
#Part40
Mereka diam sesaat, sibuk dengan pikirannya masing-masing, lalu tiba-tiba..
"Mika, Lo liat Ang--" seketika ucapan Farel terhenti ketika melihat Mika duduk di pangkuan Angga.
"Rel, ada gak si Angga nya?" tanya Gilang yang baru sampai di depan pintu UKS.
"Ko Lo diem aja sih!" ucapnya sedikit geram di karenakan Farel tidak menjawab pertanyaannya, ia heran kenapa Farel seperti melihat sesuatu.
Lalu ia mengikuti pandangan Farel, dan Gilang juga sedikit tersentak melihat Angga dan Mika seperti itu.
Sekarang Gilang paham, ternyata ada yang lebih penting daripada ucapannya tadi, pantas saja Farel tidak menjawab.
Farel dan Gilang saling melirik lalu tersenyum, dan mereka mengeluarkan ponsel dari saku celananya.
Ckrekkk..
Jepretan kamera terdengar sangat nyaring di ruangan itu, yang membuat Mika melotot dan bangkit dari pangkuan Angga.
"Eeh, hapus gak!?" Seru Mika Kepada mereka.
"Gak! Ini tuh momen langka yang harus kita abadikan bener gak Rel?"
"Iya bener banget Lang," sahut Farel menanggapi.
"Awas Lo yah!" Ancam Mika, dengan segera Farel dan Gilang lari tanggung lantang sambil cekikikan dan berlari kencang, mereka takut kena amukan singa betina.
Farel dan Gilang dari tadi mencari Angga niatnya ingin mengajak Angga untuk bolos sekolah, tetapi si Angga serangga itu tidak kunjung ketemu, dan dia mendapatkan informasi dari Laura bahwa sahabat nya itu ada di ruang UKS bersama Mika.
Ehk, bukanya mengajak Angga bolos malah kena ancaman dari singa betina, asem emang.
"Ehk, malah kabur lagi!"
__ADS_1
Mika ingin mengejar mereka tetap kakinya tersandung kaki kursi yang membuat dirinya akan tersungkur ke depan.
Beruntung Angga dengan gesit menahan Mika agar tubuhnya tidak terjatuh ke depan.
Lagi dan lagi netra lembut mereka saling bertemu, hening sesaat dan tiba-tiba Angga meniup wajah Mika sehingga membuat gadis itu tersadar dari lamunannya.
"Apaan sih lo, bau jigong tau!" Omel Mika masih dengan posisi badannya di tahan oleh Angga.
"Muka Lo kayak dugong, Lo berat!" Pekiknya, Mika langsung berdiri dengan benar dan merapikan rambut dan pakaiannya.
"Ck, kalo berat kenapa lo tahan gue tadi!" Omelnya
"Eeh, kucing garong! bukannya ngucapin terimakasih malah ngomel Lo!"
"Masih untung juga gue tolongin, gak tau terimakasih banget perasaan." Lanjutnya
"Gue gak butuh di tolongin sama Lo!" Tegas Mika lalu ia duduk di kursi dan mengambil kotak p3k untuk mengobati lukanya.
Ia sedikit kesusahan mengobati lukanya, di karenakan dia tidak dapat melihat lukanya dengan jelas.
"Eeh, Lo mau ngapain?" tanya Mika kaget karena pergerakan Angga tiba-tiba.
"Yah ngobatin luka Lo lah, mau apa lagi? Jualan tempe goreng hah!?" jawabannya dengan sedikit kesal.
"Sini liat gue!" Perintah Angga, tetapi Mika enggan untuk menoleh kearahnya.
Dengan perasaan geram Angga menarik kursi Mika hingga posisinya berhadapan.
Mika sedikit tersentak, kenapa si beruang kutub ini suka sekali dengan pergerakan mendadak seperti ini, mana posisinya sangat dekat, saking dekatnya lutut Mika menyentuh ujung depan kursi yang Angga duduki saat ini.
Angga menarik dagu Mika perlahan untuk ia berikan obat.
Angga sangat telaten sekali mengobati luka Mika dengan perlahan dan lembut, perlakuan nya saat ini berbanding terbalik dengan sikapnya yang dingin.
__ADS_1
Sembari mengobati lukanya, Mika terus memandangi wajah tampan Angga, bahkan ia tidak berpaling sedikit pun darinya.
Angga yang menyadari tatapan Mika, ia menolehkan pandangannya, di saat itu juga pandangan mereka kembali bertemu.
Angga meniup lagi wajah Mika dan itu berhasil membuat si empu tersadar.
"Apaan sih, Lo hobi banget deh niupin muka gue, Lo kira muka gue lilin apaan di tipu-tipu!" Kesal Mika menggerutu.
"Muka Lo panas, jadi harus di tiup biar dingin sekalian sama otak Lo juga biar dingin!" Jawab Angga sambil menatap Mika.
"Udah noh, udah gue obatin, sama sama!"
"Iya iya, terimakasih kakak!" Tutur Mika menekan semua kalimatnya.
"Eeh, Lo jangan bilang sama Mama dan papa yah kalo gue berantem sama Marsya, gue gak mau mereka khawatir dan masalahnya jadi panjang." ujar Mika kepada Angga yang sedang sibuk memasukkan obat-obatan ke dalam kotak p3k.
Angga menghela nafasnya, dan melirik ke arah Mika.
"Iya Lo tenang aja, tapi jangan salahkan gue kalo mama sama papa tau sendiri,"
"Lo tau kan mama sama papa orang nya seperti apa, dia bahkan tau bagaimana keadaan Lo saat di luar rumah." Lanjutnya.
Kini bagian Mika yang menghela nafas pasrah.
"Iya sih, udah ahk pusing gue, mau ke kelas aja!"
"Yaudah gue juga mau ke kelas,"
"Yaudah ayok kita ke luar, udah beres kan!?"
"Iya udah,"
Mereka pun keluar dari UKS dan berjalan menyusuri koridor sekolah menuju kelasnya masing-masing.
__ADS_1
...****************...
JANGAN JADI PEMBACA GELAP!!