DIREKTUR, AKU JUGA MENCINTAIMU

DIREKTUR, AKU JUGA MENCINTAIMU
Bab 96 Sedikitpun Tidak Mengerti


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Kenapa? Berjabat tangan saja tidak boleh?” Ning Zi Su tersenyum manis, tangannya terjulur di depan Wendy, menunggu Wendy balas menjabat tangannya.


Hello! Im an artic!


Wendy menyimpan keterkejutannya, baru saja ia akan menjulurkan tangannya, tangannya sudah digenggam, bukan, bukan Ning Zi Su yang menggenggamnya, tapi seorang pria, pria yang menggunakan cincin emas di jarinya, pria yang dikenalinya, Michael Ling.


Tangannya ditarik pelan, di saat itu pula dua tangan yang berbeda ukuran tersebut saling terpaut, “Wendy, ayo pergi, anak-anak ingin makan es krim.”


Hello! Im an artic!


“Tapi…” Wendy melirik ke tangan halus yang masih mengambang di udara, merasakan kecanggungan yang dirasakan Ning Zi Su, padahal anak dan ibu, tapi kenapa…


Wendy tidak paham, sedikitpun tidak paham, tangannya ditarik, tubuhnya pun ikut bergerak mengekori Michael, dia menuntunnya tergesa-gesa meninggalkan Ning Zi Su, Lexi dan Lexa yang di samping pun ikut berjalan, namun dengan pandangan yang masih mengarah ke Ning Zi Su, kemiripan wanita ini dengan Michael menjadi tanda tanya bagi Lexi dan Lexa, tetapi, menurut mereka wanita ini hanyalah orang asing, Daddy pun tidak menghiraukannya.


“Lexi, Lexa, tunggu.” Di saat kedua anak ini akan melewati Ning Zi Su, Ning Zi Su menurunkan tangannya yang mengambang di udara dengan senyuman di wajahnya, rautnya tidak menunjukkan apa-apa, tidak bereaksi atas sikap acuh tak acuhnya Michael, sama sekali tidak ada, berbanding terbalik, ia malah memasang wajah belas kasihnya.


“Kamu… Mengenal kami?” Lexi menunjuk dirinya sendiri, si kecil terkejut.


“Tentu saja, aku adalah nenek kalian.” Melihat anak-anak menghentikan langkahnya, Ning Zi Su mendekat ke arah mereka, lalu membungkukkan badannya di depan anak-anak, “Cantik sekali, coba bilang ke nenek, siapa Lexi dan siapa Lexa?”


Anak-anak curiga bersamaan, memandang ke belakang serentak, “Daddy, dia nenek kami?” Anak-anak tidak dapat menahan rasa penasarannya, mengungkapkan pertanyaan yang bersarang di pikirannya.


“Bukan…” Michael mulai menjawab. Ning Zi Su yang tidak akan dibantah dengan satu kata itu pun mulai menjelaskan, “Ini memang nenek, Daddy dan nenek ada sedikit kesalahpahaman, jadi sekarang Daddy tidak ingin memedulikan nenek, nenek kasihan sekali, sampai anak sendiri pun tidak ingin menghiraukan nenek, Lexi, Lexa, percaya pada nenek, nenek mencintai kalian, dan juga Daddy.”


“Tapi…” Mata Lexi berbinar, tidak tahu harus bagaimana melanjutkannya.


“Tapi apa? Bilang saja, nenek akan mendengarnya.” Ning Zi Su lagi-lagi memasang wajah mulianya, mungkin karena -sedikit juling-, Wendy mendapati kerutan di leher Ning Zi Su, kejamnya waktu tidak akan melepaskan siapapun, mau bagaimana dirawatpun tidak bisa menutupinya.


“Tapi kamu tidak mirip nenek, kamu hampir sama dengan Mommy.”


Ning Zi Su tergelak, tangannya tergerak untuk mengusap kepala Lexi, “Itu karena nenek melakukan perawatan, jadi ya…”


“Lexi, Lexa, ayo pulang.” Michael melepaskan tautannya dari tangan Wendy, melangkah ke anak-anak dan menarik tangan mereka untuk pergi.


“Michael, kau terlalu kekanak-kanakan, mereka hanya anak kecil yang berumur 5 tahun, apa seorang pria akan berbuat seperti ini?” Ning Zi Su berujar tanpa memikirkan perasaan Michael.


“Mengambil dua puluh persen dari saham papa lalu pergi meninggalkan anak kandungnya, kau bahkan tidak layak menjadi ibuku.” Usai berujar, dia meggendong Lexi dan Lexa dengan kedua lengannya, dengan langkah besar berjalan ke arah Wendy, “Ayo.”


Langkah kaki yang pasti, namun terlihat hampa, dengan membopong anak-anak, Wendy turut merasakan kehampaan dari diri Michael.


Wendy mendengar semua percakapannya dengan Ning Zi Su, selalu mengira jika Michael memiliki ibu yang menyayanginya, namun hingga detik ini ia baru mengetahui bila Michael mempunyai seorang ibu yang bertentangan dengannya.

__ADS_1


Mendengar perkataannya saja, Wendy tahu kalau Michael serius dengan ucapannya.


“Michael, kau salah paham terhadap mama, bagaimanapun mama ini ibu kandungmu, mana mungkin mama meninggalkanmu, lain waktu, kita cari waktu untuk menyelesaikan kesalahpahaman antara kita.”


“Tidak usah.” Melangkah semakin cepat, Michael berjalan meninggalkan Ning Zi Su di belakangnya.


Mereka masuk ke dalam mobil, setelah memastikan Wendy dan anak-anak duduk dengan baik, Michael mulai menjalankan mobil tanpa berucap sepatah katapun, jelas sekali kehadiran Ning Zi Su telah menghancurkan suasana hatinya.


Wendy tidak tahu banyak tentang keluarga Leng, juga tidak pernah bertanya, namun dia tidak ingin keterkejutan selalu menyertainya saat ia mengetahui sesuatu tentangnya.


***


Hari itu, sehabis Michael mengantar Wendy dan anak-anak pulang ke rumah, ia langsung pergi, malamnya pun tidak pulang.


Hari kedua, belum juga pulang, begitupula dengan hari ketiga.


Untung saja para pembantu ada di rumah, kalau tidak Wendy tidak tahu bagaimana ia akan tinggal di sini, dia ingin pergi, namun Michael melarangnya pergi dari sini sebelum 6 bulan, tapi jika tidak pergi, Michael tidak ada di sini, hanya keheningan yang mengisi rumah ini, lebih baik rumah kontrakannya, setidaknya masih dapat memberi kehangatan pada dirinya.


“Mommy, Daddy sudah lama tidak pulang, aku dan Lexi mau ke sekolah.” Pagi-pagi sekali, Lexa mendorong pintu kamarnya lalu masuk ke dalam. Ia merengut sembari menggoyang-goyang kan lengan Wendy.


Wendy paham, walau tidak ada yang kurang dari rumah ini, semua tersedia lengkap dari makanan hingga mainan, namun terlalu sepi di sini, seiring berjalannya waktu, jangankan anak-anak, dirinya pun tidak tahan di sini.


Memang benar, sudah beberapa hari Michael tidak pulang ke rumah, satu panggilan darinya pun tidak ada.


“Mommy, bagaimana jika Mommy yang mengantar kami ke sekolah?” Lexi ikut menggerakkan-gerakkan lengannya.


Gerakan pelan pada masing-masing lengannya membuat dirinya tidak tega, “Baiklah, hari ini juga Mommy akan mengantar kalian ke taman kanak-kanak.” Ia sudah tidak peduli, atas dasar apa Michael melarangnya dan anak-anak untuk pergi dari sini, terlalu sunyi di sini, yang mereka inginkan bukanlah kebutuhan dalam bentuk materi, tetapi kebahagiaan dan kehangatan.


Melihat dirinya dan anak-anak yang berpakaian rapi memasuki ruang tamu, Zhang Ma mendekati mereka, “Nyonya, ini…”


“Aku mau mengantar Lexi dan Lexa ke taman kanak-kanak.”


“Nyonya, beberapa hari ini tidak aman di luar, jadi tuan meminta anda dan anak-anak untuk di rumah saja, agar tidak…”


“Apa ada terjadi sesuatu?” Mendengar penuturan Bibi Zhang, Wendy yakin ada yang tidak wajar, tapi dari koran dan berita televisi akhir-akhir ini, dia tidak mendapati ada yang salah, dia juga tidak paham apa yang menyebabkan tidak aman di luar.


“Itu…” Bibi Zhang menahan ucapannya.


“Bilang saja, jika tidak ingin dijelaskan maka jangan menghalangi kami, anak-anak tidak sanggup terus-terusan berdiam diri di rumah, mereka butuh udara segar.”


Bibi Zhang berpikir sejenak, lalu berujar, “Tuan terluka.”


“Hah? Kapan?” Dia tidak tahu selama ini.

__ADS_1


“Hari saat nyonya dan tuan pulang dari pemakaman, di perjalanan pergi ke perusahaan, terjadi kecelakaan.”


Wendy syok, hal sebesar ini terjadi dan dirinya tidak tahu sama sekali, detik saat ia tahu kebenarannya, ia ingin sekali menghantam kepalanya kuat untuk menyadarkannya, pantas saja Michael tidak muncul beberapa hari terakhir, ternyata ia terluka, “Parah tidak?” tanyanya spontan, rasa khawatir mulai menguasai dirinya.


“Saya juga tidak jelas nyonya, tuan hanya menyuruh Agus telepon kemari untuk melarang nyonya dan anak-anak keluar.”


“Kenapa? Bukankah hanya kecelakaan? Murni kecelakaan kan?”


“Ini perintah dari tuan.”


“Oh, aku tahu, aku akan coba menelepon Agus.” Ucap Wendy sembari mengeluarkan ponselnya.


“Nyonya, bisa tidak jangan bilang kalau saya yang beritahu?” Bibi Zhang memohon ke arahnya, memang, ini adalah peraturan yang dibuat Michael, tidak boleh bilang yah berarti tidak boleh, tapi dia sudah memberitahunya sekarang, ia sudah melanggar peraturan Michael, dia takut kehilangan pekerjaannya ini.


“Baik, aku tidak akan bilang namamu, tenang saja. Lexi, Lexa, apa yang kalian dengar?”


“Tidak ada mommy, kami tidak dengar apa-apa.” Jawab mereka serempak. Rasa kesal pada Michael sudah digantikan dengan kekhawatiran yang tiada akhir. Demi membuat Bibi Zhang tenang, dua anak nakal itu menjawab dengan pasti pertanyaan Wendy.


“Agus, aku dan anak-anak akan keluar, dimana Michael? Kenapa sudah lama tidak pulang?”


“Oh, direktur sedang keluar kota, dia bilang ada mengirimkan pesan padamu, kau tidak menerimanya?”


“Tidak, aku tidak menerima apapun.”


“Kenapa begitu? Aku yang salah, seharusnya aku meneleponimu, direktur akan pulang beberapa hari lagi, kalian ingin kemana?”


“Lexi dan Lexa mau ke taman kanak-kanak, aku mau membawa mereka pergi ke sana.”


“Itu…” Agus tampak ragu, reaksinya sama dengan Zhang Ma, sepertinya Michael sudah melarang Agus untuk menceritakan tentang kecelakaan itu.


“Apanya yang ini itu? Cuma ke taman kanak-kanak saja, bukannya tidak pernah ke sana, kami naik taksi saja ke sana.”


“Jangan, biarkan supir mengantar kalian, aku akan menghubungi supir.”


Wendy menimang-nimang sejenak, mungkin ada sesuatu yang berlaku dan dirinya tidak tahu, untuk membuat Agus lega, diapun merespon, “Baik, kalau begitu kami tunggu di depan pintu utama.”


“Tidak begitu cepat sampai, supir sedang di luar, minimal harus setengah jam baru bisa sampai ke rumah, Wendy, kau bawa anak-anak pergi main saja dulu, sekitar setengah jam kemudian, baru keluar.”


“Oke.” Juga tidak ingin menyusahkan Agus, tapi, cepat atau lambat ia akan mengetahui kebenaran di balik kecelakaan Michael, hal sebesar ini kenapa harus dirahasiakan darinya? Dia tidak mengerti.


Melepaskan segalanya sejenak dan pergi bermain, membawa anak-anak main di teras, “Mommy, Daddy terluka ya?”


Dia juga ingin tahu. Menggenggam tangan kecil putrinya, ia menjawab, “Tidak apa-apa, mungkin saja Daddy akan pulang malam ini.

__ADS_1


__ADS_2