
Hello! Im an artic!
Hal yang paling menyakitkan adalah ketika dua orang saling mencintai tapi tidak bisa terus bersama
Hello! Im an artic!
Wendy sudah terlambat, dia sudah melewatkan begitu banyak waktu untuk bertemu dengan Michael , banyak hal yang tidak bisa dia lakukan, bahkan tidak ada yang bisa di rubah, hanya bisa membiarkannya mengalir seperti seharusnya.
Bibir Maria yang biasanya begitu merah muda, sekarang terlihat sedikit pucat, “Wendy, kamu datang untuk menjemput Lexi dan Lexa?”
“Iya benar.” Wendy tersenyum, tapi meskipun begitu dia merasa kepahitan yang sangat dalam di dalam hatinya, tetapi dia tidak membiarkan kepahitan untuk menguasai ekspresi di wajahnya, dia menyembunyikan semuanya jauh di dalam hatinya, agar tidak membuatnya terlihat menyedihkan.
“Maria, kamu…” Maria yang sudah bersiap akan mengatakan sesuatu, Michael yang berada di sampingnya sudah mengatakannya terlebih dahulu, tapi saat Michael baru berkata, perkataannya langsung dihentikan oleh Maria, “Michael , selamat akhirnya kalian berdua bisa kembali bersama, kalian harus memanfaatkan waktu dengan sangat baik, aku datang ke sini untuk menjemput Reinson, Rere akan melakukan operasi, jadi Raina lumayan sibuk akhir akhir ini, jadi dia memintaku untuk menjemputnya, aku pergi dulu ya, jika tidak maka Reinson akan cemas.” Senyum yang begitu hangat malah membawa perasaan iba, saat melihat kebingungannya saat bertemu dengan Michael , Maria sepertinya sedang berada dalam kerisauan saat ini.
Hello! Im an artic!
Setelah menyelesaikan perkataannya, Maria langsung melangkahkan kakinya maju ke depan tanpa menunggu tanggapan yang diberikan oleh Wendy.
Saat menatap punggung kurus Maria, rasa simpati dalam diri Wendy seketika menyeruak, mungkin Maria yang bersama dengan Kevin tidak memiliki kehidupan yang bahagia.
Namun setelah memasuki gerbang pernikahan, entah itu membahagiakan atau tidak, jika ingin keluar maka hal itu tidak akan bisa dilakukan semudah mengedipkan mata.
Langkah Maria benar benar sangat cepat, Wendy bahkan sampai memalingkan tubuhnya menatap punggung Maria, dia merasa jika hanya sosok Maria lah yang bisa mengendalikan pemikiran Michael di dunia ini, tidak ada Maria, dunia Michael benar benar begitu dingin dan sunyi, tetapi pada saat ini jiwa Michael sudah seperti dibawa pergi oleh Maria saja.
Tangannya yang digenggam oleh Michael sedikit bergerak, Wendy mengatakan seakan tidak ada sesuatu yang terjadi, “Michael , ayo pergi, kita harus menjemput anak anak, mereka pasti sudah keluar.”
“Oh, baiklah.” Kali ini Michael baru bereaksi, rasanya dia masih enggan untuk menarik kembali pandangannya dari punggung Maria, “ayo.”
“Jika Lexi dan Lexa tahu kamu juga datang untuk menjemput mereka, mereka pasti akan sangat senang.”
“Wendy Zhong, apa kamu sedang mengatakan jika ini adalah pertama kalinya aku menjemput mereka?”
Michael akhirnya kembali pada sosok dirinya yang dulu, tidak, apa menurutmu kamu memiliki tujuan lain saat menjemput mereka? Sebenarnya Wendy tahu dengan jelas jika Michael melakukan ini untuk keamanan dan keselamatan Lexi dan Lexa, tapi mengenai orang itu, sebenarnya siapa dia? Wendy sudah berkali-kali ingin menanyakan hal ini kepada Michael , tetapi dia selalu saja menahannya dan berakhir tidak menanyakan hal ini kepada Michael , jika Michael ingin memberitahunya, maka dia pasti sudah memberitahunya sejak awal.
“Tentu saja untuk memecahkan yang pertama kalinya ini.”
Mereka berdua berbincang dan tanpa disadari sudah sampai di depan gerbang, kedua gerbang sekolah sudah terbuka, dan banyak orang tua murid yang masuk ke dalam, tetapi Maria hanya berdiri di depan gerbang masuk dan menatap ke dalam, hal inilah yang membuat Wendy tidak tahu apakah dia harus masuk ke dalam atau tidak.
__ADS_1
Tetapi tatapannya juga mengikuti tatapan Michael memandang, terjatuh pada sosok Maria.
Manusia memang sangat aneh, jika tidak saling mengenal maka jika kamu berjalan melewatinya tidak akan menimbulkan kesan atau prasangka apapun, jika mereka saling mengenal maka dalam sekali tatap pasti akan menemukannya, apalagi pakaian yang dikenakan oleh Maria begitu mencolok hingga membuat semua orang menjatuhkan pandangannya kepadanya.
Cuaca saat ini sangat panas, dan badannya sedikit bergelombang, Wendy merasa jika pakaian Maria yang meskipun sedikit longgar tetapi akan terasa panas jika dikenakan, tidak cocok jika digunakan di cuaca sepanas ini.
Wendy menghentikan langkah kakinya, dan begitu juga dengan Michael , tangan Michael masih menggenggam tangan Wendy, rasanya seperti sedang memamerkan kepada seluruh dunia bahwa Wendy adalah miliknya, iya benar, Michael juga adalah satu satunya laki laki yang dia miliki, jika dikatakan dengan jujur memang terdengar sangat menyedihkan.
Anak anak mulai keluar, mereka berlarian kepada orang tua mereka sama seperti seekor burung yang baru saja dilepaskan dari dalam sangkar.
Lexi dan Lexa masih belum keluar, mungkin karena membutuhkan waktu lama bagi mereka untuk bisa sekolah di sekolah ini jadi mereka keluar lebih lama dibandingkan anak anak yang lain, sebelumnya mereka juga selalu bersikap seperti ini.
Michael lah yang terlihat sedikit cemas, “Wendy, kenapa mereka masih belum keluar?”
Wendy kemudian tersenyum, “Apa kita pergi masuk ke dalam dan melihatnya?”
“Tidak… Tidak perlu.” Tatapan Michael masih saja tertuju pada sosok di depan gerbang, dan Maria juga masih berdiri di sana, dia begitu tenang, bahkan saat berada di antara banyak orang dia masih saja terlihat sangat menawan, layaknya seorang peri.
Jujur saja, temperamen dan sifat seperti itu tidak bisa sembarang orang bisa melakukannya, sampai sampai Wendy juga tidak akan mampu menyamainya, “Michael , ayo, aku ingin masuk ke dalam menjemput mereka.”
“Tunggu sebentar.” Tangan Michael masih menggenggam tangan Wendy, tidak membiarkannya pergi, tapi sikapnya tidak terkesan kasar, sebenarnya Michael sedang merasa takut untuk kembali bertemu dengan Maria, dia sudah mengatakan akan melepaskannya, maka jika seperti itu lepaskan saja, jika tidak maka hanya akan membuat mereka saling tersakiti.
Tangan Maria mulai berayun, “iya ini aku.” Suaranya benar benar sangat lembut, jelas jelas dia mengatakannya dengan pelan, tetapi masih bisa membuat orang yang berada sekitar puluhan meter darinya masih bisa mendengarnya.
Reinson berlari dengan cepat, jadi tidak membutuhkan waktu lama dia sudah sampai di depan gerbang, Maria menyerahkan tanda untuk dijemput kepada penjaga gerbang, dan mereka baru membiarkan Reinson pergi, penjagaan di sini memang sangat ketat, mereka khawatir jika ada anak anak yang dibawa pergi oleh orang asing, mereka bahkan tidak bisa menjelaskan apapun, jadi jika bukan orang tua mereka sendiri lah yang menjemput anak anak, maka mereka yang menjemput harus menunjukkan tanda yang dipercayakan untuk menjemput anak anak untuk membuktikan identitas mereka.
Reinson sudah keluar, tapi Lexi dan Lexa masih belum terlihat batang hidungnya, Reinson menggenggam tangan Maria, “bibi, di mana mobilmu?”
“Oh, aku datang naik taxi.”
Suaranya benar benar sangat lirih tetapi membuat orang yang mendengarnya langsung menunjukkan perubahan ekspresi di wajahnya.
Ternyata Maria datang kemari dengan menaiki taksi.
Wendy sendiri bahkan tidak percaya akan apa yang dia dengar, tapi Maria benar benar mengatakan ini kepada Reinson, kemudian melanjutkan langkah mereka ke depan dengan senyum masih mengembang di wajahnya.
Reinson masih fokus pada Maria, jadi dia tidak menyadari jika ada sosok Michael dari kejauhan, dan karena Maria lah Michael juga tidak berusaha untuk memanggil Reinson.
__ADS_1
Mereka berdua berjalan beriringan keluar, Reinson juga melompat lompat dan tidak terlihat patuh sedikit pun, tiba tiba tangannya menggenggam tangan Maria dengan sangat berat, kemudian dia menjatuhkan semua bebannya di tangan Maria.
Ini adalah hal yang terbilang lumrah dan juga sering dilakukan oleh anak anak, jangankan anak laki laki seperti Reinson, bahkan Lexi dan Lexa juga sering berbuat seperti ini untuk bermain dengan Wendy.
Ini bukanlah apa apa.
Tetapi tidak lama setelah itu terdengar suara teriakan Maria, meskipun suaranya tidak keras, tetapi terdengar sangat jelas dan membuat orang disekitar menatap mereka berdua.
“Bruugghhh…” Mereka berdua terjatuh ke atas tanah, mungkin Maria sebelumnya sudah menahan dirinya agar tidak terjatuh, tetapi kekuatan dari Reinson membuatnya tidak bisa menahan tubuhnya, jadi dalam sekejap tubuhnya bergoyang dan setelah itu mereka berdua terjatuh ke tanah.
“Bibi, sakit sekali.” Reinson lah yang terlebih dulu beranjak dibandingkan Maria, “bibi, kenapa bibi lemah sekali, aku hanya bergantung saja kepadamu…”
“Aku…” Maria sudah mulai berkeringat dingin, keringat satu tetes demi satu tetes menjadi semakin banyak karena mereka berdua yang terkena sengatan sinar matahari.
“Aduh, bibi, kenapa kaki bibi?” Tatapan kedua mata Reinson tertuju pada kaki Maria, entah sejak kapan rok panjang yang dia kenakan sedikit tersingkap ke atas, dan menunjukkan bekas merah darah di kakinya.
Tangan Michael yang dia gunakan untuk menggenggam tangan Wendy langsung terlepas, bahkan sebelum Wendy bereaksi, Michael sudah berlari ke arah Maria.
“Michael …” Wendy berteriak, dia mengulurkan tangannya mencoba untuk menahan Michael agar tidak pergi, jika ingin mempedulikannya kenapa dia tidak melakukannya secara diam diam, pada awalnya berita mengenai hubungannya dengan Maria sudah begitu banyak, hanya seperti ini saja dia langsung menghampirinya, takutnya akan timbul desas-desus lagi kali ini.
Tapi bercak merah di kaki Maria sudah membuat Michael menggila, dia benar benar tidak tega, bahkan sampai tidak mempedulikan apapun lagi, dalam sekejap dia sudah berada di depan Maria, bahkan sampai berjongkok, menatap kaki Maria, “apa masih tidak bisa bergerak?”
Wendy juga mengejarnya, tetapi rasanya sedikit canggung, dia hanya memberanikan diri berdiri di belakang Michael , dia merasa jika dirinya saat ini seperti pengganggu saja, tetapi dia harus memantapkan hatinya dan tetap berada di samping Michael.
Dengan seperti ini maka desas-desus tidak mengenakkan tidak akan muncul.
Keringat mulai bercucuran dari kepala Maria sampai terjatuh ke bawah, wajahnya benar benar sangat pucat, Maria mencoba menggerakkan mulutnya, dan memaksakan senyuman dibibirnya, “Michael , aku tidak apa apa, kamu dan Wendy cepatlah pergi menjemput Lexi dan Lexa.” Dia mengatakan itu sambil menggunakan tangannya untuk beranjak dan menunjukkan jika dia tidak apa apa.
Tetapi entah bagaimana dia berusaha, bahkan sampai terlihat otot ototnya menyebul, tetapi tubuhnya yang sudah sedikit terangkat kembali terjatuh.
“Michael , hubungi 110.” Bahkan tujuan utama untuk menjemput Lexi dan Lexa terlupakan, pada saat ini dia dan Michael hanya fokus pada Maria saja.
“Tidak perlu, Maria aku akan mengantarmu ke rumah sakit.” Wajahnya sudah sangat serius, tidak mempedulikan apapun lagi saat ini, tangannya sudah terulur di punggung Maria, dan bersiap untuk menggendongnya, dan saat Michael akan menggendongnya, Maria langsung melambaikan tangannya, “Michael , tidak perlu, aku bisa pergi sendiri.” Kali ini tangannya kembali dia gunakan untuk menopang tubuhnya, bahkan di bawah tatapan tajam Michael saja Maria masih berusaha untuk beranjak.
“Bibi, biarkan saja paman mengantarmu ke rumah sakit, kenapa kakimu bisa sampai terluka?” Reinson tidak merasa takut sedikitpun saat melihat Michael , “paman, apa paman kedua kembali memukul bibi?”
“Reinson…” Maria berkata lirih, tetapi sedikit panik, bahkan wajahnya sudah terlihat sangat merah.
__ADS_1
“Bibi, memang benar, paman kedua…”
“Reinson, jangan katakan apapun lagi, tunggu saja di mobil paman, aku akan mengantar kalian kembali.” Melihat Maria yang sedikit tidak nyaman, Michael langsung menghentikan perkataan Reinson agar tidak melanjutkan perkataannya.