DIREKTUR, AKU JUGA MENCINTAIMU

DIREKTUR, AKU JUGA MENCINTAIMU
Bab 79 Sejak Kapan


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Nona, anda ingin melamar pekerjaan di perusahaan Ling?” lampu merah, sopir memberhentikan mobil dan bertanya padanya.


“Hehe, kenapa? Tidak boleh kah?” melihat sopir yang sepertinya ramah, dia berfikir untuk relax sejenak, kalau tidak saat ia bertemu Michael Ling ia tidak bisa melakukan apapun.


Hello! Im an artic!


“Saham perusahaan Ling hari ini jatuh pesat, jika sekarang bekerja di perusahaan Ling bukanlah keputusan yang tepat.” Lampu hijau menyala, sopir menyalakan mobilnya sambil terusa berbicara.


“hah, Sejak kapan?” kenapa ia tidak tahu sedikitpun.


“Sudah mulai dari pagi tadi, seluruh warga kota T pun sudah mengetahuinya, sudah beredar dimana-mana, dengar-dengar direktur perusahaan ling semalam juga di tangkap ke kantor polisi.”


“Berita yang terakhir ini dia tahu, sedikit banyak ada sangkut pautnya , Michael Ling melampaui batas kecepatan mengemudi di jalan tol, tapi masalah saham yang jatuh, dia benar-benar tidak tahu, jadi mendengar ini, sedikit terkejut.


Hello! Im an artic!


“Pak, bagaimana bisa jatuh?”


“Dengar-dengar dikarenakan si direktur ini mengencani istri dari adik kandungnya sendiri, ini sembarangan namanya, berita semacam ini jika sudah terdengar orang luar, bagaimana bisa saham perusahaan Ling tidak jatuh.”


“Betul , masuk akal perkataan bapak ini, Michael Ling dan Wenda tidak seharusnya…


Sungguh tidak mengerti apa yang mereka lakukan, jika sebelumnya memang saling mencintai, mengapa tidak bersama saja? Hingga begini akhirnya.


Beginilah antar manusia, susah dijelaskan.


Bapak sopir sampai di puncak obrolan, tidak peduli adanya jawaban darinya, berkata: “kamu sekarang pergi ke perusahaan Ling pasti akan terkejut, dengar-dengar sore ini banyak wartawan mengerumuni perusahaan Ling, sekarang ini Michael Ling sedikit kesulitan untuk keluar, wartwan-wartawan itu tidak mudah di hadapi.


Rumit, makin Wendy dengar makin rumit, ingin rasanya menyuruh sopir memutar balik ke taman bermanin, lebih baik menjaga anak-anak, tidak usah mengurusi hal seperti ini.


Tapi, dia sudah keluar, saat ini harusnya orang-orang di taman bermain sudah mengetahui kepergiannya, teringat akan anak-anak, sungguh merasa bersalah, susahnya meluangkan waktu bersama mereka, bisa-bisanya kali ini dikacaukan oleh daddy mereka sendiri, tapi, ada saatnya ia tidak boleh bertaruh terlalu besar, karena ia bisa saja kalah, tapi tidak dengan anak-anak, pelajaran dari Jacky Xia membuatnya tersadar, lengan kecil tidak bisa mengalahkan paha besar, nantinya, malah ia yang rugi sendiri.


Mobil melambat perlahan, bisa dilihat dengan mata kepalanya gedung perusahaan ling, “Nona, kamu lihat, benar-benar ramai sekali, panas-panas begini mereka tidak takut berjemur, bisa nya berdiri menunggu di pintu depan.”


Wendy melihatnya, benar-benar ramai, orang-orang itu membuatnya sedkit takut melangkah, sedikit takut melewati kerumunan orang itu dan masuk ke perusahaan Ling.


Tapi, taksi berhenti saat itu juga, “Nona, dua puluh satu yuan, kalau tidak ada satu yuan tidak usah.”


Sopir ini sungguh baik, biasanya orang yang membuka usaha sendiri akan pehitungan soal uang, dia mencari uang, ada uang satu yuan di dompetnya, memberikannya pada sopir, “Pak, ada satu yuan, terimakasih ya pak.” Untungnya dia memberitahukan semua informasi tentang perusahaan Ling padanya, kalau tidak, sudah sampai disini dia benar-benar tidak dapat mencerna gedung perusahaan Ling yang tampak megah ini.


“Semoga beruntung, selamat tinggal. ” sopir meenyambut uang itu dan mencari penumpang selanjutnya.

__ADS_1


Wendy perlahan berjalan menuju kerumunan orang di pintu depan, jujur saja, dia sungguh tidak ingin melewati orang-orang itu dan masuk ke dalam gedung, tapi di saat ini, ada orang yang mengetahui kedatangannya, “Buka jalan, orang nya sudah tiba.”


“Seorang wanita cantik, biarkan dia masuk.” Seorang wartawan pria menatap Wendy dari atas ke bawah, layaknya pandangan seorang pria melihat wanita pada umumnya, membuat Wendy merasa resah, hanya saja ia menahannya.


“aduh duh, ini bukannya pacar Marcell Bai? Baru saja aku melihatmya pagi ini, mengapa dia datang ke perusahaan Ling?


Wendy ingin menghilangkan diri seketika, dunia ini benar-benar kecil, pagi tadi mendengar apa yang dikatakan Marcell Bai pada wartawan itu membuatnya merasa tidak tenang, sekarang, mereka mencarinya, mereka sudah mengenalnya sebagai pacar dari Marcell Bai.


“Pacar asli dari Marcell Bai?”


“Ya betul sekali, saya masih menyimpan bukti rekaman tuan Bai, untung saja saya membawa record pen untuk merekam saat itu, dia bukan saja pacar baginya, tapi juga telah melahirkan dua orang anak baginya, asal kamu tahu, dua anak itu sangatlah cantik.” Omongan wartawan ini semakin membara, sama sekali tidak menyadari ekspresi wajah Wendy yang sudah berubah, dia sekarang sama sekali tidak bisa menjelaskan, hanya bisa menahan dan terus berjalan, dia tidak ada piiihan lain.


“Aku ingin lihat.” Ada yang sudah terpancing, wartawan itu berhasil memancing rasa penasaran orang disekitarnya.


“Tidak bisa, ini berita spesial milikku, keluarga Bai dua tahun terakhir ini maju pesat, masalah Marcell Bai juga gosip di treding atas.” Wartawan ini bagaimanapun tidak akan memperlihatkannya, membuat orang-orang disekitarnya mulai meradang.


“Pasti sembarang ngomong, jika wanita ini adalah pacar dari Marcell Bai, apa yang dia lakukan di perusahaan Ling? Sekarang Perusahaan Bai tidak lebih buruk di bandingkan perusahaan Ling, dua perusahaan ini saling bersaing.”


Jika boleh, Wendy ingin menutup telinganya.


“Lihat dia, sudah sampai di pintu depan.”


“Aduh duh, ini bukannya asisten Michael Ling? Marga Wu sepertinya, dia harusnya sedang menunggu seseorang.”


Apa pun tidak bisa di jelaskan lagi, masuk dulu saja.


Sampai di Lobby utama, Wendy menghela nafas, “Agus, apa yang terjadi? Mengapa banyak sekali wartawan?”


“Tuan muda kedua memperbesar masalah, kali ini, sedikit sulit dikendalikan, pak direktur meminta anda untuk pergi ke kantornya.”


Situasi serumit ini, Michael Ling masih memintanya data, dia tidak takut masalah menjadi makin sulit?


Melihat kondisi seperti ini, takutnya, kedatangannya sudah pasti menambah masalahnya, “Agus, aku tidak ingin pergi.” Menhentikan langkahnya, dia berdiri sejenak meluruskan kembali akal dan pikiran.


“Datang pun sudah datang, mengapa tidak pergi? Agus bertanya-tanya.


“Aku…”


Wendy hanya mengatakan sepatah kata, seketika datang Michael Ling, “ikut denganku.” Dia menggandeng tangannya lalu pergi, walaupun kakinya terluka, tapi ia bisa berjalan normal, dibelakang, terlihat cahaya flash kamera menyala, “cekrek cekrek” mengabadikan latar belakang dirinya dan Michael Ling.


Habis, kali ini habis sudah.


“Michael Ling, seperti ini kamu hanya bisa membahayakan dirimu sendiri.”

__ADS_1


“Hanya karena kemunculanmu?” bibirnya terangkat, Michael Ling tertawa.


“Betul.”


“ini tak perlu kamu khawatirkan, aku bisa memanggilmu kesini, berarti aku tidak takut akan masalah yang bisa kamu timbulkan.” Ada kalanya, masalah di tambah masalah baru bisa menyeimbangan semuanya.


Mungkin sekarang ia bisa mengembalikan hubungan dengannya seperti enam tahun silam, saat itu ia masih ia masih menjadi istrinya, saat ini pun masih.


Wendy Zhong ingin mengatakan apa yang dibicarakan wartawan itu padanya tadi. Tapi, sudah terlambat, Michael Ling mengajaknya masuk ke lift, Agus mengikuti dengan naik di lift satunya.


Berdiri di lift yang sunyi senyap ini, Wendy seketika merasa lift ini sungguh besar.


Michael Ling berdiri di sampingnya, posisi mereka berdua sekarang mengingatkannya kejadian di Volacanic Island ia melihat dia dan Wenda berdiri bersama di dalam Lift, menggigit bibirnya, Wendy berkata : “kamu memanggilku untuk keperluan apa?


“Sampai di atas kita bicarakan.” Michael Ling melihat nomor lantai yang terus menerus berganti, sekarang, hanya ada Wendy Zhong yang sementara dapat menetralisir masalah yang terjadi hari ini.


Sunyi, keadaan dalam lift ini membuat Wendy sedikit pusing, tangannya menopang lift berusaha utuk beridiri tegak.


Pintu lift terbuka, Michael Ling membiarkan berjalan terlebih dulu, tapi diluar terdengar suara seorang laki-laki : “Tuan Ling, mohon maaf, apa yang terjadi dengan luka mu ?”


“Tuan Ling, maaf mengapa anda semalam bisa masuk ke kantor polisi?”


“Tuan Ling, mohon maaf apakah anda dan istri dari adik kandung anda sudah kenal sejak lama…”


Pada saat Michael Ling dan Wendy baru saja ingin berjalan keluar dari lift, di luar lift sudah terdapat wartawan satu lagi, mulai melanturkan sejuta pertanyaan.


Wendy bingung, kaki terasa berat tidak dapat di gerakan sedikitpun, ini masalah pribadi Michael Ling, ia tidak ingin diseret ke dalamnya.


Michael Ling tersenyum, dengan santai berkata : “Tolong keluarkan kartu identitas wartawan mu?”


“Saya adalah wartawan dari Koran malam kota T, ini adalah kartu identitas saya.”


“Sebelumnya, kami Perusahaan Ling tidak mengizinkan bukan bagian dari karyawan perusahaan masuk ke dalam gedung ini, jadi, kehadiranmu dikarenakan menerobos dengan sendirinya, maka itu, aku berhak untuk mengendalikanmu, dan, jawabanku atas pertanyaanmu, luka ku hanya sebuah kecelakaan, soal mengapa aku masuk ke kantor polisi tadi malam, hehe, pertanyaan ini harus ditanyakan ke istriku, pertanyaan terakhir aku dan istri dari adikku kita saling mengenal semata-mata karena hubungan keluarga, jika tidak mengenal istri dari adik sendiri, itu berarti hubungan keluarga kami ada yang tidak beres? Ok, pertanyaan tuan yang satu ini sudah aku jabarkan, Agus, tolong antar dia meninggalkan tempat ini.”


“Halo, Tuan Ling, siapa istri anda? Mengapa akhir-akhir ini media tidak memberitakan istri anda?”


Tangan Michael Ling menggandeng Wendy, di bawah penglihatan wartwan itu mereka turun dari lift, “dia adalah istriku.” Selesai berbicara, ia tidak memperdulikan wartawan itu dan dengan cepat masuk ke dalam kantor.


“Michael Ling, mengapa mengatakan kepada khalayak aku ini istrimu” ini benar-benar hari yang tidak masuk akal, tadi pagi Marcell Bai bilang bahwa dia adalah pacarnya, sekarang Michael Ling langsung mengatakan pada wartawan bahwa dia adalah istrinya, status nya begitu berarti kah sekarang? Bahkan membuat dua berlian kota T menganggapnya sebagai sosok pendamping mereka.


“Michael Ling mengeangkat alisnya, “Emangnya bukan?”


“Bukan, kamu tidak boleh seperti ini terhadapku.”

__ADS_1


“Hehe, coba kamu lihat apa ini?” dengan elegan Michael Ling berjalan meunju meja kerjanya, perlahan duduk, lalu dari dalam laci mengambil dua buah perjanjian, “di atas ini, ada tanda tanganmu.”


__ADS_2