DIREKTUR, AKU JUGA MENCINTAIMU

DIREKTUR, AKU JUGA MENCINTAIMU
Bab 109 Kenapa Tidak Menginginkannya


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Hanya sebuah kado ulang tahun saja, aku berharap kamu bisa menerimanya.” Setelah itu dia menyandarkan punggungnya ke kursi, menatapnya dengan penuh kebingungan, semakin lama dia semakin tidak memahami sosok perempuan ini, pemikiran yang dia miliki benar benar sangat berbeda, berbeda dengan semua perempuan perempuan lainnya, jika perempuan lainnya, mereka pasti akan memberi kode kepadanya saat menginginkan sesuatu.


Tapi perempuan ini benar benar sangat berbeda.


Hello! Im an artic!


“Terimakasih, aku menerima kebaikanmu, tapi mobil saja sudah cukup bagiku.” Dan juga, mawar mawar biru itu adalah salah satu dari apa yang dia hayalkan sebelumnya, semuanya sangat indah, dia sangat bahagia, bersyukur, ini adalah jalan hidup sederhana yang dia inginkan.


“Baiklah, tanda tangani saham yang milik anak anak.” Michael Ling tidak ingin memaksanya, jika hadiah ini dia tidak menginginkannya, maka ini adalah masalahnya.


Tangan Wendy Zhong yang menggenggam bolpoin terasa sangat berat, tapi dia masih saja menandatangani bagian dari anak anak, dia juga salah satu wali dari anak anak, ini adalah hak yang masih Michael Ling berikan kepadanya, meskipun anak anak memiliki marga Ling, tapi dia adalah ibu kandung anak anak.


Satu pihak lainnya sudah ditandatangani oleh Michael Ling, dokumen ini memang pada awalnya sudah dia siapkan, dan dia sudah menandatanganinya sejak awal, jadi hanya tinggal menunggu tanda tangan dari Wendy Zhong saja.


Hello! Im an artic!


Setelah menandatanganinya, Wendy Zhong langsung beranjak, “Terimakasih Pengacara Zhang.”


“Tidak apa, dokumen ini akan segera disahkan, dan saat itu aku sendiri yang akan mengirimkannya kepada nyonya, nyonya, apa bisa memberiku kontak nyonya yang bisa dihubungi?”


Wendy Zhong tersenyum, “Hubungi Michael saja.”


“Baiklah, kalau begitu aku tidak akan mengganggu waktu kalian lagi, sampai jumpa lain hari.” Pengacara Zhang meninggalkan ruangan, dan membiarkan sisanya diselesaikan oleh Michael Ling.


Michael Ling mengulurkan tangannya, menariknya untuk mendekat ke dalam pelukannya, “katakan, kamu ingin ke mana?” Tangannya sudah terjatuh di kepalanya, dan jari-jarinya mulai memainkan rambut Wendy Zhong, rasa lembut yang dia rasakan membuatnya tidak ingin melepaskan tangannya, rasanya dia sudah sangat lama tidak memanjakan perempuan seperti ini.


Setelah itu Wendy Zhong baru tersadar tujuan Michael Ling datang membawanya ke perusahaan, ternyata dia ingin memindahkan kepemilikan saham yang dia miliki kepada Lexi dan juga Lexa, “Michael Ling, aku tidak ingin pergi kemana-mana, aku hanya ingin pergi ke ruang istirahat di dalam kantor dan tidur sebentar, aku sangat ngantuk.” Dia bahkan sudah menguap, kemarin malam tidur sangat larut, jadi membuatnya tidak tidur nyenyak, saat Michael membawanya kembali, dia sudah berencana untuk tidur di ruang istirahat dalam kantor.


“Wendy Zhong, kamu hanya ingin seperti itu?” Michael Ling mengerutkan keningnya, dia bertanya karena tidak habis pikir.


“Iya, sekarang aku hanya ingin tidur.”


“Baiklah, kita pergi setelah kamu bangun nanti.” Setelah mengatakan itu dia langsung beranjak, kemudian meraih tangan Wendy untuk berjalan ke ruangannya, langkah mereka disambut oleh lautan mawar biru, benar benar sangat indah, tangan Michael Ling mengambil satu mawar dan memberikannya kepada Wendy Zhong, “ini untukmu, apa kamu menyukainya?”


Dia benar benar berubah, berubah hingga membuat Wendy Zhong tidak bisa menerimanya dengan cepat, dia hanya menatap bunga di depannya, bahkan jika itu hanya satu tangkai dari lautan bunga di depannya, tetapi benar benar sangat Indah, dia hanya menatapnya, dan tenggelam dalam keindahannya, bahkan sampai lupa untuk menerima bunga yang diberikan kepadanya.


Tangan Michael Ling sudah terasa kaku, setelah itu dia tersenyum tipis, kemudian menyelipkan bunga itu ke telinga Wendy Zhong, “Cantik sekali, ayo, aku akan membawamu tidur.” Suaranya tidak keras dan juga tidak lirih, tetapi saat Wendy Zhong mengikuti langkah kakinya keluar dari ruang tamu, dia percaya jika sekretaris di luar pasti mendengar perkataan mereka, “tidur”, kata itu benar benar sangat mudah membuat orang yang mendengarnya memiliki pemikiran macam-macam.


Wendy hanya menundukkan kepalanya menatap heels yang dia kenakan sambil melangkahkan kakinya ke ruangan Michael Ling, sepertinya ruangan ini sudah tidak ada ruang kosong lagi, bisa dilihat berapa banyak pekerjaan yang menumpuk hari ini, tetapi meskipun begitu Michael Ling masih mengatakan jika ingin melalui hari ini hanya bersama Wendy Zhong saja.


Hari ini perasaannya benar benar sangat baik, hari ini adalah hari ulang tahunnya, dia tidak memikirkan sesuatu yang begitu membahagiakan atau apa, saat didorong masuk ke dalam ruangan oleh Michael Ling, dia berbaring dan langsung tertidur dengan menghirup aroma harum dari bunga yang tertata rapi, dan tangannya memeluk bantal guling yang berada di atas kasur, dia tidak memikirkan apapun lagi, dia hanya ingin melanjutkan mimpi ini lebih lama lagi, atau mungkin dia bahkan tidak ingin terbangun lagi.


Tetapi entah seberapa bagus mimpi yang dia alami, dia pasti akan terbangun.

__ADS_1


“Wendy Zhong, cepat bangun.” Tubuhnya di goyang-goyangkan oleh Michael Ling, yang mencoba untuk membangunkannya.


Dia yang dibangunkan seperti itu hanya meluruskan punggungnya, menikmati nyaman dan lembutnya ranjang yang dia tiduri, “Biarkan aku tidur sebentar lagi.”


“Ini sudah hampir sore, aku akan membawamu pergi makan ke restoran Jepang.”


“Tidak mau, aku tidak ingin makan ikan mentah.” Wendy Zhong menutup kedua matanya, dia masih ingin tidur sebentar lagi, “Aku makan mie saja.”


“Baiklah, bagaimanapun juga, kamu sedang berulang tahun, tentu saja harus makan mie, tetapi kamu harus cepat bangun sekarang.” Setelah mengatakan itu dia meletakkan kedua tangannya di pinggang Wendy Zhong, saat tangannya baru menyentuh sebentar, Wendy Zhong langsung terbangun, dan menghindar ke sisi lain ranjang yang dia tiduri, dia hanya ingin menjaga jarak dari Michael Ling, “Jangan menggelitikiku.” Wendy Zhong menjadi sangat waspada pada saat ini, dia benar benar tidak tahan di gelitiki, dan sekarang mereka berada di ruangannya, jika sampai terdengar suara tawa dari dalam, maka mereka pasti akan berfikir macam-macam.


Michael Ling mengulurkan tangannya, dan menariknya secara tiba tiba agar beranjak, kedua kakinya sudah bersentuhan dengan lantai, dan hal itu membuatnya sedikit gemetaran, “dingin sekali.” Entah di mana, begitu masuk ke dalam ruangan, entah ruangan itu dingin atau tidak, dia tidak menggunakan alas kaki, dan hal itu membuatnya terasa nyaman.


“Pakailah sepatumu.”


Wendy Zhong yang sangat jarang melihat Michael Ling memanjakannya, dia langsung seperti melompat lompat, kemudian kedua tangannya sudah merangkul lehernya, “Aku ingin kamu menggendongku keluar.”


“Baiklah, aku akan menggendongmu ke parkiran, sekarang juga.”


Mendengar itu Wendy Zhong langsung beranjak dari tubuhnya, pakaian yang dia kenakan saat ini benar benar sangat berantakan, bahkan rambutnya juga acak-acakan, kemudian dia mendorong Michael Ling keluar, “biarkan aku mencuci muka sebentar dan merapikan rambutku.”


“Berapa lama?”


“3 menit.”


“Baiklah, kamu yang mengatakannya sendiri.” Michael Ling berbalik badan dan bersiap untuk pergi, “jika sampai melebihi 3 menit, maka nanti malam kamu harus membantuku mandi.”


Saat dia berjalan keluar dengan kondisi yang sangat fresh, Michael Ling sudah berdiri di depan pintu, kemeja putih dan celana panjang yang dia kenakan membuat tubuhnya terlihat sangat proporsional, saat melihat Wendy Zhong keluar, dia mengangkat tangannya dan melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, 2 menit setengah, Wendy Zhong benar benar sosok perempuan yang sangat berbeda dari perempuan yang lainnya, kenapa sebelumnya dia tidak menyadari akan hal ini sedikit pun?


Benar juga, sebelumnya dia tidak pernah memperhatikan setiap pergerakan Wendy Zhong sedikit pun.


Selain Maria, hubungannya dengan perempuan lain hanyalah sebuah mainan saja baginya.


Tangannya sudah meraih pinggang Wendy, berjalan keluar ruangan dengan memeluknya, saat pintu terbuka, tindakannya ini langsung menarik perhatian dari sekretarisnya, saat melihat Michael Ling keluar, mereka mengatakan, presdir, apa dokumen Zordan sudah ditandatangani?”


“Belum, hubungi Manager Zhang dari perusahaan Zordan , katakan kepadanya jika besok sebelum pukul 10 aku akan memberikan jawaban kepadanya.”


“Tapi presdir…”


“Sudah begitu saja, aku akan pergi keluar, jika ada apa apa katakan setelah aku kembali nanti.”


Rasanya belum pernah sekalipun presdir berbuat hal seenaknya seperti ini, hal itu membuat Wendy Zhong menghentikan langkah kakinya, “Michael, lebih baik kamu menandatangani dokumen itu terlebih dahulu, ya?”


“Tidak.” Genggaman di pinggang Wendy Zhong semakin terasa kencang, hal itu membuatnya hanya bisa mengikuti langkahnya keluar.


“Michael, jika kamu seperti ini maka kamu hanya akan membuat aku tidak selera makan.”

__ADS_1


“Tidak akan.”


“Tentu saja bisa, jika kamu seperti ini maka aku tidak akan pergi.” Wendy Zhong memberontak, dia menepis begitu saja tangan Michael Ling dipinggangnya, dia melangkahkan kakinya berbalik ke ruangannya, “aku tidak ingin kamu membuat rekan bisnismu tidak senang hanya karena aku.”


“Wendy, dalam satu tahun kamu hanya berulang tahun satu kali.” Michael Ling berteriak di belakang Wendy Zhong.


Tatapannya sangat tajam, Wendy tentu saja tahu jika dia sudah sangat lama tidak merayakan ulang tahun, “Sebenarnya, jika ada orang yang mengingat ulang tahunku saja aku sudah merasa sangat puas, aku juga sudah merasa sangat bahagia jika ada orang yang mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku, Michael, tandatangani saja dokumen itu, setelah itu kita pergi makan, jika tidak aku benar benar tidak bisa memakan makananku.” Wendy Zhong menunjukkan sikap yang sangat tegas, tatapan dari kedua matanya membuat Michael mengerutkan keningnya.


“Wendy, apa kamu tahu jika saat perempuan lain berulang tahun mereka akan menggunakan segala cara agar membuat aku tetap berada di samping mereka, hanya kamu saja, aku bahkan akan membawamu pergi makan, tetapi kamu bersikeras untuk tidak pergi.”


“Selesaikan dulu pekerjaanmu, baru kemudian kita pergi makan.” Dia juga tidak mengatakan tidak ingin pergi, dia hanya memiliki syarat saja, satu langkah demi langkah dia ayunkan kembali ke ruangan Michael Ling, hal itu membuat Michael Ling tidak bisa berbuat apa apa lagi.


“Baiklah.” Michael Ling hanya bisa menyetujuinya, jika tidak, melihat Wendy Zhong yang begitu bersikeras, takutnya hanya akan membuat suasana diantara keduanya tidak menyenangkan, hari ini adalah hari ulang tahunnya, sudahlah, biarkan saja dia melakukan apa yang dia inginkan, bagaimanapun juga Wendy Zhong melakukan itu juga untuk kebaikan Michael Ling.


Saat sekretaris perempuan yang melihatnya kembali, wajah mereka langsung menunjukkan senyuman, “Presdir, mau teh atau kopi?”


“Dua gelas kopi.”


“Baik.”


Nada bicaranya terdengar tidak mengenakkan, jelas sekali jika dia sedang marah kepada Wendy Zhong, Wendy Zhong mengikuti langkah kakinya di belakang, saat melihat Michael Ling berjalan masuk ke ruangannya, Wendy Zhong menghentikan langkah kakinya di ruangan sekretaris.


“Nyonya, sebenarnya presdir sangat jarang keluar saat jam kerja, ini demi nyonya, karena nyonya sangat spesial.”


Sangat jarang? Maka itu menandakan jika dia pernah pergi keluar di waktu jam kerja.


Mengenai hal ini Wendy Zhong tahu dengan jelas.


Saat menatap sekretaris yang membuat kopinya dengan terampil, Wendy Zhong mengatakan, ” Meilisa juga sangat spesial kan.”


“Dia? Dia tidak ada apa apanya jika dibandingkan…” Sekretaris itu tidak melanjutkan perkataannya, tetapi saat mengatakan itu dia merasa jika ada sesuatu yang tidak benar, jadi kata Maria tidak dia katakan.


Wendy Zhong tersenyum tipis, mengatakan, “nona Maria adalah masa lalu, Michael menjaganya dengan baik juga hanya karena dia adalah istri dari adiknya saja, tidak ada alasan lain.”


“Ah benar, ia memang benar, perkataan nyonya sangatlah tepat.” Suara sekretaris perempuan itu langsung berubah, bahkan terdengar sedikit gemetaran, membuat Wendy Zhong tidak bisa menahan senyumnya, sebenarnya dia sudah mengetahui segalanya.


Ternyata di mata sekretaris Michael Ling saja, sosok Maria benar benar sangat penting di mata Michael Ling.


Mengenai Meilisa, dia bukanlah apa apa.


Sudahlah, lebih baik tidak usah memikirkan hal macam-macam.


Saat melihat sekretaris yang sedang menyeduh kopi, Wendy Zhong mengatakan, “berikan saja kepadaku.”


“Hati hati panas.”

__ADS_1


“Terimakasih sudah mengingatkan.” Wendy Zhong menerima nampan dan melangkahkan kakinya menuju ke ruangan Michael Ling, setelah itu sekretaris berkata penuh kekaguman, “nyonya, presdir selalu memperlakukan nyonya dengan sangat istimewa, sebelumnya belum pernah memesan mawar biru, dan dalam sekali pesan bahkan sampai sebanyak itu.


Tanpa memalingkan kepalanya, Wendy Zhong hanya tersenyum , mengatakan, “aku tau.”


__ADS_2