Diriku Ternyata Kembar

Diriku Ternyata Kembar
Bab 10: Yang mengubahnya


__ADS_3

Keesokan harinya.....


Saat berangkat kesekolah, Diana yang melihat rindy berjalan didepannya. akhirnya menghampiri rindy didepannya itu.


"Rindy!!!" Teriak Diana dari kejauhan memanggil rindy didepannya.


"Eh.....Diana? Ada apa?"


"Tidak ada apa apa kau hanya ingin berjalan dengan rindy saja."


"Oh...iya bagaimana dengan kemarin, apa kau bisa berkenalan dengan Rendy?"


"I..iya baik baik saja kok, tak ada masalah."


"Apa kalian berdua sudah berjalan-jalan kemarin?"


"Ya....tapi...saat aku memberikan barang yang Rendy belikan saat itu pada orang lain, sepertinya dia marah. Aku tidak tahu kalau dia sampai semarah itu "


"Memangnya Rendy benar-benar marah? Setahuku Rendy tak pernah marah dengan perempuan. Dia selalu lembut kok pada perempuan."


"Tidak apa apa mungkin aku yang salah menilai orang yang baru kukenal."


Sementara itu dilorong lorong yang sepi sepertinya Rendy sedang diajak berantem oleh orang orang yang benci padanya.


"Wah ....wah...... Sepertinya ada yang mengajakku untuk berantem disini." kata Rendy


"Apa kau tak ingat Rendy!! Kau yang mempermalukan ku didepan orang-orang saat itu dengan memukul wajahku kan!?"

__ADS_1


"Kapan itu terjadi? Lalu, apa aku mengenal kalian?" tanya Rendy


"Kurang ajar!! Beraninya kau melupakan hal itu!!!"


"Hal yang memalukan memang harus dilupakan iya, kan?" kata Rendy


"Akan ku hajar kau!!"


Lelaki itu pun langsung memukul wajah Rendy, dan tepat mengenainya. Rendy pun membalas dengan menendang perut lelaki itu, lalu orang-orang yang ada dibelakangnya langsung menyerbu dan memukuli Rendy. akhirnya perkelahian itu dimenangkan oleh Rendy yang membuat satu orang diantara mereka tak bisa bergerak lagi.


"Padahal masih pagi, kalian sudah membuatku berkeringat seperti ini. Menyebalkan sekali kalian." kata Rendy


"Lihat saja aku akan membalas perbuatanmu yang tadi itu!!"


Dengan wajah ketakutan mereka, mereka pun pergi kekelas mereka masing masing.


  Jam istirahat pertama......


  Wajah Rendy terlihat dipenuhi luka bekas pukulan, tak ada yang berani mengobati lukanya karena takut melihat wajahnya. Rindy yang kebetulan melihat Rendy yang berdiri di lorong depan kelas matematika itu, langsung menghampirinya


"Rendy!? Kenapa wajahmu penuh luka bekas pukulan seperti ini?" tanya rindy


"Itu bukan urusanmu, Biarkan aku sendiri saja."


"Jangan menganggap luka seperti itu enteng, Rendy!! Itu berpengaruh pada orang yang kau ajak bicara nanti! Ayo ikut aku! Aku akan membawamu ke UKS dan mengobati luka mu itu!!"


Rindy menarik Rendy ke UKS untuk mengobati luka memarnya itu

__ADS_1


"Lukanya banyak sekali. Apa kau tadi berkelahi lagi?"


Rendy hanya terdiam dan menganggap itu biasa biasa saja.


"Rendy!! Kenapa kau hanya diam saja!?"


"Aku yang menjalani hidup dan bukan urusanmu rindy! Biarkan aku menjalaninya sendiri dan kau tak perlu ikut campur tentang apa yang aku lakukan disetiap harinya."


"T...tapi Rendy!!"


"Biarkan aku menjalani hidupku dengan caraku sendiri dan tak ada yang boleh ikut campur dihidupku ini!"


Rendy pun pergi meninggalkan rindy disana dengan lukanya yang belum diobati sepenuhnya


Sepulang sekolah..........


  "Hei.....Karina, belakangan ini Rendy sifatnya agak berubah ya" kata rindy


"Memangnya ada apa dengan Rendy?" tanya karina


"Dia tak biasanya berkata seperti itu. Dulu setiap harinya dia selalu berangkat dan pulang bersamaku, sekarang dia berubah menjadi pribadi yang selalu sendiri. Yah ....jika kau ingin aku mengaku, aku tidak suka pada Rendy yang saat ini."


"Sepertinya bukan hanya kau saja Rindy, Masih banyak yang lain"


"Memangnya siapa yang bilang seperti itu?"


"Temanku bilang sekarang Rendy banyak berubah dari kelakuannya. Dia pernah bilang kalau dia menyukai Rendy, tapi sekarang tidak. Rendy yang sekarang lebih suka memukuli orang dari pada dekat dengan orang lain."

__ADS_1


"Tapi.....kurasa Rendy akan seperti dulu lagi. Aku memperkenalkan nya dengan orang yang cukup baik dan dekat. Banyak yang bilang dia banyak mengubah kehidupan orang lain menjadi berwarna, Karena itu aku tidak ingin berfikir buruk tentangnya." kata rindy yang mencoba membela Rendy


__ADS_2