
#Part26
Di sekolah
Laura tengah berjalan menyusuri koridor sekolah menuju kelasnya.
"Loh ko bangku Mika kosong?, Apa dia masih di jalan yah belum ke sini!?" Gumam Laura yang baru sampai di kelasnya.
"Sandi, Mika hari ini absen kah?" tanya Laura ke sandi sang ketua kelas.
"Iya katanya, Mika hari ini sama besok absen, tadi gue di kasih tau sama wali kelas." jawab Sandi lalu dia kembali fokus pada bukunya.
"Oh gitu." Sahut Laura dan mengangguk mengerti.
Bel masuk pun berbunyi.
"Pagi Anak-anak." ucap Bu bunga, guru biologi.
"Pagi Bu." Jawab para murid serentak.
Belajar mengajar berlangsung dengan lancar dan baik, Bu Bunga ini cukup asik orangnya jadi para murid-murid tidak merasa jenuh, dan paras nya yang cantik, sehingga banyak di sukai para siswa siswi terutama siswa laki-laki.
Bel istirahat berbunyi para siswa siswi berhamburan keluar kelas nya.
"Ra, ke kantin yuk," ajak Aulia.
"Lo duluan aja, nanti gue nyusul." Jawab Laura sambil membereskan alat tulisnya.
"Yaudah gue duluan yah sama si Seli," sahut Aulia, dan di angguki Laura.
Mereka bergegas ke kantin dan meninggalkan Laura sendirian di dalam kelas.
"Hadehh..., sepi juga yah kalo gak ada si Mika," lirihnya dan menatap kursi kosong di sebelahnya.
"Gue ke kantin aja deh nyusul tu curut berdua." Ia bergegas meninggalkan kelasnya dan melangkahkan kakinya menuju kantin sekolah.
Sesampainya Laura di sana dia nampak kebingungan tidak ada tempat duduk yang kosong.
__ADS_1
"Buset, tu para manusia gak pernah di kasih makan apa, tiap istirahat pasti kantin penuh." Gerutunya kesal.
"Lauraa." Merasa ada yang memanggil dirinya, ia menoleh ke arah suara itu.
"Siniii," ucapnya lagi.
Laura mendekati kedua lelaki tampan yang tengah duduk di meja kantin itu.
"Apaan?" tanya Laura yang baru sampai.
"Sini duduk dulu dong, belum makan kan pesen gih biar Abang Gilang yang bayar,"
"Jangan mau Laura dia modus itu." Sahut Farel yang duduk di samping Gilang.
"Apa sih Lo, makan noh mie ayam lo sampe di lalerin gitu," pekik Gilang, seketika Farel menatap baksonya, dia tidak melihat laler yang Gilang sebut.
"Ko gue percaya sih sama omongan Lo?" ujar Farel keheranan.
"Itu tandanya IQ Lo rendah," seru Gilang.
"Mana ada IQ gue rendah, yang ada IQ Lo noh yang rendah nilai PTS aja bagusan punya gue," tutur Farel membanggakan diri.
"Yah tetep aja gedean gue," Sombong Farel lalu menyuapkan mie ayam ke dalam mulutnya.
"Ck, dasar Lo yah!, Gue--" ucapan Gilang tertahan saat mendengar deheman dari Laura.
"Ehkmmm.., gak di suruh duduk nih gue?"
"Ehk, iya lupa silahkan duduk." jawab Gilang sambil tersenyum.
Laura kini mendudukkan dirinya.
"Teh Nyai.., pesen seblaknya satu posisi, Jangan terlalu pedes juga sedang aja," pesan Laura sedikit berteriak, berhubung meja nya tidak jauh dari tempat ibu kantin, jadi dia tinggal sedikit berteriak saja.
"Ehk, liat dia caper banget gak sih, duduk sama kak Gilang dan kak Farel."
"Iya bener sok cantik banget!"
__ADS_1
"Dasar cewek gatal."
"Gue aja temen sekelasnya belum ngerasain tuh duduk sama mereka."
Begitulah beberapa omongan-omongan para siswi yang berada di dalam kantin.
"Udah jangan di dengerin, omongan para demit itu mah." Seru Farel dan di angguki Laura.
Toh Laura juga bodo amat, mereka mungkin hanya syirik.
"Nih neng seblaknya," ucap Teh Nyai yang mengantarkan seblak Laura.
"Oh iya kak, Mika hari ini absen apa Kak Angga juga hari ini absen?" tanya Laura tiba-tiba.
"Iya Angga hari ini absen sampai besok katanya." Jawab Farel.
"Lah, sama dong Mika juga absen dua hari," seru Laura.
"Yah gak heran sih mereka absen secara bersamaan." Sahut Gilang.
Lalu mereka terdiam sesaat dan melirik satu sama lain seperti berbicara telepati saja.
"Gak mungkin!" Pekik mereka bertiga secara bersamaan, dan mengundang tatapan dari siswa-siswi yang berada di dalam kantin.
Laura Seketika menutup mulutnya dengan satu tangannya.
"Apakah kalian memikirkan apa yang gue pikirkan?" Tanya Gilang menatap Farel dan Laura bergantian, dan di susul anggukan kepala oleh keduanya.
(Kira-kira apa yah yang di pikirkan mereka? Apa kalian tau?, Author juga gak tauðŸ¤)
"Nanti sepulang sekolah kita mampir yuk ke rumah kak Angga, gue kangen sama Mika." Ucap Laura.
"Ok, kita tunggu nanti di depan gerbang, kita sama-sama ke sana." Jawab Farel, Gilang hanya mengangguk saja.
***
Next?
__ADS_1
JANGAN MENJADI PEMBACA GELAP!!