
Hello! Im an artic!
“Karena paman sekarang harus menyayangi tantemu sepenuh hati, kamu bicara seperti itu, dia jadi tidak senang, kalau tidak senang maka tidak cantik kalau tidak cantik maka akan keriput..”
“Paman apa yang anda dan kakakku bicarakan? Mengapa tidak membiarkan kami sema mendengarnya? Apa sesuatu yang buruk? Lexi dengan rasa penasaran menghampiri Rendy.
Hello! Im an artic!
“Tidak tidak, Paman hanya memberitahu Lexa jangan membuat tante kesal.” Wajah Rendy memerah perlahan, bisa dilihat, betapa hebatnya kedua anak ini, seorang komandan pun dibuat kewalahan.
“Lexi, Lexa, ayok jangan ganggu paman lagi, Ayah sudah membelikan tiket, kita masuk sekarang.”
“Mami, apakah paman dan tante itu satu keluarga?”
Wendy sangat ingin menjitak kepala Lexi, bertanya pertanyaan yang menyulitkan Lilia Lou, tapi tidak enak untuk menasehatinya di hadapan mereka. “iya, satu keluarga, ayok jalan, anak-anak jangan ikut campur urusan orang dewasa, lain kali jangan lagi ya.” Dia menasehati Lexi dan Lexa perlahan, kedua anak ini benar-benar membuatnya kewalahan.
Hello! Im an artic!
“Wendy, mana si brengsek Michael Ling?”
“Bukannya kamu yang membebaskannya? Malah nanya aku?” Dia membalas dengan senyuman, menggandeng anak-anak berjalan ke arah Macell Bai di pintu depan.
“Saat bebas ia bilang ingin mencarimu, Wendy, kali ini kamu yang salah, jika ingin pergi pamit dulu setidaknya, tiba-tiba menghilang seperti ini dia sangat panik mengendarai mobil diluar kecepatan untuk pulang ke kota T mengejar kalian, 200km/jam di jalan tol, kecepatan yang bisa merenggut nyawa.
Wajah Wendy memerah, yang ia tahu Michael Ling di bawa ke kantor polisi karena melampaui batas kecepatan berkendara dan laporan Kevin terhadapnya, Ia tidak menyangka bahwa ini semua hanya semata-mata karena mengejarnya, tidak bisa diungkap dengan kata-kata, tapi ingatanya tentang Wenda yang berdiri berdekatan di dalam lift tidak dapat ia lupakan begitu saja, Dia masuk ke kamar Wenda, bukan kamarnya, di dalam hatinya hanya ada Wenda, sedangkan ia hanyalah seorang pemeran pengganti.
“Marcell Bai , kamu adalah…” Marcell Bai tercengang melihat Rendy, “Komandan Sha?”
“Hahaha, Benar saja, Tuan Bai seorang yang penuh kharisma, sepertinya Michael Ling menemukan lawan yang sesungguhnya.”
“Ayok jalan, jangan bawa-bawa Michael Ling. ” Lilia Lou mematahkan ucapan Rendy, “kamu dan dia, sama aja.”
“Lilia, seburuk-buruknya Michael Ling tidak ada hubungannya denganku, aku dan dia berbeda, dia playboy, sudah punya masih saja mencari, tapi aku tidak, aku sangat setia, aku hanya mencintaimu seorang.”
“Walaupun volume suara Rendy mengecil. Tapi masih saja terdengar oleh Wendy , begitu juga dengan Lexi dan Lexa.
“Mami, apa benar daddy seorang playboy?”
__ADS_1
“Ini….. bisa dibilang iya, hatinya hanya untuk Wenda, tapi masih saja mengganggu wanita lain, pria kaya memang seperti ini.
“Mami tidak menjawab berarti benar, bahwa memang daddy seorang playboy, baiklah, kelak mami tak memperdulikannya kami juga tidak akan peduli, mulai dari sekarang kami tidak ingin daddy lagi, kami hanya ingin ayah.
“Gadis kecil, daddymu bukan orang seperti itu, mulutku ini, bagimana bisa merusak seorang anak, bukan seperti itu, jangan percaya, paman hanya bicara sembarangan.
“Paman, kamu tidak perlu membela daddy, ah! Bukan! Mulai dari sekarang dia bukan daddy kami lagi, ternyata mami mempunyai alas an tersendiri untuk tidak bersamanya,kami tidak mau daddy yang playboy.”
“Gadis kecil, paman mencabut semua perkataan paman barusan, bagaimana kalau kita naik kapal bajak laut? Lihat, kapal yang besar itu, seru sekali.
“Paman temani tante saja, aku tidak ingin menjadi nyamuk kalian.”
Gila, anak sekarang apa dewasa sebelum umur, masih kecil sudah mengerti tidak mau menjadi nyamuk.
Lilia Lou menarik Rendy pergi, “ayok jalan, kalau tidak aku tidak akan memperdulikanmu.” Awalnya datang untuk menemani Wendy dan kedua anaknya, tiba-tiba muncul Rendy, dan situasi yang tidak mengenakan, membuat Lilia befikir menjauhkannya dari anak-anak, kalau tidak, anak-anak akan dicuci otak olehnya, siapa yang tahu apa yang sebenarnya terjadi antara Wendy Zhong dan Michael Ling, Kemarin Michael Ling masih mengatakan Wendy istrinya, sekarang…
Tiba-tiba Marcell Bai datang, dilihat dari perawakannya tidak kalah dari Michael Ling.
“Mami, aku ingin naik komedi putar.”
“Mami, aku satu kelompok denganmu.”
“Kalau begitu, aku sekelompok dengan Ayah.” Sekalinya masuk dalam taman bermain, Lexi dan Lexa lupa dengan hal lain-lain, namanya juga anak-anak, paling senang bermain.
Di gendong naik ke atas komedi putar, Lexi dan Lexa berdekatan , membuat berbagai ekspresi konyol, satu duduk di depan Marcell Bai dan satunya lagi duduk di depan Wendy, komedi putar mulai bergerak, turun naik, cepat lamban, membuat mereka makin bersorak kegirangan, “seru sekali, seru sekali, Ayah tidak usah memelukku, aku tidak takut.”
Marcell Bai melepaskan tangganya, dia takut Lexi gadis kecil itu ketakutan, Tapi ternyata malah berani menengggakan kepalanya melihat kapal bajak laut yang tidak jauh dari sana, “Ayah, lihat, paman tentara dan tante Lou mereka berdempetan, mereka pasangan yang serasi ya.”
“Kalau Ayah dan mami? Marcell Bai tidak melewatkan kesempatan emas untuk bertanya.
” Kalian juga, daddy ku orang jahat, dia playboy, jadi aku tidak menginginkannya lagi, Ayah, selama kamu baik pada mami aku akan menerimamu.
Seketika, Marcell Bai seakan ingin menangis, seorang laki-laki dewasa.
Tapi, penantian dan perjuangan bertahun-tahun, saat ini, ia benar-benar bersyukur, ia menuai hasilnya, benar adanya, anak-anak bagikan sercarik kertas kosong, mereka adalah apa yang kita tulis, ini nyata.
Selesai bermain komedi putar lanjut bermain bom-bom car, Lexi masih sekelompok dengan Marcell Bai, Wendy dan Lexa satu kelompok, dua mobil tidak sengaja bertabrakan, mengeluarkan suara “BOM BOM” yang sangat kuat, mendengar suara teriakan anak perempuannya, Wendy tersenyum indah, sudah sangat lama, ini kali pertamanya begitu relax membawa anak-anak keluar bermain, pertama kali merelakan semuanya.
__ADS_1
Rasa bahagia benar-benar indah, bahkan langitpun terlihat begitu biru dan mempesona, sebelumnya, dia membiarkan diri larut dalam banyak beban, ketika semua ia relakan, hidup sebenernya bisa dijalani jauh lebih baik.
“Mami, kami masih ingin bermain bom-bom car.”
“Baiklah.” Menjawab Lexa bukanlah Wendy melainkan Marcell Bai, sebenarnya, dia sudah membeli dua tiket putaran, duduk dua kali putaran, ia sudah menebak anak-anak pasti suka bermain bom-bom car.
Mulai lagi, “BOM”, suara yang sangat keras, Lexi sengaja menabrak mobil Lexa, tapi dia tidak menyangka, satu mobil lain malah menabraknya, mobil itu terhimpit di antara mobilnya dan Lexa, membuatnya susah bergerak, terlalu belok, Rendy tersenyum padanya, “Lexi, Paman komandan datang, kalau begini seru tidak?”
“Tidak seru, aku tidak bisa bergerak lagi.” Lexi berkata, sambil menggerakan kemudi mobilnya, kesal karena tidak bisa menabrak mobil Rendy.
“Kamu berjanji besok datang kerumahku, maka aku mengalah.”
“Tidak, Ayah bisa menggerakannya.” Dengan sombongnya Lexi berkata, “Ayah, ayah kemudikan.”
Marcell Bai mengacungkan jempolnya pada Lexi, anak ini jenius, mengambil alih kemudi, Lexa sudah bergerak, dia hanya bergerak sedikit sukses melampaui mobil Rendy, pertarungan antara laki-laki yang sebenarnya, tapi ini semua dilakukan Rendy bukan demi Wendy Zhong, melainkan untuk sahabat kecilnya yakni, Michael Ling, dia lumayan beruntung, setidaknya masih memiliki teman kecil semacam ini, sedangkan dirinya , sedari dulu tidak mempunyai teman, apalagi sahabat.
Arena Bom-bom car sangat ramai, tiga buah mobil melaju kesana kemari, ada kalanya mereka bertabrakan satu sama lain, jangan mengira Lexa dan Lexi hanyalah anak kecil, tapi mereka tidak lemah sedikitpun, terakhir, Lilia Lou tidak tahan lagi, langsung mendorong Rendy, dia turun sendiri, situasi sengit berubah menjadi hangat, “Lexi dan Lexa, jangan tabrak tante ya, tante amnesia dua hari yang lalu belum sembuh nih.”
Suara yang halus, ditambah lagi dengan senyum lembut Lilia Lou, anak-anak mengerti, “ok, karena ini tante maka tidak akan kami tabrak, misalkan paman komandan, huh, masih akan kami tabrak.”
Rendy mengeluarkan ponselnya, mengarahkannya pada Lexi dan Lexa di bom-bom car, “Cekrek cekrek” memotret, ada wajah Lexa yang tersenyum, ada Lexi dengan mulut monyongnya, ada juga Marcell Bai dan Wendy Zhong, semua foto teridiri dari 4 orang, 2 orang dewasa dan 2 anak kecil, memotret banyak sekali foto, setelah dilihat-lihat setiap lembar terlihat sangat hangat, terlihat jelas 4 orang ini bagaikan satu keluarga.
Melihat foto tersebut bibir Rendy menyeringai tersenyum, mengirim lembar demi lembar foto tersebut pada Michael Ling, sambil membayangkan expresi wajah Michael Ling, DIa selalu mengira wanita yang sudah di genggamannya sudah pasti miliknya.
Sudah seharusnya memberikan peringatan pada laki-laki ini, apa gunanya selalu memikirkan wanita yang sudah berkeluarga, apalagi istri dari adiknya sendiri.
Sembarangan juga ada batasnya.
Selesai mengirim, Rendy mengamati dua gadis kecil di foto tersebut, “Lilia, lahrikan satu untukku.”
“BOOM”, mobil menabrak jari pembatas arena, LIliia Lou melompat turun dari mobil, “Rendy, mimpi sendiri sana.” Selesai berbicara, Lilia berjalan menuju Lexi dan Lexa.
Ternyata, permainan sudah berakhir, Rendy turun dari bom bom car, “Lilia, tunggu aku, tunggu aku.” Dia tidak ingin Lilia dikuasai oleh Lexi dan Lexa, dua bocah itu sangat cerdik, bisa jadi bicara hal yang tidak diinginkan dengan Lilia, takut nantinya dia ingin mengambil alih kekuasaanpun menjadi sulit.
Dua anak perempuan kesayangan Michael Ling, hari ini dia benar-benar mengenalnya.
Pada saat Rendy mengejar Lilia Lou, Michael ling membuka ponselnya, Melihat dengan seksama lembaran foto yang dikirim Rendy, Wendy Zhong dan anak-anak tertawa lebar dalam foto itu, sedangkan Marcell Bai seperti sudah masuk ke dalam dunia mereka.
__ADS_1