
Hello! Im an artic!
“Bibi Zhang , cepat ambilkan air dingin kemari.” Michael Ling memalingkan kepalanya menatap Wendy Zhong, dengan berteriak kepada Bibi Zhang yang berada diruang tamu.
“Baik, tuan.” Bibi Zhang pergi mengambil air, dan Wendy Zhong masih berbaring di atas sofa, dengan tangan yang meraih tissue untuk mengelap hidungnya yang berdarah, Michael Ling sudah beranjak, dan merebut tissue yang ada di tangannya, “Berikan padaku, aku saja.”
Hello! Im an artic!
Wendy Zhong menutup kedua matanya, kepalanya terasa sangat pusing, mungkin juga karena keluar darah yang cukup banyak, jadi dia tidak begitu berpikir terlalu banyak, Bibi Zhang dengan cepat datang dengan membawa air dingin, dan langsung menyerahkannya kepada Michael Ling, membiarkannya mengurus semuanya, bahkan tidak membutuhkan waktu lama agar darah di hidungnya berhasil dibersihkan, darah sudah tidak mengalir lagi, tissue dia masukkan ke dalam hidung, “jangan bergerak sembarangan, setelah darah benar benar berhenti baru boleh bangun.”
“Baiklah.” Dia masih enggan, kepalanya semakin pusing saja, “tapi Michael, aku ingin tidur.”
“Berbaringlah sebentar, aku akan membawa Lexi dan Lexa ke atas, setelah menidurkan mereka,aku baru membawamu ke atas.” Dia menganggap Wendy Zhong seperti anak kecil saja, suaranya menggema di telinganya, iya juga, dia tidak seharusnya memikirkan terlalu banyak hal, dia sudah mengatakan akan memberinya waktu, kalau begitu berikan saja.
Ingin sekali mencintaimu, tapi saat memikirkan hal itu, entah kenapa malah membuatnya semakin ingin melihat akhir dari cerita buku itu.
Hello! Im an artic!
Melihat Wendy Zhong yang menutup matanya dan tidak mengatakan apapun, tangannya meraih remote, dan menyalakan alunan musik relaksasi, “Wendy, nikmatilah alunan ini, aku akan segera kembali.”
“Ayah , kita tidak perlu diantar ke atas, tidak perlu menidurkan kita, aku dan Lexi bisa menjaga diri kita dengan baik, dulu saat mami sakit, kita juga sangat patuh dan tidak meminta mami untuk menidurkan kita, aku bahkan mencuci bajuku sendiri.”
Wendy Zhong tertawa, untung saja tangannya menutupi mulutnya, jadi suara tertawanya tidak terdengar terlalu keras, karena Michael Ling menutupi pandangannya dari Lexi dan Lexa, jadi kedua bocah itu tidak mendengarnya tertawa.
Waktu itu Lexa mencuci baju dengan menggunakan tiga ember air, bahkan airnya sampai membenamkan kamar mandi, jika bukan bibi yang segera menyadarinya, mungkin seluruh rumah sudah terendam air, tapi masalah ini tidak akan dia ungkit lagi, dia tidak oleh mematahkan semangat anak anak, jika anak anak menyukai hal rajin seperti itu, maka harus didukung.
Michael Ling sempat menyadari tawa Wendy Zhong, tapi tidak mengungkitnya, dan hanya berkata kepada Lexa dan Lexi, “kalau begitu Ayah akan mengantar kalian ke atas dan menyelimuti kalian, setelah itu Ayah akan langsung turun, bagaimana?”
“Baiklah.” Kedua anak itu menjawab bersamaan, mereka benar benar sangat khawatir terhadap Wendy Zhong.
Hanya mimisan saja, Wendy Zhong selalu menyepelekannya dan tidak menganggapnya serius, hal ini selalu saja terjadi dalam kurun waktu beberapa tahun ini, terkadang dia tidak ingin anak anak mengetahuinya, waktu itu saat dia mengejar Michael Ling ke Group Ling , hanya karena darah di atas seprei, dia dengan bodohnya mengatakan kepada Jacky Xia jika dirinya sudah kehilangan keperawanannya, sekarang jika dipikir pikir rasanya benar benar sangat memalukan.
Dari tangga sudah terdengar suara langkah kaki, Michael Ling sudah kembali, membuat sofa tertekan ke dalam, Wendy Zhong yang menutup kedua matanya bahkan masih bisa merasakan nafas yang dia hembuskan, tangannya digenggam olehnya, “masih sakit?”
“Hanya mimisan saja, mengejutkan tapi tidak menyakitkan.” Dia sudah terbiasa dengan hal seperti ini sejak awal.
“Apa masih sering mimisan?”
“Iya, setelah beberapa hari bisa mimisan sekali, aku sudah terbiasa.”
__ADS_1
“Apa kamu sudah memeriksakan diri ke dokter?”
Ternyata dia mulai khawatir, “hanya bagian dalam hidungku saja yang terluka karena cuaca yang sangat panas, aku sudah mencari tau masalah ini di internet, mereka semua mengatakan seperti itu, dan bukan masalah besar.”
“Baiklah kalau begitu, tapi nanti setelah kamu senggang, periksakan dirimu ke doter, jangan hanya membiarkannya mimisan terus menerus, meskipun karena cuaca yang sangat panas, tapi kenapa aku, Lexi, Lexa tidak mimisan?”
Michael Ling mengatakan hal yang membuat Wendy Zhong tidak mampu untuk membantahnya, “Baiklah, setelah beberapa hari aku akan periksa ke dokter, oh iya, apa perawat yang mencelakai Lexi dan Lexa di rumah sakit sudah ditemukan?”
“Sudah ada pergerakan.”
“Siapa?” Perkataannya itu menarik perhatian Wendy Zhong, dia mulai beranjak, menggenggam tangan Michael Ling menanti jawabannya.
“Aku masih menyelidikinya, dalang dari hasil yang ditemukan, menurutmu siapa?”
Nama pertama yang muncul dalam benaknya adalah Rena Jin, kemudian Henna Bai, tapi dia merasa jika meskipun mereka berdua sangat kejam, tapi kekejaman mereka tidak akan sampai pada tahap separah ini, tidak perlu sampai mencelakai anak anak, jadi Wendy Zhong menggelengkan kepalanya, “aku tidak tau.”
“Apa selain dengan Henna Bai dan Rena Jin, apa kamu berhubungan dengan perempuan lainnya lagi?”
Begitu mendengar pertanyaan ini detak jantung Wendy Zhong langsung tidak karuan, satu satunya kemungkinan yang tersisa adalah Meilisa, tapi sepertinya dia tidak perlu berbuat sampai mencelakai Lexi dan Lexa kan, setelah dipikir pikir, Wendy Zhong masih memutuskan untuk tidak mengatakannya, terkadang banyak hal yang tidak bisa dia ketahui bahkan Meilisa datang untuk memberitahunya, hanya saja dia juga tidak mengerti kenapa Meilisa memberitahunya semua itu.
“Wendy, apa kamu memiliki hal yang disembunyikan dariku, aku berharap jika kamu bisa mengatakannya, bagaimanapun juga perkataanmu akan mempermudah menemukan orang itu.”
Dia mengerutkan keningnya, menatapnya, “mungkin itu adalah suatu hal yang harus kamu selesaikan sendiri, mungkin dia tidak senang melihatku masuk ke rumahmu.” Setelah mengatakan itu dia langsung beranjak, dan melangkahkan kakinya menuju ke arah tangga.
“Baik, presdir, oh iya, mobil baru sudah sampai, besok sudah bisa diambil.”
“Ok, aku akan kesana sekitar pukul setengah 9.” Setelah mengatakan itu dia langsung memutuskan panggilan telepon, kemudian berjalan mencoba mengejar Wendy Zhong yang sudah naik ke atas, dia yang malam ini rasanya ada yang berbeda, sebenarnya dia sudah menebak kenapa dia memperlakukannya seperti ini, hanya saja Michael Ling tidak ingin memperjelasnya saja, bagian akhir dari buku itu sama sekali tidak boleh membiarkannya membacanya, ada satu rahasia yang menyangkut dirinya, selamanya dia hanya bisa menyimpannya dan tidak boleh sampai terkuak oleh orang lain, jika tidak, maka rasa sakit itu akan sangat menyakitkan.
Jarak diantara mereka semakin dekat, dia sudah berhasil melihat punggung Wendy Zhong, rasanya semakin lama semakin membuatnya peduli akan perasaan dan reaksi dari Wendy Zhong, jadi, hal itu membuat perasaannya sangat mudah terpengaruh karenanya.
“Tak.” Sebuah langkah berhasil menjangkaunya, dia berjalan menjejeri Wendy Zhong, “Masih pagi kan, apa kamu benar benar akan tidur?”
“Iya, aku ingin tidur.” Wendy Zhong menguap, dia menyibakkan rambutnya dengan malas, karena dia benar benar sudah mengantuk.
“Bantu aku mandi baru tidur, ya, aku tidak nyaman jika tidak mandi.” Dia memerintah tanpa canggung, bahkan nada bicaranya sudah seperti memohon saja.
“Michael, aku bukan pelayan yang bekerja untukmu.”
“Iya kamu bukan pelayanku, tapi kamu adalah istriku, aku terluka, dan lukaku belum sembuh sepenuhnya, jadi, kamu harus membantuku mandi, jika tidak maka aku tidak akan bisa tidur.”
__ADS_1
“Kalau begitu minum saja obat tidur, tidurmu akan sangat pulas nantinya.”
Dia mengangkat pundaknya, “jika hatiku tidak ingin tidur, memakannya pun tidak akan ada gunanya, ayo, masuklah bersama.” Dia sudah menggandeng tangan Wendy Zhong masuk ke dalam, rasanya pintu itu terlalu kecil, membuatnya bahkan harus memiringkan tubuhnya untuk bisa masuk ke dalam.
“Apa tidak masuk depan belakang saja, kenapa malah menggandengku?” Masuk ke dalam bersempit sempitan membuatnya sedikit kesal.
“Menunggumu mengunci pintu.” Dia tersenyum, berdiri di depan Wendy Zhong, menghadangnya agar tidak bisa masuk ke dalam kamar.
“Huh, aku akan mengunci pintu.” Saat teringat Lexa dan Lexi yang memergokinya berciuman, wajahnya langsung memerah, tanpa perlu diperintah olehnya dia juga akan mengunci pintu, jika sudah terkunci, maka tidak ada orang yang bisa membuka dari luar, setelah mencobanya dia baru merasa tenang, tapi dia, dia masih saja berdiri di depannya, menghadang jalannya.
“Minggir.” Michael Ling sedikit aneh, menatapnya dengan mengedipkan kedua matanya.
“Tidak mau.”
Wendy Zhong menyampingkan tubuhnya, dia ingin melewatinya dari pinggir, tapi laki laki itu masih tidak memberi jalan, dalam sekejap membuat Wendy Zhong berada dalam pelukannya, mana mungkin sikapnya itu seperti orang yang terluka, tidak mirip sama sekali. “Wendy, kamu mengatakan kamu mencintaiku kemarin malam, apakah itu sungguhan?”
Tidak tau kenapa tiba tiba Michael Ling menanyakan hal ini, menyebalkan, menjengkelkan, membuatnya mencubit tubuh Michael Ling, dalam hati Michael Ling saja tidak ada sosok dirinya, jika hatinya ada sosok dirinya bukankah sangat merugikannya, dia berpikir sebentar, kemudian mengatakan, “tidak, aku hanya tersentuh saja akan perkataanmu, semuanya hanya demi anak anak agar bisa mendapatkan kasih aku ng mami dan Ayah nya saja.” Dia mengatakannya dengan sangat lirih, setengah kebenaran dan setengah lagi kebohongan, setelah mengatakan itu, entah kenapa dia tidak merasa lega, tapi malah membuat bebannya terasa semakin berat saja.
Tidak enak sekali rasanya membohongi seseorang, menyesakkan.
“Baiklah, kelihatannya kamu akan memberiku kesempatan, ayo, bantu aku mandi.” Setelah mengatakan itu dia langsung menarik tangan Wendy Zhong masuk ke dalam kamar mandi.
“Hei, baju tidur belum diambil.”
“Tidak perlu.”
“Perlu.”
“Tidak…” Belum sempat menyelesaikan perkataannya, dia sudah ditarik masuk ke dalam kamar mandi, tangannya terulur, “ingin melepaskannya sendiri, apa aku membantumu melepaskannya, dan kamu membantuku melepaskannya.”
“Aku, aku akan melepaskannya sendiri.” Saat mengatakan itu dia sudah berbalik badan, meskipun sudah berkali kali melihat tubuhnya, tapi saat tubuhnya terpancar cahaya lampu, rasanya benar benar berbeda, hal itu membuat hatinya bergetar.
Setelah itu dia mendengar suara, sepertinya Michael Ling sedang melepas pakaiannya.
Setelah itu terdengar suara pakaian terjatuh di lantai, “Wendy, aku sudah melepas pakaianku, giliranmu sekarang.”
Dia mengangkat tangannya, tapi setelah itu dia tidak tau harus berbuat apa lagi.
“Sraakkk.” Suara kran air terbuka, guyuran air hangat mulai menerpa tubuhnya, dan kebetulan semua tepat mengenai tubuhnya, tamat sudah, bajunya basah, saat dia menundukkan kepalanya, dia tau jelas jika dia yang saat ini sama seperti dia pada kemarin malam, tubuhnya sudah terpampang, dan direngkuh begitu saja oleh Michael Ling, “Michael, kamu tidak tau malu.”
__ADS_1
Dia hanya tersenyum, melihatnya berbalik badan dan mengarahkan air ke tubuhnya, “kamu juga boleh membuatku basah, tapi kamu harus ingat perban yang menggulung kaki dan tanganku.”
“Lukamu sudah sembuh, kamu hanya menindasku saja, aku tidak akan membantumu mandi.” Kesal sekali, kenapa harus membantunya mandi? Tidak habis pikir.