DIREKTUR, AKU JUGA MENCINTAIMU

DIREKTUR, AKU JUGA MENCINTAIMU
Bab 107 Kamu Menindasku


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Aku bisa saja tidak mandi, seperti beberapa hari sebelumnya, yang penting kamu tidak muntah saja saat aku tidur di sampingmu.” Aroma itu dia sudah merasakannya sendiri, teramat sangat tidak mengenakkan, sekarang saat dia mengingatnya kembali bahkan rasanya jika dirinya yang saat itu bukanlah dirinya, tapi untung saja dia mendapatkan suntikan infus waktu itu, jadi luka sembuh dengan cepat.


Hello! Im an artic!


“Tidak, aku tidak mungkin muntah, dan juga kamu tidur di atas selimut.


“Baiklah, aku akan mandi sendiri saja.” Satu tanganya sudah mulai bergerak, mengarahkan shower ke tubuhnya, tapi perbannya malah terkena cipratan air, membuatnya basah, dan kebetulan mengenai luka di tubuhnya.


“Hei, kenapa tidak berhati hati?” Melihat tindakan Michael Ling yang sepertinya tidak sengaja bahkan sampai membuatnya basah, Wendy Zhong langsung mengerutkan keningnya.


“Air memang seperti ini, saat tidak ingin membuatnya membasahi kita, dia malah semakin membuat kita basah.”


Hello! Im an artic!


Wendy Zhong menatap Michael Ling yang sedang membasuh dirinya dengan handuk kecil, dia selalu menggunakan tangan kanannya untuk melakukan sesuatu, tapi malah tangan kanannya juga yang terluka, hal itu membuat Wendy Zhong meredam kekesalan dalam dirinya, “berikan padaku.”


Akhirnya Wendy Zhong juga lah yang membantunya mandi, saat handuk di tangannya menyentuh tubuh berototnya, tanpa disadari tangannya sudah gemetaran, sikapnya itu tidak terlepas dari pandangan Michael Ling, tapi entah kenapa dia sudah terbiasa dimandikan oleh Wendy Zhong, setelah selesai, dia mengambil handuk yang menggantung di gantungan di dalam kamar mandi, memakaikannya kepadanya, “keluarlah, sekarang giliranku mandi.”


Michael Ling tersenyum, dia menatap sosok di depannya yang masih tidak kunjung membuka pakaiannya, mengatakan, “sebenarnya, kamu seperti ini lebih seksi dibandingkan saat tidak memakai apapun, membuat orang terhanyut dalam keseksianmu.” Setelah mengatakan itu dia langsung melangkahkan kakinya keluar dari dalam kamar mandi.


Sebenarnya, bagi suami dan istri kebanyakan, percakapan seperti ini adalah percakapan yang sangat wajar, tapi Wendy Zhong hanya mematung di tempatnya, dia menatap dirinya di dalam cermin, dan terlihat masih mematung.


Pintu kamar mandi masih terbuka, di luar kamar mandi sudah penuh dengan panas dari dalam kamar mandi, membuat Wendy Zhong kembali tersadar dari lamunannya, bergegas menutup pintu, menguncinya langsung kemudian bersandar, uap panas mengepul di dalam kamar mandi, membuat sosok dirinya di dalam cermin menjadi kabur.


“Sraaakkk.” Dia membuka kran air, air menyembur membasahi tubuhnya, tangannya sudah mulai membuka pakaiannya yang sejak awal sudah basah, dia menyadari jika semakin lama dia semakin tidak mengerti akan Michael Ling, dua hari ini mereka sangat dekat, bahkan nada bicara yang terjadi juga sudah mulai berubah, tidak sedingin percakapan mereka sebelum sebelumnya, mungkin dia memang sudah benar benar berubah, tapi dimana buku yang berada di dalam kamarnya ?


Wendy Zhong mengguyur tubuhnya dengan cepat, berharap agar pemikiran dan perasaan tidak mengenakkan dalam benaknya juga turut terguyur bersih.


Dia mengenakan jubah mandi dari dada hingga lutut, sedangkan yang dikenakan Michael Ling terbilang cukup panjang, membuatnya menyukainya, Michael Ling keluar dari dalam kamar mandi dengan tangan yang mengeringkan rambutnya dengan handuknya, ranjang di kamarnya terbilang cukup besar, Michael Ling sudah berbaring dengan bersandar pada bantal sedang menonton televisi, Wendy Zhong berjalan ke depan lemari pakaian, mengganti bajunya, saat memikirkan seribu macam cara yang dimiliki oleh laki laki di depannya, dia merasa jika dirinya bukanlah lawan baginya, tidak tau berapa banyak perempuan yang dia miliki, begitu memikirkan hal ini tubuhnya langsung terasa tidak nyaman.


“Jangan bergerak.” Baru melangkahkan kakinya, laki laki yang sebelumnya berbaring di atas ranjang langsung berteriak.


“Hem?”


“Cekrek.” Suara kamera terdengar, ternyata Michael Ling mengambil gambarnya, “Michael, jangan memfotoku lagi.” Memalukan sekali, dia hanya berbalut handuk saja, bahkan air di rambutnya masih menetes di karpet, tidak mengenakkan sekali jika dilihat.

__ADS_1


“Sudah, hanya satu saja, dan hanya bayangan hitam, sangat bagus.” Dia sudah menurunkan kamera di tangannya, menunduk dan melihat hasil jepretannya.


Wendy Zhong mengambil baju tidur dan berganti di dalam kamar mandi, dia tidak memiliki keberanian untuk berganti di depannya, untung saja dia tidak menghentikannya saat melangkahkan kakinya ke kamar mandi, saat keluar dari kamar mandi, Michael Ling terlihat masih menonton televisi, Wendy Zhong duduk di depan ranjang, “kamu tidur beralas selimut saja.”


“Tidak, tenang saja, aku tidak akan menyentuhmu malam ini.”


Dia mengatakannya dengan sangat meyakinkan, tapi hal itu masih membuat Wendy Zhong masih tidak tenang, “berikan kameranya kepadaku, kamu cepat turun.”


“Nih.” Dia menyerahkan teleponnya, tapi tidak terlihat memiliki niat untuk turun dari atas ranjang.


Setelah dia menerimanya, ternyata di dalam kamera adalah foto dirinya yang mengenakan handuk saja di tubuhnya, itu menyamping, jika bukan karena dia tau siapa sosok dalam foto itu, maka dia tidak akan mengetahui siapa sosok di dalamnya, bahkan terlihat ada uap yang mengepul dari dalam kamar mandi, membuat dirinya terlihat sangat msiterius, ternyata bukan perasaan tergoda karena dia baru keluar dari kamar mandi dengan balutan handuk saja.


Dia langsung menggerakkan jarinya melihat foto lain di dalamnya, pasti bukan hanya satu foto saja, mungkin ada foto perempuan lain.


Tapi setelah dia melihatnya, ternyata tidak ada foto perempuan satupun, tapi melihat simbol gambar di atas kamera, ternyata itu adalah Meilisa, “Michael, ini kamera milik siapa?”


“Oh, itu milik Meilisa.”


“Kenapa tidak menggunakan punyamu saja?” Dia hanya sembarang bertanya saja, saat melihat ada tempelan wajah Meilisa, perasaannya tidak mengenakkan.


“Punyaku rusak, hari ini dia datang ke kantor untuk membicarakan sesuatu, dan dia menjatuhkan kamera milikku, jadi dia memberiku ini sebagai gantinya.”


“Wendy Zhong, cepatlah tidur, besok temani aku ke perusahaan.” Setelah mengatakan itu dia langsung mematikan lampu di meja samping ranjang, berbaring, dan mematikan televisi yang dia tonton.


Ruang kamar seketika menjadi gelap, Wendy Zhong membaringkan tubuhnya di samping laki laki itu berbaring, rasanya ada suatu batas yang membatasi mereka berdua, dia sangat tenang, ternyata perkataannya bukan hanya bualan saja, suara nafas terdengar mulai teratur, dengan cepat sudah mulai tertidur, tapi dia, dia malah masih begitu bersemangat dan tidak kunjung tertidur.


Dia menghitung domba di dalam benaknya, dan tanpa disadari dia mulai tertidur dengan sendirinya.


Keesokan harinya, setelah selesai sarapan, anak anak pergi bersama dengan Michael Ling dan Wendy Zhong untuk berangkat ke sekolah, tapi setelah mengantarkan mereka berdua, mobil sepertinya bukan melaju menuju ke Group Ling , sepertinya…


“Michael, bukankah kita akan ke perusahaan?” Kemarin malam Michael Ling sendiri yang mengatakannya, sedangkan Wendy Zhong sendiri tidak tau kenapa dia ingin membawanya ke perusahaan.


Pakaian yang dikenakan Wendy Zhong, dari atas sampai bawah, Michael Ling sendiri lah yang memilihnya, jika dilihat lihat memang lumayan, gaun merah muda yang dia kenakan membuatnya terlihat cantik dan fresh, ternyata memang benar, saat dia mengenakan warna ini kecantikannya semakin memancar, “Pergi ke bandara.”


Wendy Zhong menyibakkan poni yang sedikit menutup wajahnya, “Menjemput seseorang?”


“Kamu akan tau setelah sampai nanti.” Senyumnya terlihat sangat misterius, dia sudah menutup mulutnya rapat rapat, sepertinya tidak berencana untuk mengatakan apapun lagi.

__ADS_1


Mobil melaju dengan cepat ke bandara, melewati jejeran pepohonan di kanan kiri jalan, melenggang tanpa hambatan.


Michael Ling menekan tombol dengan musik di dalam mobil, dan musiknya mulai mengalun pelan, lagu pertama adalah “The Fog, The Rain, And The Wind” yang pernah didengar oleh Wendy Zhong sebelumnya, dan lagu setelah itu adalah Liang Yanling, Michael Ling sepertinya dia suka lagu-lagu Liang Yanling seperti dia menyukai bunga garbera, itu karena seorang wanita menyukainya, Wendy Zhong merasa jika Michael Ling ingin agar Wendy Zhong melupakan sosok Maria, tapi terkadang secara tidak disengaja dia sendiri lah yang membuat Wendy Zhong mengingat akan keberadaan dan sosok maria, yang bisa dikatakan merupakan sebuah kesedihan untuknya.


Perasaan baik yang sebelumnya dia rasakan langsung menghilang karena kemunculan lagu ini, entah Michael Ling setuju atau tidak, tidak peduli apakah ac menyala di dalam mobil atau tidak, Wendy Zhong tetap membuka kaca mobil, membiarkan udara segar menerpa wajahnya, berharap agar perasaan menyesakkan dalam hatinya bisa tersapu habis oleh hembusan angin yang menerpa wajahnya.


Michael Ling menutup kedua matanya, tenggelam dalam alunan musik, dia sama sekali tidak menyadari adanya perubahan dari sosok perempuan disampingnya, jika dia memiliki biola di tangannya, mungkin dia sudah mulai mengikuti alunan lagu.


Sopir tentu saja tidak berani membantah akan sikap Wendy Zhong yang membuka kaca mobil, suasana mengalir begitu saja, Wendy Zhong menatap pemandangan di luar dengan membiarkan dirinya terkena hembusan angin, sedangkan Michael Ling menikmati alunan musik yang bersenandung, mereka sampai di bandara dengan pemikiran masing masing.


Siapa yang akan mereka jemput masih belum terkuak.


Dian masih berada di Kota K , dan mereka juga bukanlah teman yang terlalu akrab, tidak mungkin lagi jika itu Maria dan Kevin, jika diingat ingat kemarin Meilisa juga sempat mencari Michael Ling di ruangannya, apa jangan jangan Michael Ling akan menjemput Meilisa?


Tapi jika ingin menjemputnya tidak harus membawa Wendy Zhong bersamanya kan?


Mobil tiba tiba berhenti di parkiran bandara, tapi bukan di pintu keluar bandara, melainkan di pintu keluar untuk kargo, Wendy Zhong masih kebingungan saat melihat Michael Ling turun dari mobil, di luar mobil juga terlihat sudah ada pegawai yang menyambut kedatangan mereka, membuatnya melangkahkan kakinya ke dalam, tanpa mengatakan apapun.


Misterius sekali.


Sepertinya bukan menjemput seseorang, tapi, apa itu sebenarnya?


Saat berbelok di jalan depan, bidang di depan dikeliling oleh kain sutra yang penuh warna, membuat Wendy Zhong tidak bisa melihat sebenarnya apa isi di dalamnya.


Michael Ling mengayunkan tangannya, “Buka.”


Pegawai yang mengenakan sarung tangan berwarna putiH langsung membukanya, dan kain terbuka lebar, dua buah mobil yang sangat menarik setiap mata yang melihatnya, satu adalah mobil BMW keluaran terbaru berwarna hitam, dan yang satunya lagi adalah mini cooper dengan warna merah mewah, cantik sekali.


Michael Ling menerima dua buah kunci yang disodorkan kepadanya, kemudian berbalik badan, menyerahkan salah satunya kepada Wendy Zhong, “Untukmu, hadiah ulang tahun.”


Ulang tahun?


Iya benar, jika dihitung hitung, hari ini adalah hari ulang tahunnya, bahkan dia sendiri sampai melupakannya, saat menerima kunci mobil yang disodorkan kepadanya, jujur saja, itu bukan semata mata hanya sebuah kunci saja, tapi sebuah mobil.


Tapi ini adalah hadiah terbesar yang pernah diterimanya sejak dia kecil, kelihatannya dia tidak berani untuk menerimanya, dia menahan bibir bawahnya, bahkan tidak ada sepatah katapun yang mampu keluar dari mulutnya, jarang sekali ada orang yang mengingat hari ulang tahunnya,bahkan dalam beberapa tahun ini dia tidak pernah merayakannya, dulu saat masih sekolah Jacky Xia pernah merayakannya bersamanya, setelah itu tidak ada lagi yang mengingat hari ulang tahunnya, bahkan setiap tahunnya dia sendiri sampai melupakannya, atau terkadang saat pagi dia merebus telur, memakannya, dan itu sudah dia anggap sebagai merayakan ulang tahunnya sendiri.


Tapi tahun ini, dia benar benar melupakannya.

__ADS_1


Michael Ling menggenggam tangannya, memberikan kunci ke dalam tangan Wendy Zhong, “Selamat ulang tahun.”


Tangannya saat ini benar benar sangat dingin, tapi dia merasa sangat panas, “Michael, aku, aku tidak bisa menyupir mobil, aku tidak menginginkannya, sungguh, terimakasih, aku sangat bahagia.”


__ADS_2