dinikahi pangeran tampan dimasa SMA

dinikahi pangeran tampan dimasa SMA
Dinda dan Agni


__ADS_3

#Part49


Kini Mika sudah memasuki kelasnya, di saat ia masuk banyak sepasang mata melihat kearahnya seolah meminta penjelasan, Mika terdiam sesaat kenapa teman-teman melihat kearahnya, apakah penampilan dia ada yang salah? Ahk mana mungkin Mika selalu berpakaian seperti ini.


"Heh Mika, jadi Lo beneran pacaran sama kak Angga?" tanya Agni (musuh Mika) dengan sinis sambil melihat Mika dari bawah sampai atas.


Oh, Mika tau sekarang kenapa dirinya di tatap teman sekelasnya, tidak hanya teman sekelasnya saja yang menatap dia seperti itu, saat ia tengah berjalan di koridor sekolah tadi banyak siswa siswi yang berbisik-bisik sambil melihat kearahnya.


Ternyata berita Mika sudah pacaran dengan Angga langsung menyebar luas, bahkan fans Angga yang berada di luar sekolah ini pun mungkin sudah tau.


Pantas saja dia sampai di labarak oleh Agni dan Dinda sang ondel-ondel sekolah.


"Ko, kak Angga mau yah sama Lo?" Lanjutnya.


"Yah Lo kayak gak tau Mika aja, Ni. dia pasti berbuat kotor makanya kak Angga mau sama dia!" Sahut Dinda teman se-circle nya Agni, merek sebelas dua belas tidak ada bedanya.


"Ehk, ondel-ondel jaga yah mulut Lo!" Seru Laura yang baru saja datang.


Mika dan Laura menyebut mereka ondel-ondel sekolah dikarenakan make up mereka seperti ibu-ibu mau arisan.


"Kan itu emang fakta kenapa lo harus marah, yang pantes jadi pacarnya kak Angga tuh gue! Agni!" Tuturnya dengan percaya diri, tidak lupa ia mengibas-ngibaskan kipas yang selalu ia bawa.


"SD lu, Oii sadar diri, mana mau kak Angga sama model badut Mampang kayak lo!" Jawab Laura sambil tertawa.


"Apa Lo bilang!" Agni melangkah mendekati Laura, seperti dia berniat untuk menjambak rambut Laura.


"Apa Lo!" Laura tak kalah ia juga mendekat satu langkah, tetapi pas ia mau melangkah lagi Mika menahannya, sehingga pergerakan dia terhenti.

__ADS_1


"Udah jangan di ladenin buang-buang waktu." Pekik Mika membujuk Laura, kalo mereka sampai berantem di sini akan kacau nanti.


Mika tidak mau berusan dengan manusia titisan Fir'aun ini, mereka hobi nya play victim, lalu Mika menarik Laura untuk duduk di bangkunya.


Tidak lama kemudian bel masuk pun berbunyi, kini guru sudah memasuki kelas mereka, ngajar mengajar pun berjalan dengan lancar, dan tiba lah waktu istirahat.


"Mik, ke kantin yuk!" Ajak Laura kepada Mika yang lengah memainkan ponselnya.


"Ayok, Lo yang traktir titik!" Jawab Mika memaksa, tanpa menunggu persetujuan dari Laura, Mika pergi begitu saja meninggalkan Laura.


"Buset tu anak yah emang kebiasaan," gerutu Laura sambil melihat punggung mika menjauh.


Di kantin.


"Ehk, itu bukannya bini Lo, Ga?" tanya Gilang yang menyadari bahwa ada Mika dan laura di sana tengah celinguk-celinguk mencari kursi dan meja kosong.


"Gua panggil ke sini yah?!" Tidak menunggu persetujuan dari mereka Gilang langsung memanggil Mika dan Laura.


"Mika, Laura. sini!" Teriak Gilang, sontak saja banyak siswa siswi yang melihat kearahnya.


Mika dan Laura berjalan mendekati mereka, tidak peduli dengan banyaknya orang melihat kearahnya yang ia pikirkan adalah makan dan rasa laparnya tertuntaskan.


"Apa?" tanya Laura sesampainya di sana.


"Di sini aja makanya, di traktir si Angga katanya." seru Gilang dan membuat Angga melemparkan sendok makan kearahnya.


"Sembarangan Lo kalo ngomong!" jawab Angga kesal.

__ADS_1


"Aaaww ... sakit Ga!" Pekik Gilang mengusap-usap dahinya.


"Kita gak di suruh duduk nih?" Tanya Mika tiba-tiba.


"Yah duduk, duduk aja kali!" Sahut Angga ketus, rasanya Mika ingin melemparkan meja ke mukanya yang songong itu, tapi gak jadi sayang mukanya ganteng.


Mereka pun duduk dengan posisi, Angga Mika berada di sebelah kanan ujung meja, Gilang Laura di sebelah kiri dan berhadapan dengan Farel.


Saat mereka tengah berbincang-buncang Farel nyolong bakso milik Gilang, Gilang yang tau pergerakan Farel langsung menepis tangannya dengan kasar.


"Maling Lo yah!" seru Gilang.


"Mintak!" Jawab Farel.


"Gak! Lo juga punya anjir, mintak ko diam-diam!"


"Ck, pelit amat sih Lo, Lang."


"Wah anjir keren banget ada gajah terbang!" Pekik Farel sontak saja mereka menoleh ke belakang, tidak ada apa-apa di sana yang ada cuma siswa siswi saja yang tengah menikmati makanan mereka.


Saat ada kesempatan Farel dengan gesit mengambil bakso Gilang dan memakannya.


"Ehk anjir bakso gue! Balikin gak!" ucap Gilang yang melihat baksonya tinggal 3 biji lagi, ia melihat kerah Farel yang mulutnya tengah mengunyah sesuatu.


***


JANGAN JADI PEMBACA GELAP!!

__ADS_1


__ADS_2