
Hello! Im an artic!
Laki laki tampan dan juga kaya lah yang paling disukai oleh perempuan.
Hello! Im an artic!
Jika seperti ini, seharusnya Wendy Zhong bahagia kan.
Sebenarnya Wendy Zhong hanya sendirian.
Tiba tiba teringat akan Suzy Liang dan juga Marcell Bai, saat meninggalkan sekolah bersama dengan mereka, Wendy Zhong bertanya, “Apa kartu identitasku sudah diberikan kepada Marcell?”
“Iya, nanti dia masih akan kembali.” Saat mendengar nama Marcell Bai, wajah Michael Ling langsung masam, tapi dengan cepat raut wajahnya kembali tenang, “Wendy Zhong, lebih baik jangan terlalu sering pergi ke keluarga Bai.”
Hello! Im an artic!
Wendy Zhong tercengang, tiba tiba berdiri, “kenapa? Ibuku masih di keluarga Bai.”
“Jika ingin bertemu dengannya janjian saja di luar, bagaimanapun juga jangan terlalu sering pergi kesana.”
Wendy Zhong tidak mengatakan apapun lagi, bisa dianggap jika dia tidak menyetujui apa yang dikatakan oleh Michael Ling, atas dasar apa dia tidak membiarkannya pergi ke keluarga Bai dan dia tidak bisa pergi, dia itu perempuan, bukan hiasan yang hanya dimiliki oleh Michael Ling saja.
Mobil mulai melaju, “Wendy Zhong, aku berharap kamu bisa ingat akan apa yang aku katakan, dan juga, sebenarnya aku ingin membawamu pergi ke Ocean Vest Park , tapi kita harus pergi menjemput anak anak, kita lebih baik menjemput mereka terlebih dahulu.”
Saat melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, memang jam pulang sekolah anak anak sudah hampir tiba tapi hanya sedikit lebih cepat saja, saat menghitung waktunya, jika mereka sampai di sana, maka masih ada sekitar setengah jam lagi dari waktu anak anak pulang, “Baiklah.”
Michael mengendarai mobil, dan tangan serta kakinya terlihat sangat normal, dan tidak terlihat jika dia memiliki luka, laki laki itu begitu kuat, dia terluka dan juga lukanya juga membaik dengan cepat, hanya saja bekas luka yang ditinggalkan tidak akan secepat itu menghilang, setidaknya akan membekas di tubuhnya untuk beberapa waktu.
Tetapi setidaknya juga tidak perlu agar Wendy membantunya menyeka tubuhnya.
Laki laki itu hanya mencari alasan untuk mengerjainya saja.
Mobil melenggang dengan lancar di jalanan, dan tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai di sekolah anak anak, di samping sekolah ada beberapa pohon mangga, terlihat dari pohon yang lumayan tinggi itu sudah ada mangga kuning dan hijau yang belum sepenuhnya matang, pemandangan seperti itu benar benar sangat menyegarkan mata, tidak ada siapa pun yang hanya demi mengambil mangga sampai merusak pohon itu sendiri.
Dari dalam mobil sudah terlihat pemandangan halaman di depannya.
Pada saat ini mobil perlahan mulai berhenti, AC yang dinyalakan di dalam mobil lumayan besar, jadi mereka tidak merasa kepanasan sedikit pun.
Rerumputan itu, ingin sekali Wendy turun dari dalam mobil dan duduk di sana, tetapi saat dia memalingkan kepalanya menatap Michael , dia merasa jika laki laki itu tidak akan mungkin mengiyakan apa yang dia inginkan, orang hebat sepertinya bagaimana mungkin akan menurunkan derajatnya dan menemaninya duduk di rerumputan di halaman terbuka?
Tetapi semakin Wendy memikirkannya, dia semakin tidak bisa untuk tinggal diam saja, lebih baik mencobanya, jika Michael tidak setuju, maka Wendy akan duduk di sana sendirian dan menikmati sejuknya suasana, “Michael , apa mau pergi ke rumputan dan duduk sebentar.”
Michael tidak langsung menjawabnya, tapi dia memalingkan kepalanya melihat rerumputan yang ditunjuk oleh Wendy, pemandangan di luar benar benar sangat indah, tetapi sebelumnya dia tidak pernah bersantai di atas rerumputan apalagi di tempat umum dengan mengenakan pakaian resmi.
__ADS_1
Saat Michael sedang memikirkan akan hal ini, Wendy sudah menganggap jika dia tidak setuju untuk pergi bersamanya, jadi mengatakan, “lebih baik kamu di mobil saja, aku akan ke sana sendiri.”
Wendy sudah bersiap untuk membuka pintu mobil, kemudian laki laki di sampingnya mengatakan, “Ayo turun bersama.”
Wendy memalingkan kepalanya menatapnya, dia sedikit tidak yakin, “kamu juga ingin duduk di atas rerumputan?”
“Kenapa, apa tidak boleh?” Michael tersenyum tipis, tetapi senyumnya benar benar sangat menawan, membuat Wendy menganga takjub dibuatnya.
Bagaimanapun juga keterkejutan itu tidak mudah menghilang dari wajah Wendy, “Michael , rasanya aneh sekali jika kamu duduk di rerumputan dengan pakaian formal ini.”
“Terus apa yang harus aku pakai?” Michael mengerutkan keningnya, tapi itu tidak menghentikan langkah kakinya untuk turun dari dalam mobil.
“Setidaknya kamu harus mengenakan kaos dan juga sepatu olahraga.”
“Kamu juga terlihat sangat aneh jika duduk di sana, kamu masih ingin duduk di sana?” Michael sudah berjalan di depan, sosok tubuhnya yang besar menghalangi matahari menerpa wajah Wendy, rasanya Michael tidak membiarkan Wendy merasa kepanasan karena cahaya matahari yang menyinarinya.
Heels tinggi yang dia kenakan membuat langkahnya terlihat tidak nyaman, tetapi dia tidak memperdulikannya lagi, dia sudah benar benar menyukai rerumputan ini.
Dia duduk di atasnya dan menikmati hembusan angin yang menerpa pepohonan di sampingnya, membuat suasananya terasa sangat nyaman.
Setelah sekian lama, hari ini adalah hari paling membahagiakan yang pernah dibayangkan oleh Wendy, rasanya ulang tahunnya selama ini tidak pernah terasa semenyenangkan ini.
Dalam benak Suzy Liang hanya ada Henry Bai saja, setiap tahun saat ulang tahunnya, dia menghubunginya, dan membiarkan Wendy menghabiskan hari ulang tahunnya itu, dia sudah terbiasa akan hal seperti itu.
Michael benar benar melepaskan semua pekerjaan yang dia miliki dan menemani Wendy duduk di atas rerumputan, sinar matahari perlahan mulai turun ke barat, dan pohon di sampingnya menghalangi sinar yang menerpa tubuhnya, membuat musim panas sekali ini terasa sangat menyegarkan, Wendy mengambil sebatang rumput di tangannya, kemudian memilinnya, rasanya tidak terbiasa harus menunjukkan kebersamaan dengan Michael di depan umum, tetapi Michael terlihat biasa saja dan terkesan menikmati.
Di belakang pohon yang berada tidak jauh di sana, sepertinya ada seseorang dengan kamera di tangannya sedang mengambil gambar, mata Wendy langsung menajam, “Michael , ada orang yang sedang memfoto kita.” Ini adalah di luar ruangan, jadi tanpa menggunakan flash saja masih bisa terlihat dengan jelas.
Michael malah mengulurkan tangannya dan meletakannya di pinggang Wendy, “Anggap saja kita tidak melihatnya.”
Iya benar, sebelumnya juga pernah terekspos beberapa kali, dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan, jarang jarang bisa bersantai di atas rerumputan, hanya saja ada sosok yang begitu menarik perhatian disampingnya jadi membuat Wendy merasa tidak nyaman.
Perlahan sekitar sekolah sudah mulai ramai dengan mobil, wali murid ataupun supir sudah mulai menjemput anak anak.
Saat melihat mobil mobil mewah di depannya, Wendy merasa jika dirinya masih tidak bisa menyatu dengan kehidupannya saat ini, pada awalnya dia mengantar Lexi dan Lexa untuk datang ke sekolah ini agar mereka bisa mendapatkan kehidupan sekolah yang baik, jadi dia memantapkan hatinya untuk menyekolahkan mereka di sini, sebenarnya biaya yang harus dikeluarkan jika bersekolah di sini jauh lebih mahal dari sekolah biasa, tapi ada banyak biaya sponsor, dan setiap tahun keuntungannya hampir digunakan untuk membayar biaya sponsor dari taman kanak kanak, jadi dalam beberapa tahun ini Wendy juga tidak bisa menabung, demi anak anak dia rela melakukan apapun.
“Apa yang kamu pikirkan?”
“Oh, tidak apa.”
“Apa kamu haus? Jika kamu merasa panas kita bisa kembali ke dalam mobil, di dalam mobil ada AC.”
“Tidak perlu.” Wendy lebih senang menunggu di sini, suasana segar seperti ini benar benar sangat menyenangkan.
__ADS_1
Tangannya masih memilin rumput yang dia cabut, dan hal itu membuat aroma rerumputan bisa samar samar tercium oleh indra penciumannya, awalnya Wendy mengira jika setelah duduk beberapa saat di sini Michael akan mulai ribut dan minta kembali masuk ke dalam mobil, tetapi dia tidak melakukannya, dia bahkan menemani Wendy duduk di sini sampai sekitar setengah jam, mereka duduk dengan menatap birunya langit saat ini dan juga pemandangan di sekitar, perasaan itu benar benar sangat melegakan.
Wendy mengangkat tangannya, membuat rerumputan yang sebelumnya sudah dipilin olehnya berjatuhan, dan saat dia akan mengambil satu rumput lagi untuk dia mainkan, tiba tiba sebuah bayangan biru muda melintas di matanya.
Detak jantungnya tiba tiba berdetak sangat cepat, Wendy perlahan mengangkat pandangannya menatap sosok perempuan di depannya, bahkan tangannya masih menggantung dan belum sempat dia turunkan.
Di sebuah jalan penyeberangan di depannya, Wendy melihat ada sosok perempuan yang mengenakan gaun berwarna biru berjalan, membuatnya terlihat sangat indah bagaikan lukisan, langkahnya tertuju pada taman kanak kanak.
“Michael …” Wendy mengulurkan tangannya menunjuk perempuan itu, suaranya terdengar sedikit gemetaran, pada saat ini sudah sangat ingin pergi ke dalam mobil dan menikmati hembusan dingin AC, tetapi dia baru saja menyebutkan nama, Wendy merasa jika semuanya sudah tidak sempat lagi.
Maria, itu benar benar dirinya.
Saat melihat sosok Michael , Maria seketika mematung dan tidak bergerak sedikit pun, mungkin itu karena dia baru saja hamil, jadi perutnya terlihat sedikit membesar, dia hanya berdiri di sana, menatap Michael tanpa bergeming sedikit pun.
Rasanya waktu terhenti pada saat ini juga.
Wendy perlahan memalingkan kepalanya, jelas jelas dia sudah memanggil Michael berkali-kali, tetapi Michael sama sekali tidak merespon panggilannya.
Ternyata Michael juga sedang menatap Maria.
Michael juga sedang terpaku.
Tatapannya saat ini berkumpul menjadi satu, segala sesuatu yang berhubungan dengan Maria dan Michael benar benar hampir terlupakan, tetapi saat pertemuan tidak terduga seperti ini, hal itu membuat Michael benar benar tidak bisa memalingkan pandangannya dari sosoknya.
Wendy berhasil membaca perasaan yang timbul di antara keduanya, ternyata entah seberapa dia bekerja keras, entah bagaimana Michael membuat semua mimpinya menjadi kenyataan, tetapi tetap saja tidak mampu merubah rasa cinta yang berada di dalam hati Michael .
“Michael , aku akan pergi ke belakang sebentar.” Wendy langsung beranjak, dia sangat ingin kabur dari keadaan seperti ini, dia tidak ingin melihat Michael yang saling bersitatap dengan Maria, bagaimana mungkin dia bisa menerima keadaan seperti ini?
Lebih baik tidak usah melihatnya saja.
Tetapi saat Wendy sudah beranjak, dan melangkahkan kakinya melewati Michael, tiba tiba laki laki itu menghentikannya, “Berhenti.” Tangan Michael langsung terulur menggenggam tangan yang sedang berusaha untuk kabur.
Saat tangan mereka bersentuhan, rasanya seperti terbakar, Wendy ingin melepaskannya, tetapi tangan Michael benar benar menggenggam tangannya dengan sangat erat, setelah itu dia beranjak, dan tubuh kekarnya langsung menutupi tubuh mungil Wendy, “Wendy, ayo jemput anak anak bersama.” Dia mengatakannya dengan tenang, bahkan tidak ada kesan gugup sedikit pun, kemudian melangkahkan kakinya bersama Wendy.
Maria yang berada di penyeberangan, akhirnya tersadar dan sudah membuka mulutnya, seperti akan mengatakan sesuatu, tetapi tidak ada satu katapun yang berhasil keluar dari mulutnya, dia hanya mematung di sana, dengan tenang, seperti bunga lotus yang sangat cantik saat sedang mekar.
Suasana tiba tiba berubah menjadi tegang, panas yang dia rasakan dari dalam tubuhnya seperti akan menyembur keluar, membuatnya tidak nyaman hingga terbatuk, tetapi jika dia terbatuk saat ini rasanya sangat tiba tiba, jadi dia memutuskan untuk menahannya saja.
Mereka sudah melangkahkan kakinya melewati rerumputan, dia dan Michael sudah berdiri berhadapan dengan Maria.
Pada awalnya mengira jika Maria akan pergi, tetapi dia masih saja mematung berdiri di sana, wajahnya sudah tidak semerah sebelumnya, bahkan saat ini terlihat sedikit pucat.
Mereka berdua memang tidak mengatakan apapun, tetapi mata mereka tidak pernah berpaling satu sama lain.
__ADS_1
Wendy Zhong menahan bibirnya, sesuatu yang harusnya terjadi memang harus terjadi, “Maria, lama tidak berjumpa.” Wendy sudah mengulurkan tangannya, dia kembali teringat saat berada di Volcano Island, saat Maria masih menganggap Lexa dan Lexi sebagai anak angkatnya.
Itu bukan suatu kemunafikan, tetapi terkadang Wendy juga berfikir dari sudut pandang Maria, jika dia tidak bisa bersama dengan orang yang dia cintai, perasaan itu benar benar sangat menyakitkan.