dinikahi pangeran tampan dimasa SMA

dinikahi pangeran tampan dimasa SMA
Kembali kerumah


__ADS_3

#Part19


"Siapa yang akan menceraikan nya!?" Suara bariton tersebut mampu mengalihkan pandangan Mika dan Laura.


Angga, Farel dan Gilang mendekat ke tempat Mika dan Laura duduk saat ini.


"Maksud lo apa?" tanya Mika sambil mengusap air matanya.


"Gue gak mau jadi duda pas lulus sekolah!" Jawab Angga.


"Tapi, kak-" Perkataan Mika tertahan ketika Angga memotong ucapannya.


"Udah, sekarng Lo masuk Mobil gue kita pulang!" Sahut Angga dan menarik tangan Mika.


"Apaan sih lepasin!, gue bisa jalan sendiri gak usah di tarik-tarik!" Mika menghempaskan tangan Angga dengan kasar.


"Ra, Lo jangan bilang sama siapapun tentang pernikahan gue sama kak Angga yah?, Gue takut di keluarkan dari sekolah," lirih Mika menatap Laura.


"Iya, Mik. Lo tenang aja gue gak bakalan cerita masalah ini sama siapapun." Jawab Laura dan mengembangkan senyum manisnya.


"Makasih yah, Ra." Mika pun memeluk Laura dan Laura juga membalas pelukan Mika.


"Udah, mending sekarang Lo pulang sama kak Angga, semangat yah." Seru Laura menyemangati Mika.


Kini mereka sudah menjauh dari sana masih dengan pakaian pengantinnya.


"Kasian yah mereka," lirih Laura sambil melihat kepergian mereka berdua.


"Iya bener, gue jadi gak tega sama mereka," seru Gilang.


"Lebih kasian lagi gue, di tinggal nikah sama pujaan hati," lirih Farel dramatis.


Sontak saja Laura dan Gilang menatap Farel dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Kenapa kalian liat gue ke gitu?" tanya Farel yang menyadari dirinya di tatap.


"Rel, Lo ganteng tapi masih gantengan gue, Lo juga kaya, cari aja cewek baru jangan jadi sad boy Lo" seru Gilang sambil merangkul pundak Farel.

__ADS_1


"Kalo gitu, Lo mau gak sama gue?" tanya Farel dengan ekspresi datarnya dan Gilang pun menoyor kepala Farel.


"Gue gak suka pisang goblok, gue sukanya donat!" jawab Gilang sambil berkacak pinggang.


Laura yang menyaksikan pertengkaran mereka hanya bisa geleng-geleng kepala saja.


"Kalo gitu, Ra. Lo mau gak sama gue?" tanya Farel kepada Laura yang dari tadi hanya diam saja.


"Gak!, Laura punya gue!, Iya kan sayang," ucap Gilang dan mengedipkan sebelah matanya ke arah Laura.


"Lo cacingan yah kak?" celetuk Laura.


"HAHHAHA, iya si Gilang emang cacingan," tawa Farel pun pecah ketika mendengar Laura berkata seperti itu.


"Ck, diem Lo centong nasi!" tutur Gilang kepada Farel dengan tatapan tajamnya.


"Masa sih, ganteng-ganteng gini di bilang cacingan, kamu ada-ada aja sayang." Lanjutnya


"Sayangn..., Sayang, pala bapak kau peang." Ujar Laura dan melenggang pergi meninggalkan mereka berdua.


"Gak ada sayang, sayang, pacaran aja Sono kalin berdua!" sahut Laura tanpa menghentikan langkahnya.


Gilang dan Farel pun saling menatap dan membayangkan ketika mereka pacaran, lalu mereka bergidik ngeri.


"Jauh-jauh Sono Lo, jangan deket-deket sama gue!" Perintah Farel.


"Dih, PD banget lo di deketin sama gue,"


"Ehk, iya. Terus kita pulangnya naik apa dong rel?" Tanya Gilang yang menyadari bahwa mereka ke sini tidak bawa kendaraan pribadi, mereka hanya menumpang ke mobil Angga tadi.


Mereka tdi berniat untuk ke rumah Angga dan di pertengahan jalan Farel dan Gilang ingin membeli sesuatu di minimarket dan terjadilah yang sudah terjadi.


"Naik odong-odong." jawab Farel seadanya, Mereka pun pulang ke rumah Farel, berniat untuk istirahat, untung saja hari ini tanggal merah jadi sekolah pun libur.


***


"Kak, anter gue pulang dulu ke rumah," ucap Mika di sela-sela perjalanan mereka.

__ADS_1


"Gak!, Lo ke rumah gue aja langsung," jawab Angga yang tetap fokus menyetir.


"Kak, gue cuma mau ambil baju doang, sama perlengkapan sekolah gimana sih!" tutur Mika geram.


Baru saja menikah sudah di atur-atur apalagi nanti, mau ke rumahnya aja di larang apakabar nanti kalo Mika main, bisa-bisa di amuk masal sama dia, ini tidak bisa di biarkan dia harus cerai secepatnya!, Kalo tidak bisa gila dia nanti.


"Ck, kalo soal itu biar Pak Asep aja yang ambilin nanti" Pak Asep adalah sopir pribadi keluarga Dirgantara.


'iisshh, nyebelin banget sih, liat aja nanti Lo gak bakal tahan sama tingkah laku gue, dasar beruang kutub!' batin Mika menggerutu.


"Jangan mengumpat gue dalam hati!" ucap Angga tiba-tiba, dan membuat Mika membulatkan matanya.


"Dih, GeEr banget lo," Mika pun memalingkan wajahnya ke luar kaca mobil.


Mereka kini telah sampai di kediaman Dirgantara.


Mika terdiam sesaat pikirannya mulai berkecamuk, dia dulu memang mengidam-idamkan tinggal di sebuah rumah yang mewah, dan itu menjadi kenyataan sekarang, tapi dia sedih kenapa caranya seperti ini, kalo caranya seperti ini lebih baik dia tinggal di rumah sederhana saja.


"Ayok masuk," ucapan Angga membuat lamunan Mika buyar seketika.


"Iya."


Angga dan Mika kini sudah masuk ke dalam rumah mewah tersebut dan mereka melihat kedua orang tua Angga tengah duduk di ruang tengah.


Fika dan Abi pun menoleh ke arah mereka dan betapa kagetnya mereka melihat anaknya memakai pakaian pengantin.


Angga!" Ucap Abi dan Fika bersamaan.


Mereka mendekati Angga dan Mika.


"Angga, Mika." Seru Fika dan menatap mereka dari ujung kaki hingga ujung rambut.


***


Next?


JANGAN MENJADI PEMBACA GELAP!!

__ADS_1


__ADS_2