
#Part18
Di ruangan Angga.
"Aghhhkkk, kenapa jadi gini sih, susah payah gue nolak perjodohan ini, malah di paksa menikah!" Teriak Angga murka.
"Yah terus gimana, Ga. kita gak bisa apa-apa, mending sekarng Lo nurut aja sama mereka, terus nanti kan lo bisa ceraikan Mika," usul Gilang.
"Dengerin gue, jangan sampai pernikahan gue sama Mika bocor, kalo kalian ada yang ngebocorin masalah ini, pasti kalian tau akibatnya." Tutur Angga mengancam.
Kini mereka sudah berada di depan penghulu untuk melaksanakan ijab qobul
"Tolong panggilkan pengantin wanitanya." seru Pak penghulu.
Mika pun kini sudah siap dan melangkahkan kakinya menuju ke hadapan penghulu, dia duduk di sebelah Angga dengan mata berkaca-kaca dan menunduk, dia begitu cantik dengan pakaian pengantin dan make up tipis di mukanya sangat menawan.
Angga cuma meliriknya sekilas lalu memalingkan wajahnya, kini dia sudah menjabat tangan Pak penghulu, dan mengucapkan ijab Kabul.
__ADS_1
Mika sudah pasrah dengan keadaannya sekarang, ntah apa yang akan terjadi di setelah ia menikah dengan musuh bebuyutannya, cita-cita yang di impi-impikan sudah lenyap begitu saja.
Tuhan ujian apa lagi ini, mengapa kau memberikan cobaan yang begitu sulit untuk di terima, apa yang kau rahasiakan di masa depan nanti, mengapa cobaan nya begitu berat
Mereka juga tidak bisa Jujur bahwa mereka masih bersekolah, kalo mereka jujur tentang sekolahnya pasti masalahnya bakal semakin runyam, belum lagi nama sekolah yang tercoreng akibat mereka, jadi lebih baik di rahasiakan saja tentang itu.
Mereka juga sudah mencoba menyogok warga yang tadi membawa Angga dan Mika, tapi itu hanya sia-sia saja, Karen mereka tidak tergiur oleh uang, dengan alasan agar tempat itu kembali bersih dari maksiat.
Angga juga kini sudah pasrah oleh keadaan, apapun yang terjadi nanti ketika ia sudah menikahi Mika, dia akan menerima konsekuensinya ia juga bingung apakah nanti sudah menikah dengan Mika, apa dia akan menceraikan nya atau tidak, karena ia juga ingin menikah satu kali dalam hidupnya, dia juga tidak tau apa yang akan terjadi setelah dia menikah dengan orang yang tidak ia cintai, ntah lah tidak ada yang tau tentang masa depan nanti, mereka hanya bisa berdoa semoga pernikahan ini bukan malapetaka buat keduanya.
"Gimana para saksi sah?" ucap Pak penghulu.
Berbarengan dengan para saksi yang berkata 'sah' air mata Mika jatuh membasahi pipinya, dia tak sanggup menahan air matanya yang dari tadi ingin keluar dari pelupuk matanya.
Hanur... Semuanya sudah hancur, reputasinya, cita-citanya, semuanya, dia sekarang benar-benar mengorbankan masa depannya.
Mika pun beranjak dari duduknya lalu lari keluar dengan air mata yang beruraian.
__ADS_1
"Mikaa..," teriak Laura dan menyusul Mika ke luar, takut terjadi hal yang tidak diinginkan.
"Mika," panggil Laura dan mendekati Mika, ia pun duduk di sampingnya Mika.
"Mika udah dong jangan nangis, gue jadi ikutan sedih, nih." Laura juga ikutan menangis di buatnya.
"Ra.., kenapa takdir begitu jahat sama gue, dosa apa yang gue perbuatan hingga gue di hukum seperti ini, Ra." Lirih Mika di sela tangisannya.
Laura pun memeluk Mika, hanya itulah yang bisa Laura lakukan.
"Mik, dengerin gue." Ucap Laura dan melepaskan pelukannya.
"Ingat Mik, Allah itu maha adil, kita gak tau apa yang ia sembunyikan di masa depan nanti, bisa jadi pernikahan ini tu yang terbaik buat Lo, Lo harus tenang, Mika. Gue tau perasaan Lo sekarng, Lo harus kuat dan Lo juga jangan menyalakan takdir itu semua sudah kehendak yang maha kuasa, Mika." Nasihat Laura panjang lebar.
"Dan Lo jangan khawatir tentang pernikahan ini kemungkinan besar, kak Angga akan menceraikan Lo," lanjut Laura.
***
__ADS_1
Next?
JANGAN MENJADI PEMBACA GELAP!!