
#part56
Di rasa jaraknya susah menjauh dan tidak terlihat para preman itu mengejar, Calvin memberhentikan laju motornya di pinggir jalan.
Mika yang tidak menyadari motor Calvin berhenti, terus saja diam sambil memeluk Calvin dari belakang akibat tadi ia dibawa ngebut.
"Betah banget yah peluk-peluk gue," Goda Calvin sambil terkekeh.
Seketika Mika tersadar dan langsung memposisikan dirinya menjadi tegak tidak memeluk Calvin lagi.
"Ko di lepas sih, udah peluk lagi aja nyaman ko." Ujar Calvin menggoda.
Mika langsung memukul halm Calvin sedikit keras sehingga si empu mengiris.
"Aaawww ... Jangan kasar dong sayang."
"Sayang, sayang pala Lo bengkok." Jawab Mika kesal.
Mika langsung turun dari motor Calvin.
Sedangkan Calvin langsung tertawa kecil mendengar candaan dari Mika.
"Iya deh yang sekarang udah punya pawang." Sindir Calvin sambil tersenyum kecut.
Jujur hatinya sakit saat mendengar Mika jadian dengan Angga, hancur sudah harapannya untuk memiliki Mika, 2 tahun dia menunggu Mika membuka hati untuknya, tetapi yang ia dapatkan ... Hanya sakit hati saja, benar kata orang-orang jangan menunggu yang tidak pasti karena itu menyakitkan.
Mika terdiam, dia tidak menggubris ucapan Calvin ada rasa tidak enak hati di dalam benaknya, bagaimana pun Calvin sempat mengaku kepada Mika bahwa dirinya menyukai Mika, tetapi Mika menolaknya dengan alasan ingin fokus belajar, tetapi Calvin kekeh dan ingin menunggu Mika sampai ia mau dan siap untuk menjadi kekasihnya.
__ADS_1
Tapi entahlah perasaan Mika dari dulu tidak berubah kepada Calvin, dia hanya menganggap Calvin sebagai teman mungkin sahabat tidak lebih dari itu.
"Ehkmm." Mika berdehem untuk menyalurkan rasa canggung yang menyelimutinya.
"Lo ngapain berhenti di sini? Jangan bilang Lo mau begal gue yah?" Tuding Mika yang tidak-tidak.
"Iya mau begal hati Lo." Tutur Calvin.
"Calvin!" Seru Mika jengkel.
"Iya iya bercanda ko, gitu doang marah."
"Kita makan dulu yuk, gue belum makan dari tadi siang, Lo juga belum makan kan?" Lanjutnya.
"Iya belum sih, tapi Lo yang traktir."
"Calvin udah deh jangan bercanda Mulu." Jawab Mika sambil mengerucutkan bibirnya kesal.
"Oh Lo mau gue seriusin? Dengan senang hati." Tutur Calvin sambil menaik-naikan alisnya.
"Calvin gue udah punya pacar, Lo jangan main-main yah!" Acam Mika dan menyipitkan matanya.
"Pepatah mengatakan 'sebelum janur kuning melengkung masih bisa di tikung' gitu." Ujar Calvin berdialog.
'Andai Lo tau, janur kuning nya udah melengkung sejak lama' batin Mika.
"Udah ahk, jadi gak nih kita makan?" Tanya Mika mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"Jadi dong, ayok naik." Mika pun kembali naik keatas motor sport milik Calvin.
Calvin pun melajukan motornya menuju restoran terdekat dan terenak di sana.
15 menit berlalu sampai lah mereka di restoran.
'itu ko kayak mobil nya kak Angga.' Ucap Mika dalam hati, ia seperti melihat mobil Angga terparkir tepat di depan restoran tak jauh dari tempat Calvin memarkirkan motornya.
Ahk mungkin itu hanya mirip saja, tapi Mika tahu betul mobil Angga itu ... oh mungkin dia sedang makan bersama teman setim nya, pikir Mika.
Mereka pun masuk kedalam restoran itu, belum sempat Mika duduk, ia sedikit tersentak melihat Angga yang sedang duduk berdua bersama seorang gadis.
Pantas saja telpon Mika tidak di angkat satu pun, ternyata dia sedang enak-enak makan di sini, tidak peduli dengan istrinya yang dalam bahaya, ck! menyebalkan!
Gadis itu tak lain dak tak bukan adalah Marsya, rasanya Mika ingin sekali melabrak mereka, tetapi untuk apa? Toh Angga juga tidak peduli dengan Mika, jika memang mereka menjalin hubungan di belakang Mika tidak seharusnya Mika marah, pernikahannya itu hanya di atas kertas.
Jadi bebas-bebas saja jika Mika juga ingin mendua, tapi kenapa dia tidak bisa, entah karena rasa solidaritas atas pernikahan nya atau karena hal lain? Ahk kenapa dia jadi seperti ini.
"Mika ayok kita duduk di sana." Ajak Calvin dan di angguki oleh Mika.
Mereka bergegas duduk di meja kosong yang berjarak 2 meja dari tempat Angga duduk.
"Mik, itu kayak kak Angga?" Ucap Calvin sambil menunjuk meja sebrang.
"Udah biarin aja!" Tegas Mika, Calvin tidak banyak komen lagi saat melihat wajah Mika sedikit bete, justru ini kesempatannya untuk mendekati Mika, bukan begitu?
***
__ADS_1
JANGAN JADI PEMBACA GELAP!!