dinikahi pangeran tampan dimasa SMA

dinikahi pangeran tampan dimasa SMA
Kembali sekolah


__ADS_3

#Part32


Pagi hari


Terlihat Angga dan Mika tengah bersiap-siap untuk pergi ke sekolah, seperti biasa suka ada drama di antara mereka.


"Apaan sih, gue dulu!" Tutur Mika.


"Ini rumah siapa?, Rumah gue kan!? Jadi harus gue dulu!" Seru Angga.


"Yang tua harus ngalah!" Pekik Mika.


"Tua, tua.., tua gundul mu!"


Mereka sedang bertengkar siapa yang berhak keluar kamar terlebih dahulu.


Mika sudah jengah dengan pertengkarannya saat ini, begitu juga author tapi Bogoh hiyaa, udah lanjut-lanjut. karena dia tidak mau mengalah ia langsung menginjak kaki Angga dengan kuat, sehingga si empu meringis kesakitan.


"Aaahkkk, Sialan Lo Mika!" teriak Angga, tetapi Mika sudah ngibrit keluar kamar sambil tertawa.


"Gila kaki gue di injek sama kucing garong," guamam Angga sambil melihat kakinya yang tadi di injak oleh Mika.


"Pagi mama," sapa Mika yang baru sampai di meja makan.


"Pagi sayang, ayok makan dulu, Suami kamu mana?" tanya Fika, yang melihat Mika datang sendirian.


"Katanya kaki kak Angga sakit, soalnya tadi ketimpa dosanya sendiri, ehk maksud nya ketimpa vas Bunga." Dusta Mika, padahal kan dia sendiri yang injek tadi.


"Ko bisa ketimpa vas bunga?" tanya Fika lagi.


"Iya, soalnya anak mama kayak reog banyak tingkah jadi ketimpa vas bunga deh kakinya." Jawab Mika santai lalu menyuapkan nasi dan ayam ke dalam mulutnya.


"Dia bohong mam!" tutur Angga yang baru sampai di dekat meja makan.


"Pasti kalian berantem lagi yah?" tanya Fika menatap mereka.


"Gak ko mam, kak Angga nya aja yang baperan," ujar Mika santai.


"Udah, udah.., sekarng kalian makan dulu terus berangkat ke sekolah." Ucap Fika melerai.

__ADS_1


Mereka pun makan dengan tentram tidak ada suara dan drama lagi, hanya terdengar suara dentingan sendok dan garpu saja yang memenuhi ruang makan tersebut.


Kini sarapan pun sudah usai, Mika dengan berani mendekati kursi Angga yang berada di sisi kanan meja makan.


"Ehkmmm," deheman Mika mampu membuat Angga menolehkan pandangannya.


Angga menaikkan satu alisnya.


"Apa?" Ujar Angga singkat.


Mika mengulurkan tangannya seperti meminta sesuatu.


"Apa!" Jawab Angga yang tidak mengerti apa maksud Mika.


"Duit, duit..," ucap Mika sambil menggerakkan tangannya.


"Gak salah lo mintak duit sama gue?"


"Lah, Lo kan suami gue, tugas Lo sebagai suami itu menafkahi istinya!" Pekik Mika membenarkan, yah emang sih apa yang di katakan Mika itu ada benarnya, tapii.... Ahk sudah lah.


Angga merogoh kantongnya dan memberikan Mika 3 lembar urang berwarna merah.


"Nih." Jawab Angga sambil memberikan uang itu.


"Apaan cuma segini, di sentil aja goyang segini mah." Seru Mika sambil menyentil 3 lembar uang itu.


"Ck, dasar Lo yah mata duitan!" sahut Angga menatap Mika tajam.


"Yeeh, masih mending mata duitan daripada mata bintitan." jawab Mika dengan santai.


Lalu Angga merogoh dompetnya mengambil Black card dan memberikan nya kepada Mika.


Mika ternganga melihat Angga yang memberikan nya black card, dia pikir Angga akan ilfil kepadanya dan menceraikannya, tetapi di luar ekspektasi.


"Nih." Ucap Angga ketus dan menyodorkan Black card itu kepada Mika.


"Kenapa gak di ambil? Gak mau?" Ujar Angga menatap Mika.


"E-eh, iya mau." Jawab Mika dan mengambil Black card tersebut dari tangan Angga.

__ADS_1


"Di situ ada 30 jt, Lo bebas gunain tu duit buat apa aja sesuka Lo." Ucap Angga sambil melipat dompetnya dan memasukkannya lagi ke dalam tasnya.


"Hah!, 30 juta," Mika terkaget-kaget mendengar nominal yang berada di dalam kartu tersebut.


"Kenapa? Kurang?, Nanti siang gue transfer lagi 20 juta," tuturnya dengan santai sedangkan Mika semakin ternganga.


"Gak!, Ini juga udah cukup ko makasih,"


"Ehk, ini Uang Lo atau uang orang tua Lo!?" Lanjutnya.


"Uang gue lah! Gini-gini gue juga punya usaha kecil-kecilan kali." Jawab Angga sewot.


"Usaha kecil-kecilan? Yang ke mana tuh?"


"Iya, gue punya resort di Bandung, yah walaupun bukan gue yang mengelola tapi uangnya tetap mengalir ke rekening gue." Jawabannya dengan santai.


"Penghasilan dalam sebulan bisa berapa dari resort Lo itu?" tanya Mika pemasaran.


"Sedikit ko gak banyak, cuma 100-200 juta doang perbulan."


Mika semakin terbelalak mendengar ucapan Angga, tadi apa katanya? Usaha kecil-kecilan dan penghasilan nya gak banyak?, gak beres nih anak geser sebelah otaknya.


"Ehk, kalian belum berangkat?" Tanya Fika yang keluar dari arah dapur.


"Belum mam," jawab Mika.


"Yaudah Angga berangkat dulu yah mam," Angga mencium punggung tangan Fika.


Dan berlenggang pergi meninggalkan Mika.


"Mika juga berangkat yah mam," Mika pun menyalimi tangan Fika dan pergi mengejar Angga.


"Kak Angga tunggu!" teriak Mika.


"Cepet jangan lelet gue tinggal nih!" Jawab Angga yang sedikit berteriak juga.


Fika yang mendengar mereka seperti itu hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Semoga mereka bisa menerima takdir dan saling mencintai." Lirih Fika.

__ADS_1


***


JANGAN JADI PEMBACA GELAP!!!


__ADS_2