
#Part12
Tanpa Mika sadari dia sudah berada di depan pintu rumah yang berwarna gold, pintunya begitu besar mewah dan yah lumayan tinggi.
Sinta mamanya Mika segera menekan tombol bel rumah.
Ting tong ting Tong
"Iya sebentar." terdengar suara wanita dari dalam rumah itu tidak lama kemudian ia membukan pintu.
Dan terpampang lah wanita paruh baya seusia mama nya sekitar 40 han, dia begitu cantik walaupun sudah berumur.
"Ehk, Sinta ayok masuk." Ajak wanita paruh baya tersebut lalu mereka memasuki rumah mewah itu dan di persilahkan duduk.
"Silahkan di minum" tawar wanita paruh baya tersebut.
"Iya terimakasih" jawab Sinta.
Sedangkan Mika tidak henti-hentinya mengedarkan pandangannya ke setiap inci rumah itu, dia pun beratnya tanya, ini rumah siapa dan mengapa ibunya membawa dia ke sini?, Pertanyaan pertanyaan pun mulai bermunculan di benak nya tapi dia enggan untuk bertanya.
"Mika" ucap Sinta yang membuat Mika sedikit tersentak.
"Iya, ma. ada apa?" sahutnya sambil melihat sosok ibunya yang berada di sampingnya sekarng.
"Kenalin ini Tante Fika Sahabatnya mama" ujar Sinta memperkenalkan Fika Sahabatnya.
"Aku Mika Tante, salam kenal" Mika pun mencium tangan Fika dengan penuh hormat.
"Iya, saya Fika" jawab Fika sambil tersenyum ke arah Mika.
"Putri kamu cantik banget Sin" ucap Fika memuji.
"Alhamdulillah, kalo kamu menyukainya" sahut Sinta dengan tersenyum.
Mika juga tersenyum ke arah Fika "Terimakasih Tante, Tante juga cantik hehe" tidak lupa dia mengucapkan terimakasih.
__ADS_1
"Tante mah udah tua, udah gak cantik lagi" ujar dia dengan tawa kecilnya.
"Oh iya Dita, gimana keadaan anak dan suami kamu?" tanyanya kepada Dita yang dari tadi hanya diam saja.
Fika Sudah mengenal Dita sejak masih kecil, Sinta dan Fika sudah lama sahabatan dari mereka SMA.
"Mereka baik ko Tante" jawab Dita tersenyum
"Wah ada tamu nih" ucap seseorang dari ambang pintu, sontak saja mereka menoleh ke arah suara itu, dan terpampang lah, seorang laki-laki paruh baya, yang menggunakan setelan jas berwarna hitam, lelaki itu sudah berumur tetapi badannya terlihat masih tegap.
Dia pun mendekati mereka yang tengah duduk di sofa.
"Ehk, Mas Abi" ucap Fika yang melihat Abi.
"Mika kenali ini suami tente namanya Abimanyu" Fika pun memperkenalkan Abimanyu kepada Mika dan Mika pun mencium tangan om Abi.
"Panggil saja om Abi" ucap Abi
"Iya salam kenal om aku Mika" ucap Mika memperkenalkan diri.
"Maa.., aku pulang" ucap seseorang yang baru saja memasuki rumah tersebut.
"Beruang kutub"
"Toples rengginang"
Ucap mereka serempak
Ya dia adalah Angga si beruang kutub, yang baru saja pulang ntah dari mana yang jelas dia masih menggunakan seragam sekolahnya.
Angga pun mendekati mereka.
"Lo ngapain ke sini?" tanya Angga dengan penasaran.
"Lah ini rumah Lo?" Mika pun berbalik nanya.
__ADS_1
"Bukan, ini rumah Pak Toni" jawabnya ngasal
"Yah rumah gue lah, nanya lagi lo" lanjutnya.
"Terus Lo ngapain ke sini?, Mau mintak sumbangan? gak, gak, gak ada sumbangan buat Lo" ujarnya lagi.
"Hmm, enteng banget yah tu mulut, ngomong asal jeplak gak di saring dulu" ucap Mika sedikit kesal.
"Oh jadi kalian sudah saling kenal yah?" ucap Fika di tengah perdebatan mereka.
"Iya, ma. Dia adik kelas aku, dan asal mama tau yah dia ini yang menyebabkan Angga di hukum tadi pagi" adunya kepada sang ibu.
"Apa lo bilang, justru itu salah lo, ngajak gue manjat ke dinding sekolah segala lagi, kan jadi di hukum kita" sahut Mika yang tidak terima.
"Seharusnya Lo itu bangga bisa di hukum bareng sama gue, di luar sana banyak yang merelakan dirinya sendiri untuk di hukum demi gue, asal ko tau itu!" ujar Angga dengan sombong.
"Dih, yang ada gue nyesel seumur hidup pernah di hukum bareng sama Lo!" Sahut Mika tidak kalah sinisnya.
"Apa lo bilang hah!" Jawab Angga sambil melangkahkan kakinya mendekati Mika.
" Udah, udah yah jangan berantem" lerai Fika dan Angga pun menghentikan langkahnya.
"Angga sayang sini duduk dulu" ajak Fika sang mamanya Angga.
Angga pun dengan langkah males mendekati mamanya dan duduk di sampingnya mamanya.
"Angga kenalin ini keluarganya Mika"
"Udah tau ma" jawabannya sedikit jutek.
Fika pun hanya bisa menghela nafas panjangnya, dia harus ekstra sabar untuk menghadapi sikap anaknya yang keras kepala ini.
"Jadi gini mama sama Tante Sinta akan menjodohkan kamu dengan Mika, gimana kalian setuju kan?" Seketika Angga dan Mika pun terbelalak syok mendengar ucapan Fika, hampir pingsan Mika dibuatnya
"Menjodohkan?" Ucap mereka berdua yang langsung berdiri dari duduknya.
__ADS_1
Next?
JANGAN MENJADI PEMBACA GELAP!