dinikahi pangeran tampan dimasa SMA

dinikahi pangeran tampan dimasa SMA
Kediaman Dirgantara


__ADS_3

#Part28


Di sekolah.


Bel pulang berbunyi menandakan pembelajaran hari ini sudah usai, kini para siswa siswi bergegas untuk pulang ke rumahnya masing-masing, kecuali dengan Laura, Farel, dan Gilang.


Terlihat seorang gadis sedang tengah menunggu sesuatu di dalam mobilnya.


"Ihk, kemana sih tu capung dua, katanya mau nunggu di gerbang sekolah tapi mana kagak ada." Gerutu Laura.


Tidak lama kemudian datanglah dua pemuda tampa dan mendekati mobil Laura yang kaca mobilnya tertutup.


"Ehk, si Laura mana yah ko kagak ada, apa dia masih di kelasnya yah?" tanya Gilang kepada Farel.


Laura sengaja menekan klakson mobilnya dengan keras dan sontak saja membuat Farel dan Gilang tersentak kaget, lalu ia membuka kaca mobilnya.


"Gue udah dari tadi di sini nungguin kalian, lama banget kayak nunggu harapan dari si dia," ucap Laura asal jeplak.


"Ingat sayang, jangan berharap kepada yang tidak oasty, mending berharap kepada Abang Gilang aja," ujar Gilang menaikkan kedua alisnya menggoda.


"Dih, musyrik gue berharap sama Lo kak!" Sahut Laura.


"Yah daripada berharap sama yang tidak pasti, mending berharap sama Abang Gilang yang ganteng ini, yang tentunya sudah pasti." Ujarnya membanggakan diri.


"Pasti apa?, Pasti sengsara!" Celetuk Laura menohok.


"Ihk, ko gitu sih sayang," seru Gilang dengan manja.


"Sayang, sayang.., gundul mu!" Jawab Laura kesal.


"Udah, udah.., mending kita langsung otw ke rumah nya si Angga aja yuk!?" Usul Farel dan melerai perdebatan itu.

__ADS_1


"Yaudah ayok, kalian jalan duluan gue ikutin dari belakang soalnya gue gak tau rumahnya ada di mana." Tutur Laura dan di angguki oleh keduanya.


Kini mereka sedang berada di perjalanan menuju kediaman Dirgantara.


30 menit lamanya mereka sudah sampai dan memasuki pekarangan rumah Dirgantara, lalu mereka turun dari kendaraannya masing-masing.


"Wah, gila ini rumahnya kak Angga?" tanya Laura.


"Bukan, ini rumahnya pak Budi tukang cilok," sahut Farel asal.


"Oh, gede juga yah rumah tukang cilok," jawab Laura menanggapi.


Mereka sudah berada di depan pintu dan Farel pun menekan tombol yang berada di sana.


Ting tong ting tong.


"Ehk, lucu yah bunyi bel nya ke gitu," tutur Laura tiba-tiba.


"Yah, di mana mana suara bel rumah ke gitu, ada juga sih yang beda" Sahut Gilang mulai jengah dengan ke Randoman Laura.


"Buset." ucap Farel dan Gilang keduanya.


"Bercanda anjir ya kali,"


Percakapan mereka terhenti ketika melihat ada yang membuka pintu.


"Ehk, den farel sama den Gilang dan..." BI Ratih nampak kebingungan melihat sosok gadis yang asing baginya.


"Ini Laura bi sahabatnya Mika." Sahut Gilang memberi tahu.


"Kalo gitu Angga sama Mikanya ada?" tanya Farel memastikan.

__ADS_1


"Oh ada den, silahkan masuk." Bi Ratih pun mengajak mereka masuk dan mempersilahkan mereka untuk duduk di ruang tamu.


"Bentar yah bibi panggilin non Mika sama den Angga dulu." ucap bi Ratih dan di jawab dengan anggukan kepala dari mereka.


Bi Ratih bergegas menaiki tangga menuju kamarnya Angga.


Tok tok tok


"Masuk." ucap Angga.


"Maaf den, non. Di bawah ada temen den Angga sama non Mika katanya mau ketemu." Seru bi Ratih memberitahu.


"Iya, kami akan ke bawah terimakasih bi." Jawab Angga.


"Yaudah bibi pamit dulu yah non, den." Bi Ratih pun berlalu pergi dan mengerjakan tugasnya lagi.


Angga bangkit dari duduknya dan hendak untuk keluar.


"Mau ke mana?" tanya Mika.


"Lo tuli?, tadi Lo gak denger yah bi Ratih bilang apa?" Celetuk Angga menohok.


"Iya gue tau, tapi yang di bawah itu siapa?, Apa temen-temen Lo tadah tau kalo kita menikah?, Bisa gawat ini." Khawatir Mika.


Angga hanya menghela nafasnya saja.


"Yah siapa lagi kalo bukan Farel dam Gilang, cuma mereka yang tau kalo kita udah nikah, dan tadi bi Ratih juga bilang ada temen Lo, kemungkinan besar itu Laura, toples rengginang!" Dia malas menjelaskan lagi tanpa menunggu jawaban dia langsung pergi begitu saja.


Dan Mika pun membuntuti Angga dari belakang, awalnya dia tidak mau keluar tapi penasaran juga dengan yang datang.


***

__ADS_1


Next?


JANGAN MENJADI PEMBACA GELAP!!


__ADS_2