dinikahi pangeran tampan dimasa SMA

dinikahi pangeran tampan dimasa SMA
Rebutan kasur


__ADS_3

#Part23


Sinta melepaskan pelukannya dan menengkup wajah Mika dengan kedua tangan menatap mata Mika dalam-dalam.


"Sayang, mama tau sekarang kamu gak bahagia sama pernikahan ini, tapi mama harap pernikahan kamu ini awet, dan semoga kamu bahagia."


Mika hanya mengangguk.


Jujur Sinta juga tidak tega melihat putrinya yang seperti ini, tapi bagaimana lagi.


"Oh iya, mending sekarng kita makan dulu yuk, tadi aku udah masak," ajak Fika sambil tersenyum.


Mereka pun kini sudah berada di meja makan, dan menikmati makanan yang disajikan.


"Oh iya Mika untuk pakaian kamu sudah mama ambil, tadi sudah di simpan di kamar Angga, sama BI Ratih." Seru Sinta di sela-sela makanya dan di jawab dengan anggukan kepala oleh Mika.


"Mama sama kak Dita mau pulang atau nginep di sini?" Sahut Mika sambil mengunyah makanannya.


"Mama pulang sayang, apalagi kak Dita besok harus pulang ke Bandung."


"Berarti mama di rumah sendirian dong?, Mika di rumah aja yah nemenin mama." tutur Mika polos.


Sontak saja membuat para orang tua mereka tertawa mendengar ucapan Mika barusan.

__ADS_1


"Kenapa kalian tertawa?" tanya Mika heran,


Dia pun melirik Angga yang tengah menikmati makanannya, dia sangat terlihat b aja, sedangkan Mika keheranan.


"Mika, kamu kan sudah menikah, ngapain harus tinggal di rumah mama," ucap Dita sedikit terkekeh.


"Oh gitu, tapi kan mama kasian sendirian kak." jawab Mika santai.


"Sayang, nanti mama ada yang nemenin ko, BI Muti nanti bakal nemenin mama, dia adik nya bi Ratih." tutur Sinta dengan senyumannya.


"Oh gitu," Angguk Mika.


"Mam, Angga udah selesai makan nya mau ke kamar dulu," ucap Angga dan bangkit dari duduknya.


Makan malam pun sudah usai Sinta dan Dita sudah pulang tadi sempat ada drama Mika mau ikut pulang tapi dengan segala bujukan dan penjelasan panjang kali lebar, dan akhirnya Mika pun mengerti.


"Iya sayang, istirahat yang cukup yah nak," ucap Fika sambil mengelus rambut Mika dengan lembut.


"Iya istirahat jangan bergadang yah." ucap Abi menambahkan.


Mika kini sudah berada di depan pintu kamar Angga tanpa ba-bi-bu dia langsung masuk dan tidak melirik Angga yang berada di sofa, ia langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur king size milik Angga.


"Eh, ehk, ngapain Lo tidur di sini," ucap Angga sambil menarik-narik selimut yang Mika gunakan.

__ADS_1


"Apaan sih, terus gue harus tidur di mana hah!?, Di atas genteng gitu?" Pekik Mika masih dengan posisi tidur terlentang.


"Yah di sofa lah," celetuk Angga sontak Mika langsung memposisikan dirinya untuk duduk.


"Apa lo bilang?, Gue tidur di sofa?, Ogah!" Mika kembali merebahkan dirinya lagi.


"Pokoy gue gak mau tau, Lo harus tidur di sofa!" Tegas Angga.


"Gak!, Gue gak mau Lo aja sana tidur di sofa, gue sih ogah!"


"Ini kamar gue, jadi Lo harus patuhi peraturan yang gue buat!"


"Dih, peraturan macam apa ke gitu, pokonya gue gak mau!"


"Lo harus mau Mika!"


"Gue gak mau!" Mika menekan semua kalimat yang di ucapkannya.


Angga mulai geram dengan kelakuan Mika, Angga terpaksa berbaring di sisi kanan Mika dengan di batasi oleh guling di tengah-tengahnya.


Mereka pun tertidur dan menuju alam mimpinya masing-masing.


***

__ADS_1


Next?


JANGAN MENJADI PEMBACA GELAP!!!


__ADS_2