dinikahi pangeran tampan dimasa SMA

dinikahi pangeran tampan dimasa SMA
kembali sekolah (part 2 )


__ADS_3

#part33


Di dalaman mobil


'Aduh gimana doang, rencana gue gagal lagi bikin dia ilfil, apa gue harus kentut di depan dia biar dia ilfil ma gue?' gumamnya dalam hati lalu menggelengkan kepalanya cepat.


Angga menyadari tingkah Mika yang aneh itu pun langsung meliriknya.


'Pasti dia lagi mikirin gimana caranya lepas dari gue, jangan harap lo bisa kabur Mika." Batinnya menggerutu lalu ia tersenyum miring.


Sepanjang perjalanan tidak ada obrolan di antara mereka.


30 menit kemudian barulah mereka sampai ke parkiran sekolah


Mika keluar dari mobil Angga lalu ia menutup pintunya dengan sedikit keras sehingga membuat lelaki tampan itu terlonjak kaget.


Mika melangkahkan kakinya ingin pergi tetapi tertahan saat mendengar suara Angga.


"Tunggu!" ucap Angga, lalau Mika berbalik menolehnya dan menaikkan satu alisnya.


"Apa?" Jawabannya singkat.


"Hari ini gue keluar kelas jam 16.00 kalo Lo sampai telat, jangan salahkan gue kalo Lo nanti gue tinggal!" Ujar Angga memperingati.


Mika hanya memutar bola matanya melas.


"Iya." Jawabannya santai sambil melenggang pergi menuju kelasnya.


Tanpa mereka sadari dari kejauhan ada seseorang yang memperhatikan Angga dan Mika, dia menatap Mika dengan tatapan yang tidak bersahabat.


"Awas Lo Mika, tunggu perhitungan dari gue!" Pekik wanita tersebut sambil mengepalkan tangannya.


***


"Wih halo bro!" Sapa Farel yang baru saja datang dengan Gilang.


Angga melirik mereka lalu berjalan meninggalkan mereka di parkiran sekolah.

__ADS_1


"Eeh, kenapa tu anak? Keselek Baygon kah?" tanya Farel kepada Gilang.


"Kayaknya dia marah sama kita gara-gara kemarin." Jawab Gilang santai.


"Mampus kalo dia beneran marah Lang, ayok kita susul dia terus Lo harus mintak maaf," perintah Farel dan di susul dengan Toyoran dari Gilang.


"Seharusnya kita berdua yang mintak maaf bukan gue doang bego!" Kesal Gilang dan meningkatkan Farel sendirian.


"Angga tunggu." Teriak Gilang memanggil Angga yang di susul oleh Farel di belakang.


"Apaan?" Angga menghentikan langkahnya.


"Lo marah sama kita? Ayolah bro kemarin itu cuma bercanda lagian bukan salah gue, noh si Farel dia yang salah." Tuding Gilang kepada Farel yang berada di sisinya.


"Ekh kutu buldok, sembarangan Lo yah kalo ngomong!" Pekik Farel tak terima.


"Kalian ini ngomongin apa sih?" tanya Angga yang keheranan.


"Yah pokoknya kita minta maaf," seru Farel.


"Buat apa?" tanya Angga lagi.


"Ck, gak siapa yang marah anjir," ujar Angga.


Farel dan Gilang melirik satu sama lain.


"Oh, yaduh lupakan," sahut Farel.


"Apaan sih aneh banget." Jawab Angga.


Farel dan Gilang sangat takut kalo Angga sampai marah kepada mereka, perihalnya kalo Angga marah gak main-main bisa 2 tahun dia gak mau ngobrol sama mereka.


Kini mereka berjalan di koridor sekolah dan banyak sepasang mata melihat mereka.


"Kak Angga ko ganteng banget sih."


"Kak mau gak jadi pacar gue?"

__ADS_1


"Kak Farel udah punya pacar belum?"


"Aaahkkk kak Gilang manis banget sih."


"Gue jadi bingung mau pilih siapa, tiga-tiganya ganteng semua cuy."


"Kak kita nikah yuk!"


Begitulah percakapan-percakapan cewek-cewek centil, bahkan ada yang mengutarakan perasaannya di depan mereka langsung.


"Aduh berasa jadi artis gue ***," sahut Farel sambil tersenyum dan menampakkan lesung pipinya.


"Iya bener, gue berasa jadi Lee min-ho." Bisik Gilang kepada Farel yang masih terdengar oleh Angga.


Angga hanya menggelengkan kepalanya, kenapa temannya pada narsis sekali.


Kini mereka sudah memasuki kelas dan duduk di bangku mereka masing-masing.


"Hai, Ga." Sapa Marsya sambil tersenyum kearahnya, tetapi Angga hanya meliriknya dan kembali fokus ke ponselnya.


"Marsya and the bear telah datang." Sahut Gilang dan mendapat tatapan tajam dari Marsya.


"Apaan sih lo," ucap Marsya kepada Gilang.


"Rel, Lo denger gak? Ada yang ngomong tapi gak ada wujudnya," pekik Gilang kepada Farel yang berada di sebelahnya.


"Eh, iya ya sejak kapan di kelas kita ada demin," jawab Farel santai.


Marsya berdecih kesal lalu pandangan nya tertuju lagi pada Angga yang berada di depannya.


"Ga, Lo kemarin kemana?" Tanya Marsya.


Pagi anak-anak sapa sang guru yang baru memasuki kelas 12 IPA 1.


"Pagi pak." jawab para murid serentak.


"Marsya kamu ngapain berdiri di depan bangkunya Angga, duduk di kursi kamu sendiri!" Perintah Pak Anton sang guru Fisika.

__ADS_1


Dengan langkah malas Marsya pun duduk di bangkunya.


JANGN JADI PEMBACA GELAP!!


__ADS_2