
Hello! Im an artic!
Hatinya hancur, ia berkata, dari awal ia tidak pernah bertemu dengan Maria, dia benar-benar percaya padanya.
Hello! Im an artic!
Kedua tangan kecilnya menggenggam lehernya, bibir merahnya sedikit terbuka, untuk pertama kalinya, dia mencium ia, tidak menginginkan apapun, dan tanpa memikirkan apapun, jika ia ingin memberikan dia kesempatan untuk bersamanya, kenapa dia tidak mau?
Dia mencintainya, bukankah begitu?
Hello! Im an artic!
Ia telah mengatakannya, itu hanyalah sebuah kebingungan masa lalu dan ia terpaksa.
Sesungguhnya, hati pria juga rapuh.
Dan ia, tidak malu untuk menunjukkan sisi kelemahannya di hadapan dia, dan membuktikan bahwa ia memiliki tempat di hati dia, bahkan bagaimana jika Maria menggantikan posisinya?
Jika bisa mencintai, jika bisa tetap bersama, maka, dia bersedia.
Demi anak-anak, dan demi dirinya sendiri.
Dia bersedia menjadi angsa pemadam, yang penting bisa merasakan kebahagiaan itu, maka tidak aka nada penyesalahn di dalam hidupnya, selamanya.
Bibirnya telah menempel di bibir ia, tubuhnya bergantung di tubuh ia, bahkan dia sampai lupa dengan luka yang ada di tubuhnya.
Ia merangkul pinggangnya dengan menggunakan satu tangan, dan kedua bibit itu saling bersentuhan lagi, kali ini, tapi langit bergetar dengan suara Guntur yang terpancar bagaikan api, dia tahu bahwa pada saat ini perlakuan ia terhadap dia sangat berbeda dari biasanya, semua keinginannya itu mengungkapkan segalanya.
Jika mereka satu sama lain bisa mengulang waktu, apakah semua itu bisa di lakukan dari awal lagi?
Dalam keadaan tidak sadar,bibir ia mulai turun, mungkin karena ucapannya tdai, dia benar-benar merasa terharu,”Michael Ling, tahukah kamu? Sudah lama aku mencintaimu. ” mungkin, pada saat dia naik ke mobil ia dia sudah mulai mencintainya dan ia tidak mengetahuinya, ternyata pada malam itu, ia lah orang yang telah mengambil jiwanya, sehingga tidak bisa lari darinya.
Mereka berdua, secara tiba-tiba memberikan pengakuan, dengan sedikit kecanggungan, tapi, semuanya begitu alami, pada saat Wendy sedang mengobatinya, tidak tahu kenapa, melihatnya begitu, ia lebih tidak ingin melepaskannya.
Setengah tahun kemudian, juga tidak mau.
Maria, setelah kejadian waktu itu, mungkin mereka tidak akan pernah bisa bersama lagi.
Lepaskan, melepaskan adalah awalan yang baru untuk kita satu sama lain, untuk Maria, begiju juga dengan ia.
Maria sudah ada Kevin, lantas, Wendy adalah milik ia.
Kata Qiu ia lah yang paling disukainya, saat aku melihatnya di malam musim panas bertahun-tahun yang lalu, lalu pada saat mendengar namanya, berfikir, seketika berpikir, sangat menakjubkan, ketika dia bergegas keluar dari kampus, mobil ia baru saja lewat, dan dipanggil untuk berhenti, jadi, mereka mulai mengenal satu sama lain.
Selama enam tahun, ia selalu ingin melupakan dia, tapi ketika malam hari aku selalu bermimpi tentangnya, setiap kali ketika menaiki tubuh wanita aku selalu teringat tentang keberadaan dia, teringat kalau dia telah melahirkan sepasang anak perempuan untuk seorang laki-laki, tapi tidak terpikir, ternyata sepasang anak perempuan itu adalah ia.
__ADS_1
Betapa bodohnya ia, bahkan ia sedikit memandang rendah dirinya sendiri.
Ketika ia terluka seperti ini, seharusnya ia tidak perlu melakukan apa-apa, tapi….
Mendengarkan dia berbisik dengan pelan, bau aroma tubuh wanita itu sudah pernah di tumpeng tindih oleh Maria,”Wendy,berikan padaku, iya?”suaranya menjadi semakin serak, sebelumnya ia adalah seorang pria, kemudian barulah menjadi pacar.
Hanya cinta, yang telah lama menghilang dari seorang wanita, sangat sulit untuk di dapatkan kembali.
Atau, benar-benar butuh waktu untuk merubah segalanya, bahkan cinta sekalipun.
Mungkin, mereka benar-benar bisa untuk bersama, mungkin, ini juga jawaban yang terbaik untuk anak-anak, jika suatu hari dia benar-benar membawa anak-anak pergi darinya, pada saat itu bukan hanya mereka yang terluka, tetapi Lexi dan Lexa juga ikut terluka….
Lukanya hanya di bagian kulit luar sajdan tulangnya tidak terluka, dan itu juga hanya pada kaki saja, akhirnya ia mengatakannya, dan juga membuat hatinya dia merasa bahagia, tidak perduli seberapa jauh jalan yang akan mereka lalui kedepannya, tapi setidaknya, mereka pernah berjuang bersama.
Marcell, maaf.
Merenungkannya di dalam hati, tapi juga kepikiran tentang persoalan Marcell Bai yang ingin meminta identitas dirinya, jadi, dimata ia, dia sudah terkambat dan juga agak canggung “Michael, berikan KTP-ku kepada Marcell , bolehkah?”
Dia tidak berteriak dengan enggan ” Wendy Zhong, tidak perlu bersuara, tidak perlu menyebutkan nama pria lain.”Pada awalnya, Marcell Bai telah membuatnya salah paham.
“Jika kamu tidak setuju, aku tidak ingin kamu menyentuhku.”sudah dikatakan bahwa dalam situasi saat ini wanita akan melalukan apa yang dikatakan oleh pria, lantas bukannya apa sebaliknya?
“Aduh.” menghelah dengan lembut, cepatlah, Michael Ling berkata “Baiklah, jika kamu percaya bahwa ia tidak akan menyakitimu, maka, aku berjanji padamu, Besok aku akan meminta Agus untuk mengirimkan KTP-mu kepadanya, dan mulai sekarang kamu tidak perlu memikirkan siapapun, kalau tidak, aku akan menyesali masalah ini.”
Dia bergumam, akhirnya dia telah mencapai tujuannya dan membuatnya sedikit lega, setidaknya mengurangi rasa bersalah terhadap Marcell Bai.
Seorang pria yang terlalu tampan akan membuat wanita jatuh cinta padanya, bahkan dia merasa dirinya sendiri pertama kalinya lepas kendali, jadi yang paling utama ialah dia menyukai perasaan itu pada saat bersama, itu adalah hal terindah yang tidak bisa di ungkapkan, bukan untuk keturunan masa depan, tapi untuk sebuah keinginan nyata saja, sebenarnya dia bukanlah orang yang memiliki karakter mulia, dia juga mempunyai kebutuhan dan keinginan, dia hanyalah wanita kecil biasa, dia suka dimanja oleh pria, itulah kebahagiaan yang diinginkan.
Sekarang, apakah kebahagiaan itu masih jauh darinya?
Dia tidak mengetahuinya, tapi dia benar-benar akan mengejarnya.
Semuanya, seketika diam, tangannya menopang ke tempat tidur untuk membantunya berdiri, kemudian menjatuhkan badannya ke sisi dia, dan dengan perlahan memindahkan kakinya yang luka ke atas tempat tidur,”Wendy Zhong, tidurlah.”
Ia tidak mengatakannya, dia juga sudah mau tidur, dia sangat lelah, saking lelahnya sampai tidak ingin bergerak, seperti sebuah boneka hanya ingin memejamkan matanya tanpa memperdulikan apapun dan tidak ingin menanyakan apapun.
Ada orang yang menjatuhkan langit secara alami, jadi, dia benar-benar sudah tertidur, tapi malam ini, adalah malam pertama kalinya dia merasakan kebahagiaan.
Perasaan itu benar-benar sangat indah, membuat dia sangat merindukannya.
Dia akan memberi ia waktu untuk dia melupakan Maria, hanya karena, Maria adalah wanita pertama yang masuk ke dalam kehidupannya, untuk ini, benar-benar tidak bisa menyalahkannya, karena, semua yang pernah mereka lewati tidak ada yang bisa merubahnya.
Wanita itu telah tertidur, tidur di sisi pria itu.
Lampu di dinding kamarnya yang redup masih menyala, pria itu menopang dirinya dengan satu tangan, masih ada sedikit ketangguhan, tetapi ketika pandangannya tertuju ke arah wanita yang sedang tertidur pulas dengan senyuman itu, seketika ia merasa bahwa malam ini ia telah melakukan segalanya dengan benar.
__ADS_1
Sesungguhnya yang diinginkan wanita bukanlah pria yang sombong, yang dia inginkan adalah pria yang bisa memahami kelembutan dan cinta, dia mencintainya hanya saja ia tidak bisa memberikannya, setidaknya sekarang dia belum bisa memberikannya.
Memejamkan mata, tangannya jatuh di pinggangnya, ketika tidur bersama, ia seketika merasakan bahwa malam itu telah merubah sesuatu.
Hanya itu, sesungguhnya, tapi itu adalah terobosan bahkan dia sendiri pun tidak kepikiran.
Ada cinta, yang secara diam-diam secara perlahan sedang menyusup ke hati masing-masing, hanya ingin seperti air yang mengalir panjang dan tak akan terhenti.
Dini hari, sinar matahari menyinari menembus celah jendela, bulu mata Wendy yang panjang dan menjentik dengan lembut, lalu membuka kedua matanya dengan perlahan, di dalamnya, sinar matahari bercampur dengan cahaya lampu dinding, hari sudah cerah.
Merasakan kebas di beberapa tubuhnya, membuat dia membalikkan badannya secara tidak sadar, tapi telah ditahan oleh tangan pria yang memegang pinggangnya, bahkan ketika dia tertidur, tangan Michael Ling masih memeluk pinggangnya dengan erat, bahkan sampai
Membuka kelopak matanya, di matanya adalah wajah tidur seorang pria yang sangat indah, sepertinya ini malam tidur yang alami bagi mereka berdua, melihat bibirnya yang tipis, segala sesustu yang terjadi pada semalam semuanya sangat jelas, ia berkata, meminta dia untuk memberikan ia waktu untuk melupakan Maria secara perlahan.
Berpikir, sebenarnya ada perasaan yang hangat, apakah mereka telah memiliki harapan?
Melihatnya dengan ketenangan, di dalam hatinya ia merasakan ada ketidaknyataan, perasaan itu seolah-olah tangannya telah di desak untuk naik secara perlahan dan kemudian diletakkan di wajah pria itu, ketika ujung jarinya telah menyentuh kulit wajah pria itu, sentuhan kehangatan itu membuatnya merasa nyata.
Benar, ia benar-benar pernah mengatakannya.
Maria, ingin menjadikan ia masa lalunya.
Kepikiran dengan hal ini, bibirnya mengeluarkan senyuman, pagi yang indah, sangat berharap waktu ini berhenti di sini saja dan tidak akan bergerak maju, maka dari itu, yang tersisa hanyalah harapan, dan tidak ada jalan keluar yang di ketahui.
Tapi tangan tertangkap, lalu jarinya dimasukkan ke dalam mulut pria itu,”sungguh nakal, dan tidak akan jujur ketika bangun.”
Mukanya memerah, dia tidak menyangka sentuhan jarinya membangunkan ia, melemparkan dengan lembut,”lepaskan aku.”
“Tidak akan kulepaskan.”terus memegangi jarinya, dan mengisapnya dengan lembut, ekspresi itu membuat wajahnya semakin merah.
“Michael, cepat lepaskan, anak-anak sebentar akan bangun, seberntar lagi pasti berlari kesini.”ketika ia sudah tidak ada, kedua anak itu suka mengganggunya di pagi hari.
“Tidak akan kulepaskan.”ia tertawa, tapi tawaan ini membuatnya terlihat bodoh, aku bahkan lupa mau mengeluarkan jariku, hanya menatapnya dengan pelan, bahkan matanya pun enggan untuk berkedip, sangat indah sekali senyumannya.
“Hei, keadaan kamu sekarang seperti orang bodoh.”
“Aaa…”Dia terkejut, ia buru-buru mengalihkan pandangannya, membalikkan badan, dan dia juga mengeluarkan jari yang ada di mulut dia,”Michael, aku…”
“Kenapa?”Mendengarkan kata-katanya yang fasih, ia memeluk pinggang dia lagi, membiarkannya menyandarkan diri di dadanya.
“Apakah ucapan kamu yang semalam itu benar?”aku hanya tidak mempercayainya, dia hanya ingin memastikan pada saat dia bangun di pagi hari itu dalam keadaan sadar.
“Benar.”
Wendy menggigt bibirnya sekuat mungkin, sungguh menyakitkan,”kalau begitu kamu jangan menyesalinya.”
__ADS_1
“Tidak mungkin.”ketika dua kata ini di ucapkan, hatinya berdebar-debar, Maria, pada akhirnya dia semakin jauh darinya, jarinya menyentuh rambut Wendy, membiarkan ia melepaskannya dengan lembut.