
Hello! Im an artic!
“Jika mami tidak marah lagi, tentu saja mami juga tetapmasih menginginkan kita.”
Begitulah akhirnya kedua anak itu berdiskusi, menyuarakan pendapat mereka, dan berakhir dengan bersiap – siap pergi mencari daddy mereka.
Hello! Im an artic!
“Ckit…”
Suara pintu terbuka berkumandang, diikuti dengan suara derap langkah Wendy. Seketika itu juga, Lexi dan Lexa terdiam, keduanya segera kemudian menekan remot guna menghidupkan televisi, dan mengubahnya ke saluran anak – anak dengan terburu – buru.
“Lexa, ajak adikmu untuk menonton dijarak yang lebih jauh, atau tidak , mata kalian akan rabun dekat.”
Wendy menyusupkan kepalanya kedalam kamar, kemudian menyampaikan pesannya kepada dua kakak beradik, yang sedang menonton televisi itu, dan setelahnya, dia bergegas pergi ke dapur. Dirinya hendak menanak nasi, kemudian menemani kedua anaknya untuk makan bersama. Hari ini adalah hari yang sangat menyibukkansibuk dan melelahkan baginya, maka dari itu, dirinya sama sekali tidak merasakan adanya kejanggalan dan perubahan mimik wajah dari kedua kakak beradik yang berada didalam kamar itu.
Hello! Im an artic!
“Baiklah, mami.”
Lexa menyanggupi perintah ibunya dengan segera, tetapi atensi yang penuh ketegasan itu , dia alihkan pada wajah Lexi. Keduanya sudah memutuskan, mereka harus membawa pulang daddy mereka, dan merayakan tahun baru bersama, dengan empat anggota keluarga yang lengkap. Karena dengan begitu, tahun baru Imlek ini baru bisa dikatakan sebagai waktu berkumpulnya keluarga.
Hari ini tanggal 28, besok sudah tanggal 29, dan lusa sudah merupakan malam tahun baru. Jika mereka masih tidak bisa menemukan daddy mereka, tampaknya , mereka sungguh akan merayakan tahun baru tahun ini dengan penuh kesepian, hanya ditemani oleh mami mereka saja.
Mereka tidak mengerti tumpukkan masalah yang melanda maminya, mereka hanya merasa bahwa ibu mereka itu terlihat sedikit aneh, tidak memperbolehkan mereka untuk berhubungan dengan orang – orang yang dikenali mereka dulu, bahkan dengan ayah angkat mereka sendiri pun tidak boleh.
Padahal dulu, papa angkat sungguh sangat baik.
Tetapi, begitulah mami, mereka sungguh tidak mengerti dengan ibu mereka itu.
Tahun baru akan segera tibaSudah akan tahun baru, mereka sungguh rindu dengan orang – begitu banyak orang yang dikenali mereka dulu. Mereka ,me rindukan daddy, merindukan ayah angkat, merindukan nenek, tante Sunarti, Ibu Zhang, dan juga beberapa teman dan guru – guru di taman kanak – kanak mereka dulu.
Malam itu, anak – anak menjadi sangat pendiam. Sm, segera setelah makan, mereka pergi beberes dan tidur. Seperti biasanya, Wendy kembali membuka dan melihat – lihat internet satu jam lamanya, melihat – lihat pesanan online yang diterimanya. Mungkin karena harga yang ditetapkannya lebih murah, pengiriman yang cepat dan juga kualitas barang yang bagus, maka dari itu bisnis yang dijalankannya semakin lama semakin berkembang. Lihat saja rumah kecil ini, yang dipenuhi dengan berbagai jenis barang pesanan yang sudah siap dikirim ini. S, syukurlah benda yang dijualnya ini adalah pakaian, jika benda – benda ini adalah sesuatu yang memakan tempat, bukankah dia harus menyimpannya diluar rumah ?
Dibalik semua itu, yang paling disyukurinya adalah kebaikan pemilik rumah , yang sudah bersedia meminjamkannya ruangan kosong disebelah untuk digunakannya tanpa menerima sepeser uang pun, maka dari itu lah, dirinya berani menyimpan barang – barang dagangannya didalam sana.
Setelah menyiapkan berbagai hal yang harus dikerjakannya besok, barulah Wendy bergegas untuk tidur disisi anak perempuannya. Dia lantas meletakkan lengan tangannya dipinggang kedua anak perempuannya, karena setiap kali akan tidur, dia pasti akan melakukan posisi seperti ini. Hanya saja, ketika mereka terbangun dipagi hari, kasur besar mereka ini pasti akan menjadi berantakan dan tak berbentuk, karena dia juga tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri, ketika sudah tertidur.
Hari ke -29 tahun baru adalah hari yang sangat sibuk juga bagi Wendy, karena tahun baru Imlek sudah akan tiba, dan banyak sekali orang yang membeli barang secara online. Syukurlah Lexi dan Lexa sudah tumbuh semakin besar, jadi dirinya tidak perlu terlalu mengurusi mereka lagi, dia hanya perlu menyiapkan makanan untuk kedua anaknya itu.
Setelah menyelesaikan makan siang mereka, Lexi dan Lexa merengek untuk keluar dan bermain bersama Momo . T, tetapi Wendy, dirinya sama sekali tidak menolehkan kepalanya untuk melihat anak – anaknya, dia terus berkonsentrasi dengan memandangi laptopnya, menghitung puluhan barang dagangan yang harus dikirimnya hari ini. Dirinya masih harus memeriksa barang jualannya, membungkusnya, dan juga harus memanggil kurir pengiriman, dan oleh karena itu pula dia berkata maka dari itu dia berujar
“Pergilah, jangan bermain terlalu jauh, dan tidak boleh bermain diluar halaman rumah.”
“Baiklah, mami, kami pergi dulu ya.”
Lexi dan Lexa lantas pergi keluar bersama, tanpa menunjukkan gelagat aneh.
Wendy kembali meneruskan kesibukannya, sama sekali tidak memikirkan hal – hal lainnya.
Dimusim dingin seperti ini, sekujur tubuhnya malah dibanjiri oleh keringat.
Akhirnya, setelah mengirimkan semua paketan yang harus dikirimnya hari ini juga, barulah Wendy memiliki waktu luang untuk duduk dan bernafas lega didepan laptopnya. Ketika mendapati langit masih tampak terang, wanita itu lantas berpikiran untuk menyantap makanan yang tersisa tadi siang sebagai makan malam mereka. B, bagaimanapun juga, hari ini barulah malam ke 29, dan besok baru merupakan malam tahun baru. Dirinya sungguh tidak memiliki tenaga lagi untuk memasak makanan, dia sungguh merasa sangat lelah.sangat kelelahan.
Setelah menghela nafasnya dalam, wanita itu menyandarkan dirinya pada sandaran kursi kerjanya, tanpa ada niatan untuk bergerak sedikit pun. Tetapi, sebuah ikon aplikasiminiatur yang terdapat dilayar kanan bawah laptopnya terus saja berkedap kedip, membuat wanita itu menjulurkan tangannya, meraih dan membuka QQ dengan begitu malasnya.
__ADS_1
Setelah mengetahui orang yang menghubunginya adalah sosok yang tidak pentingSetelah mengetahui sesosok orang tidak penting yang menghubunginya, dan lagi, besok sudah merupakan malam tahun baru, kurir pengiriman dan kantor pos pun sudah tutuptidak buka lagi, dan dirinya juga pun sudah tidak menerima pesanan lagi, dia lantas hendak mematikan QQnya. Tepat ketika dia hendak menekan tombol tutup, tiba – tiba saja dia menyadari sebuah pesan baru yang dibelum dibacanya. Dengan acuh dia membuka pesan tersebut, mengira bahwa itu merupakan pesan dari pihak manajemen QQ yang mengiriminya kartu ucapan tahun baru. QQ ini adalah akun miliknya yang sudah sangat lama tak terpakai, dan ketika dirinya pindah kesini, dia hanya iseng membuka akun tersebut, tetapi kenyataan, dia mendapati bahwa kata sandi akun tersebut masihlah sama, dan belum ada yang menyabotase akun tersebut.
Hanya saja, sosok yang memiliki nomor akun QQ ini sepertinya hanyalah Jina seorang, karena saat itu, Jina jugalah yang membantunya membuatmohon akun tersebut, tetapi sayang sekali, dirinya tidak sering menggunakan akun tersebut. S Dan setelah setengah tahun berlalu, foto yang tertera diakun Jina juga sama sekali tidak berubah, seharusnya QQ lama itu juga sudah tidak digunakan Jina, kan ?
Wendy lantas menekan tombol buka.
Animasi yang sangat cantik dan hangat, benar – benar mirip dengan pesan kiriman akun manajemen QQ. Hanya saja, ketika kursor mouse berhenti ditombol ‘X’ yang terletak dikanan atas layar, tangan Wendy tiba – tiba saja bergemetar, dan gerakannya pun terhenti seketika itu juga.seketika itu juga terhenti.
Wendy Zhong, jangan sampai aku menemukanmu, atau tidak…
Michael Ling, pria itu sungguh pandai menggali informasi, bahkan dari Jina pun, dia berhasil mendapatkan informasi.
Pesan ini adalah sebuah pesan baru, dilihat dari waktu pengirimannya saja, tertera jelas bahwa pesan ini baru dikirimkan kepadanya pada sore hari tadi.
Hari ini merupakan tanggal 29, seharusnya, kantor Michael Ling juga sudah terbebas dari khalayak umum, kan ?
Ketika malam tahun baru sudah tiba, seharusnya, tidak ada lagi karyawan lain yang bekerja, selain karyawan – karyawan yang bertugas, tetapi, tetapi , sempat – sempatnya Michael mengiriminya pesan. Meskipun hanya mengirimkan satu kalimat, tetapi pesan tersebut berhasil membuat jantung Wendy berhenti berdetak copot ketika membacanya. Ternyata, pria itu sama sekali tidak pernah berhenti mencari dirinya dan juga anak – anak.
Lexi, Lexa.
Ketika teringat akan anak – anaknya, seketika itu juga Wendy terlompat dari duduknya. Seharian ini, anak – anak sama sekali tidak datang mencari dan mengganggunya dikamar, hal ini sungguh aneh.
Entah bagaimana caranya Wendy keluar, yang pasti dia bertindak dengan sangat cepat.kecepatan kilatnya.
Tidak ada di halaman.
“Momo …”
Dirinya lantas membuka suaranya berteriak, kepanikkan mulai terasa didalam lubuk hatinya.dia mulai merasa tegang dan panik didalam lubuk hatinya.
“Ckit…”
Pintu rumah Momo sudah terbuka terlebih dahulu, menampilkan sesosok pria.
“Anda adalah…”
Wendy lantas menepuk jidatnya, karena baru teringat bahwa terpikir olehnya, pria ini pasti adalah suami sang pemilik rumah.
“Apa kabar, saya adalah orang yang menyewa rumah anda, apa Momo ada didalam ? ”
“Momo , ada tante yang mencarimu.”
Pria itu tersenyum , merasa sedikit terkejut, karena orang yang menyewa rumahnya ternyata adalah sosok perempuan yang sangat cantik. Meskipun perempuan itu tidak terlalu memerdulikan penampilannya, tetapi, aura kejernihan terpancar dari seluruh tubuhnya, hanya saja, kecemasan tergambar jelas diwajah cantiknya itu.
“Tante Zhong, mencari saya ? ”
Momo berjalan menghampirinya dengan paha ayam ditangannya, dan mulut yang masih berjalan sembari mengunyah. Sepasang telapak tangan kecilnya dan juga mulut kecilnya itu dipenuhi dengan noda – noda minyak.
“Momo , apa kamu melihat Lexi dan Lexa ? ”
“Tidak ada, daddyku sudah pulang, maka dari itu , seharian penuh ini aku tidak keluar.”
Seketika gemuruh berkumandang dibenak Wendy, dia lantas berujar
“Jadi, seharian ini kamu tidak bertemu dengan Lexi dan Lexa ? ”
__ADS_1
Dia ingin memastikan sekali lagi, dirinya tidak boleh panik, benar – benar tidak boleh panik. Hanya saja, saat ini, kepalanya tiba – tiba saja memutarkan gambaran kejadian perawat palsu yang hendak meracuni Lexi dan Lexa dirumah sakit dulu. Ketika dirinya teringat akan hal tersebut, rasa pusing tiba – tiba saja menyerang kepalanya. , Ssyukur saja, dirinya berhasil meraih gagangemengangi pintu tepaapt waktu, sehingga ia dirinya tidak jatuh tersungkur dilantai.
“Tidak ada, aku bahkan mengira Lexi dan Lexa berada dirumah menonton kartun. , Ssedangkan aku menemani daddyku, maka dari itu…”
Wendy tidak mengetahui lagi apa yang diucapkan Momo selanjutnya, dirinya sudah tidak lagi mendengar ucapan anak itu. Ia, membalikkan badannya, dan langsung bergegas pergi. Dia lantas berjalan seperti orang yang kehilangan jiwanya, kembali ke rumahnya guna mengambil ponselnya, bahkan pintu pun, dia lupa untuk menguncinya. Dia ingin pergi mencari Lexi dan Lexa, kedua anak itu menghilang.
“Tante, tante, tante kenapa ? ”
“Lexi dan Lexa hilang.”
Setelah melontarkan kalimat tersebut dengan tenang, dirinya lantas pergi meninggalkan halaman rumah dengan secepat kilat. Hanya dirinya sendirieorang yang mengetahui, dibalik sikapnya yang terlihat tenang, sebenarnya hatinya terasa sangat kacau dan jantungnya pun terasa akan erhenti berdetak. sudah akan copot.
Dia hampir gila.
Merasa seperti dunianya telah runtuh. Ia Dirinya sudah mencari ke berbagai penjuru tempat yang mungkin dikunjungi oleh Lexi dan Lexa, tetapi dia tetap tidak menemukan mereka.
Seluruh anggota keluarga Momo pun turut membantunya, beberapa orang itu terus mencari kesana kemari, tetapi entah mencari keditempat manapun, semuanya hanyalah sia – sia. Lexi dan Lexa seperti hilang ditelan bumi, bahkan jejak mereka pun, tak tersisa sedikit pun.
Wendy terus menyusuri dan mencari kedua anak itu hingga ke gerbang masuk wilayah pinggir Kota T dengan begitu putus asa. Kawasan , medan kawasan ini sungguh sangat rumit, dirinya sudah mencari begitu lama, dan langit pun sudah semakin menggelap.
Dirinya lantas bersandar menyandarkan diri tak berdaya di pada sebatang pohon, memasukkan tangan bergemetarnya ke dalam saku celananya, memilih untuk mengambil ponselnya pada akhirnya.
Sosok yang muncul pertama diotaknya adalah Michael Ling. Anak – anak telah hilang, dan sebagai daddy anak – anak, pria itu harus membantunya mencari mereka.
Tetapi, orang yang pertama kali dihubunginya adalah Marcel Bai, pria yang selalu bersikap tenang layaknya bunga lotus, pria yang sudah lama sekali tidak pernah dihubunginya.
Ketika ponsel berdering untuk yang kelima kalinya, barulah sambungan telepon tersebut diangkat oleh sang pemilik. Dari seberang sana, dapat terdengar suara rintikan air, sepertinya Marcel sedang berada didalam kamar mandi. Sembari menggeramkan giginya, Wendy lantas berkata erujar
“Marcel, ini aku, Wendy. Lexi dan Lexa menghilang.”
Wanita yang telah mencari di berbagai tempat itu pada akhirnya menjatuhkan air matanya, menangis sembari berbicara dengan orang yang dihubunginya.
“Wendy, kamu dimana ? Beritahu aku, aku akan segera kesana.”
Wendy lantas menyebutkan alamatnya, dan setelahnya terus bersandar pada pohon yang sedari tadi disandarnya. Wanita itu mengalihkan pandangannya ke kejauhan, tanpa bergerak sedikit pun. IDirinya merasa dia akan segera mati, dia bisa mati jika kehilangan anak – anaknya.
Dengan tatapan kosongnya, dia memandang ke jalanan gelap dihadapannya itu. Tempat ini adalah kawasan pinggir kota, ditambah lagi dengan tahun baru yang sudah dekat, membuat jalanan ini sepi dilalui kendaraan. Dirinya lantas berpikir, alangkah betapa baiknya, jika Lexi dan Lexa bisa tiba – tiba turun dari langit dan bmuncul erdiri tepat dihadapannya ?
Tetapi anak – anak itu, pergi meninggalkannya begitu saja, tanpa mengatakan apapun padanya. Wendy merasa dirinya sangat gagal, dan dia sungguh belum pernah merasa segagal ini, seumur hidupnya.
Sembari memegangi kepalanya, dia lantas berjongkok dibawah pohon yang disandarinya barusan, ingin sekali rasanya dia membenturkan kepalanya ke pohon itu.
Tetapi ia dirinya juga tidak rela meninggalkan anak – anaknya begitu saja.
Waktu, terasa berjalan begitu lamban, dan juga terasa berlalu begitu cepat. Lexi dan Lexa sedari kecil takut dengan sangat takut akan kegelapan, tetapi dan sekarang, diwaktu yang sudah semalam ini, apa mereka tidak merasakan ketakutan ?
Meskipun Marcel sedang berada diperjalanan ke tempatnya, tetapi saat ini, fenomena kejadian perawat gadungan yang hendak mencelakakan Lexi dan Lexa dirumah sakit waktu itu, terus saja bermunculan dikepalanya. Sebenarnya, dia berniat untuk mencari tahu semua masalah itu setelah merayakan tahun baru, tetapi sungguh tidak pernah diduga olehnya, kedua anaknya itu akan tertimpa masalah saat ini.
Mungkin saja, Michael sudah berhasil menemukan getahui siapa dalang dari kejadian itu.
Ketika hal ini terpikir olehnya, dengan segera dia mengambil ponselnya, dan langsung menekan deretan angka disana. Dirinya sendiri tidak mengerti, deretan angka – angka itu selalu terekam didalam lubuk hatinya, tidak pernah terhapuskan sedari dulu.
“Michael , anak – anak hilang.”
Ketika panggilan telepon itu tersambung, kalimat pertama yang terlontar keluar dari mulutnya adalah kalimat tersebut.
__ADS_1
Hening, sangat hening, dirinya bahkan mengira, sosok Michael yang sedang dihubunginya itu belum mengangkat panggilan teleponnya. Tetapi, sambungan telepon yang telah diangkat dan belum diangkat memiliki bunyi yang berbeda.