DIREKTUR, AKU JUGA MENCINTAIMU

DIREKTUR, AKU JUGA MENCINTAIMU
Bab 52 Kak Tujuh Sangat Pandai


__ADS_3

“Hahaha, kamu sangat pandai Kak Tujuh” Kata seorang wanita dengan senyum genitnya sambil menempelkan tubuhnya ketubuh pria yang belum memilih itu.


Namun pria itu memalingkan wajahnya dan tanpa sengaja melihat kearah Wendy lalu berkata “Aku menginginkannya.”


Wendy tertegun dan kemudian mundur. Dia berhenti ketika ia menabrak dinding. Ketika dia masuk, dia sudah takut akan menarik perhatian orang lain, jadi dia ingin menunggu keempat pria itu selesai memilih wanita-wanita itu dan kemudian baru Wendy pelan-pelan meletakkan red wine dan keluar. Tapi tak disangka dia, lelaki itu malah tertarik padanya.


“Kenapa? kamu tidak mau?” lelaki itu tertawa kecil lalu berdiri dan jalan kearah Wendy.


Wendy ingin bersembunyi, tetapi dia tidak punya tempat untuk bersembunyi, dengan cepat lelaki itu sudah berdiri di depannya, “wanita yang cantik, jika kau tersenyum akan terlihat lebih cantik.” Tangannya sambil mengangkat dagunya Wendy “Berikan aku senyuman.”


Bagaimana dia bisa tersenyum?


Terpikir Lexi dan Lexa hatinya sakit, mungkin dengan dia kembali ke Feng Jian merupakan keputusan yang salah, tapi sekarang sulit untuk keluar dari tempat ini, dia telah diperangkap oleh pria ini, aroma yang tercium hanya aroma tubuh pria ini membuatnya mengerutkan kening.


“Kau ingin uang kan?” pria itu tersenyum sambil mengeluarkan dompet mengambil setumpuk uang berwarna merah dan kemudian memasukan uang itu ke dalam kantong baju Wendy “apakah ini cukup?” kata pria itu sambal tertawa.


“Wow, kamu sangat tampan.” Para wanita di sofa mulai bersorak. Cuman tersenyum saja dikasih banyak uang, mata mereka berbinar-binar.


Wendy sudah membuka mulut, tetapi bagaimanapun dia tetap tidak bisa tersenyum sama sekali. Wendy membungkuk dan meletakkan red winenya di lantai, lalu mengeluarkan uang yang telah diberikan oleh pria itu, dia awalnya ingin melempar uang itu ke wajah pria itu, tetapi dia berpikir lagi kalua begini ia bisa kehilangan pekerjaannya dan mempengaruhi bisnis Feng Jian. Dia sendiri sebenarnya tidak takut akan hal itu, tetapi dengan begini akan merepotkan Kak Hong. “Maaf, Tuan Lin saya hanya pelayan pengantar wine diluar masih ada tamu yang menunggu untuk diantar wine. Setelah saya menyelesaikan pekerjaan saya disini, saya akan akan segera keluar.”


Maksud dari perkataannya sudah sangat jelas dia hanya mengantar wine tidak untuk menemani pelanggannya minum, tetapi lelaki itu tersenyum, “hitung jumlah wine yang mau kau jual bulan ini, aku akan membayarnya, oke?”


Wendy terkejut orang ini benar-benar orang kaya. Mereka menghabiskan banyak uang. Namun, bukan masalah uangnya. “Terima kasih, Tuan Lin, ini tidak baik. Anda tidak bisa minum semuanya.”


“Haha, bagaimana kalau aku mentraktir semua orang di Feng Jian untuk minum?”


“Prok prok prok……” Para wanita di belakang semua bertepuk tangan.


Wajah Wendy memerah, dia sudah tidak dapat berkata-kata lagi. Darius Lin berdiri di depannya dan melarangnya pergi. Dengan tergesa-gesa, dia berbisik, “Tuan Lin, saya seorang ibu yang memiliki dua anak. Tolong biarkan saya pergi, jam kerja saya sudah habis.”


“Senyum, senyum dulu lalu biarkan kau pergi.” Darius Lin tertawa lalu sambil berkata sambil memasukkan uang yang diatas nampan kedalan kantung baju Wendy “jika kau tersenyum bisa menarik perhatian para lelaki.”


Wendy merasa sangat jijik dengan pria yang ada dihadapannya saat ini, tanpa berpikir Panjang dia mendorong pria itu. Lelaki macam apa dia, dibandingkan dengan binatang masih lebih baik binatang.


“Plakk” sangat tepat, ketika dia mendengar suara yang keras itu, Wendy pun terdiam sesaat. Dia memukul tamunya.

__ADS_1


Darius Lin segera memegang wajahnya yang telah ditampar oleh Wendy. Tamparan Wendy kali ini lebih keras daripada tamparan yang ia berikan kepada Michael Ling tempo hari. bibir Darius Lin telah berdarah akibat tamparannya.


“Ah, sudah pukul orang, sudah berdarah.” Seorang wanita di sofa berteriak, dia tidak berpikir Wendy dengan berani memukul tamu.


Tapi, dia sudah memukul.


Kak Tujuh segera berdiri, “Darius kau baik-baik saja?” Dengan hormat bertanya kepada Darius Lin yang hampir satu putaran lebih muda darinya, sudah seperti saudaranya.


Wendy sangat panik. Dia tidak kenal orang-orang ini. Dia hanya tahu pria ini dipanggil Darius Lin, tetapi dia sama sekali tidak tahu pekerjaan pria ini. Dia hanya berspekulasi bahwa Darius Lin merupakan orang besar yang penting terlihat dari orang-orang yang hormat kepadanya.


“Hahaha, tidak apa-apa. Aku suka wanita ini.”


Kak Tujuh yang mendengar dia berkata begitu segera berbalik dan melihat kearah Wendy lalu bertanya: “Siapa namamu?”


Wendy tidak ingin memberitahunya.


“Katakan, aku tidak akan memakanmu kalau tidak aku juga bisa tanya kepada orang lain.” Darius Lin menatapnya sambil tersenyum tertarik, seolah-olah Wendy tidak berpakaian.


Wendy pikir dia akan dipukul oleh pria ini, tetapi tidak sikap pria ini malah membuat Wendy makin panik. Senyuman pria ini sangat sulit diartikan.


“Wendy, itu nama yang bagus. Itu bagus. Aku suka” Disaat Wendy berpikir kalau pria ini tidak akan melakukan kekeras terhadapnya, akan tetapi Darius Lin malah melingkarkan tanganya ke pinggang Wendy lalu membawanya keatas sofa.


“Lepaskan aku…” ruangan VIP ini kedap suara. Wendy dengan keras berteriak tetapi pria dan wanita yang berada di dalam ruangan itu malah tidak peduli dan malah tertawa. Mereka hanya membiarkan Darius Lin melakukan apapun yang dia inginkan “aaa.. lepaskan aku.”


Tanpa diduga, Darius Lin memiliki keahlian bela diri. Wendy duduk di pangkuannya dan kemudian, ia memeluk Wendy dan berusaha mau menyium Wendy.


Wendy berusaha untuk mendorong pria yang di depannya, tapi pria itu sangat kuat dan keras seperti batu, masih menempel padanya.


Bingung, kacau.


Setitik Air mata jatuh dengan cepat di sudut matanya, dan lelaki itu masih terus mencoba mendekatkan wajahnya ke wajah Wendy dengan senyum cabul.


Wendy memejamkan matanya. Dia sangat takut. Tepat ketika dia sudah putus asa dan berpikir dia tidak bisa melarikan diri, pintu di belakangnya terbuka. Terdengar suara berat laki-laki “Wendy keluar kau.”


Bukannya dia sudah pergi bersama Lulu?

__ADS_1


Nyatanya tadi mereka telah berciuman dengan sangat bergairah, tetapi sekarang, mengapa tiba-tiba jatuh dari langit?


Otak Wendy tidak dapat berpikir, bahkan lupa untuk berdiri dari pangkuan Darius Lin, dia masih di posisi seperti tadi, tetapi posisinya terlihat sangat ambigu di mata orang lain.


Aura dingin diruangan ini semakin terasa, dengan cepat pria yang ada di depan pintu berjalan ke sofa dengan aura dinginnya. Matanya menatap dingin kearah Darius Lin “lepaskan dia.”


“Dengan alasan apa?” Darius Lin menaikan alisnya, ekspresi yang tak terbaca.


“karena dia adalah wanitaku.” Di dalam ruangan redup ini Michael Ling tiba-tiba mengumumkan.


“Hahaha, Michael Ling bisakah kau mengatakan kebohongan yang lebih masuk akal? Bagaimana mungkin dia itu wanitamu?”


“Benar” Tangannya mencengkram pundaknya Darius Lin dengan kuat. Wajah Darius Lin tiba-tiba berubah. Rasa sakit akibat cengkraman Michael Ling membuatnya tanpa sadar melepaskan tangannya dari pinggang Wendy. Wendy merasa tubuhnya menjadi ringan, dan ada tangan besar yang menariknya dengan cepat. Kemudian tarikan itu membuatnya bersandar pada lengan Michael Ling tapi kali ini secara ajaib dia tidak merasa panik lagi. Sebaliknya, ia merasa sudah lebih tenang ternyata tanpa sadar ia telah percaya pada Michael Ling.


“Tapi aku tidak percaya, Michael Ling Jika dia adalah wanitamu, mengapa kau membiarkan dia menjadi pelayan pengantar wine di tempat seperti ini? Bukankah itu sedikit tidak masuk akal? Jika aku memiliki seorang wanita yang aku cintai aku tidak akan membiarkan tubuhnya dapat disentuh oleh lelaki mana pun dan tidak akan membiarkannya bekerja ditempat seperti ini. ” Darius Lin menunjukkan wajah suramnya. Dia ingin merebut kembali Wendy. Namun, melihat tangan Michael Ling dia tidak jadi bertindak. Dia sedikit terkejut. Dia pikir Michael Ling hanyalah bantal bersulam yang memikat para wanita, tetapi sekarang dia tahu bahwa itu salah. Ia berpikir Keahlian Michael Ling lebih rendah darinya, nyatanya lebih baik darinya.


“Tuan muda Lin bukankah menurutmu dia sangat menarik? Siapapun tidak dapat menghidupi wanita ini, dan dia juga tidak mau orang lain menghidupinya. Tetapi karena wanita ini telah melahirkan dua orang anakku jadi ini membuktikan bahwa dia adalah wanitaku, jadi aku akan membawanya sekarang. ” Michael Ling dengan tegas berkata, perkataannya itu mebuat Darius Lin merasa malu.


“Prok prok prok” Darius Lin bertepuk tangan dan berkata, “itu bagus. Tak disangka Tuan Ling yang terkenal menyukai wanita seperti ini, namun dia baru saja menamparku. Bagaimana cara kau membayarnya?” Darius Lin berkata sambil tersenyum, tetapi senyum itu merupakan senyuman sinis yang mematikan, membuat Wendy ketakutan dia hari ini telah melakukan kesalahan yang fatal.


“Itu hanya tamparan biasa. Apa yang perlu dipermasalahkan? Lain hari kita minum bersama dan Kita mulai sekarang menjadi saudara.” Di luar, tiba-tiba ada orang lain. Orang ini bukan orang lain, melainkan Rendy.


Ia yang tanpa mengekan seragam militer, membuatnya terlihat berbeda dari pada yang lain dan berhasil menarik perhatian dari wanita-wanita yang di dalam ruangan itu.


Dia dan Michael Lingmasing-masing memiliki pesonanya tersendiri, yang membuat orang lain tidak bisa mengalihkan pandangan mereka.


“Tuan, mudah bagimu untuk mengatakannya. Kalau begini saja sudah selesai bagaimana kalau aku juga menamparmu dan mentraktirmu minum wine?” Darius Lin berkata dengan wajah marahnya dan tidak ingin membayar bill.


Wendy bingung, dia hanya tau Rendy itu tentara, tetapi tidak disangka dengan usianya yang masih muda sudah memiliki jabatan yang tinggi, sekarang ia adalah komandan selanjutkan akan menjadi seorang panglima.


“Tuan muda Lin ini bukan di barak. Aku juga tidak mengenakan seragam militer, jadi kita semua sama. Jangan terlalu meninggi-ninggikan jabatanku, jika dulu kau serius menjalaninya, mungkin sekarang kau sudah menjadi panglima. ”


“Aku tidak berani.”


“Tuan muda Lin terlalu sungkan, Karena Tuan muda Lin sudah berkata tidak berani maka itu tidak memalukanku, Lain hari aku dan Michael akan mentraktirmu.” Selesai berkata, dia menarik lengan Michael Ling, dan memberi kode dengan lirikan matanya agar Michael Ling segera mebawa Wendy keluar.

__ADS_1


__ADS_2