
"Yah, menurutku..... Senior Fahrul adalah teman yang sangat baik, bahkan dari yang aku duga sebelumnya. Senior orang yang sangat baik"
"Hanya itu saja? Kau hanya menganggap ku seorang teman yang baik saja? Tidak lebih?"
"Eh...? M.. memangnya apa lagi?"
"Seperti Rendy, bagaimana kau melihatnya dimatamu?"
"Rendy yang ada dimataku?"
"Ya, kau menganggap Rendy itu seperti apa?"
"Soal itu, aku ragu untuk menjawabnya"
"Kenapa?"
"Yah, mungkin lain kali aku menjawabnya sampai aku menemukan jawabannya"
Diana pun pergi ketengah lapangan untuk berlatih bermain basket. *Sampai kapan dia mau membuatku menunggu seperti ini?* Dalam hati senior Fahrul
Sepulang dari perlombaan, Diana yang melihat Rendy pulang sendiri langsung menghampirinya dan berjalan bersama
"Rendy!!"
"Ada apa Diana?"
"Maaf ya, soal tadi pagi. Aku tidak sengaja"
"Tentang apa?"
"Eum....tentang apa ya? Yang aku ingat, tadi pagi bukankah aku membentak mu?"
"Jadi itu membentak ya? Aku tidak tahu"
"Tapi itu benar terjadi. kemarin malam rindy menelfon ku dan bicara tentang mu. Dia bilang kalau kau menyukai ku" seketika Rendy yang mendengarnya tiba-tiba tersedak sesuatu yang mengganjal di tenggorokannya
__ADS_1
"Eh....? Rendy!? Ada apa?"
"Tidak apa-apa, aku hanya tak menyangka kalau Rindy akan bicara seperti itu"
"Lalu apa itu benar apa yang dikatakan rindy saat itu, kalau kau menyukai ku?" Wajah Rendy tiba-tiba berubah menjadi merah dan mengalihkan pandangannya
"Memangnya, menurutmu apa yang aku jawab setelah ini?"
"E...eh? Kenapa aku yang harus mengatakannya?"
"Tak usah seperti itu. Tenang saja, aku mengaggap mu sebagai teman kok. Tentang yang rindy bicarakan kemarin kalau aku menyukai mu, lupakan saja. Itu masih lama terjadi"
Setelah itu Diana hanya diam saja sambil melihat Rendy yang tersenyum kearahnya
Sementara itu, sepulang dari SMA Bhakti permata dan setelah menaiki sebuah bus secara bersamaan. Mereka saling berbincang diperjalanan pulang mereka
"Eh...? Kemarin kau menelfon Diana dan bilang kalau Rendy menyukainya?"
"Yah, aku takut kalau itu terlalu berlebihan untuk Rendy. Padahal aku hanya ingin membuat mereka berbaikan saja, tapi sepertinya aku sudah kelewatan"
"Tidak kok, menurutku itu tidak terlalu berlebihan"
"Kenapa?"
"Kenapa jadi seperti itu?"
"Cobalah kau tanyakan pada Rendy apa yang terjadi pada hubungan pertemanan antara dia dan Diana. Aku yakin jawabannya akan bagus"
Sesampainya dirumah, terlihat Rendy yang sudah menunggu kedatangan rindy dirumah.
"Rendy!? Kau sudah pulang? Cepat sekali"
"Kau lah yang datang kerumah terlalu lama. Memangnya tadi kau sulit mendapatkan bus untuk pulang?"
"Tidak juga sih. Oh iya Rendy! Ada yang ingin aku tanyakan tentang kemarin"
__ADS_1
"Apa itu?"
"Maaf, aku bilang pada Diana kalau kau menyukainya. Padahal kau tidak benar-benar menyukainya kan?"
"Apa yang kau bicarakan?"
"Eh. ....ah..... Tadi, apa Diana menanyakan hal itu?"
"Ya, dia menanyakannya. Memangnya kenapa?"
"Eh .....? Beneran!? L.... lalu apa yang kau jawab?"
"Aku menolak apa yang dia bilang. Aku hanya bilang kalau aku dan diana hanya teman yang dekat. Sudah itu saja"
"L....la....lalu apa yang dia jawab selanjutnya?"
"Sudah hanya itu saja"
"Dia tidak menjawab apapun?"
"T....tidak mungkin!!"
"Yah, tapi karena dirimu lah, hubungan ku dengan Diana sebagai teman akhirnya baik-baik saja"
"K... karena aku?"
"Ya. Terimakasih ya"
Sementara itu Diana yang sedang membuka jendelanya menatap langit yang gelap itu sambil memikirkan apa yang senior Fahrul katakan tadi
"Apa yang harus aku katakan pada senior Fahrul besok ya? Bagiku senior Fahrul itu seperti apa ya di mataku? Senior memang orang yang baik dan tulus. Tapi apa yang akan aku jawab besok ya?"
__ADS_1