dinikahi pangeran tampan dimasa SMA

dinikahi pangeran tampan dimasa SMA
Hadiah dari papa Abi


__ADS_3

#Part27


Di kediaman Dirgantara.


"Ya itu emang salah kamu Angga, siapa suruh bikin menantu kesayangan papa sedih." jawab Abi santai, Angga pun terbelalak mendengar ucapan Abi barusan, apa tadi katanya?, Membuat Mika sedih?, Cuma perkara ayam doang bisa sedih.


Mika benar-benar telah mengambil hati kedua orangtuanya, Angga saja yang anak kandung nya tidak di bela, ini benar-benar menyebalkan! Tunggu saja pembalasannya.


Lagi-lagi Mika menjulurkan lidahnya meledek sedangkan Angga hanya menyipitkan matanya kepada Mika, seolah-olah mengibarkan bendera perang.


"Oh iya, papa kenapa ko pulang jam segini?, masih pagi loh pap." Tanya Fika, tiba-tiba.


"Oh ini papa ada berkas yang ketinggalan," jawab Abi santai.


"Kenapa gak suruh Surya saja yang ambil kenapa harus papa?" tanya Fika lagi, Surya merupakan sekertaris nya Abi bisa di bilang orang kepercayaannya.


"Surya lagi ngerjain tugasnya mam, dia lagi jemput Kline papa yang dari Amerika, jadi mau gak mau harus papa yang ambil." Ujar Abi dengan jelas.


"Oh gitu yah pap,"


"Oh iya pap, Angga besok sekolah aja jadi cutinya cuma satu hari boleh kan pap?" Tanya Angga.


"Iya Mika juga pap, mulai besok Mika sekolah aja." Seru Mika.


"Apa sih Lo, ikut-ikutan," Perotes Angga.


"Dih, siapa yang ngikutin Lo, yeeeyy PD bet jadi orang."


"Lah itu tadi Lo besok mau sekolah, kalo gak ikut-ikutan apa namanya hah!?, Meniru sama aja!"


"Mam, ko anak mama PD nya selangit yah?, Padahal kan Mika juga pengen cepet-cepet sekolah." Adu Mika kepada Fika.

__ADS_1


"Iya keturunan bapaknya kali," seru Fika sambil terkekeh.


"Mana ada papa ke gitu mam." Pekik Abi tidak terima.


"Yah kalo gantengnya mah sebelas dua belas sih sama papa iya gak." Lanjutnya dan menaik-naikan alisnya.


"Jadi gimana pap boleh gak?" tanya Angga lagi.


"Boleh apa?" Abi pura-pura lupa.


"Papa..."


"Iya iya boleh tapi ada syaratnya,"


"Apa?"


"Kamu harus berangkat sama Mika ke sekolahnya." Ucap Abi, seketika mata Angga membulat.


"Gak usah pap, Mika bisa berangkat naik taksi atu angkot ko," tolak Mika selembut mungkin.


"Tuh kan Mika nya juga nolak," seru Angga.


"Yasudah kalo kalian tidak mau, jangan harap kalian pergi ke sekolah!" tutur Abi tegas.


"Pap, bukanya Mika nolak tapi Mika takut nanti ada yang curiga dengan hubungan kita berdua, kalo mereka tau kita udah menikah gimana?, Pasti mereka mengira kalo Mika hamil di luar nikah, Mika gak mau pap, mam." Jelas Mika sambil tertunduk.


"Nah iya bener apa yang di katakan Mika pap, mam." Ucap Angga menambahkan.


"Gini aja deh, nanti papa beliin Mika kendaraan pribadi gimana?" tawar Abi Kepada Mika.


"Tapi, besok sama lusa kamu pergi ke sekolahnya bareng dulu sama Angga yah!?" Lanjutnya.

__ADS_1


"Ehk, gak usah pap nanti Mika biar naik taksi aja atu anggot, ojol kan masih banyak kendaraan umum."


"Iya bener tuh apa kata Mika." Sahut Angga santai.


"Angga, kamu tega biarin Mika pulang pergi ke sekolah naik kendaraan umum mana sendirian lagi, dia itu istri kamu!" tegas Abi.


"Papa aja gak tega liatnya, dan kamu Mika papa gak menerima penolakan! anggap saja ini hadiah pernikahan dari papa." Lanjutnya.


"Kamu tinggal pilih, mau mobil atau motor?, Papa saranin kamu naik mobil aja biar aman." Lanjutnya lagi.


"Serius pap gak usah," ujurnya lembut.


"Mika sayang, kamu jangan merasa tidak enak hati kepada kita, kita itu sudah menjadi orang tua kamu bukan!?, Sudah seharusnya kita memperlakukan kamu sebagai anak kita, iya kan pap?" Tutur Fika sambil tersenyum.


"Iya bener tuh." Jawab Abi


"Tapi mam, pap. itu sepertinya berlebihan, Mika--" ucapan Mika tertahan ketika Fika menyentuhkan jari telunjuknya ke bibir Mika.


"Sssuutt, itu tidak berlebihan sayang, Angga aja punya mobil dan motor pribadi masa kamu yang anak mama sama papa juga, gak dapet gak adil dong, iya nggak."


Mika menghela nafasnya.


"Ok, ok.., Mika terima tawaran nya, Mika pilih motor aja." Akhirnya Mika menerima tawaran Abi.


"Nah gitu dong," ucap Abi dan Fika serentak.


'Ya Tuhan kenapa mereka baik sekali kepada ku, kalo aku membuat onar dan cerai dengan kak Angga bagaimana dengan perasaan mama Fika dan papa Abi' batinnya menjerit.


***


Next?, jangan lupa like, komen and share t erimakasih 😊.

__ADS_1


JANGAN MENJADI PEMBACA GELAP!!


__ADS_2