DIREKTUR, AKU JUGA MENCINTAIMU

DIREKTUR, AKU JUGA MENCINTAIMU
Bab 84 Iya


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Baik.” Michael Ling sangat tidak bersabar, saat ini, bersama Wendy dan anak-anak semakin banyak muncul di depan umum semakin bagus baginya, sekarang, berita baik Perusahaan Ling telah menyebar di pasaran, besok pagi sudah boleh tahu bahwa keputusan dia hari ini betul atau salah.


“Mama, villa dan apartemen semua milik ayah?”


Hello! Im an artic!


“Em, iya,” teringat dalam apartemen masih ada perabotan milik dia, mungkin, Maria belum pernah pergi kesana, terpikir kemungkinan ini, Wendy berkata dengan pelan: “Pergi apartemen saja.” Walaupun enggan, dia hanya bisa menempati diri disini selama beberapa hari ini, biar orang-orang percaya bahwa dia benar-benar istrinya.


“Baik, aku menyuruh orang bersiap-siap.” Memandang keluar mobil, sekitaran dua puluh menit lagi akan tiba di tempat tujuan, Michael Ling menelepon meminta pekerja paruh waktu untuk bersih-bersih, sebenarnya, terpikir anak-anak mau pergi ke apartemen, pria besar ini sedikit grogi, di waktu yang sama, dia juga mengirim pesan singkat untuk membiarkan Agus sekalian membawakan baju anak-anak dan sepatu Lexi dan Lexa yang dia beli siang hari ke apartemen, ini kali pertama anak-anak memasuki apartemennya, jujur, Michael Ling benar-benar grogi, ini mungkin adalah perasaan ketegangan menjadi seorang ayah, bagaimana pun tidak bisa dihilangkan.


“Mama, kamu sudah baikkan sama ayah, kapan kita pergi ke Pulau Vulkanik?” Tidak lupa berenang, otomatis tidak lupa mengunjungi Pulau Vulkanik juga, anak-anak akan menyesal kalau mereka telah pergi namun tidak bermain.


Michael Ling menyambung percakapannya, “Lexa, dua hari ini ayah ada sedikit masalah yang perlu ditangani, tunggu ayah sudah siap menangani hal-hal tersebut, dan juga luka-luka yang ada di badan sembuh, ayah baru membawa kalian pergi ke Pulau Vulkanik, bagaimana?”


Hello! Im an artic!


“Baiklah, tetapi ayah harus cepat menyelesaikannya, luka juga harus cepat sembuh ya.”


Dikalahkan oleh anak-anak, dia melakukan sesuatu paling mementingkan kecepatan dan efisien, karena dia sebagai Direktur Perusahaan Ling, mana mungkin dia bisa menyantai. Apalagi sekarang lagi banyak masalah, Kevin menyerang dia terus, ditambah dia bukannya baik dan benar-benar dibalas, jika seperti itu, dia dan Kevin keduanya akan terluka, pada saat itu, Maria akan lebih sedih lagi, aiss, kenapa yang telah menikahi Maria itu harus Kevin?


Tetapi ini, tidak mungkin bisa diubah lagi, jika mau salahkan hanya bisa salahkan takdir mempermainkan orang, membuatnya sengsara selama bertahun-tahun, sebelum Maria kembali dia benar-benar ingin mengganti posisi Maria dengan Wendy yang ada di dalam hatinya, jika begitu setidaknya bisa membuat dirinya hidup lebih mudah, namun ketika Maria kembali memasuki dunia dia, hatinya penuh dengan dengan Maria lagi, ternyata mencintai seseorang, memang tidak ada seorang pun yang bisa menggantikannya.


Telah tiba, mobil dipakir di depan gerbang apartemen dan menunggu gerbang terbuka, Wendy membuka pintu mobil, “Michael, aku ingin belikan beberapa kebutuhan harian anak-anak.” Tidak tahu akan nginap berapa lama, supermarket dekat juga dengan sini, beli sedikit kebutuhan harian beli juga susu, minum sebelum tidur memudahkan anak-anak tertidur, dia sebagai seorang ibu selalu berpikir untuk anak-anaknya.


“Baik, ayo pergi.” Michael Ling membuka pintu mobil turun bersamaan dia, membungkukkan pinggang dan menggendong Lexa, Lexa meronta, “Ayah kamu terluka, tunggu luka kamu sudah sembuh baru gendong aku saja.”


“Siap, Tuan Lexa.” Dia senyum, anak-anak terlalu pengertian, membuatnya menyukainya.

__ADS_1


Ini adalah supermarket yang pernah didatangi Wendy dan Michael Ling, sudah beberapa tahun, masih saja seperti dulu, disinilah dia membeli segala kebutuhan harian apartemen, sekarang datang lagi, ketika melihat kasir dia teringat Min Min, selalu merasa bahwa Min Min sedikit aneh, tetapi di bagian mana yang aneh dia tidak bisa memperjelaskannya.


Anak-anak memilih barang-barang yang mereka suka, membeli satu kotak besar susu lagi, Michael Ling adalah ayah dari anak-anak, jadi wajar baginya untuk membayar tagihan, Wendy dengan sopan memintanya membayar tagihan, dia juga sudah harus melakukan tugasnya sebagai seorang ayah.


“Mama, ini semua barang aku dan Lexi, kenapa kamu dan ayah tidak belanja? Kalian tidak butuh?”


Wajah Michael Ling berkedut, kedua anak ini cantik memang cantik, imut memang imut, namun asalkan mereka ada, jangan berharap ada sedikit pun rahasia antara dia dan Wendy, jangan-jangan mereka akan segera tahu bahwa dia dan Wendy Zhong itu hanya suami istri perjanjian dan bukan suami istri sejati, kelihatan, hari-hari selanjutnya harus lebih hati-hati, jangan sampai terucap kata-kata yang tidak seharusnya dikatakan, seperti Rendy.


Wendy tersenyum, dia sudah terbiasa dengan kedua anak ini, “Lexa, barang mama dan ayah semua ada di apartemen, masih setengah baru, jadi tidak perlu beli lagi.”


“Apa? Kebutuhan harian mama dan ayah sudah ada?” Mata terbuka lebar, ekspresi wajah Lexa penuh dengan pertanyaan.


Muka Wendy merah, tidak mungkin dia mengatakan dia dulu nginap bersama Michael Ling kan, meskipun pengecualian untuk malam tak terduga itu dia dan dia benar-benar tidak melakukan apapun, tetapi jika dikatakan bukan hal yang boleh dibangga-banggakan juga, “Bukan seperti itu, itu dibeli beberapa saat yang lalu taruh di apartemen ayah, hanya saja mama belum menginap disini.” Saat menghadapi anak-anak jika perlu berbohong kita harus berbohong, tidak mungkin jika anak-anak bertanya bagaimana mereka dilahirkan, kamu memberitahu mereka bahwa mereka dilahirkan dari rahim dengan kombinasi sel ****** ayah dan sel telur ibu, jika begitu anak akan dewasa sebelum waktunya.


“Ternyata mama sudah lama memaafkan ayah, juga membeli barang dan meletakkannya di tempat ayah.” Raut wajah Lexa tiba-tiba menyadar.


Membawa barang-barang keluar dari supermarket, hanya beberapa langkah, beberapa orang memilih berjalan kaki kembali, dia memasuki lift di dalam lobi, semuanya seperti biasa, jika bukan karena Lexi dan Lexa disamping, Wendy merasa semua ini sama seperti dulu.


Seorang cewek hanya membungkus badannya dengan handuk mandi mengekspos daging putih seperti salju diatas ***********, ada juga dua kaki putih panjang, bisa dibayangkan, badannya selain handuk yang menutupinya itu tidak ada benda lain lagi yang menutupinya, tetesan air di rambut masih menetes, membuatnya dia menjadi wanita seksi dan memasuki dunia Lexi dan Lexa, dalam sesaat, empat orang yang baru saja masuk empat pasang mata semua terdiam…


Hening.


Pertama-tama hening. Segera, lexi dan Lexa bersamaan membalikkan badan, kemudian menabrak Michael Ling, “Kamu bukan ayah kita, kamu bohong, mama, ayo kita pergi.” Setelah itu, satu orang satu tangan yang kecil menarik tangan Wendy akan berjalan keluar menuju pintu apartemen melewati Michael Ling.


Kaki Michael Ling yang tidak terluka itu secara sadar menyapu ke belakang, “Shuatt”, dan pintu yang dibelakangnya menutup rapat, “Lexi, Lexa, berhenti, tidak ada siapa pun yang pergi.”


“Kamu bohong, kamu punya cewek, bagaimana mama?” Lexi mendongak, pandangan penuh dengan amarah melihat Michael Ling, seakan-akan ingin membunuhnya, si kecil sangat marah, merasa tidak layak demi mamanya.


Wendy berkata dengan pelan: “Jangan berisik, baik kita pergi.” Apartemen ini, jika dia masih menetap dia yang menjadi orang berlebihan, sebuah lelucon, awalnya mengira Maria tidak pernah mendatangi tempat ini, tetapi tidak pikir Alexa tidak pernah berhenti untuk mendatangi tempat ini.

__ADS_1


Mengulurkan tangan menarik pintu, disaat ini juga, ada yang terlintas di benaknya itu adalah sofa yang kemarin terjadi suatu hal yang tidak seharusnya dilihat dia, barang itu, sampai detik ini Michael Ling masih hutang satu penjelasan terhadap dia.


“Wendy, berhenti.”


“Michael, benar-benar tidak tahu kamu kan pulang secepat ini, aku pergi ganti baju.” Alexa malah biasa saja, begitu balikkan badan berjalan menuju kamar Michael Ling pergi menggantikan bajunya, dia juga tahu dia terbungkus handuk muncul di depan anak-anak mungkin tidak pantas, tapi sangat tidak pantas.


Michael Ling tidak menghiraukan Alexa, sedikit gugup dia menahan tangannya Wendy, “Wendy, ini sebuah kesalahpahaman.”


Wendy tersenyum, bibir yang cantik dengan berusaha menutupi perasaan sakit dia, “Lepaskan, kotor.”


Satu kata, suaranya rendah sekali, tetapi membuat Michael Ling bergetar, “Wendy, aku benar-benar tidak tahu dia akan datang.”


“Haha, dia punya kunci, otomatis bisa datang.” Sudah sejak dulu dia ada, dia selalu tahu.


“Wendy, dia tidak punya kunci, ini, aku juga tidak…”


“Jangan bilang lagi, tunggu kamar kamu sudah bersih baru saya dan anak-anak datang menginap saja, aku pikir, sudah saatnya aku pergi.” Setelah berbicara, dia mengibaskan tangannya dengan kuat, kemudian memegang tangan Lexi dan Lexa keluar dari apartemen, barang-barang yang dibeli tadi juga di buang dia diatas karpet, terdiam saat ini seperti sedang mengumumkan tadinya ditinggalkan oleh pemilik.


Wendy pergi, anak-anak juga pergi. Pintu apartemen terbuka lebar, lorong diluar pintu bayangan satu orang dewasa dua orang anak kecil, pergi tergesa-gesa.


Michael Ling ingin mengejar, tetapi keputusan bayangan yang nekat ingin pergi itu membuatnya menahan langkahannya, melihat dengan diam, bahkan pintu juga lupa tutup.


Anak-anak, kali ini pasti percaya bahwa dia adalah ayah yang playboy dan kotor. Bagaimana dia menjelaskan juga tidak berguna lagi.


Alexa.


Tiba-tiba terpikir Alexa, Michael Ling berbalik badan, “Alexa, siapa yang menyuruh kamu kesini?”


Alexa telah siap mengganti baju dia sendiri dan keluar, mendengar aumannya dia tidak terkejut, dengan wajah yang menawan senyum padanya dan berkata: “Michael, kita sekarang adalah tetangga, tadi pekerja paruh waktu kamu datang bersih-bersih, tetapi tiba-tiba ada sedikit masalah dirumah jadi mereka pergi, sebelum pergi mereka minta bantuan aku , ini juga, aku baru siap beres-beres pas kamu pulang.” Dengan pandangan tidak bersalah melihat Michael Ling, Alexa tidak merasa dirinya bersalah sedikit pun, “Michael, kenapa Wendy pergi? Dan juga, dua anak cewek itu anak kamu kan?”

__ADS_1


“Kamu pergi…” Michael Ling berbalik badan, tidak ingin melihat Alexa lagi. Tubuh yang menawan itu disisipkan dengan lembut dari belakangnya, “Michael, aku rindu kamu.” Sebuah tangan yang putih kecil perlahan-lahan jatuh di depan dadanya, sedang melewati kerahnya dan jari-jarinya mendalami ke otot dadanya, jika pada waktu biasa, Michael Ling dengan cepat bereaksi, namun disaat ini, seluruh tubuhnya ketat, dia tiba-tiba merasa tangan kecil yang sedang bergerak di dadanya hanya membuat dia terasa menjijikkan.


__ADS_2