
Hello! Im an artic!
“Nyonya, ini bukunya.” Bibi Zhang memberikan buku yang di inginkan sebelumnya.
Hello! Im an artic!
Wendy menerimanya, dan tatapannya terjatuh pada buku itu, dia melakukannya dengan sangat natural agar tidak membuat Bibi Zhang mengira jika dia sengaja menundukkan kepalanya, “Bibi Zhang , terima kasih.”
“Tidak perlu berterimakasih, aku akan pergi mencuci piring.”
Bibi Zhang sudah pergi, dan Wendy membaca buku ini untuk menghilangkan kebosanan yang dia rasakan, ini pertama kalinya dia merasa sesedih ini, ini adalah buku yang sangat bagus, asalkan mempelajarinya dengan sungguh sungguh, maka apa yang ada di dalamnya akan cepat dipelajari, jika tidak membiarkannya keluar maka Wendy akan belajar mengemudi.
Wendy mengingat semua ajaran yang ada di dalam buku itu, dan juga mengenai apa yang harus diperhatikan saat mengemudi, tunggu dulu, ternyata banyak sekali.
Hello! Im an artic!
Tetapi karena Wendy bersungguh-sungguh, siang itu dia melihat setengah dari isi buku di depannya, dan dia juga sudah mengingat materi yang disampaikan di dalamnya.
Hal itu bahkan sampai membuatnya melupakan makanan, sarapan, makan siang, bahkan dia melupakannya, dia membaca buku sama seperti sedang memberikan asupan makanan ke dalam tubuhnya saja.
Tetapi perutnya masih tidak bisa diajak berkompromi, saat sore, perutnya sudah berbunyi.
Bibi Zhang benar benar sangat patuh, dia mengira jika Wendy tertidur jadi tidak membangunkannya.
Wendy merasa lapar, dia mengenakan topi dan berjalan keluar, saat melihat Bibi Zhang sedang berada di ruang tamu merangkai bunga, dia mengatakan, Bibi Zhang , aku lapar, aku ingin makan mie. Makan mie adalah yang paling tidak merepotkan, hanya perlu merebus air dan memasukan mie ke dalamnya, tambahkan telur dan juga daun bawang saja sudah cukup, sangat cepat, jadi tidak perlu merepotkan orang lain.
“Baiklah, aku akan membuatkannya.” Bibi Zhang pergi ke dapur, “Aku pikir nyonya masih tidur jadi tidak membangunkanmu.”
“Iya, aku tidur dan baru bangun, aku membaca buku yang kamu berikan kepadaku, dan tidak disadari aku malah tertidur.” Wendy mengatakannya dengan tersenyum, dan dia sudah duduk di depan meja makan menunggu mie yang datang.
Ada beberapa hal yang jika dipikirkan terus menerus juga tidak ada gunanya, dalam beberapa hari ini dia memikirkannya hingga kepalanya mau pecah saja, tetapi jika memikirkannya saja maka selamanya tidak akan membuktikan kebenaran dan kepalsuannya.
Mienya sudah datang, Bibi Zhang ternyata menambahkan sebuah telur di dalamnya, “Makanlah selagi hangat, tidak tahu apakah nyonya menyukainya atau tidak.”
“Enak.” Wendy memasukkan mie ke dalam mulutnya, rasanya benar benar sangat halus, tetapi hatinya terasa masam, jika ibunya masih hidup dan tidak terjun dari atas gedung, apa saat perasaannya sedang tidak baik dia akan merebuskan mie untuknya?
Hanya saja sosok perempuan yang ada dalam benaknya sudah perlahan menghilang, waktu itu Wendy masih begitu kecil, jadi banyak hal yang sudah tidak bisa dia ingat lagi.
Dengan cepat mie yang ada di dalam mangkuk sudah tandas, semangatnya juga sudah kembali, “Bibi Zhang , aku akan pergi berjalan jalan di luar.”
“Nyonya, dua hari ini keamanan di luar sangat tidak baik, lebih baik nyonya tidak usah pergi keluar.” Bibi Zhang berusaha untuk membujuknya perlahan, dia tidak menjelaskan alasan yang lainnya, Bibi Zhang benar benar orang yang sangat baik.
Wendy tersenyum, “Tidak apa, aku hanya berjalan jalan di taman saja, aku tidak akan pergi keluar.”
“Baiklah, pergilah, jangan lupa untuk segera kembali, berjemurlah sebentar, jika selalu berada di dalam ruangan juga tidak baik.”
Sebenarnya Wendy juga tidak ingin melakukannya, tetapi ini adalah perintah dari Michael Ling si kejam itu, dia bahkan sekarang tidak bisa keluar dari dalam rumah, jika pengawal di depan rumah melihatnya, entah siang hari atau malam hari mereka selalu saja memperhatikannya, kali ini juga, ada sebuah pengawal yang berada di dekat ruang tamu, dia bahkan berpura-pura sedang melihat ikan, tetapi tatapan kedua matanya tertuju pada sosok Wendy.
Setelah meletakkan sumpit di tangannya, Wendy berjalan ke pintu kaca di depan ruang tamu, pengawal itu terlihat masih memperhatikan ikan di depannya, bahkan entah kenapa timbul perasaan dalam benak Wendy jika ikan ikan itu bahkan jauh lebih bebas dibandingkan dengannya, nyaman sekali bisa berada di dalam air.
__ADS_1
Mungkin karena saat ini adalah siang hari, jadi pengawal hanya membiarkannya membuka pintu dan berjalan ke area taman, dan berjalan di bebatuan, berjalan di atas bebatuan tanpa mengenakan alas kaki benar benar sangat nyaman, bahkan bisa melancarkan peredaran darah, menginjaknya perlahan dan menikmati paparan sinar matahari, pepohonan yang berada di taman juga menyebarkan udara yang sangat segar, banyak sekali jenis bunga garbera yang ditanam di dalam taman, bunga ini sepertinya adalah bunga milik Michael Ling, yang melambangkan cintanya.
Mini cooper yang sudah menjadi miliknya juga terpapar sinar matahari begitu saja, dia tidak tahu siapa yang membawanya kembali dari perusahaan, Wendy menekan kunci yang diberikan Michael Ling kepadanya, dalam sekali tekan, pintu mobil sudah terbuka.
Wendy masuk dan duduk di dalamnya, benar benar sangat panas, panasnya bahkan sampai membuatnya sesak nafas, mobil baru ternyata malah di panas panaskan seperti ini, rasanya sedikit…
Ingin belajar mengemudi, mungkin hanya dengan belajar mengemudi bisa membuat Wendy merasakan kebebasan, dalam hatinya sudah ada begitu banyak pemikiran, entah bagaimanapun juga dia harus belajar mengemudi, dan sisanya akan dipikirkan lagi setelah itu.
Tidak memperdulikan panasnya cuaca saat ini, dia kembali teringat akan buku yang sudah dia baca, hal itu membuat Wendy sudah akan menyalakan mesin mobil.
Tetapi dia baru membaca setengah dari isi buku itu.
Dia tidak boleh tidak mempedulikan keselamatannya seperti ini.
Jika saat ini ada sosok Marcell Bai, pasti dia sudah mengajarinya.
Wendy memperhatikan setiap apa yang ada di dalam mobil, setelah memahaminya dia baru kembali ke kamar, membaca buku yang belum sempat dia rampungkan sebelumnya, ternyata semua itu sangat berguna.
Jika dia sedang fokus mempelajari sesuatu maka dia akan mencurahkan seluruh pemikirannya ke dalam hal itu, hal itu membuat waktu berlalu dengan cepat tanpa dia sadari.
Saat hari sudah hampir gelap, dia masih berdiri di depan pintu gerbang, saat menghitung waktu, ternyata anak anak sudah akan segera kembali, hal itu membuatnya merasa sedikit aneh, dalam beberapa tahun ini, beberapa hari ini adalah waktu tersenggang yang pernah dia miliki, tetapi malah membuatnya melaluinya dengan sangat susah payah.
“Tin tin…” Terdengar suara klakson mobil, anak anaknya sudah kembali.
Pintu mobil terbuka, dan dia melihat kedua sosok mungil keaku ngannya berlari mendekat, ternyata belum mereka mencium Wendy, mereka menyadari jika ada sesuatu yang tidak benar, “Mami, kenapa mami memakai topi? Apa mami tidak panas?”
Wendy hanya tersenyum, dia tahu jelas jika dia tidak bisa menyembunyikan hal ini kepada anak anak, “Mami hanya tidak ingin membuat kalian khawatir.”
“Saat pergi ke kamar mandi, mami tidak sengaja melukai kening mami, khawatir kalau kalian akan cemas saat melihat ini, jadi mami mengenakan topi untuk menutupinya.” Wendy perlahan menjelaskan asal muasal luka di keningnya, tetapi hal itu masih membuat anak anak khawatir.
“Mami, biarkan kita melihatnya, ya?”
“Sudah mami plester, tidak apa apa, yang penting tidak terkena air saja, rasanya sangat tidak enak dilihat, jadi mami memutuskan untuk mengenakan topi ini.”
“Mami pemalu sekali, jelas jelas mami sama, tapi mami, kenapa Ayah masih belum kembali?”
“Dia sangat sibuk dan harus pergi dinas keluar.” Wendy tidak bisa berkata jujur, tidak mungkin kan jika dia mengatakan jika ayah mereka sedang menemani perempuan tercintanya.
Setelah mengatakan itu, mereka masuk ke dalam rumah, ruangan begitu sejuk, tetapi entah kenapa semakin lama semakin tidak menyukai rumah ini.
Pada malam itu, dia selalu menemani anak anak hingga dirinya sendiri tertidur, dalam hatinya dia sudah memiliki pemikiran untuk meninggalkan rumah ini, dia benar benar sudah tidak tahan lagi dan ingin segera pergi.
Tetapi hal itu tidak akan mudah saat ada begitu banyak pengawal yang menjaganya.
Dia menatap buku, kemudian menatap mobil miliknya, tetapi dia tidak pernah mengendarai mobil sebelumnya.
Dalam beberapa hari ini, dia sudah membaca dan mengingat dalam dalam semua ajaran di dalam buku.
Michael Ling tidak pernah kembali dalam beberapa hari ini, rasanya dia seperti menghilang ditelan bumi, tetapi dia selalu pergi ke kantor setiap hari, saat siang, dia masih melakukan pekerjaannya seperti biasa, saat malam, siapa pun tidak mengetahui kemana dia pergi, dia selalu memiliki cara untuk menghindari para wartawan, dia memiliki rencana yang matang dalam benaknya, orang ini benar benar tidak pernah merasakan sesuatu tidak berjalan sesuai dengan kehendaknya.
__ADS_1
Tetapi akhirnya Wendy sudah tidak tahan lagi.
Dia mengeluarkan telepon miliknya, kemudian menekan nomor telepon Mei.
“Wendy, apa ini kamu?”
“Iya, Mei, bagaimana keadaan kakakmu? Apa kandungannya bisa diselamatkan?”
“Kandungannya bisa diselamatkan, seharusnya tidak ada masalah lagi, hanya saja harus tetap berada di rumah sakit untuk menjaga kondisi kandungannya, Michael Ling mengatakan jika bagaimanapun juga dia tidak akan membiarkan kakak keluar dari rumah sakit.”
Tatapan kedua mata Wendy bergerak, tidak tahu apakah dia harus menanyakannya atau tidak, tetapi dia memutuskan untuk menanyakannya, “Apa Kevin tidak muncul?”
“Haha, Wendy, kamu juga mengkhawatirkan kakak iparku?”
“Mei, jangan salah paham, aku hanya merasa aneh saja kenapa dia membiarkan Michael Ling untuk menemani Maria di rumah sakit?”
“Kamu tidak pernah mengerti, aku selalu memiliki caranya sendiri, pada awalnya aku berfikir jika kamu masih bisa mengendalikan hatinya, tetapi tidak disangka dalam beberapa hari ini dia malah kembali ke sosok kakakku, Wendy, kamu harus lebih bersemangat lagi.” Mengatakannya dengan sangat enteng, rasanya seperti sedang menyemangatinya saja.
Saat mendengar perkataannya ini, rasanya seperti Mei bersungguh-sungguh ingin agar Wendy dan Michael bisa bersama kembali, jadi dia sedang diam diam membantunya kan, saat mendengar perkataan Mei tentang Michael Ling, Wendy akhirnya mengerti, sebenarnya Mei juga menyukai Michael Ling.
Pasti!
“Wendy, sebenarnya tujuan aku membantumu adalah agar membuat kakakku dan juga Michael Ling terlepas dari lautan penderitaan, mereka tidak boleh terus seperti ini, kenyataan seperti ini terlalu pahit untuk mereka berdua, kakak iparku bahkan tidak memperlakukan kakakku dengan baik, bahkan mereka seperti seorang musuh saja, tetapi jika terus seperti ini juga bukan merupakan cara yang baik, kakak tidak bisa bercerai, tetapi bukan berarti jika dia tidak bisa terus seperti ini, bukankah jika seperti itu tidak akan mendapatkan kebahagiaan selama hidupnya.”
Wendy mengerti Mei melakukan ini demi kebahagiaan Maria, jadi dia berharap agar Michael bisa berada disamping Wendy, dan membuat Michael putus hubungan dengan Maria, saat memikirkan hal ini, Wendy merasa jika masalah sebelumnya bukan Mei lah yang melakukannya, bagaimana mungkin Mei membuat Michael Ling membencinya?
Tetapi mengenai orang itu, Wendy benar benar tidak memiliki kecurigaan akan siapa pun.
“Mei, terima kasih karena kamu memberitahukan kepadaku, jika anaknya tidak apa apa aku juga sangat lega, dengan begitu aku bisa tenang.” Wendy mengatakan itu dengan sangat tulus, saat mengetahui anak Maria baik baik saja, maka malam ini dia bisa tidur dengan nyenyak.
Dia sedang merencanakan segalanya, meninggalkan tempat ini, harus meninggalkan tempat ini.
Wendy sudah membolak-balikkan tubuhnya, tetapi masih saja tidak bisa tertidur, tetapi hal itu tidak membuatnya menyerah, dia memaksakan diri untuk tertidur, mungkin aura dingin dalam diri Michael Ling sudah tenang dalam beberapa hari terakhir, dia kembali menghubungi Michael Ling, satu kali, masih tidak diangkat.
Wendy masih terus saja menghubunginya, saat dia akan menyerah, dan ragu apakah harus mengakhiri panggilan telepon atau tidak, tetapi dia masih saja melakukannya dan menghubunginya.
Setiap telepon mengatakan: nomor yang anda tuju tidak dapat menerima panggilan telepon, silahkan coba beberapa saat lagi.
Mendengar itu Wendy benar benar menghubunginya sekali lagi.
Saat sudah panggilan yang keberapa kali, orang yang mendengar deringan telepon itu menjadi sedikit kesal, akhirnya telepon diangkat, belum sempat Wendy mengatakan sesuatu, sudah terdengar suara perempuan dari dalam telepon, “halo, Michael Ling sedang pergi, sebenarnya aku tidak boleh mengangkat teleponnya seperti ini, tetapi kamu selalu menelepon, aku… maaf, tolong katakan ini dengan siapa, dan aku akan meminta Michael Ling untuk menelponmu kembali, ya?”
“Maria, ini aku.” Saat mendengar suara Maria yang terdengar begitu lemah, masih seperti dulu, suara itu bisa membuatnya tenang.
“Wendy, ternyata itu kamu, hehe, nanti setelah Michael Ling kembali aku akan memintanya menelponmu kembali, tenang saja.”
“Baik, terima kasih.”
“Kalau begitu aku…” Maria mungkin sudah akan mengakhiri panggilan telepon.
__ADS_1
“Ah… tunggu.”