
Hello! Im an artic!
Tidak benar, dia juga tidak perlu memasak sendiri, bahkan dia juga dan lagi bisa membuat anak – anak mendapatkan makanan lebih cepat. Karena mereka masih berada didalam lift, Michael lantas menyandarkan tubuh Wendy di dinding, kemudian menghubungi lagi Agus.
“Pesankan semeja penuh masakan khas malam tahun baru dari Daring Duck Restaurant , dan perintahkan mereka untuk mengantarkannya ke apartemenku dengan cara paling cepat, beri mereka bayaran 5 kali lipat.”
Hello! Im an artic!
Dia tidak percaya, dengan tawaran seperti ini, mereka masih akan bergerak lamban.
“Baik, Presdir.”
Setelah mengetahui bahwa Lexi dan Lexa sudah ditemukan, Agus pun akhirnya dapat bernafas lega. K, karena dengan begitu, mereka yang hanya berstatus sebagaimenjadi bawahan, bisa merayakan tahun baru dengan tenang, tanpa harus berkeliaran untuk mencari kedua anak kecil itu lagi.
IDirinya tiba – tiba saja teringat akan kesedihan yang dirasakannya ketika dimarahi istrinya ketika pulang tadipulang tadi dia dimarahi oleh istrinya, karena semalam dirinya tidak pulang ke rumah. Istrinya itu menuduhnya pergi mencari wanita, tetapi sebenarnya, yang dicarinya hanyalah dua orang gadis cilik.
Hello! Im an artic!
Tanpa menunda – nunda lagi, Agus segera menyampaikan perintah atasannya kepada Daring Duck Restaurant , masalah presdir adalah masalahnya, dan masalah makanan adalah hal terpenting.
Seusai melaksanakan semua tugasnya, barulah dia kembali kedalam restoran untuk menikmati makan malam tahun barunya bersama dengan istri, anak, dan juga kedua orangtuanya. Sungguh melegakan, kedua gadis cilik itu hampir saja menghancurkan tahun barunya yang indah itu.
Disaat dirinya sedang menyantap makanannya, ponselnya tiba – tiba saja berdering lagi. Ketika mendapati bahwa panggilan tersebut berasal dari bawahannya, dia langsung saja mengangkatnya.
“Ada masalah apa ? ”
“Agus , wanita itu sudah keluar.”
“Keluar ya keluar, ada masalah apa dengan itu ? ”
“Agus , dia keluar bersama Kak Amel.”
“Apa ? ”
Agus memindahkan ponselnya yang semula digenggamnya ditangan kiri ke tangan kanannya, semua yang ditebak Michael benar, ternyata wanita itu…
Baru saja mereka memijakkan kaki ke dalam apartemen, barang bawaan paman satpam sudah diantarkan kehadapan mereka. Lexa sungguh sudah lapar, jadi dia langsung saja memakan permen yang didapatkannya. Anak itu lantas mengunyah permen sembari menyalakan televisi dan berkata ujar
“Daddy, Barry Bear , acara televisi anak – anak itu, sungguh sangat seru.”
Potongan adegan itu sangat luar biasa, awalnya dirinya mengira Barry Bear , acara televisi anak – anak adalah bagian pembukaan suatu acara, tetapi nyatanya, disaat acara telah ditayangkan setengah hari, acara tersebut masih saja ada, dan tentu saja hal itu membuat anak – anak kegirangan.
Sedangkan Michael, dirinya sedang meletakkan Wendy diatas kasur., Wwanita itu terlelap begitu nyenyak, entah bagaimana diganggu pun idirinya tidak terusikidak bangun. Michael lantas meletakkan bibirnya dipipi wanita itu, aroma tubuh wanita itu yang bercampur dengan alkohol, sungguh sangat memacu adrenalin sosok lainnya. Dengan segera pula, dirinya melepaskan pelukannya pada wanita itu. Sudah setengah tahun mereka tidak bertemu, didetik ini lah, dirinya baru menyadari, ternyata mereka sudah tidak bertemu selama setengah tahun lamanya.
Wanita ini melarikan diri darinya selama setengah tahun penuh, dan dia baru bisa bertemu lagi dengannya karena bantuan dari anak – anak.
Kepala wanita itu mendarat diatas bantal empuk , dan hal tersebut sempat membuat wanita itu menggerakkan alis panjang nan lentiknya. Meskipun begitu, dia tetap melanjutkan tidurnya dalam keheningan, bahkan jika petir berkumandang pun, wanita ini mungkin tidak akan terbangun.
Untuk pertama kalinya, hati Michael terasa kacau, ketika dia memandangi wanita itu dalam diam. Disaat dirinya sedang tenggelam dalam pemikiran seriusnya, tiba – tiba saja suara deringan bel pintu mengusiknya. Ternyata itu adalah makan malam tahun baru yang diantarkan Daring Duck Restaurant , empat orang anak remaja , melangkah masuk sembari berteriak, hanya untuk mengantarkan 16 jenis makanan. Mereka lantas mengeluarkan satu per satu kotak makanan yang masih panas itu, menatanya rapi diatas meja, kemudian berlalu pergi setelahnya.
Setelah makanan tersebut tertata diatas meja , dan orang yang mengantarkannya telah pergi meninggalkan mereka, Michael lantas memanggil anak – anak, untuk bersiap menyantap makanan. Disaat Lexa mengangkat sumpitnya, anak itu bertanya
“Daddy, apa mami masih tidur ? ”
“Ehm, benar.”
“Tapi, jika mami tidak ikut , dan hanya kita bertiga yang makan, bukankah itu artinya tidak berkumpul bersama ? itu bukan berkumpul bersama namanya, kan?”
Michael lantas mengambil sepasang sumpit, dan meletakkannya diatas meja yang seharusnya diduduki oleh Wendy sembari berkata , sembari berujar
“Siapa yang bilang mami tidak makan ? Mami ada juga ikut makan, makan kok, jika Lexa dan Lexi membantu mami menghabiskan makanan ini, itu artinya mami juga sudah ikut makan.”
“Apa cara seperti itu berlaku ? ”
__ADS_1
“Ehm, tentu saja, ayo, kita mulai makan.”
Michael lantas mengangkat sumpitnya, kemudian memberikan masing – masing anaknya sepotong kepiting kukus, sembari berkata ujar
“Ayo dimakan selagi masih panas, atau makanan ini akan jadi tidak enak lagi, jika sudah mendingin.”
Karena sudah sangat laparSungguh sangat lapar, Lexa dan Lexi pun langsung menyantap makanan dihadapan mereka tanpa bermalu – malu lagi. Sedangkan Michael, pria itu mengunyah sambil bertanya berujar
“Beritahu daddy, apa kalian tidak memakan apapun selama sehari semalam ini ? ”
Lexa yang sedang mengambil paha ayam panggang itu lantas menjawab
“Ada, kami ada makan roti.”
“Lalu ? ”
“Dan juga ada minum air mineral.”
“Dapat darimana ? ”
“Kami membawanya dari rumah, kami sudah membawanya sebelum pergi, dua botol air dan juga dua bungkus roti, untukku dan Lexi, masing – masing satu. Mami tidak tahu kami membawa itu, kami mengambilnya secara diam – diam.”
Lihatlah, lihatlah, betapa liciknya mereka, mereka bahkan sudah berpikiran untuk kabur diusia mereka yang masih sekecil ini. T, ternyata memang benar, kedua anak ini, tidak ada bedanya dengan Wendy.
Michael lantas menggerjapkan matanya, bertanya kemudian
“Mengantuk tidak ? ”
“Tidak mengantuk, kami sudah tidur sangat lama diatas rerumputan. Daddy, ini semua salah daddy, kenapa daddy tidak kunjung muncul ? Aku dan Lexa mengantuk saat itu, dan pada akhirnya, kami tertidur diatas rumput.”
Dia menjulurkan tangannya untuk mengelus kepala Lexi, dan berkata ujar
“Lain kali, tidak boleh lagi tidur dialam terbuka, mengerti ? ”
“Karena, direrumputan, terdapatada satu jenis ulat, yang bisa merayap masuk ketubuh kalian , dan tidak akan pernah keluar lagi. Jika hal itu terjadi, ulat – ulat itu akan meminum darah kalian setiap harinya, hingga… hingga…”
Lexi menggigiti bibirnya ketakutan, bertanya
“Apa benar ada ulat seperti itu ? ”
“Tentu saja ada, daddy tidak mungkin berbohong. Jika kalian tidak percaya, kalian boleh bertanya pada guru ditaman kanak – kanak.”
Ulat memang ada, tetapi tidak ada yang semengerikkan apa yang dikatakannya barusan.
Dan ternyata Lexi sungguh percaya dengan ucapannya, kemudian berkata ujar
“Lexa, lain kali, kita sungguh tidak boleh tidur diatas rumput lagi.”
“Oh ya, masih ada lagi, bagaimana jika kalian bertemu dan dibawa pergi oleh orang jahat ? Jika hal itu sampai terjadi, kalian tidak akan bisa bertemu lagi dengan mami dan daddy., dan Jjika saat itu tiba, bukan mami yang tidak menginginkan kalian,, tetapi dia tidak akan bisa lagi menemukan kalian.”
Semakin perkataannya dia lontarkandirinya berujar, kepala Lexi dan Lexa semakin tertunduk, bahkan mereka tidak lagi meneruskan acara makan malam mereka.
“Daddy, tapi kami merindukanmu.”
Ucapan itu seketika juga membuat Michael tersenyum dengan begitu lebar, dia lantas berkata ujar
“Sudahlah, cepat makan, daddy tidak akan membahas ini lagi. Seusai makan, kalian pergilah menonton televisi, daddy akan membuat pangsit, sebagai cemilan tengah malam nanti.”
“Boleh, boleh.”
Begitu topik pembicaraan mereka diganti olehnya, seketika itu pula, Lexi dan Lexa kembali bergembira. Kadang kala, ada pelajaran yang lebih baik diajarkan secara perlahan dan bertahap, jika terlalu tergesa – gesa, takutnya, hal itu malah akan menakuti anak – anak.
Meskipun kelaparan, tetapi, seberapa banyak ketiga orang itu bisa menyantap makanan yang disediakan semeja penuh ?
__ADS_1
Seusai makan malam, Michael lantas mendesak anak – anak untuk kembali menonton acara Barry Bear , sedangkan dan dirinya sendiri mulai membungkus pangsit dengan keseriusannya. Ibu Zhang sungguh baik, beliau bahkan sudah menyiapkan kulit pangsit dan juga isinya,, dan hal itu tentunya mempermudah Michael, karena dirinya hanya perlu untuk membungkusnya saja.
Sudah lama dia tidak pernah membuat pangsit, terakhir kali dia membuatnya itu adalah ketika Kakek masih hidup, saat mereka sedang berada diluar negeri. Begitu teringat akan kakek, tanpa sadardisadarinya, dia menengadahkan kepalanya, menatap ke pintu kamar Wendy. Jika bukan karena kakek, dirinya dan wanita itu tentu saja tidak akan bersama seperti ini. Terkadang, memang ada orang dan juga masalah, yang memang sudah ditakdirkan secara mistik.
Dia hanya membuat pangsit yang sekiranya cukup untuk dimakan mereka berempat ditengah malam nanti, karena jika membungkus terlalu banyak, pangsit akan menjadi tidak segar lagi. Semua pangsit yang dibungkusnya memiliki isi yang sangat banyak, karena kakek suka memakan pangsit seperti itu.
Agus hampir saja memindahkan semua barang yang berada di villa ke apartemen ini, membuat tempat ini dipenuhi dengan berbagai jenis makanan. Seusai membungkus pangsit, dia lantas mendudukkan diri diatas sofa, ikut menonton televisi, sembari memeluk Lexi dan Lexa. Tangan kedua anak kecil itu terasa sangat lembut ketika digenggam, dan dirinya sungguh sangat menyukai kedua kakak beradik ini.
Sebuah pesan tiba – tiba saja terkirim masuk kedalam ponselnya, dia bahkan sudah tidak menghitung lagi, berapa jumlah pesan banyak yang diterimanya hari ini. Dia tidak kunjung membaca pesan tersebut, meskipun dirinya telah mendengar dering notifikasi. Pertama kalinya merayakan tahun baru bersama anak – anak, dirinya merasakan suatu perasaan yang tidak bisa dikatakan grogi, tetapi pastinya juga tidak bisa dikatakan santai. Mendapati anak – anak yang sedang serius menonton televisi, dia lantas mengambil ponselnya, dan mulai menekan tombol ikon pesan.
Semua yang diterimanya adalah ucapan selamat tahun baru, bahkan dia sudah merasa tidak ingin membaca lebih banyak lagi, setelah membaca beberapa pesan yang diterimanya itu. Dia lebih bersedia memanfaatkan waktunya untuk menemani anak – anak, karena selama setengah tahun ini, dirinya sungguh sangat merindukan anak – anak. Wendy Zhong, wanita itu adalah pelaku utama yang memisahkan anak – anak darinya.
Tepat ketika dia hendak menyimpan kembali ponselnya, tiba – tiba saja, nama Agus terlihat olehnya, dia lantas membuka pesan tersebut, dan membacanyaPresdir, Rena Jin bertemu dengan Meilisa malam ini.
Hanya dengan beberapa kata itu, jantungnya berhasil dibuat berdebar tak karuan. Dia selalu saja tidak percaya, tetapi saat ini, bukti sudah terpapar nyata dihadapannya, membuatnya tidak bisa lagi tidak percaya.
Meilisa dan Rena Jin berhubungan, maka, kejadian masa lalu akan lebih mudah dijelaskan. Rena Jin adalah lulusan Universitas T, dan juga mantan istri Jacky Xia, jadi, adalah hal mudah baginya untuk mengetahui nama Wendy.
Setelah membaca pesan tersebut, dirinya semakin mempercayai bahwa apa yang dikatakan Jina adalah sebuah kebenaran. Rena Jin adalah sosok wanita yang sangat iri hati, saat dulu ketika mereka masih kuliah saja, dia sudah berani mencelakakan Wendy. J, jika bukan karena dirinya yang hadir tepat waktu, mungkin saja, Wendy sudah…
Diluar jendela, bunyi ledakkan petasan terdengar semakin ricuh, bahkan suara televisi pun sudah sama sekali tidak terdengar lagi.
“Daddy, kapan kita akan bermain keluarga kita akan meledakkan petasan ? ”
Sedari tadi, kedua bocah cilik itu sudah melihat petasan dan kembang api yang terletak diatas lemari, dan mereka sungguh sangat ingin memainkan kembang api itu.
Mendapati tatapan kedua anaknya, dengan merasa bersalah, Michael mengalihkan atensinya pada kamar Wendy. Sebenarnya, dihari ulang tahun wanita itu, idirinya berniat untuk mengajak wanita itu bermain kembang api, tetapi tiba – tiba saja , Maria terkena masalah, dan akhirnya…
“Daddy akan pergi melihat mami dulu.”
Tiba – tiba saja, dirinya sungguh menginginkan wanita itu untuk terbangun, dan bisa menemaninya bermain kembang api bersama anak – anak, pemandangan itu pasti akan terlihat sangat indah.
Tetapi, ketika dirinya memasuki kamar Wendy, wanita itu masih saja terlelap, terlelap dengan begitu nyenyak. Wajahnya pun masih terlihat merah merekah, sama seperti sebelumnya, seperti buah apel yang menggoda orang lain untuk menggigitnya. Pria itu lantas mencoba untuk membangunkannya
“Wendy, ayo bangun, kita akan bermain kembang api, sudah tahun baru.”
Wanita itu masih terlelap, meskipun sempat mengerang sejenak. Dia, kemudian melambaikan tangannya dengan mata yang masih terpejam, membalikkan badannya, dan kembali melanjutkan tidurnya lagi.
Sembari menggelengkan kepalanya, Michael bergerak untuk memperbaiki tatanan selimut yang dipakai wanita itu, kemudian melangkah keluar sesudahnya.
Michael lantas berjalan keluar sembari memikul sekantong kembang api, dengan sebelah tangannya yang menggendongi Lexi dan tangan lainnya yang menggendongi Lexa, anak – anak pun mengikutinya dengan senang hati. Keduanya berjalan sembari berceloteh, mereka sama sekali belum pernah bermain kembang api sebelumnya, mereka hanya pernah melihat orang lain bermain, dan melihat acara televisi yang sedang memainkannya.
“Daddy, apa kembang api kita juga bisa terbang keatas langit ? ”
“Tentu saja.”
“Lalu, apa aku juga boleh membakarnya ditangan ? ”
“Boleh, bahkan juga boleh menggerakkannya dengan tangan.”
Membakar kembang api dilangit yang sudah gelap, sungguh sangat indah, Maria, wanita itu pun sangat menyukainya. Hanya saja, setiap kali bermain kembang api, selalu saja dirinya yang membakarnya, Maria hanya akan melihatnya, karena wanita itu adalah sosok yang penakut, dia hanya berani melihat, tetapi tidak berani membakarnya sendiri.
“Daddy, kapan mami akan bangun ? Aku ingin sekali mami bisa menemani kita bermain kembang api bersama.”
Pikiranemikiran Michael mengenai Maria seketika itu juga dipatahkan oleh ucapan Lexi, mungkin saja, ini semua ini memang sudah seharusnya diakhiri. diputuskan.
Michael lantas tersenyum, kemudian memberikan ponselnya pada Lexi, berkata ujar
“Ini, nanti telepon saja mami, jika dia sudah bangun, maka dia akan bisa kesini.”
“Baiklah, aku akan meneleponnya sekarang juga.”
Mereka sudah berada diatap apartemen. Bukannya sibuk untuk memainkan kembang api, Lexi malah menyibukkan dirinya dengan menghubungi maminya. Padahal sebenarnya, bukankah Michael sudah membangunkan wanita itu tadi, sebelum mereka keluar dari unit apartemen ?
__ADS_1
Berdiri diatas atap apartemen, pemandangan Kota T dapat terlihat jelas dimata mereka. Berbagai petasan dan kembang api pun terlihat merekah satu demi satu, tetapi hal tersebut juga membuat bumi seolah bergemetar. Pemandangan tersebut sangatlah mengejutkan dan juga sangat indah diwaktu bersamaan.