DIREKTUR, AKU JUGA MENCINTAIMU

DIREKTUR, AKU JUGA MENCINTAIMU
Bab 56 Selalu Menunggumu


__ADS_3

Setelah mewawancarai satu perusahaan, berjalan di jalan dengan bosan, Lilia menelepon. “Wendy, beberapa hari ini tidak ada kabarmu. Akhir pekan ini, bawa kedua bayimu ke taman bermain.”


Dia ingin mengatakan tidak, tetapi kemudian dia berpikir ia dulu di Feng Jian pernah berjanji dengan Lilia. Dia berpikir bahwa Lilia juga akan santai. Dia dengan ragu-ragu dan berkata, “Oke.”


“Oke, kalau begitu aku menunggu mu ya.” Lilia berkata dan menutup telepon. Menjemput anak-anak sangat menyenangkan. Benar-benar tidak nyaman di kurung dalam kandang.


Begitu mereka mendengar bahwa mereka akan pergi ke taman bermain, Lexi dan Lexa langsung bersorak, “Mami sangat baik.”


Dia tersenyum. Dia sama sekali tidak baik. Dia tidak memiliki uang untuk membiayai hidup mereka. Dia benar-benar ingin pergi ke Feng Jian.


Di malam hari, membujuk anak-anak untuk tidur. Ternayata ia dan anak-anak sama sekali tak bisa terpisahkan, Michael Ling telah benar-benar berjalan keluar dari dunianya.”


Oh, Bukankah ini adalah Wendy? Kamu datang kemari lagi?”


Dia mengangguk, Hal yang masih belum terbiasa adalah beberapa gadis bar di Feng Jian mengamati matanya dengan iri dan jijik.


“Cih, Ini hanya perempuan ke tiga, masih merasa sombong.”


Wendy mengabaikannya dan langsung masuk. Melihat sekeliling dan mencari kemana-mana akhirnya baru menemukan Kak Hong. Berjalan mendekat dan menepuk pundaknya. “Kak Hong, Aku telah datang.”


“Wendy ya, kupikir kamu tidak akan pernah datang lagi.”


Dia tersenyum dan berkata agak canggung. Dalam waktu yang lama dia *******-***** pakaiannya dan tidak bisa mengatakan apa yang ingin dia katakan.”


“Wendy, Katakan saja apa yang ingin kamu katakan. Hanya kamu dan aku. Tidak ada orang lain.”


Menghela nafas panjang, “Aku ingin kembali untuk bekerja, Aku tidak tahu apakah karena masalah Tuan Lin, jadi Feng Jian tidak menginginkanku?”


“Ha ha, Bukan itu masalahnya. Tuan Lin sudah lama telah kembali ke Beijing. Aku disini tidak ada apa-apa, Hanya saja Tuan Ling…


“Wendy sudah mengerti, Kak Hong ternyata takut Michael Ling tidak setuju, “Saya sama dia sama sekali tidak ada hubungan apa-apa.” Setelah menjemput dia, Aku tidak pernuh menghubungi dia lagi. Bahkan, dia tidak punya perasaan sama sekali. Seperti yang dia katakan padanya sejak lama, dia tidak akan pernah jatuh cinta padanya.


Dipikirkan, hatinya sangat berat.


Sebenarnya, siapa orang yang dijemputnya?


Tidak harus dipikirkan, Dia dan dia adalah dua dunia yang berbeda.


“Wendy Zhong, berhenti.” Ketika pergi ke kamar kecil, ia dihadang oleh seorang wanita. Mendongak, ia tahu bahwa itu Lulu. Ha ha, Lagi-lagi wanita lain Michael Ling, tiba-tiba teringat ketika dia memiliki konflik dengan Tuan Lin malam itu. Michael Ling mengatakan bahwa Lulu telah dikirim ke rumah sakit. Dia menatap Lulu ke atas dan ke bawah. Sepertinya tidak ada yang berbeda.


“Wendy Zhong, Apakah kamu pikir kamu bisa menjadi phoenix? Kamu sekarang ini bukankah telah dicampakkan? Aku selalu berpikir, Wanita yang disukai Tuan Ling adalah kamu. Ternyata hanya menjadi wnita pelarian saja. Kamu tahu, Siapa yang sebenarnya disukai oleh dia ini. “Lulu mengangkat kepalanya tinggi-tinggi dan menyerahkan foto ke Wendy.


Dia benar-benar tidak ingin melihatnya, Tetapi dengan lirikan santai, dia tertegun. Tampaknya wanita di foto itu sangat mirip dengannya, tetapi dia yakin itu bukanlah dirinya.


Tidak mengambil fotonya, dia berbalik dan berkata:”Menyingkirlah.”


“Ha ha, malu-malu lalu menjadi marah ya. Orang penting telah datang kemari, Jadi kau yang sebagai barang pengganti saja telah di buang. Lihat, betapa saling mencintai nya mereka.” Gambar lain diserahkan pada Wendy. Itu adalah gambar seorang pria dan wanita yang berjalan bersama. Pria itu adalah Michael Ling, dan wanita itu adalah wanita yang sangat mirip dengannya, diambil di bandara.


Hati terasa tertusuk, Lulu mulai menggeleng-geleng kan kepala. Wendy tidak percaya apa yang ia lihat adalah nyata. Dia berpegangan pada dinding porselen putih di sampingnya.Wendy berusaha untuk berdiri, dia berhasil menghentikan dan menstabilkan pikirannya. Senyum keluar dari bibirnya. “Lulu, Jika aku benar-benar memiliki sesuatu bersamanya, Apakah kamu pikir aku akan datang ke Feng Jian untuk bekerja? Jadi, Tolong menyingkirlah.”

__ADS_1


“Hum, mengatakan itu sangat mudah. Terakhir kali karena kamu, Dia melemaparku keluar dari mobil begitu saja, Sangat memalukan. Wendy Zhong, urusan kita belum selesai.”


“Dalam mobil apa?”


“Ini Ini… Kamu tidak tahu?”


Dia tidak tahu, Disaat itu bertanya ke Michael Ling mengapa Lulu dikirim ke rumah sakit, tetapi kemudian dia tidak mau menjawabnya dan kemudian dia tidak pernah bertanya lagi.


“Dia ingin memperkosa saya, saya menentang, dia mengusir saya keluar dari mobil, menyebabkan saya gegar otak dan baru membaik sekarang.


“Yah, tidak peduli dengan urusannya.


Wendy tidak ingin memperdulikan urusan apapun tentang Michael Ling lagi.


“Kamu menyingkir, Aku mau bekerja. Jika kamu ada masalah apa, langsung cari Michael Ling, Masalah dia sama sekalai tidak ada hubungannya denganku.”


“Apakah itu benar? Tetapi hari itu dia meninggalkan saya dan pergi menemuimu. Bagaimana Kamu menjelaskannya?” Lulu dengan mencongdongkan badan kedepan, Seperti ingin memakan daging manusia.


“Nona Lulu, tolong perhatikan perkataanmu, dia itu membuang kamu dulu baru mencariku. Lalu apa hubungannya dengan aku? Pertama aku tidak ada membuangmu, Ke dua aku tidak memanggil dia datang kepadaku. Minggir. ” Sangat menyebalkan. Wendy mendorongnya dengan keras dan membuat Lulu terhuyung.Wendy bergegas keluar dari kamar mandi.


Membawa anggur dengan hati-hati, mencoba untuk tidak menyebabkan masalah lagi, tetapi memang sangat lelah. Tidak ada angin apa, Lulu selalu saja ingin mencari masalah denganya, yang membuatnya kehilangan bisnisnya beberapa kali. Tidak tahu bagaimana Michael Ling memprovokasi Lulu. Lulu hanya menatapnya dengan sinis.


“Wendy, sudah jam pulang kerja. Pulang lah.” Kak Hong sangat perhatian dengannya. Di saat jam pulang kerja langsung menyuruh nya pulang.


Setelah berganti pakaian, Dia merasakan sakit di kepalanya. Dia menggosok dahinya dan dengan cepat keluar untuk naik taksi. Kalau tidak, Dia takut Lulu akan menyusulnya dan mecari masalah lagi.


“Sudah bangun, menunggu mu untuk sarapan bersana.”


“Aku ada kerjaan ingin ku urus, jadi tidak bisa pulang. Kamu bawa anak-anak untuk makan dulu, lalu kirim mereka ke taman kanak-kanak.”


“Oke, Wendy.”


Waktu telah fajar. Demi mendapatkan lebih banyak uang, Dia harus bekerja lembur. Dengan sembarang dia turun dari bus dan menghirup udara pagi. Itu sangat segar dan nyaman.


Tanpa sadar berjalan maju, tidak ingin tahu di mana ini, hanya ingin berjalan begitu tenang dan tidak terganggu.


Di depan matanya adalah sebuah bayangan.


“Eh, Bukankah ini Nona Wendy? Perempuan yang di atas…” Telinganya mendengar suara seorang wanita yang membuat Wendy secara tidak sadar mengangkat kepalanya. Baru kemudian dia menemukan bahwa dia sampai di depan Mayend.


Terdengar suara musik biola datang. Menurut pemikiran orang normal, itu pasti dimainkan oleh pemain biola yang cantik. Tetapi musik itu membuat Wendy secara cepat menyadari bahwa itu tidak benar.


Seperti kabut, hujan dan angin. Michael Ling pernah memainkannya. Dia suka lagu ini.


Melihat jendela di lantai dua, Dia perlahan mengangkat ponselnya, Di saat Michael Ling pergi meninggalkannya merupakan di hari terakhir ia menghubunginya.


Suara bel yang enak didengar, namun tidak ada yang menjawab.


Dengan diam menunggu, sudah jelas tahu bahwa dia tidak ingin menjawabnya, dia masih berharap keras bahwa dia akan menjawabnya.

__ADS_1


Tiba-tiba, dering telepon berubah dari musik lagu di awal menjadi: Telepon Yang Kamu Panggil Sedang Sibuk.


Michael Ling langsung mematikan teleponnya.


“Apakah kamu baik-baik saja, nona?” Wanita yang berada disamping yang sebelumnya memanggilnya, dengan khawatir berkata.


“Tidak apa-apa. Aku tidak menyangka Mayend buka sepagi ini.”


“Hari ini istimewa. Ini adalah permintaan dari tamu yang tinggal di lantai 2 untuk buka lebih awal, Tidak ada yang lain.


“Ternyata dia, “Kalau begitu bolehkah aku masuk membeli es krim?” Tidak tahu mengapa, Dia tiba-tiba ingin bertemu. Foto di tangan Lulu terbayang di dalam pikirannya, sangat mirip dengannya dan membangkitkan semua keingintahuannya.


“Pokoknya telah membuka pintu. Ayo masuk saja.”


Wendy mengambil langkah. Tiba-tiba suara pria datang dari belakang. “Nona Wendy, Apakah Kamu tidak keberatan jika kita pergi bersama?”


Wendy membalik badan, pada pandangan pertama, pria di depan terasa tidak asing, tapi kemudian dia membantah.


Hanya saja sedikit mirip dengan Michael Ling. Seperti sudut bibir dan hidung. “Permisi, mau bertanya…”


“Ha ha, Aku adalah suami Wenda. Aku datang kesini untuk membawanya pulang.”Wenda, dua kata ini membuat hati Wendy melonjak-lonjak. Wenda teryata memang di Mayend, tapi bukan hanya tebakan dia saja, tetapi juga suami Wenda juga mengetahui.


Wendy terbengong.


Apa yang dia katakan?


Dia bilang dia adalah suami Wenda?


“Apakah kamu suami Wenda?”


“Ada apa? Kamu tidak bisa?”


“Ah, tidak, bukan, tapi…”


“Kamu ingin mengatakan Michael Ling? Dia adalah kakaku, kami satu Ibu.”


Pada akhirnya Wendy menghubungkan orang-orang tersebut. Ternyata pria ini adalah saudara laki-laki Raina. Dia benar-benar tak meyangka bahwa Wenda telah lama menikah, menikah dengan adiknya Michael Ling, hal ini benar-benar membuat orang terkejut dan hal yang tidak bisa terbayangkan.


Wendy terbengong saja. Hanya berdiri di bawah sinar matahari dan memandang pria di depannya dan tidak bergerak.


“Wendy Zhong, mari kita pergi bersama. Aku akan membawa wanitaku pergi, dan kamu bawalah pria kamu pergi.” Memainkan bibirnya, Seluruh tubuh pria itu penuh dengan rasa malas, tetapi juga penuh dengan daya tarik, bahkan wanita yang menyambut di samping juga tanpa sadar menatap matanya pria itu.


Wendy juga tidak tahu bagaimana bisa dia dipegang oleh seorang pria. Ketika dia melangkah masuk ke Mayend, disaat dia merasakan dingin di dalam ruangan, Hatinya berdetak dengan sangat cepat. Ini semua diluar pemikiran.


Langkah demi langkah, karpet merah menemaninya dan para lelaki ke lantai dua.


Enak didengar “Seperti suara hujan dan angin yang indah” terus-menerus dimainkan, Namun dia mendengarkan, Tetapi tidak lagi begitu indah.


Dan dia, akhirnya ditengah bunga-bunga melihat wanita itu.

__ADS_1


__ADS_2