
Hello! Im an artic!
Bagaimana dengan Suzy Liang, apakah dia pernah memikirkannya ? memikirkan dirinya?
Mungkin, panggilan ini memang harus dilakukan, setidaknya untuk menanyakan keadaannya. Sebenarnya dia dirinya juga merasa tidak enak harus pergi begitu saja tanpa pamit, tetapi, dirinya sungguh tidak ada cara lain karena Michael Ling.
Hello! Im an artic!
Dia tidak inggin menggunakan ponselnya sendiri untuk melakukan panggilan tersebut, karena j, jika orang lain mengetahui nomor teleponnya, maka dirinya tidak akan bisa hidup tenang seperti sekarang ini dikemudian hari.
Kehidupan tenang seperti ini, bisa merawat dan membesarkan anak – anaknya sendiri, dia sungguh sangat menyukainya. Sebenarnya, menurutnya dirinya sendiri, kebahagiaan memanglah seperti ini. Dirinya sungguh tidak berjodoh dengan pria, dan karena itu jugalah, dia merasa tidak membutuhkan sosok seorang pria dikehidupannya.
Di daerah pinggir kota seperti ini, telepon umum sungguh sangat jarang dijumpai. Jika ingin menghubungi seseorang, mereka harus menumpang di warung – warung, dan harganya juga lebih terjangkau.
Sesampainya dia disana, dia langsung mengangkat gagang telepon, tetapi, j jemarinya yang sedang bergerak menekan deretan angka – angka terasa begitu berat, karena dirinya sungguh sudah lama tidak melakukan panggilan telepon ini. Meskipun dua hari setelah kepergiannya, dia sempat mengirimkan sebuah pesan, yang mengatakan bahwa kondisinya sangat baik, dan dia juga sudah meninggalkan Kota T, pada Suzy Liang dan juga Marcel Bai, tetapi saat ini, dia masih saja merasa bersalah. Bagaimanapun juga, kedua orangmanusia itu pasti sempat mengkhawatirkannya, sedangkan dirinya sendiri, tidak pernah lagi memberikan keduanya kabar.
Hello! Im an artic!
Dia bisa mengingat nomor telepon Keluarga Bai , karena sebelumnya, disetiap tahun baru, diairinya pasti akan menghubungi Suzy Liang untuk memberitahukan kondisinya, kemudian menanyakan kembali kondisi perempuan itu, sebagai salah satu bentuk sikap hormatnya. , Ttetapi saat ini, dirinya malah sudah tidak melakukan hal tersebut untuk waktu yang cukup lama.
Setelah sekian lama berdering, barulah sambungan telepon tersebut diangkat oleh seseorang, d dan yang paling tidak disangka, yang mengangkat teleponnya adalah Henna Bai.
“Halo, dengan kediaman Bai, ini siapa ya ? ”
Tangan yang sedang memengangi gagang telepon itu terlihat bergemetar kecil. Yang diharapkannya adalah Suzy Liang yang mengangkat teleponnya, dia sama sekali tidak mengharapkan Henna Bai ataupun Marcel Bai yang mengangkat teleponnya ini.
Karena, jika Marcel yang mengangkat, dia sungguh tidak tahu harus mengatakan apa, dan dirinya takut pria itu akan melayangkan berbagai pertanyaan padanya. Tetapi, jika Henna Bai yang mengangkat teleponnya ini, masalah akan menjadi semakin rumit. Dia bahkan tidak berniat untuk berbicara dengan Henna Bai dan dia juga tidak ingin perempuan itu tahu bahwasanya dirinya menghubungi Keluarga Bai , atau tidak, perempuan itu pasti akan mengiranya sedang merencanakan sesuatu. Tidak, dia sungguh tidak mau.
Perlahan – lahan, gagang telepon itu mulai bergerak menjauh dari telinganya, dan tiba – tiba saja terdengar lagi suara Henna Bai
“Ini siapa ? Cepat katakan, atau tidak, aku akan memutuskan…”
Ia tDirinya terlebih dahulu memutuskan sambungan telepon tersebut, dan ketika dia meletakkan kembali telepon tersebut, hatinya tiba – tiba saja terenyuh. Sejak kapan, sejak kapan dirinya menjadi seperti ini, menghadapi segala penderitaan seorang diri di Kota T ?
Setelah membayar 5 yuan pada pemilik warung, dirinya lantas terdiam, berdiri ditempatnya berdiri, tanpa mengatakan sepatah kata pun.
Sang pemilik warung lantas memberikan uang kembalian padanya, berkata a, berujar
“Mamanya Lexi, hari ini sungguh santai, ya.”
Dia lantas tersenyum. Meskipun dirinya sering berbelanja disini, dan juga kenal dengan pemilik warung, tetapi dia tetap tidak mengatakan apapun, membalikkan badannya dan berlalu pergi begitu saja. Saat ini, dirinya barulah menyadari, selain untuk memberikan panggilan telepon pada Suzy Liang, dirinya bahkan tidak memiliki seorang teman pun disini.
Sungguh sangat menyedihkan.
Meskipun hari ini terasa begitu kacau, tetapi toko online yang dikelolanya masih menerima beberapa pesanan pelanggan. Dirinya selalu saja bersikap acuh tak acuh, tetapi ajaibnya, dia masih bisa berbelanja beberapa keperluannya di toko online, Bdan barulah ketika menjelang sore, dirinya akan pergi ke pasar untuk membelikan beberapa jenis sayuran, dan menyiapkan makan malam untuk meningkatkan kehidupan anak – anaknya.
Beras dimasukkan dimasukkannya kedalam panci, sayuran pun telah dicuci dan dipotong – potong olehnya. Saat ini, dirinya hanya perlu menunggu kepulangan anak – anak dan memasak lauk pauk sayur – sayur yang telah disediakannya barusan. Maka dari itulah, dia bergegas mengganti bajunya untuk pergi menjemput anak – anak.
Sudah sangat lama dirinya tidak mengikuti tren pakaian, yang merupakan salah satu kesenangan para perempuan, dia merasa sudah tidak memerlukan itu semua lagi. Bahkan, i. Maka dari itu, pakaian yang dikenakannya saat ini merupakan baju pemberian pemilik rumah yang ditempatinya sekarang. Pakaian tersebut sudah tidak muat untuk sang pemilik rumah, sudah, dan karena merasa sayang untuk dibuang, sang pemilik rumah memberikan baju ini kepadanya.
Dengan penuh keantusiasan dia berjalan keluar, baginya, ini barulah sebuah kehidupan. Lihatlah betapa indahnya hidupnya saat ini! Setelah seharian penuh tidak bertemu dengan kedua buah hatinya, dia sungguh sangat merindukan keduanya. merasa sangat rindu dengan keduanya.
Beginilah rasanya menjadi seorang ibu, anak – anak telah menempati segenap posisi didalam hatinya, tidak tergantikan lagi dengan apapun didunia ini.
__ADS_1
Dirinya berjalan dengan sangat cepatecepat kilat, setiap mobil dan juga pejalan kaki lainnya yang berlalu lalang diatas jalanan terlihat tidak ada hubungannya dengan diaberhubungan dengannya, dan tentunya, dia tidak akan memperdulikan mereka semua.
Rambut panjangnya masih terurai dikedua pundaknya, gaya rambut yang tidak pernah berubah setelah sekian tahun lamanya. Rambut panjang lurusnya itulah yang membuatny dirinya masih terlihat seperti mahasiswa Universitas T, seperti dirinya beberapa tahun yang lalu, sama sekali tidak terlihat seperti sosok ibu dua anak yang telah dibaptis dan telah berusia.
Tiba – tiba saja sebuah mobil berlalu disebelahnya, entah siapa yang sudah menyirami jalanan dengan air, membuat mobil yang sedang melaju dengan kecepatan kilat itu, menyipratkan air jalanan ke ujung celana Wendy.
Dia lantas menghentikan langkah kakinya, dan menyapu beberapa kali celana yang dipakainya. Tidak ada gunanya membersihkan air kotor yang mengenai celananya, lebih baik dirinya pergi saja, bagaimana pun juga, air tersebut lah yang tidak tergenang ditempat yang benar, dan dirinya tidak bisa menyalahkan mobil tersebut. Tetapi dia, tetap saja dia tidak berlalu begitu saja, dia lantas menolehkan kepalanya, memandangi mobil tersebut.
Begitu tatapannya mendapati mobil tersebut, dia sungguh sangat terkejut.
BMW hitam.
Warna ini, tipe mobil ini, persis sama dengan mobil yang pulang dari bandara tempo hari, sungguh sangat menarik perhatian.
Hanya saja, dia tidak mengetahui merek mobil tersebut.
Dia lantas membalikkan kepalanya, kemudian berlalu pergi. Tidak boleh lari, benar – benar tidak boleh lari, bahkan dia harus berjalan selambat mungkin, karena hanya dengan begitu, jika memang yang berada didalam mobil itu adalah pria itu, sang pemilik mobil tidak akan mencurigainya.
Didalam mobil, Michael Ling yang sedang membaca berkas, tiba – tiba saja menyuarakan suaranya , karena kecepatan mobil yang ditumpanginya mendadak memelan.
“Agus, kenapa mau berhenti ? ”
Dirinya saat ini sedang terburu – buru untuk pergi melihat – lihat bunga di kebun bunga. Awalnya dia juga tidak ingin turun lapangan secara langsung, tetapi, diwaktu tahun baru seperti ini, bagaimana pun juga, dia harus memilih sendiri bunga – bunga itu, bahkan dia juga harus memilih yang terbaik, maka dari itulah, sekalian juga dia mengerjakan pekerjaannya didalam mobil.
“Presdir, sepertinya barusan…….”
Agus yang baru saja akan hendak memberhentikan mobilnya, langsung lantas menaikkan kembali l laju kecepatan mobil yang dikendarainya. Meskipun begitu, tatapannya tetap dialihkannya pada spion tengah untuk melihat sosok yang baru saja dilihatnya barusan. Punggung wanita itu sungguh mirip, hanya saja pakaian yang dikenakannya tampak berbeda. Pakaian yang dijual dipasar tepi jalan, dan juga model pakaian yang begitu kuno, yang sering dipakai orang – orang akhir – akhir ini, mungkin saja bukan. Sedari dulu, meskipun Wendy Zhong juga sering memakai pakaian biasa yang dijual di kaki lima, tetapi entah pakaian apapun itu, bila dipakainya pasti akan menjadi sangat modis dan tampak begitu berbeda dengan orang lain.
Mungkin saja memang bukan.
Michael Ling masih senantiasa menundukkan kepalanya, membaca berkas yang dipeganginya, sama sekali tidak mengetahui apa yang terjadi barusan.
“Oh, tidak ada apa – apa.”
Agus tahu bahwa Michael sedang terburu – buru, jika dia menghentikan mobil saat ini, dan wanita itu bukanlah Wendy Zhong, maka dirinya sudah pasti akan mengganggu jadwal pekerjaan Michael Ling. Sudahlah, jika kelak nanti dirinya memilikiada waktu luang, dia akan kembali ke kawasan ini untuk berkeliling. Sembari berpikiran seperti itu, dirinya lantas mulai mengendarai lagi mobilnya dengan secepat kilat, mengemudi ke arah taman bunga yang terletak dipinggiran kota.
Jantung Wendy terasa seperti berhenti berdetak,akan lepas, dengan langkah kaki yang tidak cepat dan juga tidak lambat, dirinya berlalu menyusuri jalan itu. Baru saja dirinya akan bermembelok ke jalanan lain, dia sudah terhenti dan berjongkok ditepi jalan, dengan tangan yang memengani salah satu pohon yang terdapat dijalan tersebut. Barusan, dirinya hampir jatuh pingsan karena terkejut, hampir saja dirinya terjatuh pingsan saking terkejutnya, jika pria itu menemukannya, maka, sudah pasti pria itu akan merampas Lexi dan Lexa dari sisinya.
Tidak boleh, benar – benar tidak boleh. Dirinya boleh saja kehilangan siapapun, tetapi tidak dengan kehilangan Lexi dan Lexa.
Angin segar ditengah musim dingin berhembus menerpa tubuhnya, menerpa tubuhnya hingga keringat dingin yang keluar karena terkejut yang diproduksinya karena keterkejutan itu mengering, dan melekat pada tubuhnya, membuatnya merasa sangat tidak nyaman. Dirinya lantas membangkitkan diri, dan baru saja dirinya hendak melanjutkan kembali langkahnya ke taman kanak – kanak, tiba – tiba saja sebuah bayangan hitam berhenti tepat didepannya.
Tepat disaat itu juga, dia mendapati sebuah aroma maskulin yang sangat familiar, dan ketika dirinya menengadahkan kepalanya, dia mendapati sosok pria itu…
Dia sungguh tercengang, jika pria dihadapannya ini adalah Marcel Bai, maka semuanya masih saja mungkin.
Wendy sungguh menyesal, dia menyesal karena telah melakukan panggilan telepon itu, ini semua pasti ada hubungannya dengan panggilan telepon tadi. sudah pasti kehadiran pria dihadapannya ini ada hubungannya dengan sosok yang mengangkat teleponnya tadi.
Disaat itu juga, beragam jenis ide melintas dipikirannya. Dia Dirinya lantas melangkahkan kakinya, berjalan berlenggok pergi begitu saja, tanpa ada niatan untuk berbicara , barang sepatah kata pun pada Jacky Xia. Meskipun tatapan yang dilayangkan pria itu masih sama seperti dulu, menatapnya dengan tatapan penuh akan cinta, tetapi dia dirinya sungguh sudah tidak membutuhkannya lagi.
Ia Dirinya tidak menyukai suka dengan rasa cinta seperti itu, cinta yang begitu egois, cinta yang membuatnya merasa arti dari kata ‘cinta’ yang sesungguhnya tercemar.sebenarnya tercoreng.
Dia berjalan dengan begitu cepat dan terburu – buru, membuat pria itu tampak seperti seekor kecoak, yang selalu akan dihindari oleh para wanita. seluruh wanita di dunia ini.
__ADS_1
Ketika mendengar derap langkah kaki Wendywanita itu, Jacky Xia langsung menahan lengannya Wendy, menatapnyamenatapnya dengan tatapan sarat akan kepedihan. Tangan wanita itu terasa sedikit panas, entah kejadian apa yang baru saja terjadi, kenapa wanita ini bisa berjongkok ditepi jalan seperti ini ? dan didalam hatinya, Jacky bertanya – tanya, hal apa yang baru saja terjadi, kenapa wanita ini berjongkok ditepi jalan seperti ini?
“Wendy, apa kamu merasa tidak nyaman ? ”
Wajah wanita itu tampak pucat, dia sungguh tidak bisa menjaga dirinya sendiri.
Tetapi, wanita itu malah menepis tangannya, berkata berujar
“Cepat lepaskan, aku tidak butuh sikap perhatianmu.”
Perlahan – lahan, pria itu mulai melepaskan genggaman tangannya, kemudian berkataberujar dengan suara yang terdengar begitu serak
“Wendy, jika kamu ingin aku lepaskan, aku akan melepaskanmu, tapi. Tapi, aku ingin mengikutimu. , Wendy, aku ingin tahu bagaimana kondisimu saat ini, apakah kamu hidup dengan baik ? ”
Perkataan pria itu terdengar seperti sedang menghargai permintaan Wendy, tetapi juga terdengar arogan begitu memerintah diwaktu bersamaan. Untuk apa pria itu mengikutinya ? Semenjak menetap di daerah ini, dia tidak pernah memerdulikan penilaian orang lain, dia dirinya tidak ingin terlihat begitu mencolok cantik dan menarik perhatian orang lain. Seorang wanita yang membawa dua orang anak bersama dengannya, syukurlah dia dirinya menetap bersama dengan pemilik rumah, dan suami sang pemilik rumah juga jarang sering tidak berada dirumah. Jika Atau tidak, sudah pasti dipastikan akan ada begitu banyak gosip mengenainya yang beredar.
“Aku sangat baik, kamukau sudah boleh pergi.”
“Wendy, jangan seperti ini, sudah lama aku tidak mendengar kabar darimu. Apa sekarang kamu akan pergi menjemput anak – anak ? ”
Mendapati bahwa pria ini mengetahui begitu banyak hal mengenai dirinya, emosinya mulai tersulut. perlahan – lahan mulai terkumpul didalam lubuk hatinya. IaDirinya tahu, pria ini adalah sosok yang memiliki begitu banyak mata – mata. adalah sosok yang sangat licik.
“Jacky Xia, sekarang kamu sungguh hebat ya. sekarang kau sungguh luar biasa, ya? Menjadi seorang pejabat negara berkedudukan tinggi, membuatmu bisa memanfaatkan Henna Bai menjadi mata – matamu ? ”Karena kau adalah seorang pejabat negara, kau bisa menjadikan Henna Bai sebagai mata – matamu, begitu?”
Jika bukan karena Henna Bai, bagaimana bisa pria ini mengetahui nomor telepon warung itu ?
Jika tidak tahu, pria ini tentu saja tidak bisa mencarinya ditempat ini. Tetapi jika sudah tahu, dengan kedudukannya sebagai seorang pejabat negara setinggi itu, dia hanya perlu melakukan sedikit pergerakkan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkannya.Dirinya sadar, jika pun pria itu tidak tahu, dan juga tidak berhasil mencari jejaknya, pria itu akan berhasil mendapatkan semua informasinya, hanya dengan memanfaakan sedikit koneksi yang dimilikinya.
Derap langkah kaki yang mengikutinya terus terdengar, pria itu sungguh tidak berniat untuk meninggalkannya. Dirinya dapat mendengar suara derap langkah kecil yang terus saja mengikutinya, dari belakang tubuhnya.
“Wendy, aku bukan lagi pejabat negara, bahkan seorang staff negara pun bukan lagi. Aku sudah mengganti pekerjaankuberpindah haluan, aku sangat menyesal karena telah bersikeras untuk terjun di dunia politik saat itu. Tidak ada seorangpun manusia yang sempurna didunia ini, setiap dari kita pasti pernah membuat kesalahan, aku tahu aku salah sudah tahu kesalahan yang kuperbuat, maka dari itu aku ingin memperbaikinya. Wendy, boleh tidak berikan aku sebuah kesempatan untuk merubah semuanya ? tolong berikan aku sebuah kesempatan untuk berubah, ya?”
Pria itu berujar dengan begitu terburu – buru,, seolah – olah dirinya takut bahwasanya dia tidak akan memiliki kesempatan untuk menyampaikan seluruh perkataan yang baru saja diucapkannya. kelak nanti.
“Tidak bisa. Pertama, aku tidak ingin menjadi orang ketiga. Kedua, aku sudah tidak lagi menyukaimu. Tanpa adanya cinta, maka tidak akan ada permulaan yang baru. Tidak ada gunanya juga jika kau mengikutiku, sebaliknya, jika kau mengikutiku, maka kau akan mencelakakanku. Jacky Xia, jika kau mencelakakanku secara tidak adil seperti ini, sama saja artinya kau mempermalukanku.”
IDirinya meluapkan semua , hanya karena ingin mengusir pria dihadapannya ini. Dia sungguh akan merasa sangat jengkel jika pria itu terus mengikutinya, bahkan saat ini, sudah banyak pasang mata yang mengalihkan atensi pada mereka berdua.
“Haish, tidak berkesempatanbisa memperbaiki hidup setelah melakukan dosa, ini semua memang pantas didapatkan olehku. salahku, dan aku pantas mendapatkannya. Wendy, ini adalah kartu namaku, tolong kamu simpan baik – baik. Jika kamu ada masalah mendesak dan tidak ada yang bisa menolongmu, kamu boleh menghubungiku. Aku hanya ingin kamu menyimpannya, jika kamu menyimpannya, aku janji, tidak akan mengusikmu lagi lain kali.”
Hati Wendy merasa melemas, setelah mendengar ucapan pria itu. Lantas, apa benar keinginan pria itu hanya sesederhana ini ?
Kemana perginya sosok Jacky Xia duluyang dulu, yang selalu bersikap santai dan ceria ?
Kartu nama yang terletak tersedia dihadapannya ini sungguh sangat mengusik pandangannya, tetapi pada akhirnya, dirinya tetap saja menerima kertas tersebut meski dengan penuh keraguan.
“Kamu sendiri yang bilang, setelah aku menyimpan benda ini, kelak nanti, kau tidak boleh lagi datang mencariku.”
“Baiklah.”
Pria itu menjawab kecil sembari menggeramkan giginya, terlihat seperi baru saja membuat keputusan yang sangat besar dan berat baginya, da. n Sedangkan sepatah kata ‘baiklah’ itu, terdengar seperti sedang menggambarkan kesakitan yang dirasakan hatinya.
Kartu nama itu lantas berpindah dari tangannya ke tangan wanita itu. Sentuhan diantara kedua ujung jari itu tidak sengaja terjadi, membuat tubuh Jacky Xia bergemetar sejenak. , dengan sangat terlihat. Ini adalah gerakkan refleksnyabawah sadarnya, dia sungguh tidak menyangka, dirinya bisa sekali lagi menyentuh tangan gadis itu, hanya karena selembar kartu namanya.
__ADS_1
“Wendy, jaga dirimu dengan engan baik, aku pergi.”