
Hello! Im an artic!
Dia berubah seakan ia tidak lagi mengenalnya, tapi, semenjak dia masuk ke kedai ini, dari dua mangkok mie yang berada di hadapan keduanya, dari dimana ia mengambil uang kembalian kedai, semua ini seketika membuat jarak antara mereka berbuah.
Berbuah, sebegitu dekatnya.
Hello! Im an artic!
Tapi hati, masih begitu jauh, yang dia cintai, masih Wenda bukanlah dirinya.
Keluar dari kedai makan, kepalanya menunduk, jujur saja, statusnya sekarang membuatnya tidak bebas, Michael Ling, tidak ada yang lebih menyusahkan darinya.
“Mami, cepat naik mobil.” Pada saat ia sedikit membangkang dan tidak ingin naik ke mobil Michael Ling, terdengar suara Lexa dari mobil MBW itu, membuatnya menegakan kepala.
“Lexi, Lexa kalian kenapa datang?”
Hello! Im an artic!
Terkejut melangkah menuju anak-anak, tapi raut wajahnya berubah lagi, duduk di dalam mobil, “Lexi dan Lexa, Ayah setuju kalian pergi?”
“iya, daddy menyuruh orang menjemput kami.”
“jemput dimana?” melupakan keberadaan Michael Ling, Wendy sekarang hanya bertanya pada anak-anak.
Michael Ling juga tidak bersuara, melambaikan tangan pada sopir, meninggalkan kedai itu.
“Rumah nenek lah, mami, kami tidak suka tante Henna Bai, jadi om ketika om Agus datang kami langsung ikut dengannya.”
“Lexa, aku bertanya apa ayah sudah setuju?”
“Ini… sepertinya sudah setuju.”
“Apa maksud sepertinya, katakan yang jelas.” Omongan anak-anak membuat Wendy bingung.
“Ayah sebelumnya tidak setuju, namun setelah itu om Agus memberikanya selembar kertas, diapun membiarkan kami ikut dengan om Agus.” Lexi menjawab pertanyaan Wendy dengan serius.
“Michael Ling, apa yang kamu tulis kepada Marcell Bai?”
“Bukan apa-apa.” Bibirnya terangkat tersenyum, Michael Ling terlihat penuh rahasia.
Aneh kalau dia percaya, “Sekarang juga aku akan menelfon Marcell.” Berkata sambil mengambil ponsel.
“Wendy, anak-anak disini, kalu kamu tidak takut dia susah, telfon saja.”
Ponsel yang sudah terangkat karena ucapan Michael Ling perlahan di taruh lagi, Wendy sudah tahu, kertas itu berisi sesuatu yang menyusahkan Marcell Bai, maka dari itu dia sangat terpaksa menyerahkan Lexi dan Lexa pada agus, memikirnya, hatinya begitu sakit, terhadap Marcell Bai, apa yang diperbuat Michael Ling sangatlah tidak adil, tapi dunia, memang penuh dengan ketidak adilan.
__ADS_1
Hening, Wendy tidak berusara, tapi melihat anak-anakpun tidak dapat membuatnya gembira, hatinya begitu berat, semua karena Marcell Bai.
Apa salah Marcell Bai?
“Mami, kamu kenapa? Tidak senang kah? Mami, kamu kenapa bersama daddy lagi?” Lexi menggoyangkan lengannya, pertanyaan yang plaing sulit di jawab oleh Wendy, dan paling menyulitkannya.
Sebelumnya, dia masih berkata kepada anak-anak tidak ingin bersama Michael Ling, tapi sekarang, semua berubah, berubah sampai ia pun tidak bisa menerima kenyataan bahwa ia dan Michael Ling, membina hubungan baru.
“Mami, daddy bukkannya playboy? Mami kamu sudah memaafkannya?” bocah-bocah ini benar-benar ingat akan omongan Rendy, tidak lupa sedikitpun.
Di sampingnya, raut wajah Michael Ling berubah, “Lexi, siapa yang mengataan daddy playboy?”
“Daddy, aku adalah Lexa bukan Lexi, kamu jangan menyalahkan Lexi ya, aku Lexa Zhong yang mengatakannya.”
“Lexa, aku juga berkata demikian, ucapan pama Sha seharusnya tidak salah lagi, dia adalah teman kecil daddy.”
“Lexi…” Wendy tidak dapat berkata-kata, omongan Lexi ini membawa Rendy, omongan anak-anak memang seperti ini, hanya memedulikan awal tidak peduli akhir.
“Mami, kenapa?” mata Lexi berkedip, dia yang masih kecil belum mengerti apa yang terjadi pada orang dewasa.
Suara hela nafas, tidak bisa menyalahkan anak-anak, disana, Michael Ling sudah mengangkat ponselnya, sepertinya sedang mengirim pesan singkat, tidak usa di tebak lagi, orang idiot juga tau pesan itu dituju untuk siapa.
Rendy, sial sudah, Wendy memeluk Lexi, jangan menganggetkan anak-anak, “tidak apa, sini mami peluk.” Tapi, tunggu ia hanya berdua dengan Lexi, dia harus mendidik Lexi dengan benar, tidak boleh mengikuti omongan orang dewasa dan membawa-bawa nama mereka.
“Mami, apa benar aku bilang daddy playboy membuatnya tidak senang? ” Lexi sepertinya sedang menebak perubahan raut wajah dua orang dewasa ini.
“Bukan.”
“Kalau begitu…”
“Daddy hanya kesal dengan ucapan Paman Sha.”
“Oh.” Lexi mengerti seketika, jadi karena ini, anak kecil itu melompat dari pelukan Wendy, lalu berada di hadapan Rendy, Michael Ling mengirim pesan singkat dengan serius, tidak sadar dengan kehadiran Lexi dihadapannya, “Sengg”, Lexi sebentar saja merampas ponsel Michael Ling, “Daddy, kamu ngambekan.”
“ha…” tindakan Lexi ini membuat Michael Ling kaget, meneggakan kepala melihat Lexi, tersenyum terpaksa, “tidak, daddy tidak ngambek kok, kembalikan ponsel daddy.”
“Aku lihat kamu mengirim pesan singkat apa? Mata besar itu benar-benar melihatnya.
Michael ling tidak menganggap serius, anak yang baru berusia 5 tahun tahu apa. Belum tentu bisa membaca, Lexi dan Lexa walau tidak bisa menulis, tapi ingatan mereka sangat baik, mereka mengenal banyak huruf.
Lexi mulai membaca pesan tersebut : “Rendy, aku akan menelfon Lilia memberiitahunya masalahmu dan model itu…”
Selebihnya, Michael Ling belum selesai menulis.
Michael Ling satu tangan merampas kembali ponselnya “Lexi, anak kecil tidak boleh ikut campur masalah orang dewasa.”
__ADS_1
“Tapi, kalian orang dewasa yang membuatku ikut serta, Paman komandan yang bilang langsung padaku masalah kalian, sekarang, karena aku memberitahu apa yang dia bicarakan, kamu terhadap paman komandan…”
Raut wajah Michael Ling semakin berubah, secepatnya kembali normal, “Lexi, daddy becanda dengan Paman komandan.”
“Benarkah?”
“Benar sekali.” menjawab tanpa ragu, Michael Ling takut akan dua anak ini.
“Tapi aku tidak pecaya, bagaimana ini? Daddy, kamu ngambekan.”
Michaeal Ling sedikit lagi muntah darah, semua karena omong kosong Rendy, sekarang bahkan anak-anakpun menertawakannya, melirik Lexa sejenak, “tidaklah, aku dan paman komandanmu itu adalah teman dari kecil, sudah biasa bercanda, tidak ada serius.”
“Kalau begitu, kamu bukan playboy kan?” Lexi masih saja tidak percaya, melihat pandangannya ragu, “kamu meperlakui mami buruk, kamu tidak suka dengan mami, iya kan?”
Pertanyaan “Kan” yang beruntun, Michael Ling tidak tahu harus menjawab apa.
Dia tidak playboy, dia hanya menyukai satu wanita, yaitu Wenda, tapi, ia tidak tahu berapa banyak wanita yang ia miliki, pertanyaan ini sulit di jawab, kecuali dengan cara berbohong.
Dia terhadap Wendy Zhong baik atau tidak? Tidak bisa dikatakan baik tidak bisa juga dikatakan buruk, dia tidak menyukainya itu benar, tapi tidak tahu mengapa, ia suka saat bersama dengannya, ada rasa yang berbeda dengan wanita lain, perbedaan itu membuatnya menyukai kebersamaan itu.
“Daddy, kenapa tidak bersuara lagi? Bahkan Kamu tidak bisa menjawab pertanyaan? ” Lexa membantu Lexi, dua kakak beradik ini saling membantu satu sama lain, tidak membiarkan Michael Ling sama sekali.
Michael Ling tersadar ia hilang kendali menghadapi dua anak ini, tapi mereka terus-terusan bertanya.
Melihat Wendy, dia mengeraskan kepala dan berkata : “Aku tidak playboy.” Hatinya hanya ada seorang Wenda, ini tidak playboy, kalau wanita lain, mereka sendiri yang bersedia masuk ke kehidupannya, jadi, ini termasuk setia, “ada lagi, aku baik terhadap mami, aku membawanya makan mie barusan.” Tidak peduli pertanyaan selanjutnya, karena tidak ingin berkata jujur, takut dua anak ini sedih, anak-anak pasti berharap daddy menyukai maminya, tapi dia tidak, jadi lebih baik untuk tidak menjawab.
“Daddy, jadi sebenarnya kamu suka mami atau tidak?” tapi, Lexi dan Lexa belom lupa terhadap pertanyaan nya itu, bertanya sampai akhir, seakan harus tahu jawaban pasti.
“Lexi, daddy pasti menyukai mami, sudah jangan ribut lagi, mami pusing.” Karena kepanikan Michael Ling yang tidak tahu bagaimana menjawab pertanyaan dan tidak bisa juga berbohong, Wendy membantunya keluar dari situasi sulit ini.
Melihatnya sambil bereterima kasih, Wendy sekan tidak peduli, dan bertanya pada anak-anak : “ingin makan apa malam ini?”
“Mami bukannya kamu sudah makan mie? Kami juga sudah makan nasi, lauk di rumah Ayah sangat enak, nenek yang memasaknya.”
“tidak ada tante?”
“tidak, kakek Bai memberikan kami lauk, dia sangat menyukai kami.”
Marcell Bai menyuruh Henna Bai pergi, dia sanagt sayang pada Lexi dan Lexa, melihat luar jendela mobil, Wendy sangat kebingungan sekarang, jujur saja, dia tidak ingin tinggal di tempat Michael Ling, tapi tidak pergi, kepalsuannya akan terungkap dengan mudahnya, tapi…
“Michael, kemana kita sekarang?”
“Menurutmu ke villa atau apartmen, terserah padamu.” Michael Ling cukup royal, selama anak-anak tidak menyusahkannya lagi, kehadrian mereka berdua, membuatnya selalu berada dalam ketegangan.
Bicara tentang villa Wendy teringat akan kakek, ada rasa pilu, ingin pergi melihat kakek tapi belum juga kesampaian, sebelum kakek meninggal berkata tunggu dia sampai melahirkan anak-anak dan membawa mereka melihatnya, ia benar pernah membawanya, tapi, saat itu anak-anak tidak tahu itu adalah kakek buyut mereka, dia tidak pernah mengatakannya, setelah dipikir-pikir, “Michael, besok kita pergi melihat kakek.”
__ADS_1