
#Part21
"Astaga, papa!" Fika tidak habis pikir dengan suaminya ini,
memang umur Abi sudah tidak muda lagi, umurnya sudah 41 tahun, tapi perawakan dan mukanya seperti umur 38 tahun.
Kalo orang-orang melihatnya seperti suger Deddy Hahah.
Tanpa menunggu jawaban dari suaminya Fika melangkah menuju kamarnya dan meninggalkan Abi dengan muka masamnya
Yah tidak dapet jatah deh om Abi, kasian wkwkwk
Mika kini sudah berada di depan pintu kamar Angga, sepertinya dia enggan untuk masuk ia ragu dan gugup, ahkk kalo seperti ini terus dia tidak akan bisa istirahat.
Tok tok tok
"Kak," Akhirnya Mika pun mengetuk pintu dengan gugup, dia takut. bukan takut di marahin tapi takut jantung nya meloncat dari tempat nya, soalnya dari tadi jantungnya seakan berdisco.
"Kak.., kakak," panggil Mika yang ke tiga kalinya tetapi tidak ada sahutan dari dalam sana.
Dan akhirnya Mika pun membuka pintu, beruntung pintunya tidak di kunci jadi dia bisa masuk.
'Wangi' itulah yang berada di benaknya Sekarang ketika ia mencium bau kamar Angga, ia mengedarkan pandangannya, kamarnya begitu rapih, bersih, dan wangi.
Ia melangkah masuk dan tidak lupa menutup pintunya kembali, dia duduk di tepi ranjang king size milik Angga, mika terus menelusuri setiap sudut kamar itu.
Kamarnya benar-benar luas, mungkin kalo Mika membawa teman-teman sekelas untuk mengumpul di sini cukup sepertinya.
"Si beruang kutub itu ke mana yah?" Ucap Mika pada dirinya sendiri bahwa dia sudah menyadari Angga tidak ada di dalam kamarnya.
Ceklek
Mendengar suara pintu terbuka ia pun menoleh ke arah suara itu.
"Aaaaaaaaakkkkhhhh" Mika menjerit kaget, ketika Angga keluar dari kamar mandi dengan berbalutkan handuk sebatas pinggang saja.
__ADS_1
Tubuh atletisnya terekam jelas di otaknya, tubuhnya begitu putih mulus dan perutnya bak roti sobek itu terpampang jelas di depan matanya, rambutnya yang basah dan meneteskan buliran air dari kepalanya menambah kesan ketampanannya.
"Aaahkk..., Apa kenapa?" Angga juga ikut-ikutan menjerit dia kaget mengapa Mika tiba-tiba menjerit.
"Kenapa lo gak pake baju?" tanya Mika sambil menutup matanya.
"Lah gue kan abis mandi gimana sih Lo,"
"Cepett pake baju aelah!"
"Lo segak kapan ada di kamar gue hah?" Bukanya menuruti Angga malah bertanya, sialan emang si beruang kutub ini!, Apakh pertanyaan begitu penting dari bajunya?, Ntah lah Mika bingung.
"Nanti gue jelasin cepet di baju dulu!" Perintah Mika dengan suara yang di tinggikan.
Untung saja kamarnya Angga kedap suara, kalo tidak satu rumah pasti bakal mendengar suara Mika yang berteriak itu.
Angga hanya berdecak kesal dan pergi ke walk in closet untuk memakai baju, tidak lama kemudian ia pun keluar dengan kaos hitam dan di padukan dengan bokser.
Mika pun melihat Angga yang keluar dari walk in closet, dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Dih, narsis bet Lo jadi orang, asal Lo tau yah, gantengan mang Asep daripada lo!" Celetuk Mika dan mengangkat sudut bibirnya sinis.
"Udah deh gue mau mandi gerah, minggir Lo." Mika pun bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi.
"Yaudah sih tinggal lewat aja masih lebar ko itu,"
"Awas Lo jangan ngintip!" Tutur Mika yang sudah berada di dalam kamar mandi dan menutup pintunya.
"Dih, ogah gue ngintip Lo, bisa-bisa gue sakit mata nanti," jawab Angga, dia pun mendudukkan dirinya di sofa dan memainkan ponselnya.
20 menit kemudian.
"Aduh gue lupa lagi bawa handuk, gimana dong."
Mika terlihat panik di dalam kamar mandi, dia lupa membawa handuk tadi, masa dia harus keluar tidak memakai apapun, kalo memakai baju pengantin yang tadi tidak mungkin karna bajunya basah, tadi dia tidak sengaja menekan tombol shower sehingga membasahi tubuhnya yang masih menggunakan baju itu.
__ADS_1
"Apa gue mintak tolong si beruang kutub itu yah?, Tapi malu ahk, gengsi." Gumamnya masih dalam kebingungan.
"Tapi masa gue keluar gak pake apa apa ya kali," dia sedikit berpikir mempertimbangkan apakh dia akan meminta tolong kepada manusia kulkas itu atau tidak?.
"Gak ada pilihan lain, selain mintak tolong ke si beruang kutub itu, ok Mika gak papa ko," dia memenangkan dirinya sendiri agar terlihat biasa saja.
"KAK, LO MASIH ADA DI KAMAR KAN?, TOLONG DONG AMBILIN GUE HANDUK, GUE LUPA BAWA HANDUK SOALNYA." teriak Mika di dalam kamar mandi.
Angga yang tengah memainkan ponselnya itu, menoleh ke arah pintu WC, dia pun bangkit dan mengambil handuk dari walk in closet, yang tentunya handuk baru bukan bekas Angga.
Tok tok tok
"Nih!" Angga meletakkan handuk kimono itu di depan pintu WC, lalu dia kembali duduk di sofa.
"Lo taro aja handuknya di depan pintu!" teriak Mika, ck dia telat sekali memberitahunya.
Terlihat tangan Mika muncul dari balik pintu dan meraih handuk itu.
Tidak lama ia pun keluar dari kamar mandi dan langsung berlari ke walk in closet.
"Ehk, tunggu-tunggu gue kan gak bawa baju ke sini?, Terus gue pake baju siapa dong?" Dia hanya bisa mengacak-acak rambut nya frustasi.
"Ck, kalo gini caranya gak ada pilihan lain sih."
"KAK..., KAK ANGGA!"
Angga sedikit jengah dengan teriakan Mika itu, tanpa ba bI Bu dia masuk ke walk in closet.
"Ada apa lagi sih?, Lo mau nyuruh gue gantiin baju Lo gitu hah!?" seru Angga sedikit geram.
***
Next?
JANGAN MENJADI PEMBACA GELAP!!
__ADS_1