
Semuanya terjadi akibat rok yang sangat pendek itu. Melihat Lilia yang sudah sedikit lebih tenang, Michael Ling bergegas ke kamar mandi ruang VIP untuk membasuh muka dengan air dingin, dan ia bereaksi terhadap naluri asli tubuhnya, ia diam-diam merasa sangat kesal.
Wendy dengan cepat mengganti pakaiannya dengan pakaian kerja yang telah dia gunakan sebelumnya. Meskipun itu sangat tidak cocok dengan kondisi sekarang, tetapi itu lebih baik daripada menggunakan rok Swan yang sangat pendek itu.
Hello! Im an artic!
Membuka pintu, Lilia bergumam, “wine.. aku ingin minum wine… Beri aku wine, beri aku wine, jangan pergi, jangan pergi…”
Dikatakan sudah putus, tetapi didalam hati masih mencintai pria itu, ketika mabuk Lilia Lou mengeluarkan semua isi hatinya.
Dia masih mencintai Rendy.
Teh penawar mabuk sudah datang datang. Wendy menyodorkan teh ke bibir Lilia dan berkata “Lilia, minum sedikit biar lebih enakkan.”
“Tidak mau, aku mau wine. Aku cuman mau wine.” Tangan Lilia sembarang melambai, hampir menumpahkan teh yang dipegang Wendy.
Wendy mencoba mencari cara lain dan berucap dengan lembut: “baiklah, aku berikan kau wine, yang kuberikan untuk kau minum ini adalah wine.” Ini semacam berbohong demi kebaikan. Dia tidak ingin melihat Lilia begitu menyedihkan.
Michael Ling membuka pintu kamar mandi dan melihat bujukan lembut Wendy terhadap Lilia. Rambut panjang lembut yang menjuntai di pundaknya dan memperlihatkan leher putihnya yang sangat indah sehingga Michael Ling tidak bisa memalingkan matanya. Nyatanya baru saja ia membasuh wajahnya dengan air dingin, tetapi saat ini, dia tetap merasa sangat bergairah, bahkan bagian bawah tubuhnya masih…
Untungnya ini masih didalam ruangan dan cahayanya redup, sehingga dia bisa jalan ke arah Wendy dan Lilia.
Dengan dibujuk Wendy, Lilia akhirnya membuka mulutnya dan meminum teh yang diberikan Wendy. Namun, begitu baru minum, dia langsung memuntahkannya, “tidak, aku tidak mau ini. Aku mau wine… ”
Wendy menghindar dari muntahannya Lilia. Melihat keadaan Lilia yang seperti ini bagaimanapun dia tidak akan meminum teh ini. Seseorang mendatangi mereka yang ada disofa. Wendy berkata kepada Michael Ling “dia tidak mau meminumnya bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan?”
“Berikan padaku, biarkan aku yang mencoba.” Michael Ling menahan perasaan panas dan kering yang tak terjelaskan dari dalam tubuhnya. Hari ini, dia benar-benar aneh. Begitu dia mengambil gelas dari tangan Wendy dan tidak sengaja tersetuh tangannya Wendy.
Kulit halus Wendy membuatnya gemetar seperti tersengatan listrik, tetapi ia tidak bisa menahan Wendy, mencium aroma wangi dari tubuhnya. Pada saat itu, hatinya bergetar.
Ada apa? Benar-benar ada yang salah.
Michael Ling sedang mencoba untuk menahan perasaannya. Dia telah menyadari ada sesuatu dalam hatinya. Tetapi pada saat ini, dia tidak ingin menunjukkannya di depan wanita didepannya ini. Dia harus menyelesaikan urusan Lilia terlebih dahulu.
Dengan satu tangan memegang cangkir teh dan satu tangannya lagi memegang dagu Lilia memaksanya agar membuka mulutnya. Pada saat menuangkan teh kedalam mulutnya. Tiba-tiba, suara datang dari belakang, “taruh dia dan berikan padaku.”
Suara itu membuat Michael Ling segera melepaskan tangannya dari dagu Lilia dan berbalik untuk melihat Rendy. “Sekarang kau sudah datang, Aku serahkan Lilia padamu.”
__ADS_1
“Bagaimana kau bisa minum sampai seperti ini? Michael Ling, siapa yang menyuruhmu untuk membawanya ke sini?” Rendy memandangi wanitanya yang ada di sofa dengan wajah muram, tetapi satu tangan merangkul bahu Michael Ling.
Michael Ling medorong tangan pria itu dari bahunya. “Aku tidak punya waktu untuk bercerita denganmu di sini. Aku harus pergi, Wendy ayo pergi.” Setelah itu, dia berdiri tegak dan membawa pergi Wendy bersamanya.
Tapi tangan Lilia tetap tidak melepaskan tangan Wendy “Wendy beri aku wine.. Beri aku wine…”
“Lilia aku akan memberimu minum, dan kau bisa lepaskan tangan Wendy.” Rendy berjongkok di depan Lilia dengan menggunakan suara yang lembut untuk membujuknya.
Melihat Lilia masih tidak melepaskan tangannya dari Wendy, Michael Ling berkata dengan cepat: “Wendy, aku pindahkan mobil kedepan pintu dulu dan aku menunggumu disana.”
Wendy mengabaikannya, teringat dulu ketika dia bilang itu bukan anaknya dan dia tidak percaya bahkan acuh tak acuh. Dia sama sekali tidak ingin berhubungan dengannya lagi. Pria ini, bohong ataupun jujur dia tetap tidak percaya. “Tidak perlu lagi, sekarang jam kerjaku.”
“Tidak, jika kau tidak keluar, aku akan masuk dan membawamu pergi.” Dengan suara yang mengintimidasi, dengan cepat dia keluar dari ruangan. Sudah tidak bisa menahannya.
Di koridor luar ruangan, di dekat pintu keluar, ada seorang wanita cantik yang sedang bersandar di dinding. Rambutnya yang panjang bergelombang seperti boneka. Ketika dia melihat mangsa di depannya. Ada sedikit kepuasan yang terpancar dari matanya. Wanita itu telah mengejar Michael Ling, tetapi dia sedikitpun bahkan tidak melihatnya.
Wanita ini, bernama Lulu dia adalah seorang wanita penghibur yang paling populer di Feng Jian.
Michael Ling berjalan dengan cepat. Ketika dia melewati Lulu, tiba-tiba, sebuah tangan putih membelai wajahnya. “Sayang, maukah kau minum bersamaku?” Lulu dengan tersenyum merayu Michael Ling. Lulu melihat wajah Michael Ling mulai merah, minuman yang tadi Michael Ling minum sudah mulai bereaksi, Lulu tersenyum puas dan berpikir Kalau dia tidak membayar bartender itu, semua ini tidak akan berjalan dengan lancar.
Michael Ling benar-benar ingin menolak, tetapi begitu dia hendak berbicara, tangan Lulu bergerak ringan dari wajahnya dan kemudian jatuh di lehernya. Mengalungkan kedua tangannya pada leher Michael Ling dan Seluruh tubuhnya digantungkan pada tubuh maskulin pria itu. Lulu menghembuskan nafas, nafasnya terasa wangi. “Tuan Ling minum satu gelas saja, oke?” Setelah berkata ia mendekatkan bibirnya yang merah dan tipis ke bibir Michael Ling.
Tapi Michael Ling bukan prianya.
Lulu dengan sengaja memperdalam ciumannya. Wendy dia hanya melihat bagian belakang Michael Ling katanya dia akan menungguku didalam mobil. Ternyata dia hanya ingin aku menonton reality show ini.
Dia dengan tidak peduli berjalan melewati mereka berdua, meskipun, ada sedikit rasa sakit di hatinya, tetapi dia telah belajar untuk membiasakan diri dengan keadaan seperti ini.
Beruntung ada karpet ini sehingga dia dapat berjalan tanpa menggeluarkan suara, dan melewati Michael Ling dan Lulu.
Tidak melihat, tidak dipikirkan.
Dengan cepat masuk keruang ganti, pada saat itu, Michael Ling melepaskan bibirnya. Baru saja, dia mencium aroma yang familiar seperti aroma milik Wendy, “Wendy…” Dia berteriak, sambil mendorong Lulu dengan keras, ketika ia melihat kesekeliling ia tidak menemukan Wendy.
Tidak ada orang lain, di koridor ini selain dia hanya ada Lulu.
“Tuan Ling. Ayo pergi minum bersama.” Lulu dengan senyumnya berusaha menggalihkan pandangan Michael Ling, tetapi saat ini Michael Ling yang telah dipengaruh oleh obat, masih dengan cemas mencari-cari Wendy.
__ADS_1
Michael dengan kuat mendorong wanita itu. “Pergi.”
“Tuan Ling, kamu baru saja……” Tangan kecil membelai lehernya, dengan lihai.
“sreeett”, Michael Ling tidak tahan lagi dan merobek pakaian Lulu.
“Aa… Um…” Lulu mengambil keuntungan dari situasi ini, ia berteriak, asalkan bisa mendapatkan pria ini, dia tidak akan khawatir tentang makanan atau pakaian di masa depan. Sejujurnya, jika pria ini tidak akan memberikan apapun kepada wanitanya Lulu pun tetap rela bersamanya, apalagi pria ini dapat memberikan apapun yang diinginkan oleh wanitanya.
Tentu saja, selain akan mendapatkan gelar Nyonya Ling pria ini juga akan memenuhi kebutuhanku
Sangat bagus.
“Wendy…”
Wendy dengan cepat mengganti rok swan nya dan memandangi dirinya sendiri di cermin, Wajahnya sedikit memerah karena wine yang sudah diminumnya tadi. Agak aneh, tapi sekarang dia tidak peduli. Dia harus bekerja dan membesarkan anak-anaknya.
Michael Ling seharusnya saat ini sudah pergi dengan Lulu kan?
Wendy sengaja mengulur waktu didalam ruangan, Dia berpikir bahwa Michael Ling pasti telah membawa Lulu pergi bersenang-senang dengannya, Wendy dengan pelan membuka pintu, dan melihat koridor sudah tidak ada seorangpun.
Sambil menghela nafas, dia berpikir Michael Ling pasti sangat kesepian, bahkan wanita seperti Lulu pun ia mau.
Tidak peduli, kerja lebih penting.
Wendy mendorong troli wine yang merupakan pekerjaannya, jadi dia sangat handal dalam hal itu. Meskipun wine yang dia jual tidak banyak, tetapi dia senang setidaknya dapat menghasilkan uang.
“Wendy, ruang nomor 8 mau 2 botol red wine. Tolong diantar.” Kata seorang pelayan dengan cepat.
“Baik” Wendy bergegas mengambil dua botol red wine dan ke ruang VIP 8.
“tok.. tok.. ” dengan sopan mengetuk pintu. Orang-orang yang bisa menyewa ruang VIP bukan orang biasa, biaya sewa ruang ini sangat tinggi orang biasa tidak akan mampu untuk menyewanya.
“Silahkan masuk.”
Buka pintu dan masuk. Ada empat pria yang duduk di dalam ruangan itu. Di tengah ruangan ada empat wanita yag sedang berdiri dengan pakaian sexy didepan keempat pria itu.
“Kak Tujuh, aku mau wanita yang berpayudara besar itu.” Kata salah seorang pria yang sedang memandangi keempat wanita itu sambil menelan air liurnya dan menunjuk kearah wanita yang memiliki payudara besar itu.
__ADS_1
Pria yang dipanggil Kak Tujuh menganggukkan kepalanya, dan wanita yang ditunjuk itu segera duduk dipangkuan pria itu, karena pria itu terlihat yang paling muda dan paling tmpan diantara keepat pria itu.
Kemudian pria lainnya juga memilih seorang wanita, dan sekarang hanya ada dua wanita yang tersisa. Kak Tujuh menunggu orang terakhir memilih yang dia inginkan, dan Kak Tujuh mengambil wanita yang tesisa. Tampaknya malam ini, dia adalah tuan rumah, tersenyum pada pria itu dan berkata, “Aku akan mengambil keduanya jika kau tidak memilih.”