Diriku Ternyata Kembar

Diriku Ternyata Kembar
Bab 30: Babak pertama


__ADS_3

Sesampainya dirumah mereka, Diana dan Karina sama sekali tak melihat Rendy dirumanya dan hanya ada rindy yang duduk di ruang depan.


"Rindy, mana Rendy? Kenapa dia tak terlihat?" Tanya Diana sambil melihat ke sekeliling rumahnya itu.


"Rendy sedang ada dikamarnya. Aku rasa dia tertekan selama sepeninggal ibu. Dia bahkan tak mau makan."


"Apa kau sudah mencoba untuk bicara dengannya?" Tanya Karina sambil menaruh bingkisan kecil di meja yang ada didepannya itu.


"Aku sudah mencoba bicara dengannya berkali-kali, tapi dia hanya diam saja."


"Aku yang akan bicara dengannya." Diana berdiri pergi kekamar Rendy dan mengetuk pintunya.


"Rendy? Apa kau masih didalam? Jika kau masih didalam, keluarlah jangan membuat semua orang disini khawatir padamu."


Begitu Rendy mendengar suara Diana dibalik pintu kamarnya, Rendy pun langsung berjalan kedepan pintu itu tanpa membukakan pintunya.


"Kenapa kau bersembunyi dikamarmu? Keluarlah, jangan membuat rindy khawatir padamu. Atau setidaknya, bicaralah walaupun yang keluar dari mulutmu hanya 1 kata saja."


Akhirnya Rendy pun mulai berbicara. Dengan nada yang sedikit pelan "aku tak ingin keluar dari sini. Biarkanlah aku disini saja. Tak ada yang mengerti tentang diriku. Lalu memangnya kalian tahu apa tentang diriku?"


"Maaf jika kami tak pernah mengerti tentang mu. Atau mungkin kau juga yang salah tidak ingin dimengerti orang lain. Jadilah orang yang selalu terbuka untuk orang lainnya, jangan selalu diam didalam sana. Ayo keluarlah."


"Pergilah!! Aku sedang tak ingin bicara dengan siapa-siapa saat ini."


"Ya. Baiklah aku akan pergi. Tapi jangan lupa untuk makan. Pekan olahraga akan dimulai 3 hari lagi. Kau harus menyiapkan fisikmu dengan baik agar kau menang. Kalau begitu aku pergi ya"


Diana pun pergi, kembali keruang depan. Mendengar langkah kaki Diana yang sudah menjauh, Rendy pun membuka pintu kamarnya sedikit dan melihat Diana yang menjauh darinya.


"Padahal, dia bukan siapa-siapa bagiku. Tapi kenapa dia sangat peduli padaku?" Dalam hati Rendy sambil memikirkan apa yang Diana katakan tadi.


 


 


  Dan 3 hari kemudian pekan olahraga pun akhirnya dimulai. Sesuai hasil rapat dan putusan yang kemarin, mata lomba voli dan baseball akan dilaksanakan di SMA Bhakti permata.


"Akhirnya pekan olahraga dimulai juga ya. Tidak sabar lagi untuk pertandingan basket nanti. Aku benarkan senior Fahrul?"


"Jangan anggap remeh lawanmu nanti Diana. Bagimu pasti ini yang pertama kan? Jadi kau harus fokus. Bisa saja lawanmu adalah lawan yang kuat dan ingat kau--"

__ADS_1


"Iya-iya aku paham" (motong pembicaraan)


"Jangan memotong pembicaraan ku!!?"


"Oh iya, sebentar lagi akan dimulai perlombaan sepakbola kan? Aku ingin melihat Rendy bermain."


"Kau bilang kau ingin melihat siapa?" Tanya senior fahrul dengan heran menatap Diana.


"Tidak kok.. aku pergi dulu!!" Diana pun pergi ke lapangan sepakbola dan disana ia sama sekali tak melihat Rendy dilapangan itu.


"Kenapa Rendy tidak ada disini? Apa aku salah tempat ya?"


Risa,teman sebangkunya tiba-tiba berlari menghampiri Diana yang berdiri disamping lapangan sepakbola.


"Diana!!"


"Risa? Ada apa?"


"Gawat! Rendy saat ini belum sampai kemari. Padahal perlombaan akan dimulai 30 menit lagi."


"Rendy belum datang?"


"Kalau begitu aku yang akan mencari Rendy. Kau tunggulah disini."


Diana pun berlari keluar lapangan itu dan pergi kerumah Rendy dan Rindy, lalu ia juga sempat menelepon rindy untuk bertanya sesuatu padanya.


"Ya. Halo Diana ada apa?"


"Rindy! Apa tadi pagi Rendy sudah keluar dari kamarnya?"


"Tadi pagi dia berangkat pergi bersamaku ke-sekolah. Memangnya ada apa?"


"Hingga saat ini Rendy belum ada diarena perlombaan. Apa kau tahu kemana dia pergi sebelum meninggalkan mu di SMA Bhakti permata?"


"Dia bilang dia pergi ke-sekolah, Untuk lomba itu."


"Kalau begitu aku saja yang akan mencari Rendy. Kau fokus saja pada perlombaan baseball nya."


"Ya. Kalau begitu terimakasih Diana, tolong ya, carikan Rendy."

__ADS_1


"Ya. Baiklah."


Diana pun menutup ponselnya dan berlari mencari Rendy. Dan ketika sampai di persimpangan jalan, Diana tak sengaja menabrak seseorang yang juga sedang berlari disana dan ternyata itu adalah Rendy yang juga sedang terburu-buru.


"Aduh...maaf aku tak sengaja"


"Diana? Kenapa kau disini? Kau tidak pergi ke-sekolah?"


"Rendy?"


"Kenapa kau bingung seperti itu?"


"Kau kemana saja aku mencarimu dari tadi!!"


"Jangan teriak seperti itu, aku juga sedang pergi menuju sekolah, Makanya aku buru-buru. Mau pergi bersama ku?" Rendy memberikan tangannya pada Diana dan mengajaknya untuk bergandengan tangan menuju sekolah.


*Untuk pertama kalinya aku melihat Rendy bersikap seperti ini. Tak biasanya dia menggandeng ku sampai ke-sekolah. Ini sangat menyenangkan* dalam hati Diana sambil tersenyum ketika melihat Rendy.


 


 


  Disekolah.....


 


 


  "Rendy kau telat 1 menit sebelum pertandingan dimulai."


"Kenapa kau telat? Padahal kau ketua dari klub sepakbola inikan?"


"Iya-iya aku minta maaf. Nah baiklah kita mulai saja pertandingannya. Berdoalah agar kita menang!!"


"Ya!!!"


Dan pertandingan pun dimulai dan disaksikan oleh Diana yang duduk di kursi penonton, bersama yang lainnya.


"Semoga kau menang Rendy.!! Berjuanglah!"

__ADS_1


__ADS_2