bener saja, Angga takut dengan buah salak? OMG Mika ingin tertawa keras saat ini juga.
"Jadi kami harus, menjauhkan buah salak dari Angga, kalo dia sampai liat buah tersebut, pasti dia bakal jingkrak-jingkrak ketakutan." Ucap Fika lagi.
Wah sepertinya akan seru, ketika melihat si ganteng Angga ketakutan. Batin Mika bersorak seria.
***
Next?
Halo semuanya bertemu lagi dengan saya😁
Semoga part ini bikin kalian puas yah😊
Kalo rame, aku up
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di sini 🤗
JANGAN JADI PEMBACA GELAP!!
__ADS_1