
Hello! Im an artic!
Hati Wendy Zhong saat ini benar benar penuh dengan kebahagiaan, jika dia bisa membuat Michael Ling melupakan masa lalunya, maka kebahagiaannya saat ini benar benar sangat sempurna.
Hello! Im an artic!
Tangannya memegang nampan yang berisi kopi, dan perlahan membuka pintu ruangan Michael Ling, tetapi pintu ruangannya sedikit terbuka, dan di dalam sepertinya dia sedang berkomunikasi dengan seseorang, dan terdengar suara rendah Michael Ling, “apa itu sungguh dia? Aku tidak percaya, aku ingin bukti.”
“Nanti setelah pulang kerja aku dan Wendy akan pergi menjemput anak anak bersama, perhatikan keadaan di sekolah anak anak, jangan biarkan ada orang luar yang sembarangan membawa pergi Lexi dan Lexa, dalam dua hari ini aku akan bertemu dengannya dan mencoba mencari tahu.”
“Baiklah, seperti itu saja, jika menemukan sesuatu segera beritahukan kepadaku.”
Setelah mengatakan itu Michael Ling kayak langsung memutuskan panggilan telepon,
Hello! Im an artic!
Kelihatannya Lexi dan Lexa masih berada dalam bahaya, sepertinya penyelidikan Agus sudah mulai menemukan siapa seseorang yang mencoba mencelakakan kedua anaknya.
Siapa?
Siapa sebenarnya?
“Nyonya, kenapa?” Melihat Wendy Zhong yang masih belum masuk ke dalam, sekretaris di belakangnya langsung bertanya kepadanya.
Wendy Zhong memundurkan langkah ke belakang, saat melihat pintu ruangan Michael Ling tertutup, dia baru berbisik pelan, aku tiba tiba teringat, aku menginginkan kopi yang ditambah dengan madu, apa disini ada madu?”
Perkataannya benar benar sangat sempurna hingga membuat sekretaris itu tidak mencurigai apapun, kemudian bertanya, “Ada, setiap tahun perusahaan selalu menyediakan madu, hanya saja masih belum dibuka, jika kedaluwarsa langsung saja dibuang, setelah itu kita baru membelinya lagi dan menyimpannya.”
Dia benar benar tidak tahu jika Michael Ling memiliki kebiasaan seperti ini, tetapi kebetulan juga membantunya memahami keadaan, sekretaris perempuan itu terlihat membuka lemari di pojokan, dan dari dalam mengeluarkan sebotol madu yang belum dibuka sebelumnya, setelah membukanya dia mengambil satu sendok dan memasukkannya ke dalam kopi milik Wendy Zhong, kali ini mereka kembali mengatakan hal yang sangat menyenangkan, “Lihatlah, presdir sengaja menyiapkan ini untuk istrinya.”
Perkataan mereka manis sekali, mungkin bahkan bunga bunga sudah mulai mekar di kedua mata sekretaris itu.
Jika orang lain yang mendengarnya maka akan mengira jika Michael Ling begitu memanjakannya.
Benarkan, Wendy Zhong juga memberitahukan hal seperti ini kepada dirinya sendiri.
Terkadang memang sesuatu yang palsu itu terlihat paling indah, karena dia disengaja agar tidak sampai ternoda.
Dia kembali membawa kopi untuk masuk ke dalam ruangan Michael Ling, telepon milik Michael Ling diletakkan di sudut meja, seolah olah membuatnya terlihat seperti masih berbicara dengan seseorang di dalam telepon, membuatnya bertanya tanya siapa sebenarnya yang memiliki niat untuk mencelakai Lexi dan Lexa?
Wendy perlahan meletakkan nampan di tangannya, ruangan seketika dipenuhi oleh aroma mawar biru dan juga aroma kopi yang dia bawa, percampuran dua aroma itu tercium sangat harum.
Goresan antara bolpoin dan juga kertas di tangannya menimbulkan suara lirih, tetapi hal itu malah membuat Michael Ling terlihat seperti seorang raja yang bertengger di atas, saat bekerja dia benar benar terlihat serius dan bersungguh-sungguh.
__ADS_1
Perlahan lahan, goresan bolpoin di tangannya mulai berhenti.
Melihat kepalanya yang sedikit tertunduk, Wendy Zhong berfikir jika dokumen dokumen itu bukanlah suatu hal yang mudah untuk ditandatangani.
Dia kemudian meletakkan kopi di samping tangan kirinya, kemudian meletakkan nampan yang dia bawa ke meja samping sofa, mendudukan diri, mulai menikmati kopi yang sudah dia campur dengan madu sebelumnya, memang benar jika rasanya terasa sedikit aneh, aroma dari kopi itu sendiri menjadi berkurang, tetapi ternyata Wendy Zhong malah menyukainya.
Sebenarnya orang itu siapa?
Dalam hatinya dia masih berkutat dipusingkan oleh hal ini.
Ruangan ini benar benar sangat tenang, bahkan suaranya saat menyeruput kopi saja bisa didengar dengan jelas, orang yang sedang berada di depannya saja dia tidak tahu akan apa isi di dalamnya, tiba tiba perutnya mulai berbunyi, sebelumnya dia benar benar sudah tidur terlalu lama jadi melewatkan waktu makan siangnya, dan sekarang dia merasa lapar.
Tirai putih susu yang berada di dalam ruangan membiarkan cahaya matahari perlahan masuk ke dalam, tetapi kehangatannya malah tidak mampu untuk menenangkan kedinginan di antara laki laki dan perempuan di dalamnya, untuk beberapa saat, di atas meja terlihat ada beberapa bayangan, hal itu membuat Wendy Zhong mengangkat kepalanya, dan kebetulan Michael Ling sedang mengulurkan tangannya kepadanya, “sudah, dokumen yang harus segera ditandatangani sudah diselesaikan, ayo pergi.”
Dia meletakkan tangannya di dalam genggaman tangan Michael Ling.
Hal seperti ini membuatnya tidak terbiasa.
Saat mereka berdua berjalan keluar dari dalam ruangan, para sekretaris itu hanya merasa kagum, tetapi mereka tidak mencoba menghentikan Michael Ling lagi.
Di tempat parkir, mobil BMW dan juga mini cooper terparkir beriringan, masih seperti saat siang sebelumnya, “Wendy, besok kamu harus mulai belajar menyetir, dengan begini kamu bisa mengendarai mobilmu sendiri lain kali.”
Wendy Zhong mengulurkan tangannya memegang mobil mini coopernya, jujur saja dia menyukai mobil seperti ini, bagus jika dilihat.
Karena cahaya lampu Wendy yang akan melakukan sesuatu tapi sudah didahului oleh Michael Ling yang sudah menyalakan mesin mobil, perasaannya sangat baik, tangannya bahkan meraih tombol musik di dalam mobil, dan terdengar suara musik mengalun, alunan musik lama yang terdengar, dan juga setiap perubahan alunan nada di dalamnya membuat perasaan sedikit muram, saat Michael akan menekan tombol untuk mengganti lagu, tiba tiba tangan Wendy sudah berada di atas tangannya, “jangan diganti, aku menyukai lagu ini.”
Saat musik itu mengalun, rasanya membuat suasana sangat berbeda dengan dunia di jaman sekarang, tetapi suasana itu malah terkesan begitu indah dan murni.
Michael Ling juga tidak mengatakan apapun lagi, dia hanya mengemudikan mobil dengan fokus, alunan musik lama itu masih menggema di dalam mobil, alunannya benar benar membuat menit terhanyut, ternyata sudah sampai, tetapi itu bukanlah restoran Jepang, tetapi sebuah restoran Korea, Michael Ling menyambutnya turun dari mobil, mengatakan, “di sini ada mie, sekarang sedang musim panas, makan saja mie dingin agar tidak panas dalam.”
Wendy Zhong tersenyum tipis, dia kembali menarik perasaan sedih yang terbawa saat mendengarkan lagu itu.
“Michael, terima kasih.” Wendy Zhong sangat menyukai mie dingin khas Korea, asam manis tapi sangat lezat, jika ditambahkan dengan telur dan juga beberapa sosis yang sudah dibakar sebelumnya maka rasanya akan semakin nikmat.
“Apa hanya sebuah mi saja sudah bisa menyenangkanmu?” Senyumnya benar benar membuat Michael Ling terhanyut, mungkin juga karena suasana di dalam mobil sebelumnya, perasaan mellow dari lagu itu masih menyelimuti Wendy Zhong, hal itu membuat Michael Ling kembali teringat akan Maria, sudah beberapa hari tidak bertemu, apakah dia baik baik saja?
Pelayan membawa mereka masuk ke dalam restoran, mereka makan sudah melewati waktu makan pada umumnya, di dalam restoran ini hanya ada beberapa orang saja, bahkan bisa terdengar perkataan mereka yang sedikit berbisik.
“Tuan, apakah dua orang?”
“Iya.”
“Kalau begitu masuklah ke dalam ruangan VIP.” Hanya melihat aura yang terpancar dari sosok Michael Ling, pelayan tersenyum dan mengatakan sarannya.
__ADS_1
Michael Ling yang baru saja akan mengiyakan, tiba tiba Wendy Zhong mengatakan, “Michael, duduk saja di meja dekat jendela sana, sebenarnya di luar juga cukup tenang.” Dia bisa makan sambil menikmati pemandangan di luar, suasana seperti itu benar benar sangat menyenangkan, tiba tiba Wendy Zhong menyadari sesuatu, jika menjadi perempuannya juga tidaklah buruk, sebenarnya dia tidak perlu memikirkan sesuatu yang berlebihan, dia juga tidak perlu bersikap seperti dirinya yang dulu, yang setiap harinya hanya memikirkan makanan dan juga biaya hidup.
Kenapa dia tidak bisa menjadi sahabat Michael Ling, jika bisa melakukan semua yang ingin kita lakukan tanpa mengandalkan orang lain, mungkin rasanya akan sangat menyenangkan.
Michael Ling menganggukkan kepalanya, “Hari ini semua keputusan ada di tanganmu.”
Hahaha, beruntung sekali bisa mendapatkan kejutan berkali kali dalam satu hari, tiba tiba dia menyadari jika ulang tahun benar benar sangat menyenangkan.
Jendela di sampingnya mengalirkan air yang mengalir dengan santai, tetesan air yang mengalir berubah menjadi aliran kecil yang tidak terhitung jumlahnya, dan meninggalkan sesuatu seperti sebuah gambar di atas kaca, yang seakan sedang menuliskan cerita sederhana mereka, Wendy Zhong menatapnya dengan tenang pemandangan yang sangat misterius di depannya.
“Tuan, nona, silahkan pesan makanannya.” Pelayan yang bertugas mencatat makanannya sudah datang di depan meja mereka, dua buku menu sudah diletakkan di depan Wendy Zhong dan juga Michael Ling, meskipun begitu masih tidak bisa membuat Wendy Zhong memalingkan pandangannya dari jendela kaca itu.
“Apa bagus?” Michael Ling tidak terburu buru untuk segera memesan makanan, dia bertanya kepada Wendy Zhong seakan dia sendiri tidak merasa lapar saja.
Wendy Zhong yang ditanya seperti itu langsung mengambil buku menu dan menjawab, “Lumayan.”
Michael Ling yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya, kemudian menjatuhkan pandangannya ke dalam buku menu, Wendy Zhong terlihat duduk dengan bersila di depan pemanggangan, belajar dari cara orang utara di televisi, entah kenapa rasanya sangat aneh duduk dengan sikap seperti ini di depan pemanggangan, tetapi meskipun begitu, hal ini membuatnya bisa merasakan pemanggangan tradisional orang Korea, tetapi sebenarnya ini hanyalah hiasan saja, bagaimana mungkin bisa duduk di depan pemanggangan dengan menyalakan AC?
Tetapi di sini memang seperti itu.
Hari ini adalah hari ulang tahun Wendy Zhong, tentu saja Michael Ling akan membiarkan Wendy Zhong untuk memesan menunya, Wendy Zhong tanpa segan memesan beberapa makanan, dan dia juga tidak lupa untuk memesan kimchi.
Mie dingin lah yang paling awal disajikan, kelihatannya kuah dari ini sudah disiapkan sejak awal, dia mengangkat pandangannya menatap Michael Ling, dan Michael Ling terlihat mengayunkan tangannya kepada Wendy Zhong, “makanlah dulu.”
Wendy Zhong mengambil sesendok kuah mie dingin dan memasukkannya ke dalam mulutnya, rasanya memang benar benar asam dan manis, tetapi dia sangat menyukai rasa seperti ini, enak. Dia langsung menyukainya, sampai sampai dia sudah melupakan kapan terakhir kali dia memakan mie dingin, dia benar benar melupakannya.
“Selamat ulang tahun.” Baru saja makan dua sendok, tiba tiba seikat mawar biru sudah berada di depan wajahnya, warna biru muda yang terlihat benar benar memanjakan matanya, dia menghirup aroma mawar itu, “Michael, kamu bisa membuatku mencintaimu.”
“Cintai saja.” Dia mengambil sumpitnya, dan mengambil makanan yang baru saja dihidangkan di atas meja, tatapannya benar benar sangat hangat, ada beberapa orang yang tidak bisa dilepaskan, saat teringat dengan kedua anaknya, tiba tiba Michael Ling merasa jika memiliki sepasang anak laki laki dan perempuan adalah tujuan akhir darinya.
Dia yang sebelumnya selalu salah.
Jika diingat ingat, ini adalah pertama kalinya dia dan Wendy Zhong makan bersama tiga kali dalam satu hari.
Begitu teringat akan hal ini, ujung bibirnya sedikit terangkat membuat wajahnya menyiratkan senyum tipis, dia merasa jika setiap makanan yang dipesan oleh Wendy Zhong tidak jauh jauh dari mie, sebelumnya dia memesan mie, hanya kali ini mie yang ditambah dengan kuah dingin.
Dia mengambil saury yang sudah dipanggang sebelumnya, dan meletakkannya ke dalam mangkok Wendy Zhong, “jangan makan mie dingin terlalu banyak, jika tidak perutmu akan kaget.”
Wendy Zhong hanya menjulurkan lidahnya saja, dia masih ingin memakan makanan lainnya, di atas meja ada begitu banyak makanan, tetapi dia hanya menyukai mie dingin ini saja, dan juga kimchi yang dia pesan juga dia makan sendirian.
Mawar biru juga sudah diletakkan disampingnya, menyebarkan aroma segar, membuat suasana diantara keduanya semakin elegan, suasana romantis yang tercipta juga tidak bisa terbantahkan, dia pernah mendengar jika menikah dulu baru berpacaran, tetapi saat bersama Michael Ling sebenarnya mereka masih belum mendaftarkan pernikahan mereka, maka hal ini bisa disebut dengan berpacaran kan.
Tetapi diantara mereka sudah memiliki dua bocah kecil, mungkin setelah makan nanti, mereka akan beristirahat sebentar dan kemudian menjemput mereka berdua.
__ADS_1
Mereka makan dengan menikmati percikan air yang mengalir di kaca samping meja mereka duduk, rasanya benar benar sangat menyenangkan.