
Hello! Im an artic!
“Baiklah, mamanya Lexi, bagaimana bisa bersama dengan paman?” Reinson mengangkat satu alisnya saat menatap Wendy, nada bicaranya sedikit tidak mengenakkan.
Hello! Im an artic!
Saat mendengar nama Lexi disebut, Wendy baru teringat akan Lexi dan Lexa, “Reinson, apa kamu melihat Lexi dan Lexa?”
“Mereka di belakang, mungkin belum keluar.” Reinson memalingkan kepalanya dan menunjuk ke arah sekolah.
Wendy menatap sekilas sosok Michael , sekarang dia hanya mempedulikan Maria, iya benar, meskipun Maria sudah bisa berdiri, dia masih kesulitan untuk berjalan, bahkan tubuhnya terlihat sedikit gemetaran, bukannya benar benar tidaklah ringan, bagaimanapun juga dia adalah perempuan yang sangat kasihan, jelas jelas dia sedang mengandung tetapi masih terluka hingga seperti ini, Wendy menggelengkan kepalanya, dia tidak ingin mempermasalahkan hal ini dengan Michael dan juga Maria, dia benar benar tidak bisa marah hanya karena hal seperti ini.
“Michael , aku akan mencari anak anak, kamu antarkan Maria ke rumah sakit.” Bagaimanapun juga dia adalah perempuan yang memiliki dua anak dia tidak bisa tenang saja jika sudah seperti ini, setelah mengatakan itu dia langsung berbalik badan dan berlari ke dalam sekolah, penjaga pintu mengenalinya, jadi membiarkannya masuk ke dalam begitu saja.
Hello! Im an artic!
Hatinya merasa tidak tenang, bagaimanapun juga dia sempat mendengar percakapan di telepon, dan itu bukanlah main main membuatnya sangat khawatir.
“Lexi, Lexa, apakah kalian di dalam?” Dia sudah berada di dalam ruang kelas Lexi dan Lexa, tetapi tidak terlihat satu sosok seorang pun, membuat Wendy cemas bahkan terkejut hingga ketakutan.
“Lexi, Lexa…” Wendy berteriak, tetapi dia tidak mendapat sambutan apapun, rasanya hatinya benar benar tidak karuan saat ini.
Dia sudah sejak awal tidak mempedulikan Michael dan Maria lagi, yang dia pedulikan saat ini hanyalah anak anaknya.
“Mama Lexi, kamu sudah datang.” Tiba tiba di dalam ruangan terdengar suara seorang perempuan, tetapi itu bukan suara Lexi ataupun Lexa, mungkin itu adalah seorang guru baru, pintu terbuka, satu guru perempuan yang memakai kaca mata berdiri di depan Wendy.
“Lexi dan Lexa apa di dalam kelas?” Wendy benar benar sudah sangat panik, jika dia tidak bisa bertemu dengan anaknya, maka dia benar benar akan menggila.
“Mereka sudah pergi.” Saat melihat Wendy yang terlihat sangat cemas, dia langsung berjalan ke depannya, “apa terjadi sesuatu?”
“Seperti ini, aku berada di depan menunggu mereka, tetapi mereka tidak kunjung keluar.” Wendy menjelaskan. Dia sudah berada tepat di depan guru itu, saat membuka pintu, ruangan terlihat kosong tanpa ada sosok Lexi dan juga Lexa.
Benar benar sudah sangat panik.
Wendy membalikkan badannya dan bertanya kepada guru itu, “anak anak menghilang, cepat cari.” Setelah mengatakan itu dia mengambil teleponnya dia berfikir jika dia harus segera menghubungi Michael, ada kemungkinan jika anak anak benar benar menghilang, jika terjadi sesuatu dengan mereka, maka Wendy juga tidak bisa bertahan hidup lagi.
Telepon di tangannya berdering, jika bukan karena panik, maka deringan itu terdengar sangat merdu, tetapi dia benar benar sangat gelisah saat ini, cepat angkat cepat angkat, saat mengetahui terjadi sesuatu dengan anak anak, dia benar benar sudah akan menggila.
Setelah cukup lama, Wendy mengira jika Michael tidak akan mengangkat telepon, tetapi saat itu juga Michael mengangkatnya, “Wendy, ada apa?”
Terdengar dari dalam telepon jika nafas Michael sedikit ngos ngosan, seperti sedang membopong sesuatu yang sangat berat, dan hal itu membuat Wendy kembali teringat saat ini Michael sedang membopong Maria, pasti begitulah keadaan saat ini.
Mengatakan kepadanya atau tidak?
Jika tidak mengatakannya, jika terjadi sesuatu kepada anak anak, menyesal pun tidak akan ada gunanya.
__ADS_1
Tapi jika dia mengatakannya, maka dia akan mengganggu Michael yang sedang mengantar Maria ke rumah sakit, dan nanti Maria lah yang akan kasihan juga.
Tetapi saat dia sedang kebingungan akan melakukan apa, tiba tiba sosok wajah anak anaknya muncul dibenak Wendy, mereka adalah buah hatinya, jika tidak terjadi sesuatu seperti ini, dia juga tidak akan memanggil Michael, tetapi bagaimanapun juga Lexi dan Lexa adalah anak Michael , sejak kecil Michael tidak pernah menjaga mereka, sekarang mereka dengan susah payah berhasil dipertemukan, jika terjadi sesuatu kepada anak anak, jika bukan Michael siapa lagi yang akan memperdulikannya?
Setidaknya jika dua orang yang mencari maka kemungkinan menemukan mereka akan jauh lebih besar, bahkan Michael bisa mengendalikan orang orangnya, tetapi Wendy hanya seorang diri, kecuali jika dia pergi mencari Marcell Bai, tetapi bagaimana mungkin Wendy enak hati untuk meminta tolong kepadanya?
Sudah mengakui anak anak dan juga di kota ini semua orang sudah mengakui jika Wendy adalah istri Michael Ling, jika kali ini dia mencari Marcell Bai, maka akan ada hal yang sangat sulit untuk dijelaskan.
Hatinya masih berkutat dengan pertanyaan ini, kemudian dia berkata lirih, “Michael , Lexi dan Lexa menghilang.”
“Apa? Katakan sekali lagi?” Michael Ling langsung panik, bahkan suaranya menjadi sedikit serak, mungkin dia panik.
“Michael , Lexi dan Lexa menghilang.” Dia menguatkan hatinya untuk mengatakan sekali lagi, “kamu antarkan dulu nona Maria ke rumah sakit dan setelah itu kembalilah untuk mencari mereka bersama.”
“Tidak perlu, aku akan segera sampai.” Setelah terdiam beberapa detik, Michael langsung menjawabnya, setelah mengatakan itu sambungan telepon langsung terputus.
Wendy menggenggam telepon miliknya, mulai mencari Lexi dan Lexa bersama dengan guru yang sedang bersamanya, mereka melewati setiap tempat, dan kemudian telepon milik Wendy kembali berdering, “Wendy, kamu di mana?”
“Aku sedang mencari mereka, di koridor lantai tiga.”
“Oke, aku mencari sekali lagi di luar sekolah.” Michael langsung mengakhiri panggilan telepon untuk bergegas mencari anak anak.
Tetap saja tidak ada.
Di mana mana tidak ditemukan keberadaan mereka.
Seluruh tubuh Wendy sudah penuh dengan keringat, satu karena kepanasan, dan yang kedua karena ketakutan, dia merasa jika jiwanya saat ini sudah menghilang saja, anak anak, cepatlah muncul, jika mereka tidak muncul Wendy benar benar akan menggila.
Dia sudah mencari di seluruh ruangan, tetapi tidak menemukan apapun.
Wendy menuruni tangga dan berjalan keluar area sekolah, tidak jauh dari tempatnya berdiri dia melihat Michael yang baru saja kembali dari mencari mereka semua, tidak perlu bertanya, dengan melihat ekspresi di wajahnya dan tidak ada seorang pun yang bersamanya sudah jelas jika dia tidak berhasil menemukan anak anak.
“Michael , bagaimana ini?” Dalam hati Wendy dia sudah mengira jika anak anak menghilang, dan juga dia kembali teringat akan percakapan Michael dengan seseorang saat berada di ruang kerjanya, ini adalah hari ulang tahunnya, bagaimana mungkin bisa terjadi hal seperti ini?
Pada saat ini hatinya terasa seperti diremas remas.
Michael menguluarkan tangannya ke punggung Wendy, “jangan panik, aku akan menelepon dan memastikan semuanya, mungkin Agus minta supir untuk menjemput anak anak.”
Perkataan Michael kembali membuat harapan kembali muncul di dalam hati Wendy, saat Michael bertelepon, rasanya ingin sekali Wendy menempelkan telinganya di telepon itu.
Telepon terhubung, Michael berbalik badan dan melangkahkan kakinya di bawah pohon untuk berteduh, dia sedang mengatakan sesuatu dengan sangat lirih, bahkan saking lirihnya hingga membuat Wendy tidak bisa mendengar apa yang dia katakan, karena panik, Wendy akhirnya melangkahkan kakinya mendekat, tetapi Michael sudah mengakhiri panggilan telepon itu, ekspresi di wajahnya langsung berubah, dan sekarang terlihat begitu serius.
Dia berdiri di bawah pohon dan menatap Wendy dalam dalam, saat menatapnya sekitar lima detik, dia baru mengatakan, “anak anak dalam perjalanan.”
“Hah…” Wendy sedikit tidak mengerti akan maksud dari perkataan Michael , tetapi saat dia belum sempat bertanya, Michael sudah berbalik badan dan melangkahkan kakinya untuk pergi.
__ADS_1
“Wendy Zhong, aku benar benar tidak menyangka jika kamu adalah perempuan seperti itu.” Setelah mengatakan itu langkahnya sudah semakin menjauh darinya.
Memang dia perempuan yang seperti apa?
Wendy benar benar tidak mengerti akan maksud dari perkataan Michael .
Tetapi dia sudah pergi, rasanya seperti pergi begitu saja setelah mengomelinya.
“Michael…” Wendy berteriak, dia benar benar tidak tahan dengan perasaan tidak tahu apa apa seperti ini, rasanya benar benar sangat tidak nyaman.
Punggung Michael terus saja menjauh dari sekolah, bahkan dia tidak memalingkan kepalanya sedikit pun.
“Michael, Lexi dan Lexa dimana?” Jika dia bersikap seperti ini, Wendy benar benar akan menggila tidak ada kabar dari anak anak, apa yang harus dilakukan?
Tidak menggubrisnya, sampai sampai dia bahkan tidak memalingkan kepalanya untuk melihat Wendy.
Ada seorang guru yang berlari mendekat kepadanya, “mama Lexi, aku adalah guru dari Lexi dan Lexa, masih mencari anak anak?”
“Iya, mereka dimana?” Melihat sepertinya guru ini mengetahui akan keberadaan anak anak, tatapannya dari Michael Ling langsung teralihkan.
“Sudah dijemput oleh perempuan yang bernama Meilisa, aku bahkan sengaja menanyakan namanya, dia mengatakan seperti itu kepadaku, dia memiliki tanda pengenal untuk menjemput anak anak, dan dia mengatakan jika mama Lexi dan Lexa lah yang memintanya untuk menjemput mereka.”
Seketika hatinya seperti disobek sobek, Mei, kenapa bisa dia?
Kalau begitu, apakah Michael mengetahui jika Mei menjemput anak anak?
Kapan dia meminta Mei untuk menjemput anak anak?
Tidak, tidak mungkin.
Tapi tanda pengenal untuk menjemput anak anak, dimana Mei mendapatkannya?
Kenapa perempuan itu bisa selicik itu, Wendy selalu saja memperlakukannya dengan baik, tapi dia kali ini malah mengacau.
Dia mengambil teleponnya dan menghubungi Mei, setelah berdering, Meilisa langsung berkata, “Wendy Zhong, aku selalu menunggu telepon darimu, Lexi dan Lexa sangat merindukanmu, kapan kamu akan menjemput mereka?”
“Kamu, apa katamu?” Wendy sedikit tidak mengerti akan maksud dari perkataan Mei.
“Bukankah kamu yang memintaku menjemput anak anak, begitu mengingat kamu memiliki hal penting, jadi begitu mendapat pesan aku langsung menggantikanmu menjemput mereka, tadi Lexa dan Lexi mencarimu, mereka masih sangat kesal, Wendy, apa sekarang kamu memiliki waktu untuk menjemput mereka?”
Wendy Zhong masih tidak mengerti, kapan dia meminta Mei menjemput Lexi dan Lexa, tidak, dia tidak pernah mengatakannya, “Mei, sekarang kamu dimana?”
“Di jalan Jinshang.”
“Baiklah, hentikan mobilmu di tepi jalan, aku akan segera sampai.” jalan Jinshang tidaklah jauh dari sini, bisa diketahui jika Mei juga baru saja datang menjemput anak anak.
__ADS_1
“Baiklah, cepatlah datang, jika tidak anak anak akan rewel.” Suaranya penuh kasih aku ng, sepertinya Mei sangat menyukai Lexi dan Lexa, setelah mendengar perkataannya, sepertinya Mei tidak melakukan hal yang tidak baik kepada anak anak.
Mendengar itu Wendy semakin dibuat tidak mengerti, “baiklah, aku akan segera sampai.” Rasanya Wendy ingin sekali mengepakkan aku pnya untuk segera sampai kesana, dia benar benar sangat merindukan anak anak, bahkan saat tidak mendengar kabar dari anak anak, hatinya sudah hancur lebur, dan pada saat ini dia kembali mendengar kabar anak anak.