dinikahi pangeran tampan dimasa SMA

dinikahi pangeran tampan dimasa SMA
Ada apa dengan Mika?


__ADS_3

#part58


"Ck! Maksud gue Lo gak di apa-apain kan sama preman-preman itu?" Tanya Angga lagi.


"Lo gak denger apa yang Calvin bilang tadi?" Tanya Mika tanpa melihat kerah Angga.


"Tapi tadi Calvin cuma bilang Lo di kejar-kejar preman doang, dia gak bilang kejadian rinciannya." Jawab Angga.


Terdengar Mika menghela nafas panjangnya.


"Asal Lo tau, gue hampir di lecehkan. sempet tadi gue berantem sama preman-preman sialan itu, tapi gue kalah jumlah mereka bertiga sedangkan gue sendiri, mana bawa senjata tajam lagi."


"Untung aja tadi gue bisa kabur terus ketemu Calvin, kalo gak ada Calvin gue gak tahu nasib gue sekarang bagaimana." Lirih Mika tetap dengan pandangan fokus ke depan.


"Dan Lo gak seharusnya bilang seperti itu kepada Calvin tadi, dia itu laki-laki baik bukan laki-laki yang Lo kira." Lanjutnya sambil menatap Angga.


Angga menghela nafasnya, ada rasa bersalah di hatinya telah menuduh Mika dan Calvin selingkuh, dan menuduh Calvin yang tidak-tidak.


"Terus kenapa lo gak telpon gue?" Tanya Angga.


Seketika Mika langsung menatapnya dan memincangkan mata kearah Angga.


"Ehk, beruang kutub gue udah telpon Lo! Tapi Lo nya aja yang gak ngangkat telpon gue." Jawab Mika sambil menatap Angga dan memalingkan wajahnya lagi ke luar kaca mobil.


"Tapi gue gak denger suara telpon masuk tadi." Ujar Angga heran.


"Mungkin Lo terlalu asik pacaran, jadinya gak kedengaran suara nada dering telepon Lo."


Angga langsung mengecek headphone nya dan benar saja terdapat banyak sekali panggilan dari Mika yang tidak terjawab.


Angga melirik Mika sekilas dan kembali menatap handphone nya kembali.


Ia bingung masalah nya Angga tidak mendengar suara telpon masuk kedalam ponselnya, perasaan tadi dia tidak mendi silent hp nya.


"Hah, sejak kapan gue menonaktifkan hp." Ucap Angga kebingungan.


Saat itu juga Mika menoleh kearahnya.


"Udah jangan di pikirin mending kita pulang gue cape pengen tidur." Seru Mika, dia tidak mau mendengar lagi alasan atupun apa lah itu dari Angga, Mika sudah cape!

__ADS_1


"Tapi--"


"Udah!"


Angga pun langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kediaman Dirgantara.


Tidak ada obrolan di antara mereka, Angga sesekali melirik kerah Mika yang dari tadi diam saja, Angga juga menyadari raut wajah Mika yang terlihat murung dan seperti menahan tangis.


Ada apa dengan Mika? Apakah di marah karena tidak menjawab telponnya dan menolong dia, atau dia marah gara-gara berkata yang tidak-tidak Kepada Calvin? Atau mungkin karena hal lain, ahk dia benar-benar pusing saat ini.


Kini mereka telah sampai di rumah dengan keadaan selamat.


Tanpa mengatakan sepatah katapun Mika langsung keluar dari mobil dan memasuk kedalam rumah.


Lagi-lagi Angga menghela nafasnya, lalu ia langsung memasukkan mobilnya kedalam garasi.


"Eeh, non Mika sudah pulang?" Tanya bik Ratih yang melihat Mika berjalan sedikit cepat.


Mika pun menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Bik Ratih.


"Iya, bik. Oh iya mama ke mana?"


"Tadi Nyonya bilang mau ke kantor Tuan, ada sesuatu yang harus di antarkan." Jawab bik Ratih.


"Iya non."


Mika pun langsung naik lantai atas dan langsung menutup pintunya.


"Mika!" Terik Angga.


"Non Mika ada di kamar, den. Katanya mau istirahat." Sahut bik Ratih.


"Oh gitu yah bik, makasih yah." Angga pun langsung menaiki tangga menuju lantai atas.


"Sepertinya mereka lagi berantem, terus muka nya non Mika juga tadi seperti menahan tangis." Gumam baik Ratih.


"Udah ahk, mending aku masak aja, sebentar lagi Tuan dan nyonya pulang."


Di kamar.

__ADS_1


"Mika." Panggil Angga tetapi tidak ada sahutan dari si empu.


Terdengar gricik air di dalam kamar mandi, Angga langsung lega ternyata Mika tengah mandi.


Di derasnya guyuran air shower Mika termenung, kakinya mulai lemas dan ia pun langsung terduduk kelantai.


"Gak, gakk ... Pergi jangan dekat-dekat hiks ... " Lirihnya sambil memegang lututnya.


"Wah cantik juga yah mangsa kita hari ini"


"Diam jangan teriak!"


"Kalo lo teriak, kita akan bunuh Lo!"


Suara-suara yang ia lupakan 5 tahun yang lalu kini terdengar lagi di telinganya.


"Ehk, Mika katanya Lo hampir di p**ko*a yah sama om-om."


"Jangan-jangan Mika Sekarang udah gak perawan lagi."


"Gue kalo jadi Mika, pasti langsung pengen mati aja gak sih?"


"Eeh, masih berani Lo sekolah di sini? Dasar cewek murahan!"


Cacian dan makian kini terdengar kembali di telinganya.


"Gak! Kalian semua salah! Pergi! Hiks ..."


"Mama, Mika takut. Hiks ..." Lirihnya beruraian air mata, dari tadi dia terus berusaha untuk tidak menangis di hadapan Calvin dan Angga.


Belum selesai rasa traumanya hilang, Mika malah melihat Angga bersama Marsya tadi, sakit hatinya dua kali lipat lebih sakit.


Rasanya Mika ingin menenggelamkan diri di laut saja.


***


Next or stop?


Hayo kira-kira Mika kenapa, ada yang tau?😁

__ADS_1


Apakah Mika memiliki masalalu yang kelam?🫣


JANGN JADI PEMBACA GELAP!!


__ADS_2