DIREKTUR, AKU JUGA MENCINTAIMU

DIREKTUR, AKU JUGA MENCINTAIMU
Bab 16 Masakanku


__ADS_3

“Wendy, aku ingin makan mi”, tadi Michael bilang akan membawa Wendy makan malam bersama, sebenarnya ia ingin segera kembali ke apartemen dan mencicipi mi masakan Wendy, “Tadi di telpon kamu sudah janji akan membuatkannya untukku.”


Wendy hanya mengangguk-angguk, omong-omong tentang mi, ia teringat Rena Jin dan Suzy, tiba-tiba ada rasa sedih muncul di lubuk hatinya, “Hari ini aku tidak ingin masak mi, kita mampir belanja sayur dulu sebelum pulang, hari ini aku masak yang lain saja ya?”


“Baiklah, kebetulan ada beberapa barang yang perlu kubeli juga.”, jawab Michael bersemangat, ia langsung membelokkan mobil menuju supermarket terdekat.


Wendy mendorong keranjang belanja, ia menuju bagian sikat gigi dan cangkir untuk sikat gigi, Michael berjalan membuntutinya di belakang, seperti pengawal pribadi.


Wendy mengambil sekaligus beberapa cangkir bergambar kartun yang ia suka dan memasukkannya ke keranjang belanja, tangannya mengulur hendak mengambil sebuah sikat gigi dengan harga paling ekonomis, namun Michael menghentikannya, “Jangan pakai yang itu, yang ini saja.”


Michael mengambil satu set sikat gigi edisi khusus pasangan, desain dua batang sikat gigi memang benar-benar menggemaskan, di gagangnya ada hiasan anak kucing yang senada.


“Aku mau yang itu tadi saja”, Wendy tetap menginginkan sikat gigi murah tadi, ia sudah terbiasa memakainya, ia merasa tidak perlu membuang-buang uang untuk membeli yang lebih mahal.


“Yang ini lebih bagus”, Michael seenaknya memutuskan untuk Wendy, dia juga meletakkan kembali cangkir yang sudah dipilih Wendy ke rak lalu memilih sepasang cangkir yang lain dan meletakkannya ke keranjang belanja. Kalau diperhatikan lagi, pilihan Michael benar-benar imut. Begitu juga halnya dengan sandal, Michael memilih satu set khusus pasangan tanpa memperhatikan harga, baru Wendy hampir membuka mulut untuk mengatakan sesuatu, Michael berbisik di telinganya, “Wendy, tidak perlu terlalu berhemat.”


Baiklah kalau begitu tidak perlu terlalu ambil pusing soal harga. Mereka kemudian membeli buah, sayur, ikan, daging dengan kualitas terbaik dan harga paling mahal, satu persatu bungkus makanan menumpuk makin tinggi di dalam keranjang, keranjang belanja yang di dorongnya itu sudah hampir penuh, sepertinya semua yang mereka butuhkan sudah terkumpul, Wendy lalu berbisik, “Michael, kamu antri dulu ke kasir, tunggu aku di sana.”


“Kamu mau ke mana?”


“Aku……aku mau ambil satu barang lagi”, Wendy teringat tanggal siklus haidnya sudah dekat, selagi berada di supermarket sebaiknya beli sebungkus pembalut untuk berjaga-jaga, hanya saja tadi ia agak tidak nyaman saat Michael di dekatnya.

__ADS_1


Jenis-jenis pembalut yang ditawarkan di rak dalam supermarket itu terlampau banyak, Wendy sedikit kewalahan memilih mana yang dibutuhkannya. Setelah memutuskan, Wendy cepat-cepat menuju ke meja kasir, ia khawatir Michael tidak sabar menunggunya terlalu lama, tepat ketika Wendy baru saja berbelok dari deretan rak-rak yang menjual makanan segar mengarah ke meja kasir, dilihatnya Michael mengambil telepon genggamnya dari saku celananya, lalu sambil menjawab telepon, Michael menengok ke kiri dan kanan, apa Michael sedang mencarinya?


Tapi sepertinya tidak demikian, Michael tidak sedang menelpon Wendy.


Tidak lama setelah Wendy merasakan keanehan itu, ia melihat senyum merekah di wajah Michael, tangannya melambai ke arah seorang gadis yang berjalan mendekati Michael, tangan Michael kembali mendorong keranjang belanja yang tadi mereka isi bersama belum lama ini, Michael menemani gadis itu menyelesaikan pembayaran, keduanya tampak mengobrol dengan sangat akrab, gadis itu tertawa bahagia kemudian berjalan meninggalkan Michael.


Pandangan Wendy mengikuti gadis itu, melihat punggungnya yang berjalan makin menjauh, ia merasa tidak nyaman.


Kalau dipikir-pikir lagi, bisa saja hidupnya bersama Michael nanti akan demikian juga, lagipula Michael juga sudah pernah bilang, setelah menikah nanti mereka berdua tetap berhak atas privasi masing-masing. Tidak heran jika Michael sengaja berkata demikian, karena wanita di sekelilingnya memang banyak sekali. Yang Wendy tahu sejauh ini sudah ada tiga orang, gadis yang barusan, gadis yang ia temui di tangga, satu lagi yaitu Alexa. Alexa adalah satu-satunya wanita yang ia ingat namanya, di malam ia meninggalkan apartemen Michael, telepon genggam milik Michael tertinggal di tempat gadis bernama Alexa itu, tapi Michael mengaku bahwa ia sibuk karena mempersiapkan kedatangan kakek di hadapannya, sampai-sampai ia tidak ada waktu menemani Wendy di apartemen. Sebenarnya, Wendy juga tidak memaksa Michael untuk menemaninya karena Wendy sudah terbiasa sendiri.


Wendy memastikan sosok wanita itu benar-benar sudah menghilang sebelum ia kembali berjalan ke arah Michael, “Michael, aku sudah selesai, mari kita pulang”, Wendy mengulurkan tangannya mendorong keranjang belanja yang anteng menunggu di sebelah Michael, mungkin Michael membeli barang-barang ini supaya kakek tidak curiga kalau-kalau kakek tiba-tiba datang ke apartemen untuk melakukan inspeksi.


Kalau dipikir-pikir, mereka berdua baru saling kenal beberapa hari saja, tapi rasanya seperti sudah tidak ada jarak di antara keduanya. Saat kaki Wendy cedera dan tinggal di apartemen milik Michael itu, makanan yang ia santap selama itu semuanya dibeli dari luar, jadi ini termasuk pertama kalinya Wendy dan Michael masak dan makan bersama.


“Apa yang harus kulakukan untuk membantumu?”, Michael bertanya ketika melihat Wendy membawa bahan-bahan makanan itu ke dapur.


“Tidak perlu, hari ini aku yang masak, kamu nonton TV saja atau main komputer juga tidak masalah”, di dalam ruang baca di lantai dua semuanya tersedia, masa iya Wendy masih harus mengatur apa yang boleh atau tidak boleh Michael lakukan? Ini kan apartemen milik Michael.


“Hehehe……. Wendy, kamu sudah betul-betul bertingkah seperti istri muda idaman saja.”


Wendy tersenyum pada Michael, “Aku sudah menandatangani surat perjanjian itu, maka aku juga harus bersungguh-sungguh melakukan bagianku.”

__ADS_1


Michael mencubit pipi Wendy mendengar jawabannya itu, setelah itu ia benar-benar meninggalkan dapur dan membiarkan Wendy mengurus makan malam.


Wendy mengerjakan segalanya dengan sangat gesit, ia memang sudah biasa memasak untuk dirinya sendiri sejak usia belasan tahun, Suzy sering mengajaknya ikut serta saat bekerja sebagai seorang asisten rumah tangga, Wendy sedikit banyak belajar memasak dari Suzy karena ia sering menyaksikannya memasak, waktu itu Wendy sering membayangkan dirinya sendiri juga bisa bekerja sebagai asisten rumah tangga untuk menambah penghasilan, tapi siapa sangka baru sekarang ini keahlian yang ia pelajari sejak lama itu bisa berguna.


Wendy mencuci dan memotong-motong bahan makanan, kompor menyala belum lama ketika telepon genggam di ruang tengah berbunyi, “Michael, handphone-mu berbunyi”, Wendy memberi tahu Michael, telepon genggam milik Michael itu sudah berbunyi beberapa kali. Namun tidak ada respon apapun dari Michael. Wendy mengelap tangannya sampai kering lalu buru-buru berlari keluar dari dapur dan meraih telepon genggam Michael yang tergeletak di atas meja. Wendy tidak menemukan Michael di kamar tidurnya, Wendy kemudian berlari naik ke lantai dua, tepat sebelum ia membuka pintu ruang baca, telepon genggam di tangannya itu berhenti berbunyi, dari balik pintu ruang baca yang menganga terdengar suara Michael.


Wendy merasa ia tidak sebaiknya mendengar percakapan Michael, tetapi ia tidak sengaja mendengar sepatah pembicaraan Michael di telepon, “Sekarang aku masih di kantor, setelah ini masih mau lembur, aku benar-benar sibuk …… Apa? Kamu mau datang? Baiklah, tapi kamu hanya bisa datang saat subuh, sebelum menjelang subuh kamu tidak boleh menggangguku lembur …… Oke, jangan lupa bawa ******, aku tidak punya stok di sini, kalau kamu tidak bawa, tidak usah datang……”


Wendy tidak sanggup mendengarkan pembicaraan Michael sampai selesai, ia berlari kembali ke arah dapur, telepon genggam milik Michael itu ia letakkan kembali ke tempatnya semula, anggap saja tadi dia tidak mendengar telepon itu berbunyi. Apanya yang sedang bekerja di kantor, lembur segala, belum pernah Wendy menemui orang yang menyebut kegiatan di rumah sebagai suatu pekerjaan bahkan memerlukan lembur. Sudahlah, anggap saja tadi ia tidak mendengar apa-apa.


Satu persatu masakan yang sudah ia masak dengan terampil ditata rapi di atas meja makan, semua ini sebagai imbalan untuk Michael atas semua yang ia lakukan demi Wendy hari ini. Masalah Keluarga Bai, dan juga masalahnya dengan Rena Jin, Wendy berhutang banyak pada Michael. Uang itu, Wendy sendiri tidak yakin akan bisa mendapat kembali uang sejumlah itu walau ia bekerja selama bertahun-tahun lamanya. Sedangkan untuk masalah wanita-wanita di hidup Michael, Wendy merasa ia tidak perlu terlalu ikut campur mengenai hal itu, lagipula ini adalah pilihan yang ia buat sendiri, ia tidak bisa menyalahkan siapapun, hanya saja, mengetahui salah satu dari wanita itu akan datang ke rumah ini membuat Wendy merasa tidak nyaman.


Sekali lagi Wendy bergegas naik ke lantai dua, ia membuka pintu ruang baca tanpa bersuara. Dilihatnya Michael sedang duduk di depan komputer sambil memeriksa sebuah dokumen, saking seriusnya Michael hingga tidak menyadari kehadiran Wendy. Wendy berdiri di belakang tempat duduk Michael, ia mengulurkan dua tangannya lalu menutupi mata Michael, setelah itu berpura-pura memasang suara berat bertanya pada Michael, “Coba tebak siapa aku?”


“Serigala rakus.”


“Salah.”


“Gadis berkerudung merah.”


“Salah”, tadinya Wendy mengira Michael tidak akan menghiraukan keisengannya ini, di luar dugaan, Michael bersedia menemaninya memainkan permainan kekanakan ini. Wendy tahu terkadang ia bisa benar-benar bertingkah kekanakkanakan, namun ketika berdiri di belakang Michael, Wendy benar-benar tidak bisa menahan godaan untuk menutupi mata Michael.

__ADS_1


__ADS_2