DIREKTUR, AKU JUGA MENCINTAIMU

DIREKTUR, AKU JUGA MENCINTAIMU
Bab 122 Aku Pergi


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Seusai melontarkan kalimat tersebut, pria itu langsung melepaskan genggaman tangannya pada gadis itu dengan tidak rela, kemudian membalikkan badannya pergi, tanpa menunggumbiarkan wanita itu mengusirnya lagi.


“Ingat, hubungi aku jika ada masalah.”


Hello! Im an artic!


Memandangi Setelah memandangi punggung pria yang berlalu menjauhinya, dia lantas melirik sekilas kartu nama yang ada digenggamannya. Ingin sekali rasanya dia membuang lembaran kertas tersebut karena merasa terusik olehnya, tetapi ,tiba – tiba saja alunan melodi petikkan gitar yang dimainkan pria itu untuknya dulu, terngiang ditelinganya. alunan lagu yang dimainkan pria itu dengan petikkan gitarnya, yang dipersembahkan untuknya dulu, tiba – tiba saja berkumandang di telinganya Apa kamu tahu aku sedang menunggumu.


Tiba – tiba saja aku menyukaimu.jatuh cinta padamu.


Terjatuh begitu dalam pada pesonamu.



Hello! Im an artic!


Betapa hangatnya jalinan kasih mereka terdahulu, tetapi semua itu, sudahlah berlalu menjadi masa lalu. , Didirinya sungguh tidak bisa lagi merasakanmenemukan gejolak asmararomansa dan gairah kasih seperti dulu pada diri pria itu.


Saat ini, telinganya seperti sedang dialuni oleh petikkan enam senar gitar yang terdengar begitu harmonis. H, harmoni itu tersebut jugalah, yang membuat wanita itu melakukan sesuatu yang tidak pernah terduga olehnya sebelumnya, yaitu menyimpan kartu nama pria itu.


Anggap saja sebagai kenang – kenangan.


Bagaimana pun juga, hanya cinta pertamalah yang terasa begitu manis dan sulit dilupakan.


Setiap perempuan, tentu saja memiliki pengalaman pertama mereka masing – masing, kan.


Sama halnya dengan pria yang membagi kehangatan bersama dengannya untuk yang pertama kalinya. Meskipun dia sudah melarikan diri dari sisi pria itu, tetapi dia akan selalu mengingatnya. , pria yang juga sedang dihindarinya saat ini, dia pasti akan selalu mengingatnya.


Wendy lantas kembali meneruskan perjalanannya yang sempat terhenti itu dengan berjalan secepat kilat. Tetapi, tepat ketika dirinya sampai didepan gerbang taman kanak – kanak, dia baru terpikir akan suatu masalah yang sangat penting. B, bisa – bisanya dia lupa memberitahu Jacky Xia untuk merahasiakan fakta bahwa pria itu berhasil menemukannya.


“Mami……..”


Baru saja dirinya hendak mengeluarkan kartu nama Jacky Xia dan menghubungi pria itu, tiba – tiba saja suara Lexi mengalun terdengar ditelinganya. Sudahlah, dia akan menghubungi pria itu nanti malam, ketika dia memiliki waktu luang. Dia tidak perlu terburu – buru, karena seharusnya, pria itu tidak akan memberitahu Marcel dan juga Michael. dia memutuskan untuk menghubungi pria itu diwaktu senggangnya dimalam hari. Hal ini tidak sepenting itu hingga dirinya harus menghubungi pria itu didetik ini juga, karena dirinya yakin, pria itu tidak akan memberitahukan hal ini kepada Marcel Bai dan juga Michael Ling.


Terkadang, pikiran makhluk bernama pria itu lebih berpikiran sempit dibandingkan dengan perempuan. Tetapi, menurutnya, akan lebih aman jika dia tetap mengingatkan pria itu. Dia tidak berpikiran kepikiran untuk berpindah rumah, karena menurutnya itu hal itu tidak tidaklah perlu dilakukan, dirinya juga sudah terbiasa dengan lingkungan ini. Lagipula, jika pria itu memang ingin mengawasinya, pasti dia sudah menempatkan mata – mata dikawasan ini, dan misalnya pun dirinya pindah, pria itu pasti akan segera mengetahuinya.


Jika demikian, bukankah dia hanya akan mempersulit dirinya sendiri ?


“Mami, taman kanak – kanak sungguh menyenangkan, gurunya baik, teman – teman pun juga baik, dan juga………..”


Dengan sangat antusias Lexa menceritakan semua perihal mengenai taman kanak – kanak padanya, bahkan air liur anak itu berterbangan kemana – mana saking semangat dan gembiranya dia bercerita.


Lexi yang berdiri disebelah pun turut menyetujui ucapan saudaranya, kedua anak ini tampak sangat menyukai taman kanak – kanak ini. Kelihatannya, dia sudah membuat keputusan yang tepat, dengan membiarkan anak – anak ikut bersekolah ditaman kanak – kanak. Setelah melewati tahun ini, setelah tahun ini berlalu, anak – anak akan segera naik ke tingkat berada ditingkat menengah taman kanak – kanak, dan setelahnya, mereka akan terus meningkat ke level menengah atas.


Jika dipikir – pikirkembali, tidak lama lagi anak – anak sudah akan berada ditingkat sekolah dasar, anak – anak sudah akan memasuki usia untuk bersekolah disekolah dasar, hehehe, apakah dirinya juga sudah bertambah tua ? Tanpa disadarinya, jemarinya terangkat kehadapannya sediri, mempertanyakan apakah dirinya juga bertambah tua ? Wendy berpikir didalam hatinya, dan tanpa disadarinya, jemarinya sudah diletakkan didepan matanya.


Didalam sebuah kehidupan, berapa lama seorang perempuan bisa merasakan masa mudanya, dan berapa banyak pulajuga waktunya yang sudah terbuang sia – sia ? Hanya saja, jika demi anak – anaknya, dia sama sekali tidak merasa menyesal.


Empat jenis piring sayur dan juga semangkuk sup, setelah menyelesaikan acara makan bersama bersama kedua anaknya, Wendy lantas membersihkan piring – piring yang dipakai mereka.mereka, Wendy lantas menyuci piring yang dipakai mereka, bersama dengan kedua anaknya.


Disaat langit sudah mulai gelap, Lexi dan Lexa bersama – sama menonton kartun anak – anak kesukaan mereka., Ssedangkan Wendy, dirinya kembali mulai lagi memeriksa berbagai jenis pesanan pembeli ditokolapak onlinenya. Hehehe, meskipun dirinya sedang sial hari ini karena bertemu dengan Jacky Xia dan juga Michael Ling, tetapi bisnisnya berjalan dengan sangat – sangat lancar, dan berita bagusnya, besok dia akan kembali mengirimkan berbagai jenis produk yang dijualnya.


Tepat ketika kedua anaknya sedang menguap, dirinya berkata ujar


“Lexi, Lexa, pergi bebersih kemudian tidurpergi bersih – bersih dan setelahnya tidur.”


“Baiklah Mami, apa besok kami masih akan pergi ke taman kanak – kanak, kan ? ”


IDirinya lantas tersenyum, dan menjawab


“Tentu saja pergi.”


“Mami paling baik.”


Mendapati kedua anaknya yang takut jika dirinya tidak akan membawa mereka pergi ke taman kanak – kanak lagi, hati Wendy sungguh terasa tidak nyaman. Sebenarnya, dulu, dirinya bukanlah tidak mau mengirim kedua anaknya ke taman kanak – kanak. H, hanya saja, dia sangat takut jika Michael Ling akan menemukan keberadaan mereka.

__ADS_1


Tidak perlu waktu yang lama, anak – anak sudah tertidur pulas. Suara dengkuran halus dan juga yang ditemani dengan suara laptop terdengar disepasang telinganya.


Udara ditengah malam terasa sedikit lebih dingin, membuatnya harus sering memperbaiki letak menahan selimut yang dipakai kedua anaknya. Ka, karena jika ia tidak berbuat demikiantidak, dua pasang kaki kecil itu akan menendang selimut yang dipakai mereka hingga terlepas. Bagaimanapun juga, anak – anak memiliki tenaga yang begitu kuat dan membara. – bara.


Wendy lantas pergi mengambil kartu nama Jacky Xia. Menurutnya, ada beberapa kata yang harus disampaikan pada pria itu, karena hanya dengan begitu lah, dirinya baru bisa beristirahat dengan tenang.


Dilihat dari kartu namanya, ternyata pria itu sungguh sudah memang sudah menyerah akan kehidupan perpolitikannya. Saat ini, pria itu sedang menjalankan bisnis perdagangan internasional sebagai seorang CEO. Pangkat itu memang terlihat sangat tinggi, tetapi tentu saja, setinggi apapun pangkatnya saat ini, tetap saja tidak bisa menandingi pangkatnya sebagai seorang pejabat negara.


Dan juga, impresifnya yang tiada batas itu.


Apakah ini semua demi dirinya ?


Lantas, bagaimana dengan Rena Jin ?


Tidak mungkin bukankan, hanya karena Rena Jin tidak bisa mengandung, pria itu memilih untuk berpisah dengannya ? Jika memang benar seperti ini, pria itu sungguh sangat kejam.


Wendy lantas berjalan keluar kamar dengan ponsel digenggamannya. Musim dingin di Kota T tidaklah begitu sangat dingin, tubuhnya sudah bisa terhangatkan, hanya dengan memakai sehelai jaket tebal. Dirinya lantas menekankan satu per satu angka yang tertera dikartu nama tersebut di ponselnya. Setelah beberapa tahun terlewati, ini merupakan pertama kalinya dia berinisiatif untuk menghubungi Jacky Xia terlebih dahulu.


Sembari menunggu pria itu mengangkat teleponnya, Wendy mulai mengenang kembali segenap rasa kesepian yang dirasakannya ketika ditinggal pria itu dulu. Saat ini, pria itu pasti menjalani kehidupannya dengan tidak baik. Tubuh kurusnya terlihat persis seperti dirinya yang sedang bersekolah dulu, tidak ada lagi aura kemegahan terpancar dari dalam dirinya, seperti ketika dia bekerja di Kantor Biro .


Setiap manusia pasti akan berubah seiring perubahan usia mereka.


Begitu juga dengan dirinya sendiri.


“Wendy, apa benar ini kamu ? ”


Ponselnya hanya berdering sekali, tetapidan pria itu sudah langsung mengangkat panggilannya. Hal ini membuat pria itu terlihat seperti selalu memegang ponselnya, dan menunggu panggilan telepon darinya.


Beberapa kali Wendy hendak bersuara, tetapi dia dirinya malah bingung, harus menyapa memanggil pria itu dengan sebutan apa. Dulu, semasa sekolah, dia selalu memanggil pria itu Jacky , tetapi sekarang, panggilan itu tidak bisa lagi terucap keluar dari bibirnya. Lupakanlah, lebih baik jika dia memanggil pria itu dengan nama panjangnya.


“Jacky Xia, ini aku.”


“Wendy, ini benar – benar kamu ? ”


Jelas – jelas dia sudah mengatakan siapa dirinya, tetapi pria itu malah kembali menanyakan identitasnya dengan begitu antusias seperti anak kecil, dan terdengar seperti tidak memercayainya.


Akan sangat melelahkan Sangat lelah jika dia harus memulai lagi semuanya dari awal, dia dirinya tidak ingin berpindah tempat lagi. Tempat ini, dirinya sungguh sudah terbiasa dengannya, pemilik rumah sangatlah baik, dan juga pemilik rumah ini hanyalah seorang wanita yang tinggal bersama dengan anaknya. Dirinya sungguh sangat nyaman dan fleksibel tinggal di tempat ini, terlebih lagi, dan juga tidak banyak gosip bertebaran dikawasan ini.


Suara didalam telepon tiba – tiba saja terdiam. K, keheningan itu, sama sekali tidak sepadan dengan suara antusias Jacky Xia barusan. SDan setelah beberapa waktu kemudian, pria itu berbicara lagi dengan suara yang lebih kecil


“Baiklah, aku tidak akan mengatakan hal ini bilang pada siapapun.”


Dirinya tidaklah bodoh, entah bagaimana pun itu, ini merupakan sebuah kemajuan karena Wendy Zhong bersedia menghubunginya. Sudah pasti ini adalah sebuah perkembangan, dia tidak ingin menyerah, dia sudah kehilangan sekali kesempatannya, dia tidak ingin kehilangan kesempatan untuk selamanya.


Banyak yang mengatakan, sosok yang paling sulit dilupakan seorang perempuan adalah cinta pertama mereka. Dirinya yakin, dia masih memiliki kesempatan. Tentu saja, dirinya harus berusaha lebih giat, hanya dengan berusaha segiat mungkin, ia dirinya baru bisa mendapatkan kembali Wendy.


Saat ini, wanita itu masih belum memiliki kekasih, wanita itu sudah meninggalkan Michael Ling, dan ini merupakan suatu kenyataan yang membuatnya merasa sangat antusias. Bagaimana mungkin diirinya bertindak bodoh, dengan memberitahukan lokasi kediamannya kepada pria lain, hal ini tidak akan pernah dilakukannya.


Menyabotase sambungan Henna Bai, sepertinya dia sudah melakukan hal yang tepat.


Tampaknya, kesempatan memang akan selalu diberikan kepada sosok yang selalu berusaha disetiap detiknya.


Dirinya sama sekali tidak pernah menyerah, barang sedetik pun.


IDirinya selalu saja mencari tahu keberadaan Wendy Zhong.


“Selamat malam.”


Wanita itu berujar dengan lembut, kemudian memutuskan sambungan telepon tersebut tanpa keraguan sedikit pun. Dan selanjutnya, dia memblokir nomor yang baru saja dihubunginya itu.


Terkadang, ada beberapa orang, dan beberapa masalah, yang tidak akan pernah bisa dilupakan. Dirinya sungguh tidak ingin memiliki hubungan apapun lagi dengan Jacky Xia, seperti apa yang dikatakan pria itu, dia tidak akan memberitahukan Michael Ling dan juga Marcel Bai alamat kediamannya saat ini. Dirinya mengetahui dengan jelas, pria itu tidak akan melakukan hal tersebut.


Setelahnya, wanita itu lantas kembali lagi kedalam kamarnya, dan mulai melelapkan dirinya. Didalam tidurnya, dia memimpikan dirinya sedang berlari keluar dari taman Universitas T, dengan dikejar Jacky Xia yang mengejar dibelakangnya. Tetapi, tepat didepannya, ada sebuah mobil BMW hitam terparkir diam, sedang menungguinya diseberang sana.


Dan sosok yang sedang memengangi papan setir itu adalah, Michael Ling.


__ADS_1


Suasana tahun baru Imlek di Kota T terasa semakin kentara, hanya saja, untuk membeli pernak pernik tahun baru Imlek tidak dianjurkan untuk lebih awal. Suasana udara disana tidaklah begitu dingin, jika membeli persediaan bahan makanan lebih awal, maka persediaan benda tersebut tidak akan bertahan lamaakan cepat rusak. Penduduk disana baru akan membeli bahan makanan dihari ke 28 ataupun 29 sebelum tahun baru, maka dari itu, dikedua hari itu, Wendy akan menjadi sangat – sangat sibuk.


Taman kanak – kanak pun sudah diliburkan, dirinya lantas pergi membeli keperluan tahun baru seorang diri, setelah meninggalkan kedua anaknya bermain didalam rumah. Mereka akan merayakan tahun baru Imlek kali ini dengan bertiga sajaTahun baru kali ini, yang dirayakan mereka hanya dengan 3 orang, dan dia sungguh ingin melewatinya dengan baik.


Jacky Xia menepati janjinya untuk tidak datang mengganggunya lagi, dan hal ini, bisa dianggaphitung sebagai keberuntungannya.


Pria itu, adalah sosok yang sangat dicintainya dulu, tetapi sekarang, rasa cinta itu telah berubah sepenuhnya, tidak ada lagi rasa kemurnian dan keindahan seperti dulu didalam rasa itu.


Dihalaman rumah, Lexi, Lexa dan juga Momo sedang bermain bersama.


“Lexi, Lexa, daddyku akan pulang sebentar lagi, dia akan pulang malam ini.”, ujar Momo sembari menyusun balok mainan dengan nada yang terdengar begitu antusias dan seperti menyombongkan diri.


“Benarkah ? ”


Lexi menengadahkan kepalanya, memandang iri Momo yang terlihat begitu berbangga diri.


“Benar, Mamiku mengatakan bilang sudah mau tahun baru Imlek akan tiba sebentar lagi. Tahun baru Imlek adalah waktu untuk berkumpul bersama anggota keluarga, dan ini adalah tradisi kita sebagai orang Tionghua. Entah seberapa jauh pun kita pergi, disaat tahun baru Imlek, kita tetap harus kembali ke rumah dan berkumpul bersama dengan keluarga. Malam ini, ibuku akan menyembelih ayam untuk makan bersama dengan daddyku.”


Lexi mengalihkan pandangannya pada Lexa, dengan tatapan yang terlihat seperti sedang menanyakan ‘kenapa daddy kita tidak pulang ? ’


Tetapi, Lexi tidak menanyakan isi hatinya itu. Wendy melarang mereka untuk membahas perihal ayah mereka dihadapan orang lain, dan ibu mereka mengancam, jika mereka mengungkit masalah tersebut, maka wanita itu tidak akan menginginkan mereka lagi. Maka dari itu, jika pun Lexi dan Lexa rindu kepada Michael, mereka hanya bisa mengatakannya pada Wendy, mereka tidak berani mengungkit hal tersebut pada orang asing.


“Lexi, Lexa, kenapa kalian diam saja ? Apa di tahun baru Imlek ini, rumah kalian akan kedatangan keluarga kalian ? ”


Lexa menggelengkan kepalanya, berujar


“Mamiku bilang, tidak ada, hanya ada kami bertiga.”


“Apa daddy kalian tidak pulang meskipun tahun baru Imlek ? ”


Lexa memandang sekejap Lexi, kemudian mendorong mainan balok yang sedang dimainkan mereka, dan berkata erujar


“Tidak main lagi., Lexi, ayo kita menunggu mami dirumah saja.”


“Ehm, aku juga tidak mau main lagi.”


“Hei, kita sedang asyik bermain, kalian ini kenapa ? ”


“Tidak ada apa – apa, hanya tidak mau main lagi. , Kkami ingin pulang ke rumah dan menonton kartun.”


Kedua kakak beradik itu lantas berjalan pulang ke rumah mereka sembari bergandengan tangan, kemudian mulai bercicit mendiskusikan suara hati mereka.


“Lexa, aku kangen pada daddy.”


“Aku juga.”


“Dua hari yang lalu, Guru Zhang yang mengajar di taman kanak – kanak juga mengatakan bahwa tahun baru Imlek harus dilewati dengan anggota keluarga yang lengkap.”


“Tapi, mami mengatakan daddy sedang berada diluar negeri.”


“Itu sudah sangat lama. Daddy adalah orang yang memiliki perusahaan, aku rasa dia sudah pulang sedari dulu. Mami pasti sedang bertengkarrkelahi dengan daddy, dan tidak memberitahu kita karena takut kita khawatir.”


“Ehm, sangat mungkin seperti itu.”


“Lexa, ayo kita pergi mencari daddy, dan mengajaknya untuk melewati tahun baru Imlek bersama kita, mau tidak ? ”


Lexi mengayunkan mengayun – ayunkan lengan Lexa, dia sudah tidak bisa menahan niatannya lagi. Sebenarnya, kedua kakak beradik itu sudah lama merencanakan hal ini, tetapi mereka selalu saja tidak berani bertindak, karena takut mami mereka merasa tidak senang.


“Tapi, jika mami mengetahuinya, mami pasti marahtidang senang. Dan juga, apa yang harus kita lakukan jika mami tidak menginginkan kita lagi ? ”


“Ehm…”


Lexi lantas menaikkan hidung kecilnya. Ini memanglah masalah yang sangat sulit, dulu, ketika mereka merencanakan hal ini, keduanya juga terpikir akan masalah ini, dan karena maka dari itulah jugalah, mereka batal melaksanakan rencana mereka.pada akhirnya, mereka batal melaksanakan rencana mereka itu.


“Tapi… tapi aku sungguh rindu kangen dengan daddy. M, mungkin saja, ketika bertemu dengan daddy, mami tidak akan marah lagi ? ”


Ucapan Lexi membuat sepasang mata Lexa berbinar – binar, dan berkata lantas mengatakan

__ADS_1


“Benar juga, ya. Bagaimana jika begini saja, kita meminta daddy untuk meminta maaf pada mami ketika kita bertemu dengannya. tunggu sampai kita bertemu dengan daddy, kita baru meminta daddy untuk meminta maaf pada mami. Dengan begitu, mami pasti tidak akan marah lagi.”


__ADS_2