DIREKTUR, AKU JUGA MENCINTAIMU

DIREKTUR, AKU JUGA MENCINTAIMU
Bab 88 Bagaimana


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Kamu lihat, dia bahkan tidak bisa teriak, apa yang kamu takut, aku menaruh kamera disini, nanti kamu tekan tombol bukan tutup, semua sudah siap.” Henna Bai mengatakannya, sekalian meletakkan satu kamera kecil di samping tempat tidur Wendy, kamera itu diarahkan ke tengah tempat tidur.


Dia meringkuk, tetapi, dia sekarang seperti domba yang akan disembelih dan tidak punya tenaga apapun untuk melawan.


Hello! Im an artic!


“Sudah siap, aku keluar dulu, nanti semuanya tergantung kamu, jika telepon yang di saku kamu bergetar kamu sudah boleh mulai, perhatikan, tidak boleh kecepatan dan juga tidak boleh kelambatan, dengar tidak?” Henna Bai memerintahlan pria itu di depan Wendy secara terus terang, dia memang menganggap dia transparan.


Bagaimana?


Bagaimana?


“Baik, nona.” Pria dengan melirik ke Wendy yang ada di tempat tidur, wanita ini dia sudah pernah lihat, sangat cantik, jangankan membuka pakaian wanita ini, bahwa dapat melihat saja dia terasa keberuntungan tiga kehidupan.


Hello! Im an artic!


Henna Bai keluar dari kamar Wendy dengan senyuman jahat, dia pasti memikirkan cara bagaimana membawa Marcell Bai ke kamarnya.


Wendy dengan penuh ketakutan melihat pria yang ada di tepi tempat tidurnya, pria juga memandangnya, dan secara sadar tangannya mengencangkan selimutnya, tetapi dalam hatinya mengerti jelas bahwa dia tenaga dia tidak mungkin bisa menahan pria ini yang sebentar lagi akan melaukan sesuatu terhadapnya


Waktu, berjalan detik demi detik, jantungnya tegang seperti telah mengalami banyak kali ketakutan dan kesakitan saja.


Tiba-tiba, teleoon yang ada di saku pria bergeter dan suara itu terhantar ke telinga Wendy.


Segalanya, akan segera dimulai.


Dengan mata terbuka lebar, dia berharap dengan tatapannya bisa membuat pria ini mundur dari segala sesuatu yang akan dilakukannya, tetapi, pria tidak peduli sama sekali, hanya menekan telepon sebentar lalu mendatanginya lagi.


Kedua tangan itu hampir menghampiri selimutnya, Wendy menutupkan matanya, air matanya sedang mengalir di ujung matanya, dia tidak ingin menginginkannya, tetapi, itulah cara Henna Bai.


Mungkin, itu disebabkan oleh aroma harum yang Henna Bai nyalakan di halaman rumput tadi, tetapi ketika saat dia menyadari semua ini, semuanya sudah terlalu lambat.


Dia tidak bisa menghentikan konspirasi antara Henna Bai dan pria itu.


Tangan pria sudah meraih selimutnya, kekuatan itu membuat tubuhnya gemetaran, seperti sebuah korek api menghidupkan obor api, tubuhnya tiba-tiba terbakar.


Khawatir, sekarang tidak hanya pria itu ingin membuka selimutnya, bahkan dia sendiri juga ingin membukaya.


Sangat tidak nyaman, sangat-sangat tidak nyaman.

__ADS_1


Metode Henna Bai terlalu kejam, dia yang kejam membuatnya berpikir pria yang didepan mata dia ini menjijikkan juga, tetapi dia, tidak dapat menghindarinya.


Lampu, telah digantikan dengan lampu kecil, kamar sedang dalam keadaan setengah terang setengah gelap, di samping telinga itu jendela dengan suara jangkrik, Wendy sekarang terasa jangkrik saja lebih bersemangat daripada dia, setidaknya masih bisa bersuara, namun dia, tidak dapat melakukan apapun, hanya bisa membiarkan orang lain membantainyam


Selimut “Srett” tertarik, memperlihatkan tubuhnya yang hanya memakai piyama, juga rambutnya yang panjang dan basah diatas bantal seperti air terjun.


“Woo…” Dia sekali lagi menyadarkan diri mengeluarkan suara yang sangat rendah, tetapi rendahnya suara itu hingga dia sendiri yang bisa mendengar saja.


Tangan pria baru saja mendarat, selimut tadi sudah dilempar dia ke karpet sejak tadi.


Tangan, jatuh lagi ke kera piyamanya, dia yang baru saja siap mandi tidak memakai apa-apa di dalamnya, mau tidur, dan itu kamarnya sendiri, jadi benaran tidak perlu memakai, tetapi sekarang, jika pria membuka piyamanya, dengan begitu, tubuhnya akan terpampang didepan mata pria itu.


Panik, semakin kuat.


Dia sangat takut.


Jantungnya berdetak seperti petir saja.


Satu tangan mulai membuka piyamanya, sepertinya sedikit ketakutan juga, jadi tindakan pria sedikit pelan, tetapi, dia tidak ada maksud untuk berhenti sama sekali.


Talinya sudah terlepas, piyama masih ringan membungkusi tubuhnya, tetapi akan segera diungkapkan, kemudian, Marcell Bai akan berjalan masuk.


Wendy membayangkan dengan setengah sadar, bahkan niat untuk mati pun sudah ada, bagaimana dia bisa sesial ini, selalu ada orang yang mau perhitungkan dia.


Dan dia, akan lebih menyakiti hati Marcell Bai.


Pisahkan persoalan dia telah melahirkan anak Michael Ling, dia masih mencuri Pria dirumah dia.


Dia benar-benar tidak dapat menjelaskannya lagi.


Langkahan kaki yang pelan diluar pintu, tangan yang ada ditubuhnya sudah mulai membuka piyamanya, Wendy memejamkan matanya, air matanya mengalir tidak terbendung, dia begitu duka dan sedih.


Tetapi seteleh piyamanya terangkat, segalanya berubah secara tiba-tiba, tidak ada tangan pria yang di tubuhnya, sama sekali tidak ada.


Pintu belum terbuka, hanya terdengar suara teredam, seperti ada sesuatu yang jatuh ke lantai, suara itu membuat Wendy membuka matanya, tetapi masih ada bayangan pria itu di matanya, dimana dia mengheran dan belum sempat sadar apa yang telah terjadi, piyama kembali lagi ke tubuhnya, juga menutupi tubuhnya yang hampir terlihat, muncul tangan di pinggangnya, ketika di gendong baru dia sadar ada yang tidak betul, tetapi, kedekatan tiba-tiba itu membuat kepanasan yang ada di tubuhnya itu semakin kuat semakin berat, membuatnya tanpa sadar begerak kepada orang yang megendongnya, “Woo…woo…” Dia tidak melakukan gerakan lain selain bergerak dan merayap.


“Shit!” Pria dengan suara rendah berkomen, dengan segera memeluknya dengan ringan menuju jendela, tapi itu hanya masalah sesaat saja, Wendy digendong ke balkon lantai dia, balkong lantai dua, dikatakan tinggi juga tidak tinggi sangat, apalagi pria yang mengendongnya.


Mempunyai perasaan yang familiar, dia mengenali pria yang mengendongnya ini, hampir menghabiskan seluruh tenaganya perlahan sedikit mengangkat kepalanya dan melihat wajah pria itu.


Michael Ling, seperti pengganti palsu.

__ADS_1


Wendy menarik nafas, bagaimana mungkin dia?


Tetapi disaat dia masih mencerna informaso-informasi yang datang secara tiba-tiba ini, pria itu sudah menbungkukkan badan kedepan dan melompat dari balkon ke halaman rumput, dengan diam, tidak ada seorang pun yang tahu dia dan dia muncul.


Dengan cepat berlari ke sudut taman, karena dia sedang berlari dan angin itu meniup ke Wendy membuat badannya tidak enak, tetapi rasa panas itu masih juga belum hilang, masih menyiksanya dan dia tidak bertahan begerak di tubuh Michael Ling, masih bersenandung di mulutnya, suara itu membuat simpul tenggorokan pria melonjak, tubuhnya bereaksi.


Wendy merasakan segalanya, membuat pikirannya mulai memikir sesuatu tanpa sadar, dia sangat tidak nyaman, disaat seperti ini, dia hanya ingin melepaskan dirinya dengan cepat, dengan begitu baru bisa tenggelam dengan bebas.


“Wendy…” Balkon yang dibelakangnya mengirimkan suara Marcell Bai, tapi semakin jauh darinya, akhirnya, dia tidak mendengarnya lagi.


Begitu fimiliar, seolah-olah ini rumahnya sendiri, ketika Michael Ling datang dia telah mengecek pagar yang mana ingin dilompat keluar, diluar, otomatis ada Agus yang sudah bersiap-siap menjemputnya, dia diam-diam berterima kasih, untungnya kali ini dia sendiri yang datang, dan untungnya juga lukanya sudah lebih baik, jika tidak, Wendy Zhong akan benar-benar terlihat oleh orang lain, memikirkan pria yang dijatuhkan olehnya ke lantai, Michael Ling tidak sabar untuk kembali dan menggali matanya.


Yang penting, Wendy sudah menjadi wanitanya, selagi dia tidak melepaskannya dia hanya bisa menjadi miliknya, dengan sombong dia berpikir seperti gitu, ini adalah hal yang setidaknya harus dilakukan oleh Wendy Zhong selama menjadi miliknya, tetapi Wendy Zhong, malah tinggal di kediaman Marcell Bai begitu lama.


“Direktur, cepat naik.”


“Lexi dan Lexa?”


“Diatas mobil.”


Michael Ling menghela nafas lega, kepalanya melihat ke dalam mobil, Lexi dan Lexa sedang tertidur di dalam mobil, “Agus, berkan aku mobilnya.”


“Direktur, kamu ingin mengendarai?” Agus melihat Michae Ling dengan terkejut, masih saja memeluk Wendy Zhong dalam pelukannya, bagaimana dia mau membawa mobil?


“Iya, kamu turun dan cari taksi untuk kembali, aku sendiri menyetir sendiri saja.” Tanpa ragu dia memberi perintah, wanita yang dalam pelukannya seperti gini tidak mungkin membiarkan Agus melihatnya.


Tidak boleh.


“Baik, Direktur.” Agus tidak berani tidak menuruti, hanya saja aneh dengan keputusan Michael Ling, tetapi dia dengan cepat keluar dari mobil juga, dan segera hilang dari jalan juga.


Michael Ling mengendong Wendy Zhong duduk diatas kursi pengemudi, anak-anak tertidur nyenyak, ini membuatnya tidak khawatir, yang dia khawatirkan adalah Marcell Bai akan menyusulnya, dia tidak ingin balapan dengan Marcell Bai, di badan dia masih ada Wendy Zhong yang mengantung seperti gurita, panampilan wanita ini dibawah lampu tadi jika aku mendeskripsikannya mungkin dia sendiri juga tidak dapat percaya, seluruh tubuhnya berwarna merah jambu dan lembut seolah-olah dia bisa meneteskan air, manik-manik keringat halus yang tembus cahaya memberi tubuh putihnya sentuhan mempesona, itu spesial, sangat spesial.


Dia menghidupkan mobil, Michael Ling berusaha keras membuat wanita yang disampingnya tidak mengganggu dia membawa mobil, sepertinya ada cahaya dari mobil lain di belakang mobil BMW, ternyata Marcell Bai menyusulnya.


Dengan sedikit tersenyum, Michael Ling mengambil teleponya dengan santai dan mengatakan, “Dijalan kedua, setelah mobil aku lewat kamu meletakkan mobil disana, menghalangi mobil yang ada dibelakang.”


“Baik.” Seorang pengemudi dengan cepat menjawab Michael Ling dan Michael Ling pun menyetir menuju ke jalan nomor dua yang tadi diucapkan dia.


Kecepatan Michael Ling tidak melemah setengah menit, saat melaju ke depan dia juga melihat ke arah di belakang mobil, pengemudi yang dia atur memang pandai ia pun menghalangi mobilnya di persimpangan, Marcell Bai ingin mengejar, hanya akan, menjadi sangat sulit.


Melonggarkan kemudi dan menjentikkan jarinya, jika bukan karena Marcell Bai telah menjaga Wendy beberapa tahun ini, dia benar-benar mengungkapkan masalah itu…

__ADS_1


Mobilnya, dengan kecepatan konstan meninggalkan Rumah Bai, tubuh Wendy masih panas, dia tahu pria yang mengendongnya itu Michael Ling, tetapi dia tidak bisa berhenti melekat pada tubuhnya, karena hanya dengan cara ini dia bisa menghilangkan perasaan tubuhnya yang merayap naik turun seerti serangga kecil, dia benar-benar sangat tidak nyaman.


__ADS_2