
“Jangan menangis, aku sekarang pergi kehotel menjemputmu, kamu tungu, jangan pergi kemana-mana, yang nurut ya.”
“Michael , Aku…”
“Nurut ya, aku tutup dulu telfonku dan menjemputmu.”
“Michael…”Maria memanggilnya lagi, kemudian menenangkan diri berkata:”Baik, aku menunggumu.”
Telfon itu, akhirnya terputus, tetapi Wendy tau Michael Ling akan pergi berjumpa dengan Maria, dia ingin menjemputnya dari hotel.
Hehe, sebenarnya dia juga cukup terjatuh, tak menyembunyikan apapun darinya, dan membiarkan dia tau semua hal.
Tubuh terasa sangat lemas, tetapi dia harus berdiri, dia tidak boleh mengharap apapun dari lelaki ini.
Dari awal dia sudah berkata, dia tak mungkin mencintainya, dia sendiri yang bodoh dan mencintainya.
Dia bodoh.
Dia bodoh.
Orang bodoh yang sebenarnya.
Kenapa harus jatuh cinta kepadanya?
Tetapi, apakah cinta memiliki alasan?
Cinta tidak perlu alasan, mungkin, hanya satu pandangan mata, hanya berpapasan, bisa langsung jatuh cinta.
Tetapi jatuh cinta dan malah tidak bisa membuat orang yang dicintai mencintainya.
Dan dia adalah orang yang paling sedih.
Wanita bodoh.
Tangannya memegang tembok untuk berdiri, dia tersenyum , “Michael, kamu pergi, aku bisa pulang sendiri.”Maria lebih membutuhkan pertolongan, Maria terlalu lembut, dan dia sudah terbiasa menjadi wanita kuat, dunia memintanya harus kuat, dia juga ada Lexi dan Lexa yang harus dia asuh.
“Wendy , maaf.” Dia sedikit dilema, terlebih mereka baru saja melakukan hal itu.
Suasana indah itu, siapa mengira akan berubah secepat itu.
Dia mulai membayangkan Maria bukan dia.
Dia mendorongnya, dengan senyum manis yang dipaksakan,”Aku tau dari awal, jadi, pergilah, aku tidak apa-apa.” Dia juga bukan istrinya, bukan siapa-siapa dia, sama sukarela, dan tadi, dia juga sangat ikhlas melakukannya bukan?
Tidak ada yang dipaksa, dia sendiri yang mau menelan buah pahit walaupun tak peduli seberapa pahit.
Wendy Zhong, dia adalah seorang ibu, dan juga seorang wanita.
“Kalau begitu aku pergi, kamu juga lekas kembali, dan kalau bisa jangan kembali ke Ferry lagi” Dia berkata sembari memakai celana .
Dia seolah sangat baik kepadanya, terlihat bertanggung jawab, dia tau wanita miliknya dari dulu tak kurang materi, semua dituruti, dia dermawan terhadap wanita, hal materi selalu dipenuhi, tetapi hatinya tidak pernah ia beri kepada sembarang wanita.
__ADS_1
Karena hatinya hanya ada Maria.
Dia salah, dia salah waktu bertemu dengannya, jika ia bertemu sebelum kehadiran Maria, dia tidak akan salah.
Tidak ada respon, Ferry, dia akan kembali, dia tidak ingin masuk kedunianya.
Karena itu, hanya akan memperdalam lukanya, hanya akan membuat setiap hembusan nafasnya terhidup wangi dari Maria.
Tidak , dia tidak mau hidupnya selain lexi dan Lexa ada wanita lain.
Keras kepala tak masalah, bertahan juga tak masalah, lagi pula, dia tak akan mau dinikahi olehnya.
Tentang Lexi dan Lexa, biarkan mereka memilih sendiri.
Hehe, dia berfikir terlalu banyak, sampai sekarang, Michael Ling belum pernah berkata ingin bagaimana mengatur Lexi dan Lexa.
Dia sedang menutup kancing kemejanya, dia melewatinya, dengan dingin berkata:”Aku pergi dulu.”
“Wendy, aku besok akan melihat Lexi dan Lexa”
“Iya.” Dia sembari berjalan sembari menjawab, dengan begitu dia sudah memberikan jawaban terbaik, dia mengakui Lexi dan Lexa, sudah sangat baik.
Akhirnya anak-anak memiliki ayah, dengan begitu bisa membuang “Anak haram”seperti yang di katakana anak-anak, apa yang dia lakukan sudah dia lakukan, mengenai bagaimana nanti hasilnya, semua bukan kehendak dia.
Dia tak bisa memprediksi masa depan, hanya bisa berbuat semaksimal mungkin sekarang.
Buka pintu ,”Plak”, seorang wanita masuk, “Ah…”
“Wendy Zhong, kamu…” Lulu melihat bajunya, dan rambut yang berantakan ia sudah bisa menebak.
“Ada masalah apa kamu tanya ke Tuan Ling, aku pergi dulu.” Memberikan semua masalah kepada Michael Ling, dia sekarang tidak ingin menjelaskan kepada siapapun.
Hatinya terluka, terluka sangat dalam, saat ini dia hanya ingin mencari sudut ruangan, dan menepi untuk mengobati luka, sangat sakit.
“Tuan Ling…”
Wendy Zhong pergi, membuka pintu, dan menahan suara didalam, kalau sekarang Michael Ling bertemu Lulu juga bukan hal yang aneh.
Lelaki yang sedang berhasrat, bertemu dengan wanita yang lain juga akan sama.
Langkah kaki yang ringan, tetapi sangat cepat, walaupun sedikit tertatih, tapi dia tau dirinya masih dalam keadaan sadar.
“Wendy, Tuan Ling mana?” didepan Kak Hong menyambut.
Dia tersenyum,”Di belakang, dia akan pergi, ada masalah dirumahnya.” Setelah mengatakan itu, dia tau orang disini ini paham tentang Michael Ling, dirumah Michael Ling hanya dia seorang.
“Oh…Ah, dia pergi, Wendy, pakaianmu kenapa? Kenapa memakai milik tuan Ling…”
Wendy langsung memotong ucapan Kak Hong, dia memotongnya, dan tak ingin menjelaskan apa-apa,”Kak Hong, aku izin libur, malam ini ada urusan dirumahku, aku ingin pulang lebih awal.” Tubuhnya terus gemetar, tidak tau apakah karena dibuat capek oleh Michael Ling, ataukah karena hal lain.
Kak Hong melihat sekilas dia “Iya, pergilah, besok malam datang tepat waktu.”
__ADS_1
“Terima kasih, saya pergi dulu.”Setelah berkata, tidak menunggu respon dari kak Hong, Wendy langsung pergi ,” Kak Rere, bir itu, iya, bir itu, aku mau dua botol.” Dia ingin meminum bir, Lulu yang ada di belakang Ferry tidak akan membiarkannya minum dengan tenang, karenanya ia harus minum diluar, dirumah mencari sudut tempat dan menghabiskan bir itu.
Bekerja Bersama di Ferry , Kak Rere tanpa bicara apapun memberikan bir itu pada Wendy Zhong, ia membawa bir itu pergi, tubuhnya masih memakai jaket milik Michael Ling, tak ingin mengantinya, tidak perlu.
Setelah membalikkan badan , bertepatan dengan Michael Ling yang meninggalkan Ferry dengan laju cepat, dia melihat bayangannya, dingin dan kelas tinggi.
Lelaki itu hanya bisa lembut ketika bertemu dengan Maria.
Hehehe senyum, dia sendiri tak tau senyumnya itu seberapa pasi.
“Wendy Zhong, kamu memakai cara apa menarik Tuan Ling?” Membawa botol bir dan meninggalkan Ferry , Lulu membuntuti dari belakang.
Wendy Zhong tidak mengubris, melewati Lulu begitu saja, pertanyaan itu terlalu idiot, dia tak ingin menjawab.
“Hai, kenapa tidak berbicara?” Lulu tergopoh, ingin rasanya membunuh Wendy.
“Minggir.” Wanita secantik apapun, tetapi jika seperti Lulu hanya akan membuat orang jijik, jika dia Michael juga tak akan mengubris Lulu, tetapi hari itu dia melihat Michael dan Lulu berciuman, “Bukannya dia pernah menginginkanmu?”
“Wendy Zhong, kamu bicara apa.” Lulu tidak sadar bahwa apa yang dilihat Wendy Zhong malam ini ketika dia berciuman dengan Michael Ling, tetapi setelahnya apa yang terjadi Wendy tidak pernah tau.
“Minggir.” Tidak ingin mendengarkan omong kosong Lulu, dia sekarang ingin segera pergi.
“Tidak bisa, hari ini kamu harus memberi penjelasan kepadaku.”
Mencari masalah, Lulu memang mencari masalah, melihat Lulu seperti salju kotor yang dibenci oleh Wendy ,”Aku bicara sekali lagi, mingir.”
Lulu mengedipkan mata, menghalangi jalan Wendy.
Pandangan matanya dan auranya membuat Wendy tidak tahan lagi,mengambil botol birnya, dengan tenaga diletakkan di kepala Lulu,”Minggir.”
“Plak” suara lutut, kemudian Lulu jatuh tersungkur, “Kamu..”tangannya menunjuk ke Wendy, dia sudah mendengar wendy pernah menampar Tuan Lin, dia tidak pernah percaya, kali ini, Lulu percaya, tetapi sudah terlambat.
Darah, mengalir dikepala Lulu, dibelakangnya, seorang wanita yang hendak keluar dari Ferry Bar berteriak terkejut, “Cepat pangil orang, Wendy memukul orang, membuat nyawa terancam.”
Suara itu sedikit berlebihan, Wendy tak mengubris, dia hanya melewati Lulu begitu saja, kemudian mengambil handphone dan menelfon Michael Ling, tidak peduli sekarang dia dan Mariaada dimana, Lulu adalah wanita yang dia cari, dia tak ingin membuatnya seolah baik ,”Michael Ling, Lulu mengangguku karena kamu, aku memecahkan botol bir di kepalanya, dia sekarang tergeletak di pintu utama Ferry Bar, kamu minta Agus mengurusinya.”setelah berkata, dia tak menunggu respon Michael Ling, ia langsung menutup telfonnya,nasib yang baik, kebetulan ada mobil , Wendy naik, mobil itu seperti mobil pribadinya, kaca di mobil terlihat keributan di Ferry Bar, tidak mengurusi itu, tidak perlu diurus, hatinya makin tak karuan.
Membuka pintu kamar, suasana dalam kamar diam, dia masuk kamar anak-anak, mereka tidur dengan nyenyak, jika Michael Ling datang, dan berkata dengan mulutnya dia adalah ayah mereka, tidak tau apa respon mereka?
Dia tak tau, bahkan tak berani berfikir.
Hari yang berantakan, tak perlu berkata apapun, tetapi hatinya tidak tenang.
Tidur saja, tidur sangat baik, dengan tidur tak akan terfikir apapun, bisa dengan tenang melewati setiap menit waktu, tetapi dia sekarang tidak bisa tertidur, hanya ingin minum bir saja.
Ia kembali ke kamarnya, membuka botol birnya, terasa pedas, dan masuk satu tetes demi satu tetes ke tenggorokan, seperti yang dia minum itu airputih bukan bir.
Sangat tenang, dia seketika tidak suka suasana tenang ini, membuat orang makan resah, dan tak bisa berkata apa-apa.
Bir itu sudah habis, tubuhnya duduk di depan jendela, melihat kearah rembulan dari balik tirai jendela, saat ini Michael Ling pasti sudah bertemu dengan Maria, Kevin sungguh telah membawa Maria ke hotel.
Wanita yang sangat cantik, Kevin tidak mau menyiksa wanita lembut itu.
__ADS_1
Hehe, tetapi Maria memiliki Micheal Ling, betapa bahagia dia.