
Lomba sudah memasuki hari ke-3, babak semi final pun dimulai. Semua orang sedang fokus untuk menuju babak berikutnya. Tak diduga pertandingan baseball mulai lebih awal dari biasanya sedangkan pertandingan voli dimulai 1 jam setelah pertandingan baseball selesai.
"Lama sekali kita akan bertanding. 1 jam setelah pertandingan baseball?"
"Tadi itu kenapa aku tidak ke-sekolah jam 11 saja ya, benar tidak Karina?"
"Daripada menunggu pertandingan dimulai, mungkin lebih baik kita menonton pertandingan baseball saja"
"Hah? Memangnya kenapa? Biasanya kau menontonnya sendiri kan?"
"Yah, baiklah aku ada dilapangan baseball jika kalian mencariku"
Anna pun akhirnya pergi sendiri untuk menonton pertandingan baseball. Dan waktu yang pas sekali, saat itu rindy sedang bertanding melawan sekolah lain.
*Wah\, pas sekali sekarang rindy sedang bertanding ya. Aku ingin sekali melihatnya beraksi* dalam hati Karina sambil menatap Rindy yang sedang bersiap memukul bola yang dilemparkan oleh lawan. Dan kebetulan saja rindy melihat Karina yang berdiri dipinggir lapangan untuk melihatnya\, rindy pun melambaikan tangannya kearahnya.
*Rindy melambaikan tangannya untukku?*
Namun saat Karina ingin melambaikan tangannya juga kearah rindy, seorang perempuan berteriak heboh dan melambaikan tangannya kearah Rindy.
"Coba kalian Rindy melambaikan tangannya untukku!!"
"Tidak! Dia melambai padaku tahu!!"
"Jangan sok tahu! Dia melihat kearah ku dan bukan kearah mu!!"
Mendengar kedua perempuan itu yang bertengkar disampingnya tentang Rindy, membuat Karina semakin ragu untuk melambaikan tangannya pada rindy
*Jadi\, itu bukan untuk ku ya. Hampir saja* dalam hati Karina.
__ADS_1
Setelah itu Karina hanya bisa diam saja melihat rindy bermain sambil mendengar ocehan perempuan yang ada disampingnya itu. Waktu pertandingan pun berlalu. Karina berniat untuk menemui rindy dan memberinya sebuah handuk untuk mengelap wajahnya yang berkeringat itu
"Wah, Karina kau baik sekali mau membawakan ku handuk"
"Yah, tidak apa-apa kok rindy."
"Oh, iya kapan pertandingan mu dimulai?"
"Yah mungkin 1 jam lagi, akan dimulai"
"Memangnya kau tidak berlatih dulu untuk pertandingan mu?"
"Setelah ini aku akan pergi untuk latihan"
"Oh, kalau begitu nanti aku akan melihat pertandingan mu! Jangan sampai kalah ya!"
"Semangat Karina!!"
Sementara itu, pertandingan sepakbola sudah dimulai 1 jam sebelum pertandingan basket.
"Yahhhh, Rendy ayo kita ciptakan gol yang tak akan mereka lupakan!!!"
"Oke!!!"
Seorang rekan mengoper bolanya kearah Rendy,dan menjadi kesempatan Rendy untuk mencetak gol saat itu. Dan akhirnya Rendy berhasil mencetak gol yang bagus dilihat oleh penonton.
"Rendy tendangan yang bagus!"
"Ya, terimakasih"
__ADS_1
Rendy pun melihat sekeliling kursi penonton dan ia sama sekali tak melihat Diana yang duduk dikursi penonton untuk melihat aksinya di lapangan.
"Aku sama sekali tak melihat Diana. Kemana dia?"
Disaat semua orang sedang berlatih untuk perlombaan hari ke-3, Diana masih duduk sendiri di kursi dekat lapangan basket, sambil memikirkan sesuatu yang ada dipikirannya saat ini.
"Belakangan ini, aku merasa aku sering melamun pada jam-jam tertentu, sebenarnya apa yang aku pikirkan sih?"
Melihat Diana yang hanya terdiam dipinggir lapangan, senior Fahrul pun menghampirinya dan menanyakan apa yang terjadi padanya
"Belakangan ini kau sering melamun, apa yang terjadi padamu?"
"Senior Fahrul?, Aku tidak apa-apa kok. Aku tidak tahu kenapa aku jadi sering melamun"
"Apa Rendy mengatakan hal buruk tentang mu?"
"E..eh? Kenapa jadi membicarakan rendy?"
"Tidak apa-apa, aku hanya menanyakan hal itu, apa itu salah?"
"T...tidak kok. Aku dan Rendy baik-baik saja. Kami sudah menjadi teman yang baik"
"Menjadi teman yang baik? Lalu bagaimana dengan ku?"
"B.. bagaimana dengan senior Fahrul? Eh...i...itu bagaimana ya"
"Apa kau menganggap ku lebih dari teman mu?"
Diana hanya terdiam ketika mendengar pertanyaan dari senior Fahrul dan tidak tahu harus menjawab apa. Sebenarnya apa hubungan antara Diana dan senior Fahrul?. Senior Fahrul memang selalu berbuat baik pada Diana, akan tetapi Diana masih selalu menginginkan Rendy. Padahal senior Fahrul sudah menyukai Diana melihat dari kepandaiannya bermain basket. Akan tetapi Diana tidak pernah berfikir apakah senior Fahrul menyukainy
__ADS_1