DIREKTUR, AKU JUGA MENCINTAIMU

DIREKTUR, AKU JUGA MENCINTAIMU
Bab 120 Hape Ini Untukmu


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Aku ingin menyewa kamar.” Wendy mengatakannya dengan lirih selama ini dia tidak pernah bertindak sememelas ini.


Hello! Im an artic!


Pintu terbuka, dan ada tiga ruangan di dalam, yang terlihat bersih dan rapi, yang membuka pintu adalah sosok perempuan yang berumur 30 tahunan, dia mengenakan daster, terlihat jika dia belum sepenuhnya bangun, tetapi dia masih sempat untuk melihat Wendy dan juga anak anaknya, “Kamu ingin menyewa kamar?”


“Iya benar.” Wendy tersenyum tipis, dia berusaha untuk menunjukkan sikap yang lembut, dan hal itu tidak membuatnya terlihat menakutkan atau mencurigakan, dia bukan hanya harus meninggalkan Michael, tetapi juga harus mengambil kembali dokumen miliknya, dia bisa mengambil miliknya yang berada di rumah keluarga Bai, dan jika seperti itu Wendy juga bisa mengambilnya kembali, entah dia menyembunyikannya dimana, asalkan Wendy berusaha dengan keras maka akan tahu dimana Michael menyembunyikannya.


Haha beberapa hari ini dia selalu saja memperhatikan Maria, jadi dia tidak akan berfikir jika Wendy akan berhasil kabur dari begitu banyak pengawal yang dia turunkan, dan juga dia bisa membawa Lexi dan Lexa bersamanya.


Tetapi Wendy bisa dengan mudah meninggalkan rumah itu tanpa halangan apapun.


Hello! Im an artic!


Dia sendirian tapi juga bisa berbuat seluar biasa ini.


Michael Ling, mereka sudah berakhir.


“Hanya kalian bertiga?”


“Iya, kedua anakku ini sangat penurut, mereka tidak akan merepotkanmu.” Takut takut jika pemilik tidak menerimanya, jadi Wendy langsung menjelaskan.


“Mereka sudah berumur lima tahun kan?”


“Iya benar, tante, aku dan adikku adalah anak kembar, jadi umur kita sama, tahun ini kita berumur lima tahun.”


Lexa menjawab dengan sangat sopan, membuat pemilik rumah langsung menyukainya, jadi dia mengulurkan tangan dan mengelus kepalanya, “Kamu menggemaskan sekali, satu bulan 400 ribu, dan satu ruangan, jika kamu bersedia kamu bisa langsung menempatinya.”


Wendy langsung menganggukan kepalanya, “Baik aku setuju.”


Ini adalah sebuah rumah kecil, tentu saja sangat murah, tetapi untung saja harganya bisa semurah ini, jika tidak maka dia tidak akan sanggup untuk menyewanya.


Setelah itu Wendy merasa tenang, dia tahu dengan jelas jika dia tidak bisa pergi kemana-mana, Michael pasti akan mencari ke seluruh penjuru dunia agar bisa menemukannya, setidaknya dia harus menghilang selama satu atau dua bulan, Wendy tahu dengan jelas apa yang diinginkan, dia menginginkan Lexi dan Lexa, Michael tidak menyukai Wendy, dia hanya menganggapnya sebagai pengganti saja, tetapi dia masih mengakui kedua anaknya itu.


Setelah pergi Wendy juga tidak ingin kembali, tentu saja dia tidak ingin agar Michael menemukannya, dalam beberapa hari ini Wendy sudah sangat bosan karena setiap hari hanya menonton televisi, dia juga menemukan cara untuk melanjutkan kehidupannya, tidak tahu apakah bisa berhasil atau tidak, tetapi lebih baik mencobanya daripada tidak memiliki kemungkinan untuk berhasil, karena jika dia pergi ke Ferry merupakan hal yang sudah tidak mungkin lagi.

__ADS_1


Dia harus mendapatkan uang, tetapi dia juga harus membawa kedua anaknya, dia harus memikirkan cara terbaik yang bisa dia lakukan,


Sisa uang yang dia miliki dia gunakan untuk membeli laptop bekas, dia juga tidak menginginkan yang terlalu bagus, asalkan bisa browshing dan juga mengobrol di internet, dan kemudian dia ingin membeli sebuah kamera, harganya 4 juta, dan kemudian dia memulai perjalanan toko onlinenya.


Wendy memotret pakaian hamil yang tersisa, satu potong demi potong dia potret tak seindah mungkin, dan menempatkan urutan beserta harganya di toko online, Wendy begitu sibuk hingga dia melupakan sosok Michael, Lexi dan Lexa adalah anak yang sangat baik, mereka setiap hari bermain di dalam taman rumah, dan pemilik rumah juga memiliki seorang anak laki laki, usianya hanya lebih tua beberapa tahun dari kedua anaknya dan mereka sering main bersama, hal itu juga membuat Wendy tidak begitu cemas, dia juga ingin menyekolahkan anak anak, tetapi dia tahu jika sekarang bukanlah waktu yang tepat, mereka sedang menjadi pusat perhatian saat ini, jadi dia hanya bisa membuat Lexi dan Lexa sedih, tetapi jika dia memiliki waktu dia akan menemani anak anak bermain, Wendy sebelumnya merupakan mahasiswa yang pintar, mengajarkan pengetahuan kepada anak anak juga bukanlah hal yang sulit baginya, dan pelajaran sekolah dia dapatkan dari internet.


Saat menerima pesanan pertamanya, dia benar benar sangat senang, senyumnya mengembang di wajahnya seharian, berhasil menjual sepotong baju saja seperti mendapatkan lotre, meskipun hanya mendapatkan puluhan ribu saja, tetapi jika berhasil menjual lebih banyak, maka dia akan mendapatkan lebih banyak uang, dia bisa membeli beberapa ekor ikan dan memakannya bersama dengan anak anak saat malam hari.


Kehidupan seperti ini juga membuat Wendy merasa puas, makan tidak perlu terlalu mewah, tetapi hatinya bisa merasa tenang dan damai.


Setiap hari Wendy berselancar di internet dengan sangat serius, saat pelanggan menanyakan sesuatu kepadanya, dia dengan sabar mengirim foto barang barangnya itu, pada awalnya dia hanya ingin mendapatkan uang untuk bertahan hidup, tetapi setelah lebih dari sebulan dia berhasil menjual barang barang yang tersisa.


Untung saja dia masih ingat saluran untuk memasukkan barang, uang yang berhasil dia jual adalah modal utamanya, setelah membeli beberapa dia langsung menjualnya, dan semua itu sudah sangat akrab baginya, jadi tidak susah bagi Wendy untuk terbiasa dengan kehidupan sederhana seperti itu.


“Mami, apa Ayah sudah tidak menginginkan kita lagi?” Setiap hari Lexi pasti menanyakan pertanyaan yang sama.


Wendy sudah terbiasa, dia menunjukkan wajah penuh senyuman kepada Lexi, “Bukan seperti itu.”


“Kalau begitu kapan kita bisa bertemu dengannya?”


“Apa dia di luar negeri selama itu? Sama saja dengan Ayah Reinson.” Anak anak mulai berfikir, saat Michael belum menganggapnya dulu, Wendy juga mengatakan jika ayahnya pergi keluar negeri, tetapi setelah itu mereka tahu jika masalahnya tidak semudah itu.


“Hehe, Ayah benar benar sangat sibuk.”


Melihat kecurigaan di wajah anak anak, Wendy langsung panik, dia hanya bisa berkata seperti itu, dia mengatakan satu kebohongan dan kebohongan yang lain, jika tidak apalagi yang bisa dia lakukan, jika bisa memberikan mereka obat agar bisa ngelupain sosok Michael maka rasanya akan sangat bagus.


“Mami, kita ingin pergi ke sekolah.” Lexa menimpali.


Jika dihitung hitung, sejak dia meninggalkan rumah rasanya sudah beberapa bulan, dan tahun baru sudah hampir tiba, intensitas Michael dalam mencari mereka juga sudah melemahk, “iya, baiklah, mami akan mencari sekolah di dekat sini untuk kalian.” Meskipun Wendy memperlakukan mereka dengan baik, tetapi mereka juga membutuhkan hubungan dengan mereka yang seusia dengannya.


“Mami Lexi, aku tahu, kita semua dulu pergi ke sekolah itu, hanya saja untuk sekolah dasar sudah tidak ada, pelayanan dari sekolah itu juga sangat baik, bahkan guru mengajar dengan sungguh sungguh.”


“Apa kamu bisa memberitahuku dimana tempat itu, nanti aku akan membawa anak anak ke sana.” Jika dia sudah mengiyakannya maka dia hanya bisa melakukannya, jika tidak, maka Wendy akan dibuat pusing oleh pertanyaan anak anak, kepalanya juga bisa pusing hanya karena setiap hari menjawab pertanyaan yang sama.


Setelah sampai di tempat itu, meskipun itu adalah taman kanak kanak kecil dan juga swasta, tetapi fasilitasnya sangat lengkap, meskipun tidak bisa dibandingkan dengan taman kanak kanak Lexi dan Lexa sebelumnya tetapi para orang tua murid mengatakan jika guru di sini sangat baik, dan Wendy memutuskan untuk menyekolahkan anak anaknya di sekolah ini.


Setelah membayar uang sekolahnya, dan bisnis online kecil miliknya benar benar membuatnya tidak khawatir mengenai masalah makanan dan pakaian, saat malam dia merapikan pakaian dan juga sepatu yang akan digunakan anak anak untuk pergi ke sekolah, dia tidak tenang, dan menatap dua bocah kecil yang sudah berbaring di atas ranjang dan menyelimutinya, Wendy berkata dengan serius, “Lexi, Lexa, mami memiliki satu hal penting yang ingin mami katakan kepada kalian.”

__ADS_1


Ekspresi di wajahnya benar benar serius, membuat Lexi dan Lexa membelalakkan kedua matanya, “Mami, masalah apa?”


“Mami berharap jika kalian pergi sekolah kalian tidak memberitahukan siapa Ayah kepada orang lain, kalian juga jangan membicarakan mengenai masalah keluarga kita, ya?”


“Kenapa tidak boleh mengatakannya?”


Wendy kembali melanjutkan perkataannya dengan wajah ditekuk, “Jika kalian mengatakannya, maka kalian tidak akan bisa bertemu mami lagi.” Dia sengaja mengatakan dengan seserius ini, siapa tahu Michael akan mengirim orang untuk diam diam menyelidiki mereka, jadi dia harus lebih berhati hati.


“Baiklah, kita tidak akan mengatakan apapun, yang penting mami mengantar kita untuk pergi sekolah.”


“Pintar.” Ada rasa asam di dalam hatinya, dia merasa seperti seorang buronan yang telah melakukan hal buruk.


Kedua bocah kecil itu tertidur dengan cepat, anak anak memang harus tidur dengan baik, dengan begitu mereka bisa tumbuh dengan cepat, jika seperti itu Wendy juga bisa merasa tenang, dia duduk di pinggir ranjang dan menatap mereka cukup lama, dan setelah itu dia baru berbaring tetapi entah kenapa dia tidak bisa tertidur.


Dalam beberapa hari ini dia tidak menonton tv ataupun membaca koran, tetapi dia bisa mendapatkan informasi mengenai Michael dari internet, saat ini keadaannya sangat baik, perempuan disampingnya selalu saja berganti, bahkan sampai membuat Wendy tidak bisa mengingat nama semua perempuannya itu, dan situs web resmi Group Ling menambahkan seorang nama perempuan: Alexa.


Perempuan yang sebelumnya sempat diusir oleh Michael sekarang kembali lagi ke perusahaan untuk bekerja.


Tetapi Wendy sama sekali tidak melihat ada berita mengenai Michael dan juga Maria.


Maria sedang menjaga kandungannya, dia sering kedapatan dan difoto sedang berjemur bersama dengan Dian , kandungannya sudah benar terlihat jelas, mungkin dalam beberapa waktu ini akan segera melahirkan.


Wendy sudah bangun sejak pagi, anak anak pergi mandi, dan Wendy menyiapkan sarapan untuk mereka, dia menyiapkan bubur dari kacang kacangan, makanan itu adalah makanan yang sangat menyehatkan, bahkan jauh lebih baik daripada suplemen yang dijual di luar, jadi kehidupannya sudah lebih baik, jadi dia harus mengganti makanan yang dia sediakan untuk anak anak.


Wendy membuat telur asin, dan dia sendiri yang membuatnya, saat direndam ke dalam lumpur, dia menambahkan sedikit alkohol, dan hal itu membuat kuning telur menjadi sangat lezat, mereka memakan bubur dan juga telur asin, dan ditambah dengan beberapa sayuran, kedua anak itu makan dengan lahap, hanya saja mereka makan dengan sedikit terburu buru, tersenyum menatapnya, tahu jika mereka akan pergi ke sekolah.


Gigitan apel terakhir di tangannya sudah habis, dia langsung beranjak, “Mami ayo pergi.”


Saat mengantar mereka ke sekolah, guru mereka sangat baik, dan sekolah yang tertutup membuat Wendy merasa lega, sejak dulu dia sangat khawatir jika ada orang yang ingin mencelakakan Lexi dan Lexa, dan sampai saat ini dia masih tidak tahu siapa orang itu, Wendy ingin sekali menyelidikinya, tetapi dia tidak bisa meninggalkan kedua anaknya, dan saat ini anak anak sudah pergi ke sekolah, dan pemikirannya kembali tertuju pada masalah itu, bagaimanapun juga dia harus memeriksanya, jika tidak menemukan orang itu, dia tidak akan bisa tenang, jika dia mengetahui semuanya, setidaknya dia bisa lebih berhati hati.


Setelah mengantar anak anak ke sekolah, rasanya sudah sangat lama dia tidak berjalan di jalanan seperti ini, dan tanpa kedua anaknya di sampingnya yang menggandeng tangannya, tiba tiba dia merasa tidak terbiasa, dan perasaan kosong seperti itu membuatnya panik, dia membalikkan badannya dan menatap ke arah sekolah di mana anak anak berada, anaknya sudah tumbuh besar, suatu hari mereka juga akan tidak terlihat dari pandangannya, sudahlah, dengan seperti ini Wendy juga bisa menyelidiki sosok orang itu.


Sebelumnya dia juga sudah memutuskan, dan dia tidak pernah melupakannya.


Di tangannya dia juga memegang telepon bekas yang dia beli, semua miliknya adalah barang barang murah, dia hanya ingin menggunakannya sesuai kebutuhan saja.


Jelas jelas berada di kota yang sama, jelas jelas dia bisa mengetahui kabar mengenai Michael dan juga Marcell Bai, tetapi Wendy sudah tidak memiliki hubungan apapun dengan mereka sekitar setengah tahun.

__ADS_1


__ADS_2