
Michael Ling hanya diam tidak berkata apapun, lalu dia mengandeng tangan Wendy dan dengan cepat keluar dari ruanngan, seolah-olah Darius Lin adalah setan yang akan mengerjar mereka.
Setelah keluar dari ruangan, Wendy dengan kuat menghempaskan tangan Michael Ling dan berkata “jangan sentuh aku.”
“Menjijikan, Michael Ling dan Darius Lin pada dasarnya sama, kotor dan menjijikan. Tangan dan bibirnya sudah menyentuh Lulu, bukan?
“Wendy mulai sekarang sebaiknyan kau ikuti aku dan jangan datang ketempat ini lagi.” wajah Michael Ling sangat dingin seperti telah terjadi masalah yang besar.
“Mengapa?”
“Kau berani memukul cucu dari pejabat pemerintahan, kalua saja bukan krna Rendy muncul aku juga tidak akan berani membawamu pergi secara langsung.”
Wendy terkejut. Aku tidak menyangka bahwa Darius Lin adalah orang sepenting itu. Sepertinya Wendy benar-benar melakukan kesalahan. Akhirnya dengan patuh dia tidak berusaha melepaskan diri dari tangan Michael Ling lagi. Tapi kemudian, dia berhenti dan berbisik kepada Michael Ling “karena identitasnya, jadi kau dengan sengaja mengatakan bahwa Lexi dan Lexa adalah anak-anakmu, hanya untuk membuatnya tidak memiliki rasa terhadapku, kan?” Wendy pikir Michael Ling benar-benar menganggap Lexi dan Lexa sebagai anak-anaknya, tetapi sekarang dia sadar bahwa semuanya tidak seperti yang dia bayangkan.
Michael Ling menatap matanya dan mengerutkan kening. Dia perlahan mengulurkan tangannya dan menyentuh dahi Wendy “Wendy apakah kau demam? Kenapa kau selalu mengatakan kalau Lexi dan Lexa adalah anak-anakku? Katakan, kapan aku pernah tidur denganmu?”
Michael Ling mabuk malam itu, dan dia tidak tahu apa-apa.
Wendy menutup matanya lalu berucap dengan pelan “tidak, Lexi dan Lexa bukan anak-anakmu. Ayo pergi. Aku ikut denganmu.”
Wendy sudah tidak peduli, dia sudah mendapat masalah dengan Darius Lin. Sebagai seorang ibu, dia tahu bahwa dia tidak bisa berbuat apapun dengan kondisi seperti ini. Kalau tidak, tidak ada yang merawat Lexi dan Lexa, Wendy benar-benar lemah.
Mendengar suara Wendy yang sedikit murung. Seolah Lexi dan Lexa adalah anak-anaknya, Michael Ling berkata dengan pelan “Bicarakan setelah naik mobil.”
Mereka berjalan sampai ke aula, Wendy baru sadar diaula sudah tidak ada siapa-siapa, ini sedikit aneh biasanya Feng Jian selalu penuh dengan orang. “Kemana orang-orang?”
“Tadi terjadi suatu masaah jadi semua orang sudah meninggalkan tempat ini. Ayo pergi. Jangan pedulikan masalah orang lain.”
Langkah Michael Ling sangat besar, Wendydengan terburu-buru mengikutinya keluar dari gerbang. “Barusan apa yang terjadi? Ngomong-ngomong, dimana Lulu?”
Wajah Michael Ling sedikit berubah kemudian dia berkata “sudah diantar ke rumah sakit.”
“Hah? Kenapa?” Wendy terkejut, jelas-jelas tadi ia melihat Michael Ling dan Lulu berciuman, kenapa sekarang keadaan malah menjadi seperti ini, Mengapa tiba-tiba Lulu diantar ke rumah sakit? Lalu kenapa Michael Lingsebagai pacarnya Lulu tidak menemaninya di rumah sakit?
“Dia pantas mendapatkannya.” Dengan dingin Michael Ling berkata dan mendorong Wendy untuk masuk kedalam mobil. Dibelakang, Rendy juga menyusul mereka. Wendy baru menyadari disamping mobil BMW terpakir sebuah mobil berplat militer didalamnya ada seorang wanita yang sedang tidur nyenyak. Wanita Itu adalah Lilia.
Wendy menarik-narik pakaian Michael Ling “Jelas-jelas Lilia mengatakan bahwa dia dan Rendy sudah putus, Mengapa Rendy masih muncul?”
“Itu masalah keluarga Sha, ibunya yang menginginkan mereka untuk berpisah. Itu tidak ada hubungannya dengan Rendy.”
“Oh.” Ternyata begitu, cuman karena ibu Rendy tidak setuju, jadi Lilia merasa sangat sedih, dan berpikir mabuk dapat menghilangkan rasa sakit hatinya, tetapi obat sakit hati hanya dapat diobati dengan hati bukan dengan cara mabuk karena wine tidak dapat menyelesaikan masalah hati.
“Gadis bodoh, pakai sabuk pengamanmu.” Michael Ling memerintahnya, kemudian dia menyalakan mobilnya lalu pergi. Di belakang mobil mereka ada mobil dengan bendera merah yaitu mobil Rendy.
Kedua mobil itu melaju meninggalkan Feng Jian, tetapi lelaki yang bermarga Lin tidak menyusulnya, tampaknya sudah diurus oleh Rendy.
__ADS_1
Keturunan pejabat ini hanya bisa ditekan oleh sesama pejabat.
Datang ke Feng Jianbaru satu malam dan sudah terjadi begitu banyak masalah.
Wendy duduk diam didalam mobil dan membiarkan Michael Ling membawanya pergi. Perkataan Michael Ling itu benar Wendy lebih aman ketika bersamanya.
Mobil itu melambat. Didepannya sebuah pintu gerbang terbuka, ini sangat familiar.
Tak terpikirkan dia akan membawanya ke apartemen tempat mereka dulu tinggal bersama.
Dan disini juga, dia bisa memiliki Lexi dan Lexa.
Melihat mobil masuk kedalam, jantung Wendyberdetak begitu kencang.
Mobil berhenti di tempat parkir, Michael Ling lagsung menggandeng tangan Wendy dan membawanya ke lift.
Banyak pertanyaan yang ingin Wendy tanyakan kepada Michael Ling, seperti apa yang terjadi di Feng Jian? Mengapa Lulu dibawa ke rumah sakit?
Tetapi tidak tahu mengapa dengan melihat wajah muram Michael Ling, dia tidak jadi untuk bertanya.
Suasana malam diapartement sangat hening, seolah-olah tidak ada penghuni.
Michael Ling tidak berbicara sedikitpun dia hanya menatap nomor lift, matanya juga tidak berkedip. Akhirnya, lift sampai dilantai atas pria itu mengambil tangannya dan bergegas keluar. Saat dia membuka pintu Michael Ling dengan santai menekan tombol lampu “kamarmu masih di sana, aku akan mandi sebentar.” Setelah berucap Michael Ling langsung menuju kamarnya.
Tetapi saat melihat Wendy terdiam dan tak bergerak.
Semuanya tidak asing dan masih terlihat sama.
Sandal yang terdapat didalam lemari sepatu itu adalah sandalku.
Dia juga yang membeli peralatan teh yang ada di atas meja teh itu.
Sekarang seperti sedang kembali ke beberapa tahun yang lalu, seolah-olah dia tidak pernah meninggalkan tempat ini.
Kenapa Michael Ling masih menyimpan barang-barangnya sampai sekarang?
Apakah tidak ada wanita lain di sini?
Wendy masih ingat saat ketika dia menemukan sesuatu di sofa yang seharusnya tidak dia temukan. Tidak mungkin. Bagaimana mungkin dia tidak membawa seorang wanita kesini?
Pintunya tidak tertutup rapat. Terdengar suara air dari celah pintu.
Suara air membuatnya tersadar dan dengan pelan-pelan berjalan ke kamar tempat dia tinggal sebelumnya. Astaga, Wendy semakin terkejut. Seprai, selimut, dan bahkan bantal semuanya masih dengan yang dulu.
Sikat gigi dan cangkir di kamar mandi juga miliknya. Semua telah ada di sana selama beberapa tahun, tetapi masih tetap bersih dan segar.
__ADS_1
Wendy jadi teringat ketika Michael Ling pertama kali membawanya ke sini, dia berkata kepadanya, “jadilah wanitaku.”
Malam itu, karena Michael Ling telah menyelamatkannya dari orang-orang Rena Jin, karena dia mengatakan dia akan membantu keluarga Bai, jadi Wendy menyetujuinya.
Saat ini, Wendy masih mengingat jelas semuanya.
Di lemari pakaian, semua pakaiannya masih ada di sana satu per satu, digantung dengan rapi.
Ketika menutup pintu lemari, dia dengan tergesah-gesah keluar dari kamarnya menuju kamar Michael Ling saat membuka pintu kamarnya, Michael Lingbaru saja keluar dari kamar mandi dengan tubuh bagian atasnya yang telanjang dan rambutnya yang masih basah pria itu hanya menggunakan handuk mandi yang menutupi bagian bawah tubuhnya, membuat wajah Wendy jadi merona dan jantungnya berdetak kencang……
Melihat Michael Ling yang seperti ini membuat Wendy hanya memikirkan dua kata yaitu sangat seksi.
Dia tertegun, berdiri di sana bahkan lupa ingin mengatakan apa, dia hanya menatap lelaki yang di depannya.
“Wendy apa kau sudah selesai berpikir?”
“Ah…” sepertinya Michael Ling sudah mengatakan sesuatu, tetapi aku tidak mendengarkannya.
Michael Ling berjalan ke arahnya selangkah, semakin dekat dengannya, suara beratnya terdengar “sudah selesai berpikir? Kau sudah mau berjanji padaku? Bukan begitu?”
“Apa?” Wendy terlihat tidak fokus.
Michael Ling menahannya di depan pintu dengan kedua tangannya yang masih basah disandarkan disamping kepala Wendy memepersemit jarak diantara mereka, lalu dia berkata “jadilah wanitaku” Setelah berkata, matanya dipenuhi dengan kabut gairah, pada saat yang bersama, jarinya mengangkat dagu Wendy agar Wendymelihat kearahnya dan membiarkan mata Wendy menatapnya. “Kalau tidak, mengapa kau berlari ke kamarku begitu cepat?”
Pernyataan itu membuat wajah Wendy memerah, dan tanpa sadar dia menjilat bibirnya yang kering, “Aku… aku hanya merasa aneh mengapa…. Mengapa semua yang ada disini masih sama seperti saat aku pergi?”
“Apakah ada yang salah?” Michael Ling mengerutkan alisnya, dan tidak menganggap itu aneh sama sekali. Matanya jatuh menatap ke bibir Wendy yang basah dan perasaan gelisah yang tadi disebabkan oleh Lulu kembali lagi Hanya saja saat ini bukan karena obat yang diberikan oleh Lulu, melainkan karena wanita kecil yang ada di depannya, mungkin, sesuatu yang sulit didapat itu merupakan sesuatu yang baik sehingga tubuhnya memiliki respon terhadap Wendy.
“Kenapa kau masih menyimpan barang-barangku?” Wendy bertanya dengan penasaran, dia merasa sangat aneh dengan semua yang ada di sini.
Michael Ling menundukkan kepalanya, wajah mereka sangat dekat. Napasnya turun ke hidung Wendy, membuat Wendy berkedip. Kemudian dia, mengangkat tangannya dan mendorong Michael Ling “jangan terlalu dekat denganku.”
Dengan sedikit senyum, Michael Ling segera menurunkan tangannya, berbalik dan berjalan kembali ke kamar lalu berkata, “sangat sederhana, aku sudah lama tidak pulang kesini.”
Lama, seberapa lama itu? Wendy ingin bertanya kepadanya, tetapi ketika dia melihat pemandangan yang ada didepannya, dia menelan kata-katanya lagi. Alasan mengapa dia datang ke sini Bersama Michael Ling adalah karena masalahnya dengan Tuan Lin. Dia menggigit bibirnya dan berkata dengan lembut, “Lexi dan Lexa akan baik-baik saja?”
“Aku tidak mengesampingkan itu.” Michael Ling dengan sembarangan mengeluarkan piyama dari lemari bajunya. Ketika dia menaruh di tubuhnya, handuk mandi yang semula melilit pinggangnya tiba-tiba terlepas, setelah melihat dia ingin membalikkan badannya lalu Wendy dengan cepat membalikkan badannya juga.
“Michael Ling, bisakah kau mengenakan pakaianmu?”
“Wendy kau dari tadi berdiri didepan pintu bagaimana aku bisa mengganti pakaianku?”
“Aaa…” Wendy berteriak dan berlari ke ruang tamu. “Aku akan menunggumu di ruang tamu.”
Michael Lingmengambil ikat pinggang piyamanya dan mengikatnya dengan santai, memperlihatkan otot dada yang besar dan padat. Lalu, bagian bawah piyamanya, yang sedikit ditopang oleh kedua kakinya yang panjang saat berjalan.
__ADS_1