DIREKTUR, AKU JUGA MENCINTAIMU

DIREKTUR, AKU JUGA MENCINTAIMU
Bab 127 Aku Akan Segera Sampai


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Lexi dan Lexa sudah menghilang, ditambah lagi dengan dan kemudian Wendy yang menghilang disaat dirinya mabuk. Ya Tuhan, wanita itu sungguh sangat pandai membuat masalahgara – gara.


Tetapi, entah dimana pun dia mencari wanita itu, dia tetap tidak menemukannya. Maka dari itu, ketika dia mendapati panggilan dari satpam, dia berlari secepat kilat kearah pintu besar gedung apartemen. Wendy Zhong, dia pasti akan memberikan wanita itu pelajaran, ketika dia berhasil menemukannya, sungguh sangat merepotkan.


Hello! Im an artic!


Akhirnya, dia melihat kembali sosok wanita yang sedang berjalan sempoyongan itu, dengan langkah besar, dirinya berlari menghampiri wanita itu, kemudian mengangkat tubuh wanita itu dengan emosinya yang sudah tersulut.


“Pulang dan tidur.”


“Lexi, Lexa, lepaskan aku…”


Wanita itu berteriak tidak jelas, sekitarannya dipenuhi dengan suara ledakkan petasan pun masih berkumandang disekitaran mereka, sungguh berisik.


Hello! Im an artic!


“Lepaskan aku…”


Wanita itu memukulkankan tangannya, dan juga menendangkan kakinya, dia sungguh mengerahkan seluruh tenaganya, hanya agar terlepas dari gendongan pria itu. Dia tidak mau digendong pria itu, dia ingin bertemu dengan Lexi dan Lexa.


Michael berjalan dengan sangat cepat, tetapi, wanita yang sudah mabuk memang sangat tidak tahu aturan. Wanita itu tidak hanya memukuli dan menendangnya, dia bahkan juga menggigitinya. Dirinya juga mengonsumsi alkohol, dan juga tidak tidur selama sehari semalam, dan tepat ketika Wendy menendangnya dengan kuat, Michael kehilangan keseimbangannya dan terjatuh bersama dengan wanita itu diatas bentangan rerumputan, disamping bagunan apartemen.


“Brak…”


Keduanya jatuh terlentang, tepat diatas tanah.


“Wendy Zhong, sebenarnya apa yang kamu inginkan ? Jika kamu membuat kekacauan lagi, aku akan mengurung dan mengikatmu didalam kamar, liat apa kau masih berani kabur…”


Michael menggeramkan giginya, dimalam tahun baru seperti ini, dia merasa seperti tidak mampu melewati tahun ini. Dia lantas menjulurkan tangannya, dan memukuli pantat Wendy. Wanita ini memang pantas dipukuli, sungguh pantas dipukuli, kemampuan melarikan diri wanita ini sungguh luar biasa, bahkan ketika orang lain ingin menemukannya kembali, mereka tidak akan berhasil semudah itu. Jika bukan karena dirinya yang lupa membawa ponselnya, takutnya, dia akan kembali kehilangan wanita ini, bahkan dalam kondisinya yang sedang mabuk.


Semua orang akan tertidur dengan begitu pulas ketika mabuk, tetapi tidak dengan wanita itu, sebaliknya, dia malah membuat kekacauan.


Michael melayangkan tangannya diatas udara, mendaratkan melayangkan satu pukulan lagi dipantat wanita itu, menciptakan suara bekapan telapak tangan dan celana yang begitu nyaring terdengarterdengar nyaring. Tetapi, tepat ketika tangannya masih belum terangkat dari pantat wanita itu, tiba – tiba saja terdapat terdengar suara berkumandang dari dalam hamparan rerumputan itu.


“Daddy, tidak boleh pukul Mami.”


Suara yang sangat familiar itu, suara yang terdengar sarat akan kekanak – kanakan itu.


Ini pasti adalah delusinya, pasti.


Michael menggeleng – gelengkan kepalanya, kemudian meletakkan tangannya diatas tubuh Wendy, hendak membawa wanita itu kembali ke apartemen mereka untuk tidur, tetapi tiba – tiba saja, dua sosok anak kecil muncul dihadapannya. Kedua anak itu berdiri tegak sangat tegak tepat didepannya, dan bayangan tersebut membuat dirinya langsung menengadahkan kepalanya.


Itu adalah Lexi, dan juga Lexa.


Michael mengedipkan matanya dengan kuat berulang kali, kemudian meneliti kembali dua bayangan yang berdiri dihadapannya. IDirinya tidak salah melihat, itu benar adalah Lexi dan Lexa.


“Lexi, Lexa, kalian…”


“Lepaskan mamiku, cepat lepaskan.”


Kedua tangan Lexa diletakkannya dipinggangnya, kemudian berkata ujar kembali


“Kenapa memukuli pantat mami ? Pasti dulu daddy sering memukuli mami, makanya mami pergi meninggalkanmu, dan tidak menginginkanmu lagi, benar kan ? ”


“Pasti seperti itu., Ddaddy, kenapa daddy memukuli mami ? Daddy adalah daddy jahat.”


Kedua anak kecil itu menatapnya penuh amarah, seolah – olah ingin melayangkan pukulan padanya.

__ADS_1


Hidung mereka, wajah kecil mereka, semuanya telah memerah kedinginan, jika dihitung – hitung, mereka sudah menghilang selama sehari semalam, lantas bagaimana bisa mereka masih sesemangat ini ?


“Lexi, Lexa, kenapa kalian disini ? ”


Michael bertanya karena tidak tahan lagi, pertanyaan yang dilayangkan anak – anak membuatnya kebingungan, harus menjawab apa. Jelas – jelas, Wendy lah yang berulah, tetapi entah kenapa, malah jadi dirinya yang menyiksa wanita itu, dan bahkan, dirinya saat ini sedang diawasi oleh dua orang anak kecil. Hanya saja, lucu sekali, ajaibnya, dirinya sama sekali tidak marah. Tepat ketika manik matanya mendapati kehadiran kedua anaknya, hatinya menjadi sangat bahagia, kebahagian yang dirasakannya sama besarnya dengan kecemasan yang dirasakan olehnya sedari kemarin malam. Lantas, dengan segera dia menjulurkan tangannya, hendak membawa kedua anak itu duduk bersandar padanya.


Tetapi, kedua anak itu malah menghidar dengan begitu cekatan, dan berkata ujar


“Tidak boleh menyentuh kami, cepat minta maaf pada mami. Atau tidak, selamanya, mami tidak akan pernah memaafkan daddy.”


Jika mami mereka tidak memaafkan dadady, maka mereka berempat tidak akan bisa berkumpul bersama lagi, dan yang paling penting adalah, mami tidak menginginkan mereka lagi. Mami pernah mengatakan, mami akan tidak menginginkan mereka lagi, jika mereka pergi mencari daddy dan juga membahas daddy kepada orang lain, maka dari itu , Lexi dan Lexa sungguh takut dibuatnya.


Michael lantas melepaskan Wendy, kemudian berkata erujar


“Lexi, Lexa, sini, biarkan daddy memeluk kalian.”


“Tidak mau.”


Mendapati pria itu berdiri, mereka berdua lantas menengadahkan kepalanya, karena tubuh besar daddy mereka itu.


“Cepat, minta maaf pada mami, atau tidak, kami tidak akan memerdulikan daddy lagi seumur hidup kami.”


Mereka bersikeras menginginkan pria itu meminta maaf pada mami, bersikeras menginginkan pria itu membujuk dan menghibur mami mereka, karena hanya dengan cara ini, mami mereka baru akan bersedia memerdulikan mereka lagi. Jika anak – anak sudah berkeras kepala, siapapun tidak akan bisa mengendalikan mereka, apalagi, pawang mereka sedang tertidur diatas rerumputan saat ini.


Michael lantas menghela nafasnya, kegagalan terbesar diseumur hidupnya ini adalah, dirinya selalu saja dikalahkan oleh Lexi dan Lexa, bahkan dirinya selalu dibuat tidak bisa membalas kedua anaknya itu. Mendapati kedua anaknya sedang memandanginya dengan penuh kewaspadaan dan sarat akan peringatan, seolah – olah mereka bertemu dengan seekor serigala, idirinya lantas berkata ujar


“Lexi, Lexa, jangan lari, dan jangan takut. Daddy saat inakani juga meminta maaf pada mami kalian saat ini juga, hanya saja, dia sedang mabuk, daddy tidak yakin dia akan mendengar apa yang daddy katakan.”


Dia lantas mengerutkan keningnya, menginginkannya meminta maaf pada Wendy tepat dihadapan dua orang anak kecil, dirinya sungguh sedikit… sedikit… yang pasti, idirinya tidak percaya diri.


“Apa ? Mami mabuk ? ”


“Daddy, apa daddy yang membuat mami mabuk ? ”


Kedua anak kecil ini sungguh sangat cerdik, bahkan lebih cerdik darinya. Mendapati kedua anak itu sedang mendekati sosok Wendy yang sedang tertidur diatas hamparan rumput, yang artinya juga berada tidak jauh darinya, Michael langsung menjulurkan tangannya , dan menangkap mereka, membawa mereka masuk kedalam dekapannya. Didetik itu juga, kebahagiaan yang terasa ketika bertemu dengan orang kesayangan yang sempat menghilang, menyeruak didalam lubuk hatinya. Tiba – tiba saja dia merasadirinya merasa, dia sungguh sangat menyayangi kedua anak kecil ini, sungguh sangat sangat menyayangi mereka.


“Jangan pergi lagi, mami sangat terkejut, dia takut kalian terkena masalah, dia menangis , dan juga mabuk, begitu juga dengan daddy. Coba kalian cium, apa ditubuh daddy ada bau alkohol, tidak ? ”


Michael berujar pelan, suara hangat dan lembutnya berhasil menenangkan kembali hati anak – anak itu, yang sebelumnya terliputi oleh kemarahan.


Keduanya lantas menundukkan kepala mereka, dan mengendus aroma tubuh daddy mereka, layaknya dua ekor anak anjing.


“Lexa, daddy sungguh minum alkohol.”


Michael memiliki segudang pertanyaan yang ingin ditanyakannya pada kedua anak itu, kenapa mereka pergi ? Kemana mereka selama satu hari satu malam ini ? Dan juga… masih banyak pertanyaan lainnya…


Tapi, sekarang bukanlah saat yang tepat.


Udara diluar sangatlah dingin, dan suara petasan pun masih sangat nyaring terdengar. Dimalam tahun baru ini, akhirnya anak – anak sudah berkumpul kembali bersama dengannya dan juga Wendy. Matanya terasa panas dan berair, ini adalah pertama kalinya diirinya merasa ingin menangis, tetapi dia tetap saja menahan air mata tersebut.


“Daddy sungguh minum bir, mami juga minum karena kalian menakutinya. Ayo, kita bawa mami kembali ke rumah sekarang, kemudian membantunya mandi. Dan disaat dia bangun, kita akan merayakan tahun baru bersama, bagaimana ? ”


Ketika mengatakan tahun baru, seketika itu juga Lexa menjadi sangat semangat.


“Daddy, apa daddy mau merayakan tahun baru bersama kami ? ”


“Tentu saja, nanti setelah pulang, daddy akan memasak sendiri makan malam tahun baru untuk kalian, dan juga membuat pangsit.”


Tetapi, ketika dia mengatakan hal tersebut, tiba – tiba saja hatinya merasa bimbang.

__ADS_1


“Sini, biarkan daddy menghubungi seseorang dulu, boleh, ya ? ”


“Baiklah.”


Lexi lantas menjawab sembari menatapi sepasang matanya, dan berkatarujar lagi


“Tapi daddy, daddy tetap harus meminta maaf pada mami dan membuatnya memaafkan daddy, jika tidak , mami bisa tidak menginginkan kami lagi.”


Ucapan kekanak – kanakkan ini, membuat Michael tersadar akan sesuatu, iadirinya lantas bertanya


“Kenapa mami bisa tidak menginginkan kalian ? ”


“Mami tidak memperbolehkan kami mencari daddy, dan juga tidak mengijinkan kami membahas soal daddy dengan orang lain. Jika kami mencari atau membahas soal daddy, mami bilang dia tidak akan menginginkan kami lagi, dan diperjalanan kami mencari daddy, kami terus saja membahas nama daddy. Daddy, kami hanya mengingat jalan kesini, maka dari itu kami kemari.”


Ternyata seperti itu, akhirnya Michael mengerti, dirinya lantas memiringkan kepalanya, dan menatap sejenak sosok Wendy yang sedang tertidur pulas diatas rerumputan. Dia b, berpikir, apa itu sungguh tidak ingin bertemu dengannya lagisetidak ingin itu, wanita ini bertemu lagi dengannya ?


“Baiklah, daddy janji pada kalian, mami kalian tidak akan tidak menginginkan kalian ketika dia sudah bangun, bagaimana ? ”


Bagaimana mungkin Wendy tidak menginginkan Lexi dan Lexa ? Jika mereka mengetahui apa yang terjadi pada wanita itu ketika mereka kabur, bisa dipastikan kedua anak kecil itu tidak akan merasa ketakutan, seperti sekarang ini.


“Sungguh ? ”


“Iya. Sini,, sini, biarkan daddy menelepon dulu, sebentar saja. Setelahnya, daddy akan membawa kalian keatas, kemudian kita akan merayakan tahun baru bersama.”


“Baiklah.”


Michael lantas menghubungi Agus, memerintahkannya untuk membawa semua kebutuhan yang diperlukan saat makan malam tahun baru ke apartemennya, memintanya untuk membawa petasan dan kembang api, serta segala keperluan yang biasanya digunakan saat tahun baru. Seusai menyampaikan perintahnya, dia lantas memutuskan sambungan telepon tersebut.


“Biarkan daddy yang menggendong mami keatas, oke ? ”


“Ini, sepertinya tidak baik.”


“Coba kalian lihat, mami kalian sungguh benar – benar sudah mabuk , dan tidak akan terbangunkan semudah itu.”


Lexi lantas mengumpulkan seluruh keberaniannya untuk berjongkok didepan Wendy. Dirinya sungguh sangat takut bahwasanya ketika bangun, mami akan marah dan tidak menginginkan dirinya dan Lexa lagi, karena mereka sudah pergi mencari daddy. Dia lantas menjulurkan tangan kecilnya, kemudian menggerak – gerakkan bahu Wendy, berkata ujar


“Mami, apa mami sudah tidur ? ”


Tidak ada jawaban, Wendy sungguh sudah terlelap, mabuk yang menguasai dirinya , memaksanya untuk tertidur. IDirinya tertidur dengan begitu damai, seolah – olah saat ini, Lexi dan Lexa sedang berada disisinya, bahkan saking tenangnya, kerutan didahinya pun sudah sirna.


Tangan kecil itu lantas bergoyang – goyang lagi, tetapi pemiliknya sama sekali tidak mendapatkan pergerakkan apapun. Wendy sungguh tertidur begitu nyenyak, layaknya orang mati.


Akhirnya, Lexi percaya, dan berkata rujar


“Baiklah, daddy, ayo bawa mami naik, aku sudah lapar.”


“Aku juga lapar.”


Lubuk hati terdalam Michael terasa sangat sakit. Apartemen ini sudah lama tidak dikunjunginya, dan dia juga tidak tahu, apa ada makanan didalam kulkasnya itu. Dirinya lantas melirik kembali Lexi dan Lexa, ketika sudah menggendong tubuh Wendy., Dia berpikir ddidalam hatinya dia berpikir, keahlian melarikan diri kedua anak ini pasti diturunkan oleh Wendy.


Kedua anak ini sungguh sangat berani, ingin sekali dia memarahi mereka, tetapi dia tahu, sekarang bukanlah waktu yang tepat, karena anak – anak masih bersikap keras kepala.


Tetapi, apabila dipikirkan kembali, jika bukan karena anak – anak kabur untuk pergi mencarinya, dia tidak akan mungkin menemukan Wendy., Kkemampuan bersembunyi wanita ini sungguh sangatlah hebat, entah apapun yang dikatakannya, dia sunguh tidak mengira bahwa, wanita ini ternyata masih berada di Kota T, dan bahkan beradaterlebih didaerah pinggir kota.


Tanpa memikirkan apapun lagi, dia melangkah masuk kedalam lobi apartemen. Anak – anak pasti sudah sangat kelaparan, dan kejadian semenyedihkan ini, pasti belum pernah mereka rasakan. Dia lantas memanggil satpam yang sedang bertugas, meminta satpam itu untuk mengeluarkan semua persediaan makanan yang dimilikinya, kemudian mengantarkannya ke unit apartemennya. Setidaknya, dia harus memberikan makanan untuk mengganjal perut anak – anak, atau tidak, hatinya akan terasa sakit jika anak – anak sakit maag nantinya. Bahkan, ketika mereka sedang didalam perjalanan menuju apartemen, dia masih sempat mendengar suara keroncongan dari perut kedua anaknya itu.


Ingin sekali rasanya dia membawa kedua anaknya untuk menyantap makan malam dan berpesta diluar sana, tetapi…


Dia lantas menundukkan kepalanya, memandangi sosok Wendy yang sedang tertidur begitu pulasnya didalam dekapannya. Gara – gara wanita ini, wanita inilah yang membuatnya tidak bisa membawa anak – anak menyantap makan malam tahun baru diluar sana. Dirinya tidak mungkin mengajak anak – anak untuk pergi keluar dan, meninggalkan wanita ini seorang diri di apartemen. J, jika dia melakukannya, sudah pasti Lexi dan Lexa akan membunuhnya, kedua bocah cilik itu, sungguh berani melakukan hal apapun.

__ADS_1


__ADS_2