
Pertandingan baseball yang diadakan di SMA Bhakti permata, bersamaan dengan mata lomba voli, saat itu sedang istirahat. Mendengar mata lomba voli sedang dimulai, rindy pun berniat untuk melihat perlombaan itu. Ketika ia sudah melihatnya, ia terkejut melihat Karina yang mengikuti perlombaan itu.
"Aku tidak pernah tahu kalau Diana mengikuti perlombaan ini. Ah, aku harus memberinya semangat."
Rindy pun berjalan mendekat kepinggir lapangan dan duduk paling depan dikursi penonton.
"Diana!!! Semangat!! Aku mendukungmu!!" Teriak rindy dari kursi penonton paling depan. Suara rindy membuat pandangan Karina teralihkan, dan ketika bola melambung kearahnya, bola itu akhirnya mengenai wajahnya hingga ia terjatuh. Dan tim Karina dan yang lainnya berkurang 1 poin.
Jam istirahat.....
Karina dan Rindy akhirnya makan bersama dikantin sekolah itu, dan Rindy yang membelikan makanan untuk Karina.
"Aku tak menyangka kalau kau akan ikut serta dalam lomba voli antar sekolah. Kenapa kau tak pernah bilang padaku?"
"Jika aku mengatakannya padamu, aku takut rindy tak menganggap ku seperti perempuan. Karena aku menyukai olahraga."
"Kenapa seperti itu? Siapa yang bilang kalau aku membenci perempuan yang menyukai olahraga? Justru aku senang dengan perempuan yang seperti itu, karena dia akan menjadi orang yang kuat nantinya. Contohnya seperti Diana, aku sudah mengenalnya sejak SMP,dan dia sangat menyukai olahraga. Maka dari itu aku menjadikannya teman. Sama seperti mu juga Karina."
__ADS_1
"E...eh apa maksudmu? A..aku tidak mengerti.." tiba-tiba Karina menjadi gugup mendengar apa yang rindy katakan itu
"Eum.... Aku tidak ingin mengatakannya, karena kita masih dibawah umur. Jadi, tunggulah beberapa tahun kemudian ya."
Setelah itu Karina hanya bisa terdiam sambil melihat senyum yang terpampang jelas diwajah rindy itu
*Rindy\, selalu membuat teka-teki yang ingin aku ketahui saat ini juga. Tapi\, dia selalu menyuruh ku untuk menunggu jawaban darinya. Aku\, jadi semakin menyukai rindy yang seperti ini* dalam hati Diana yang senang melihat dan mendengar apa yang ia dengar dari Rindy dan melihat senyumannya.
Senior Reyvin tiba-tiba menghampiri mereka yang sedang berbicara untuk mengatakan sesuatu.
"Apa yang kau lakukan disini rindy dengan seorang wanita didepanmu?"
"Tidak kok, dia Karina temanku."
"Oh kau Karina yang mengikuti lomba voli itu ya?"
"Ya. Baiklah. Oh iya rindy! Babak kedua akan segera dimulai, kau harus ada dilapangan sebelum pertandingan dimulai ya."
"Ya, baiklah senior!"
Senior Reyvin pun pergi kembali ke lapangan untuk mempersiapkan babak kedua nanti. Dan rindy pun bergegas pergi ke arena lapangan depan.
"Karina, aku duluan ya. Aku harus mempersiapkan diriku untuk babak kedua nanti."
"I....ya semoga kau menang rindy!!"
__ADS_1
Pertandingan baseball pun kembali dimulai, rindy saat ini bertugas sebagai pelempar bola. Semua penonton terkejut melihat aksi rindy dilapangan. Setiap bola yang rindy lempar selalu tidak terkena sasaran pemukul yang ada dihadapannya.
"Dia hebat sekali ya.."
"Setiap bola yang dilemparnya selalu tak mengenai pemukulnya. Hebat."
"Sepertinya aku menyukai lelaki itu. Oh iya apa ada yang tahu siapa namanya?"
"Yang aku dengar namanya adalah rindy dari SMA 14."
"Wah,kalau begitu nanti sepulang sekolah aku berniat untuk menemuinya"
"Aku juga ingin bertemu dengannya"
Sekelompok perempuan membicarakan rindy seperti itu didepan karina yang juga sedang menonton rindy dari atas lapangan. "Sepertinya setelah perlombaan ini selesai, akan ada banyak orang yang menyukainya. Itu berarti.... SAINGAN KU AKAN BANYAK NANTI!!!*dalam hati karina yang gugup mendengar itu semua.
__ADS_1