dinikahi pangeran tampan dimasa SMA

dinikahi pangeran tampan dimasa SMA
Kelakuan Farel dan Gilang


__ADS_3

#Part50


"Udah gue telan." jawab Farel dengan wajah tidak berdosa.


"Sialan Lo rel!" Maki Gilang, ia hendak mendekat ke arah Farel berniat untuk memberikan pemuda itu pelajaran.


"Udah-udah, tinggal pesen lagi aja ntar gue yang bayar, jangan berantem!" Lerai Angga jengah melihat tingkah mereka seperti anak kecil yang rebutan permen.


Gilang kembali duduk sambil memincangkan matanya kearah Farel, bukanya takut Farel malah tersenyum mengejek di tatap seperti itu.


Gilang memesan baksonya kembali sambil menunggu ia melahap bakso yang tinggal 3 biji itu.


Uwehkk ...


Uuhhkk ...


Tiba-tiba saja Gilang tersedak bakso yang ia makan.


"Eeh, kenapa nih?" tanya Laura bingung melihat Gilang yang memegangi leher nya.


"Dia tersedak itu, Ra pukul Tengkuk nya cepet!" Perintah Mika, melihat Gilang yang kelabakan Farel tertawa terbahak-bahak, menertawakan sahabat nya itu.


Bukannya menolong malah tertawa terbahak-bahak emang sahabat laknat!


Bughh ...


Laura langsung memukul tengkuk leher Gilang sedikit keras, sehingga bakso kecil berukuran jempol orang dewasa meloncat keluar dari mulutnya, bakso itu meloncat ke mulut Farel yang tertawa lebar.


Cuuiihhh ...


Uwehkk ...

__ADS_1


Farel langsung melepehkan bakso yang masuk kedalam mulutnya.


Gilang langsung tertawa sampi perutnya sakit akibat tertawa, tidak hanya Gilang. Mika Laura ikutan tertawa terbahak-bahak, sedangkan Angga hanya tersenyum melihat kan deretan giginya yang putih.


"Mampus ... Karma di bayar kontan itu namanya!" Ujar Gilang di sela tawanya.


"Gimana rasa jigong nya kak Gilang enak gak kak?" sahut Laura lalu tertawa lagi.


"Bener yah karma gak pernah salah alamat." Seru Mika menambahkan.


Farel hanya menatap mereka sinis dan mengerucutkan bibirnya kesal, bhkan ada siswa siswi yang di sana ikutan tertawa juga.


"Sialan Lo, Lang!" Umpat Farel kesal.


"Makanya Lo jadi manusia jangan usil kena karmanya kan, aduh perut gue sakit." Gilang tertawa sampai air matanya bercucuran.


"Hai."


"Gue boleh gabung di sini gak?" tanya Marsya dengan suara yang di imut-imutkan.


Tidak ada yang menjawab pertanyaan maupun sapaan dari Marsya, mereka saling pandang dan memberi kode lewat mata.


"Lo dengar gak rel?" tanya Gilang tiba-tiba.


"Apa tuh?" Jawab Farel penasaran.


"Kayak ada yang ngomong tapi ko gak ada wujudnya yah?"


"Eeh, iya ya gue jadi merinding nih Lang." Dalam sekejap mereka kembali lagi akur.


"Ck, apaan sih kalin." Sahut Marsya kesal.

__ADS_1


"Eeh, ternyata ada Marsya and the bear di sini." Seru Farel menohok.


"Mau ngapain Lo ke sini? Gak ada si beruang di sini mah," tanya Gilang.


"Apaan sih, gue cuma mau gabung di sini aja emang gak boleh?" jawab Marsya dengan nada yang ia buat selembut mungkin, ia harus terlihat lemah lembut di hadapan pujaan hatinya Angga.


"Gak boleh!" Larang Farel dengan tegas.


"Udah biarin aja dia makan di sini." Tutur Angga, Seketika Mika menoleh kearahnya ntah kenapa ia kesel ketika Angga membolehkan si nenek gayung ini makan bersama mereka.


Mendengar persetujuan dari Angga, Marsya langsung duduk sambil tersenyum manis kerah Angga.


Mika yang melihat tingkah Marsya yang tersenyum ke arah Angga itu rasanya jengkel sekali, Laura yang melihat raut wajah Mika berubah itupun langsung memiliki ide jahil di kepalanya.


"Eeh, sendok gue jatoh," Laura pura-pura menjatuhkan sendinya.


"Aduh mana yah?" tanya Laura yang mencari-cari sendoknya, padahl sendoknya sudah ia pegang.


"Udah Ra, jangan di ambil nih pake sendok punya gue aja." tawar Gilang dengan senang hati, atau kalo bisa satu sendok berdua heheh.


'Ck, ogah! daripada gue pakai sendok dari Lo memding gue makan pake sekop smen!' gerutu Laura yang tahu akal bulus si Gilang ini.


Ketika ia sedang mengumpat Gilang ia melihat kaki Marsya yang menjuntai lalu Laura tersenyum jahil, ia mengikat tali sepatu Marsya ke kaki kursi.


Ia berhasil mengikat tali sepatunya lalu Laura kembali duduk di samping Gilang sambil tersenyum penuh arti, Laura menoleh kearah Marsya.


Pantesan dia tidak sadar di jahili dari tadi dia terus melihat kerah Angga yang duduk bersama Mika, rasanya Laura ingin mencolok matanya itu.


'Gue sumpahin besok mata Lo bintitan!' sumpah serapah pun keluar dari Laura yang tentunya ia ucapkan delam hati.


JANGAN JADI PEMBACA GELAP!!

__ADS_1


__ADS_2